Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH MACAM NANGAN DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theoroma cacao L.) Neti Kesumawati; Farida Aryani; Rita Hayati; Suryadi; Yukiman Armadi
Agriculture Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i2.5936

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh macam naungan dan dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao l.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang disusun secara factorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah naungan yang terdiri dari perlakuan tanpa naungan (S0), atap rumbia (S1), atap plastic (S2), dan atap gedeg (S3), sedangkan faktor kedua adalah pupuk nitrogen yang terdiri dari dosis 0 gram Urea/bibit (N0), dosis 2,5 gram Urea/bibit (N1), dosis 5 gram Urea/bibit (N2), dosis 7,5 gram Urea/bibit (N3), dosis 10 gram Urea/bibit (N4). Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun,ndiameter batang, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, berat kering akar.             Perlakuan pemupukan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, berat basah akar, berat kering akar, tetapi berpengaru sangat nyata terhadap jumlah daun, berat basah tajuk dan berat kering tajuk. Perlakuan naungan berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat basah basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar dan berat kering akar. Hasil penelitian pengaruh dosis pupuk nitrogrn dan macam naungan  tidak terdapt interaksi terhadap pertumbuhan bibit kakao Kata Kunci : Tanaman kakao, Pupuk nitrogen, Macam naungan
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L. ) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA Ummi Kholifah; Rita Hayati; Usman; Dwi Fitriani; Yukiman Armadi
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6730

Abstract

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi pemberian NPK dan POC Nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang mierah, miengietahui Riespoin piertumbuhan dan hasil tanaman bawang mierah tierhadap NPK dan POiC Nasa.  Pienielitian ini tielah dilaksanakan di Kiel. Kandang Limun Kiec. Muara Bangkahulu.  Pienielitian ini mienggunakan Rancangan Acak Kieloimpoik Faktoirial (RAKF) disusun siecara poila faktoirial diengan 3 ulangan.  Tierdiri dari 2 faktoir yaitu : Faktoir piertama adalah NPK : N0= Kointroil ( tanpa pierlakuan ), N1= 100 kg/ha, N2= 150 Kg/ha, N3= 200 Kg/ha.  Faktoir kiedua adalah POiC Nasa : P1= 2 ml/litier, P2= 3 ml/litier, P3= 4 ml/litier.  Tierhadapat 12 Koimbinasi pierlakuan, bierdasarkan hasil siemua paramietier tanaman tidak tierjadi intieraksi antara NPK dan POiC Nasa pada siemua paramietier piengamatan.  Pada pierlakuan NPK tinggi tanaman 42 hst bierpiengaruh nyata, dan tinggi tanaman 56 hst bierpiengaruh sangat nyata,bierpiengaruh tidak nyata pada paramietier lainnya.  Tierhadap pierlakuan POiC Nasa bierpiengaruh tidak nyata pada siemua paramietier bawang mierah Kata Kunci : Bawang merah, NPK, POC Nasa
Optimization of Growth and Yield of Several Varieties of Green Beans (Vigna Radiata L) Using Solid Oil Palm Waste on Red Yellow Podzolic Soil in Bengkulu Rita Hayati; Jafrizal; Yukiman Armadi; Neti Kesumawati; Usman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.11559

