Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan English For Business Untuk Mengembangkan Jangkauan Pemasaran Produk Umkm Di Kabupaten Tuban Jawa Timur Angkita Wasito Kirana; Sidarta Prassetyo; Annysa Endriastuti
Jurnal ABDILAWE Vol 1 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/as.v1i2.914

Abstract

Untuk mengembangkan jangkauan pemasaran, Bahasa Inggris sangat perlu digunakan karena Bahasa tersebut merupakan bahasa utama dalam pemasaran di kancah internasional. Oleh karenanya pelaku UMKM perlu memiliki pengetahuan bagaimana menggunakan Bahasa Inggris baik untuk promosi produk maupun penulisan informasi pada kemasan. Namun masih banyak pelaku UMKM yang kurang memiliki pengetahuan ini sehingga menghadapi berbagai hambatan dalam mengembangkan jangkauan pemasaran produknya. Kegiatan Pelatihan English for Business bagi pelaku UMKM di Kabupaten Tuban diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan ini. Kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi yakni sesi penyuluhan dan sesi pendampingan. Hasil pre-test dan post-test mengindikasikan bertambahnya pengetahuan peserta tentang penggunaan Bahasa Inggris untuk pemasaran di media sosial dan penulisan informasi pada kemasan. Sesi pendampingan membantu peserta berlatih dan membuat unggahan promosi produk di media sosial. Selain itu, sesi pendampingan juga membantu peserta melengkapi informasi label kemasan sesuai peraturan yang berlaku serta menyediakan informasi berbahasa inggris.
VIRTUAL REALITY-BASED DIGITAL MARKETING DEVELOPMENT TRAINING FOR THE TOURISM AWARENESS GROUP OF TROWULAN TOURISM VILLAGE, MOJOKERTO REGENCY Kristanto, Damar; Aji, Gagas Gayuh; Kirana, Angkita Wasito; Suharno, Novianto Edi; Suharto, Bambang; Firdaus, Aji Akbar; Permatasari, Maurisia Putri
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 8 No. 1 (2024): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v8i1.2024.001-011

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a profound impact on the tourism industry since its emergence in late 2019. Visitor restrictions have led to a significant decline in activity across various sub-sectors of tourism, and prospective travelers have experienced burnout due to isolation. In such a situation, the digital industry has emerged as a rapid and interim solution. One intriguing digital technology that has garnered attention is Virtual Reality (VR). These efforts have been undertaken to ensure the sustainability of tourism destinations, and VR technology has piqued the interest of potential tourists. Despite its effective role in virtual promotion and learning, particularly for cultural heritage and archaeological sites like the Trowulan Site, stakeholders need to be supported through education on immersive technologies such as VR and their utilization in tourism and education, especially in the field of history. The adoption of VR technology in tourism destinations has experienced significant growth, but issues have arisen due to the lack of Human Resources (HR) related to VR Tourism content creation. As a result, the presentation of VR Tourism experiences has been delayed in terms of content updates, which can have a detrimental impact on the image of the tourism destination, potentially undermining its full potential. Awareness of this issue has been recognized by the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) Ladewa, a stakeholder involved in the management of tourism destinations and travel packages in the Trowulan region. To address this issue, a proposed solution involves training related to VR Tourism and Social Media Content Creation as part of the digital marketing strategy for the tourism destination. This training will primarily focus on tourism themes with a sub-theme of enhancing the capacity of the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) LADEWA.
PENINGKATAN KOMPETENSI ENGLISH FOR EXPORT LABELLING BAGI UMKM DI AREA EKS LOKALISASI DOLLY UNTUK MEMPERKUAT SISTER CITY DI KOTA SURABAYA Endriastuti, Annysa; Putri Permatasari, Maurisia; Prassetyo, Sidarta; Maya Ardianti, Triubaida; Intan Kharisma Putri, Celya; Wasito Kirana, Angkita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.841-853

