Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Revitalisasi Paradigma Baru Dunia Pembelajaran yang Membebaskan Moh. Nawafil; Junaidi, Junaidi
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.193

Abstract

Urgensitas pembelajaran menjadi suatu hal yang sangat vital dalam proses pendidikan. Manusia dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan baru dalam hidupnya melalui kegiatan belajar. Dengan belajar pula, tingkah laku manusia berkembang ke arah yang lebih babik. Dalam perjalanan waktu yang relatif lama kegiatan belajar sempat berada pada posisi yang konservatif. Di mana peserta didik diposisikan sebagai objek pembelajaran sedangkan guru berposisi sebagai subjek yang maha tahu dalam kelas. Hal ini berimplikasi pada perkembangan pengetahuan yang semakin tidak dinamis. Karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan terpaku pada konsep pembelajaran searah. Sehingga lahirlah paradigma baru pembelajaran yang lebih menekankan pada kesadaran kritis peserta didik untuk memahami realitas dunia dan alam sekitarnya. Adapun kegiatan pembelajaran yang diimplementasikan adalah pembelajaran multi komunikasi dan cenderung dialogis. Pembelajaran ini berorientasi pada pemecahan masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Berbagai macam paradigma pembelajaran yang telah dikemukakan, perlu adanya penyegaran yang lebih masif sehingga dapat dinikmati dan dirasakan pengaruhnya oleh seluruh masyarakat dalam dunia pendidikan.
Implementation of the Islamic Religious Education Learning Methods Innovation in the New Normal Era Minhaji Minhaji; Moh. Nawafil; Abd. Muqit
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.412 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i2.1900

Abstract

This study aims to analyse and describes the implementation of PAI (Islamic religious education) learning method innovation and the procedures of creating innovative learning methods in the new normal era. This study uses a qualitative case study approach. The researcher tries to reveal learning method innovation and the procedures in the unstable era of the COVID-19 pandemic. The researcher conducted interviews, observations, and documentation to obtain information about the themes studied. Data analysis was carried out circularly, starting with data presentation, data reduction, and concluding. The results showed that PAI learning method innovation in the new normal era is running effectively through the integration of various learning methods, consists of three kinds, the first is the home visit method integrated with project-based learning, the second is the online method integrated with blended learning, and the third is the offline method integrated with inquiry learning. Identification, development and evaluation are the three procedures of creating integrated PAI learning method innovation in the new normal era.
Revitalization of Theoretical Response Study of Ignaz Goldziher and Joseph Schacht Hadith Criticism Moh Nawafil; Suparwany
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 4 No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v4i2.3385

Abstract

Orientalist groups have been continuously investigating Islam and Muslim communities. One of their aspiring projects was to doubt the hadith of the Prophet Muhammad Peace be upon him through several divergences of its theoretical constructions. In responding to this case, the subject of hadith critique became an urgent tool to examine and maintain hadith authenticity. This library research analyzed descriptively several sources such as scientific articles, books, and research reports to answer the formulation of the problem. In this case, this article aims to identify the definition of hadith and its historical development, to disclose the brief orientalists' biographies discerned on inquiring the criticism of sanad through its theoretical framework. Finally, to respond to the hadits theoretical criticism by the orientalists. The findings in this paper were (1) Hadith criticism was regarded as a tool to distinguish the authenticity of hadith and determine the narrator's competency and disability; (2) Ignaz Goldziher conveyed his theoretical construction on the issue of hadith authenticity using a critical approach. While Goldziher introduced a projecting back theory to doubt the existence of hadith and transmission of sanad; (3), He ignored the tsiqah aspects of the narrators, history, reasoning, and comparisons with the Qur'an. What is more, Goldziher also made a deliberate change in matan. Hadith had existed during the Prophet Muhammad, and the Companions had used it to implement Islamic law, and the strict method of receiving and transmitting the sanad dismantled Schacht's projecting back theory.
CONSTRUCTING MILLENIAL STUDENT DISCIPLINE CHARACTER THROUGH AWARDING REWARD-STICKER Abd. Muqit; Khairul Auliyah; Akhmad Nurul Kawakip; Muh. Hambali; Moh. Nawafil
Jurnal Visipena Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v13i1.1911

Abstract

This research aims to analyze data related to the implementation of giving sticker rewards in shaping students' disciplinary character. The research approach uses a qualitative type of case study. Data collection using observation techniques, interviews, and documentation. Data analysis techniques in this study consisted of data condensation, data presentation, then the stages of conclusion. The results of this study are 1) giving rewards in shaping the character of student discipline through the distribution of stickers which are very important in motivating students to take positive actions; 2) The steps for giving reward stickers start with preparing learning materials, conveying material to students, observing students' attitudes, the lastly giving reward stickers to students who have done good performance; 3) Factors supporting the success of this program are good motivation from teachers, self-awareness in students, libraries, places of worship, and proportionate classes. While the inhibiting factors are the playing environment and colleagues. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data terkait pelaksanaan pemberian reward sticker dalam membentuk karakter disiplin siswa. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif, jenis studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari kondensasi data, penyajian data, kemudian tahapan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1) pemberian reward dalam membentuk karakter kedisiplinan siswa melalui pendistribusian stiker sangat penting dalam memotivasi siswa untuk melakukan tindakan positif; 2) Langkah-langkah pemberian reward-sticker diawali dengan menyiapkan materi pembelajaran, menyampaikan materi kepada siswa, mengamati sikap siswa, terakhir memberikan reward-stiker kepada siswa yang berprestasi baik; 3) Faktor pendukung keberhasilan program ini adalah motivasi yang baik dari guru, kesadaran diri pada siswa, perpustakaan, tempat ibadah, dan kelas yang proporsional. Sedangkan faktor penghambatnya adalah lingkungan bermain dan teman sejawat.
Revitalisasi Paradigma Baru Dunia Pembelajaran yang Membebaskan Moh. Nawafil; Junaidi Junaidi
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.193

Abstract

Urgensitas pembelajaran menjadi suatu hal yang sangat vital dalam proses pendidikan. Manusia dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan baru dalam hidupnya melalui kegiatan belajar. Dengan belajar pula, tingkah laku manusia berkembang ke arah yang lebih babik. Dalam perjalanan waktu yang relatif lama kegiatan belajar sempat berada pada posisi yang konservatif. Di mana peserta didik diposisikan sebagai objek pembelajaran sedangkan guru berposisi sebagai subjek yang maha tahu dalam kelas. Hal ini berimplikasi pada perkembangan pengetahuan yang semakin tidak dinamis. Karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan terpaku pada konsep pembelajaran searah. Sehingga lahirlah paradigma baru pembelajaran yang lebih menekankan pada kesadaran kritis peserta didik untuk memahami realitas dunia dan alam sekitarnya. Adapun kegiatan pembelajaran yang diimplementasikan adalah pembelajaran multi komunikasi dan cenderung dialogis. Pembelajaran ini berorientasi pada pemecahan masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Berbagai macam paradigma pembelajaran yang telah dikemukakan, perlu adanya penyegaran yang lebih masif sehingga dapat dinikmati dan dirasakan pengaruhnya oleh seluruh masyarakat dalam dunia pendidikan.
Desain Baru Dalam Menangkal Radikalisme Agama Melalui Pembelajaran Fiqh Multi Madhab di Mahad Aly Situbondo Abd. Muqit; Moh. Nawafil; Djuwairiyah Djuwairiyah
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.4389

Abstract

Perkembangan radikalisme agama yang masuk pada sektor pendidikan melalui berbagai macam strategi dakwahnya, tentu menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan disetiap jenjang pendidikan. Tidak terkecuali pendidikan tinggi berbasis pesantren salaf. Penelitian ini membahas tentang desain pembelajaran fiqh multi madhab, kandungan nilai-nilai moderasi dalam pembelajaran tersebut, dan ragam penerapan metode pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menekankan pada metode deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang desain pembelajaran fiqh di Mahad Aly Situbondo dalam menangkal radikalisme agama. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep pembelajaran fiqh progresif digunakan untuk mencegah pemahaman radikal santri terhadap hukum Islam. Konsep pembelajaran ini diantaranya menyajikan kajian fiqh multi madhab, interkoneksi antar disiplin ilmu, dan menjadikan fiqh tekstualis menjadi kontekstual. Nilai-nilai moderasi yang ditanamkan dalam konsep pembelajaran fiqh progresif ini diantaranya adalah pandangan washatiyah, sikap nasionalisme, dan nilai keadilan. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan adalah ekspositori, diskusi mandiri dan bahtsul masail.
Developing an Integrated E-Module on Religious Moderation to Address Rising Radicalism in Schools: Implications for Students’ Understanding Minhaji; Akhmad Nurul Kawakip; Moh Nawafil; Junaidi; Asmuki
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 22 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpai.v22i2.11869

Abstract

Purpose – Despite national efforts to advance religious moderation, schools still lack digital IRE (Islamic Religious Education) materials, while adolescents increasingly encounter unregulated online content. This makes moderation-focused resources urgently needed. This study aims to develop and assess the IRE e-module’s effectiveness in improving students’ understanding of religious moderation. Design/methods/approach – The study employed a Research and Development design using the 4D model, including define, design, develop and dissemination. The research subjects consisted of 84 junior high school students across three schools in Situbondo. Data were collected through interviews, observations, documentation, questionnaires, and tests. Findings – Validation results from 3 experts show that the e-module has met the eligibility standards with a minimum score of 80%. The effectiveness test showed a significant increase in student understanding after using the e-module with Sig. [2 Tailed] = 0,000 and an average N-Gain of 0,6693.  An integrated E modul on religiuos moderation to Address Rising Radicalism in Schools: Implications for Students’ Understanding” Research implications/limitations – The practical implications of this research provide a strategic contribution to developing relevant contextual teaching materials to prevent the spread of radicalism in secondary education. However, this study has limitations regarding the level and number of schools studied. Originality/value – The study advances IRE digital material by demonstrating multimedia tools that foster moderation, provides a replicable resource for IRE teachers, and informs efforts to strengthen learning and counter extremist narratives.
PENDIDIKAN INDIGENOUS ALA PESANTREN UNTUK MEMPERKOKOH KARAKTER GENERASI MILENIAL Moh. Nawafil; Hafifuddin Nur
Edupedia : Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Vol. 5 No. 1 (2020): Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.546 KB) | DOI: 10.35316/edupedia.v5i1.877

Abstract

Pesantren’s cottage is the olddest education institute in Indonesia that the existence still be confessed in this world, education model in the style of pesantren proofed very effective to stabilizer human character, especially milenial’s generation. Milenial’s generation that shackled with technology terrible influence of information can his self and to be lessened through education in the style of pesantren who contain balance values between worldly and ukhrawi, social aspect, body aspect and spiritual, and other its as.