Abstract

Sejak penutupan lokalisasi Dolly di tahun 2014, kawasan ini beralih fungsi menjadi kawasan ekonomi kreatif kerakyatan berbasis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di mana masyarakat di kawasan eks lokalisasi tersebut diberdayakan untuk menghasilkan produk-produk yang dapat dijual. Salah satu kelompok usaha berbasis UMKM di kawasan tersebut adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya yang memproduksi alas kaki. Meskipun beberapa kali mendapatkan pesanan dalam jumlah besar, pesanan dari konsumen lokal tidak selalu dapat diandalkan. Sehingga keinginan untuk memasarkan produk pada pasar yang lebih luas, khususnya pasar internasional melalui kegiatan ekspor perlu dilakukan. Namun mitra masih mengalami permasalahan-permasalahan dalam mewujudkan hal tersbut. Permasalahan pertama yang dihadapi oleh pelaku UMKM (mitra sasaran) di area ini adalah: (1) masih belum menguasai Bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris, utamanya dalam proses labelling; (2) belum ada keterangan atau deskripsi dalam Bahasa Inggris di kemasan produk; (3) terbatasnya mitra pendamping kebahasaan untuk meningkatkan keterampilan anggota komunitas dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk media promosi dan pengemasan produk; serta (4) terbatasnya kemampuan mitra dalam memahami strategi pemasaran. Solusi yang ditawarkan pada mitra untuk mengatasi permasalahan-permaslahan tersebut adalah melalui Pelatihan English for export Labelling bagi UMKM di kawasan eks lokalisasi Dolly bekerjasama dengan pihak Kecamatan Sawahan. Uraian rencana kegiatan pelatihan dalam PkM ini meliputi pentingnya penguasaan keterampilan Bahasa Inggris bagi pelaku UMKM, pelatihan English for export Labelling untuk membuat label produk berbahasa Inggris dimana kami akan menyediakan translator, proofreader, serta fasilitator yaitu para mahasiswa dari D3 Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, serta pelatihan dan pendampingan dalam mengaplikasikan keterampilan marketing strategies dalam mempromosikan produk-produk yang telah dihasilkan. Adapun target luaran kegiatan PkM ini adalah peningkatan keterampilan Bahasa Inggris para anggota UMKM. Kemudian, hasil dari PkM ini dapat dipublikasikan pada jurnal nasional ber ISSN, mendapat eksposur postif berupa publikasi di media cetak atau elektronik, serta tersedianya video kegiatan. Selain itu, tersedianya modul menjadi referensi yang bermanfaat dalam mengaplikasikan Bahasa Inggris untuk proses labelling. Diharapkan kegiatan pelatihan dan pendampingan semacam ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya mengatasi masalah kesejahteraan ekonomi kreatif masyarakat.
PENGUATAN PEMASARAN VIRTUAL ECOTOURISM BAGI KELOMPOK SADAR WISATA DI DESA PATAAN, KABUPATEN LAMONGAN Aly, M. Nilzam; Kristanto, Damar; Aji, Gagas Gayuh; Sinulingga, Rizky Amalia; Firdaus, Aji Akbar; Kirana, Angkita Wasito; Suharto, Bambang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.26232

Abstract

Perkembangan teknologi informasi memberi perubahan bagi pertumbuhan ekonomi. Semakin beragam dan mudah informasi yang didapatkan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi semakin pesat. Teknologi informasi saat ini tentu membutuhkan sebuah jaringan internet. Sebagian besar masyarakat era 4.0 sekarang ini sudah mengikuti perkembangan teknologi yang pesat, sehingga semua aspek kehidupan dominan mengunakan tekonologi yang canggih khususnya di bidang pariwisata. Tetapi kondisi ini perlu disikapi dengan tetap mengedepankan aspek pengembangan sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi. Upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia dalam mencapai Visi Indonesia Emas 2045 menjadi fokus kebijakan pemerintah. Hal ini tercermin Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2023, yaitu “Peningkatan SDM untuk Pertumbuhan Berkualitas”. Tema ini sangat didukung oleh civitas perguruan tinggi dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan penguatan pemasaran pariwisata virtual untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pataan di Kabupaten Lamongan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Peningkatan kualitas anggota pokdarwis dalam hal pembuatan konten pariwisata virtual dengan daya tarik ekowisata di Desa Pataan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan tentang pemasaran digital dan pendampingan penggunaan drone dan handphone untuk pembuatan konten virtual. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta mampu secara terstruktur dan konsisten membuat konten virtual di media sosial milik pokdarwis Desa Pataan
Phonological Deviations Produced By Dyslexic Adolescent in Indonesian Language Kirana, Angkita Wasito; Syukri, Masitha Achmad; Endriastuti, Annysa
EDUCATION AND LINGUISTICS KNOWLEDGE JOURNAL Vol 7 No 2 (2025): Education and Linguistics Knowledge Journal (Edulink)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/edulink.v7i2.8074

Abstract

Despite Indonesian’s transparent orthography and frequent reading exposure, dyslexic students continue to experience reading impairments into adolescence. This study aimed to analyse the phonological deviations observed during dyslexic adolescents’ reading activities in an inclusive school in Surabaya. This qualitative study involved face-to-face reading tests using a corpus-informed instrument comprising 180 phonologically selected keywords arranged into 55 sentences, administered to two adolescent participants with dyslexia. Of 55 total errors, 33 were phonological; most outputs were non-words (20/33). Feature-changing was the predominant process (16/33), typically preserving at least one feature (often place of articulation), consistent with subtle but systematic sub-lexical grapheme–phoneme mapping weaknesses. Vulnerabilities clustered around velar segments (/k, g, ŋ, x/) and high-load contexts—consonant clusters (e.g., /st/, /tr/), digraphs (<ng>, <kh>), and vowel/consonant sequences—often managed via epenthesis (e.g., schwa insertion in /st/, /ŋ/→/ŋg/) or deletion (e.g., coda /k/). Some patterns (e.g., /v/→/f/, /ʃ/→/s/, schwa in /st/) aligned with Javanese phonotactics, while others (e.g., certain velar substitutions) were not L1-explainable, underscoring a core phonological-decoding deficit. Findings indicate that, even after years of literacy exposure, phonological decoding remains the major handicap for Indonesian-speaking dyslexic adolescents; assessments and interventions should therefore target sub-lexical mapping in clusters, digraphs, codas, and velars, while accounting for local phonotactic influences.