Abstract

This study aimed to evaluate the effects of solid oil palm waste application and mung bean (Vigna radiata L.) varietal differences on growth and yield performance in red-yellow podzolic soils in Bengkulu, Indonesia. A factorial experiment was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with three replications. The two factors tested were four levels of solid waste application (0, 10, 15, and 20 tons/ha) and three mung bean varieties (Vima 2, Vima 4, and Vima 5). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results showed that solid waste application significantly improved plant height, number of pods per plant, pod weight, and seed weight per plant. Variety also had a significant effect on plant height at 56 days after planting. No significant interaction was observed between the two factors. Overall, the application of 20 tons/ha of solid waste resulted in the highest improvements in agronomic parameters. Among the tested varieties, Vima 5 demonstrated the best overall performance. These findings suggest that using solid oil palm waste at an optimal dose can enhance mung bean productivity in red-yellow podzolic soils, supporting sustainable agricultural practices.
PENINGKATAN KOMPETENSI TEKNIK DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK PERTANIAN UNTUK MEMPERSIAPKAN TENAGA KERJA DI ERA PERTANIAN DIGITAL Rita Hayati; Yukiman Armadi
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 3 No. 10 (2025): Jurnal Pendidikan dan Keguruan
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transformation of agriculture towards the digital era requires human resources with technical and entrepreneurial competencies relevant to the needs of modern industry. This study aims to analyse how improving technical and entrepreneurial competencies can prepare agricultural vocational school students to meet the demands of work in the digital agriculture sector. Using a descriptive qualitative approach, data was obtained through interviews, learning observations, and document studies related to the implementation of vocational competency strengthening. The results showed that technical competencies, including mastery of sensor-based agricultural technology, IoT, modern mechanisation, and digital literacy, contributed significantly to improving students' work readiness. On the other hand, entrepreneurial competencies enhance creativity, the ability to identify agribusiness opportunities, and students' motivation to pursue a career in the modern agricultural sector. The integration of these two competencies has been proven to strengthen students' interest in agriculture while shaping their adaptive abilities in facing the dynamics of digital agriculture. This study emphasises the importance of curriculum renewal, teacher capacity building, the provision of modern practical facilities, and partnerships with industry to support the development of students' competencies as future agricultural workers.
PEMATAHAN DORMANSI BENIH SENGON BUTO (Enterolobium cyclocarpum) MENGGUNAKAN ASAM KLORIDA (HCl) Eka Suzanna; Farida Aryani; Yukiman Armadi; Neti Kesumawati
Agriculture Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v21i1.11188

Abstract

Sengon Buto Seeds (Enterolobium cyclocarpum) have hard and thick seeds making it difficult to germinate. Efforts to break sengon buto seed dormancy can be done by using hard acids, one of them is hydrochloric acid (HCl), which can soften the hard surface of the seed coat. This study aims to obtain the concentration and the soaking time of hydrochloric acid in accelerating the breaking of dormancy of sengon buto seeds. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) factorial pattern with 3 replications. The first factor studied was the concentration of hydrochloric acid (HCl) (K) consisting of 3 levels, namely: K1 = 1% (1 ml/l water), K2 = 2% (2 ml/l water) and K3 = 3% (3 ml/l water). The second factor is soaking time (L) consisting of 3 levels, namely: L1 = 6 hours, L2 = 12 hours and L3 = 18 hours. The parameters studied were germination capacity, germination speed, germination uniformity, vigor index and seedling dry weight. The results showed that the concentration of hydrochloric acid (HCl) had a very significant effect on the germination capacity and the germination uniformity of sengon buto seeds, had a significant effect on the germination speed and seedling dry weight. However, it did not have a significant effect on vigor index. The hydrochloric acid concentration of 3% (3 ml/l water) could break the seed dormancy and increase the germination. The soaking time did significantly affect the germination capacity and the germination uniformity. However, it did not have a significant effect on germination speed, vigor index, and seedling dry weight of sengon buto seeds. The best soaking time for sengon buto seeds is 12 hours to break their dormancy. There was interaction between HCl concentration and soaking time on germination uniformity variables. Treatment with hydrochloric acid concentrations of 3% (3 ml/l water) and 12-hour soaking time gave a maximum germination uniformity of 44%. Key words: dormancy, hydrochloric acid, seed
PEMANFAATAN BONGGOL PISANG MENJADI KERIPIK PISANG SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR PENCEMARAN LINGKUNGAN DARI LIMBAH PERTANIAN Neti Kesumawati; Risvan Anuwar; Farida Aryani; Rita Hayati; Suryadi Suryadi; Edi Efrita; Rita Feni; Yukiman Armadi
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i2.3619

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bonggol pisang menjadi keripik sebagai upaya meminimalisir pencemaran lingkungan dari limbah pertanian serta meningkatkan nilai tambah ekonomi. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode partisipatif dan aplikatif melalui kegiatan yang dilaksanakan selama 7 hari, meliputi tahapan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi dengan melibatkan 30 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Perbo. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan bonggol pisang sebagai bahan pangan alternatif, serta peningkatan keterampilan dalam proses pengolahan keripik bonggol pisang. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik renyah, berwarna kuning kecoklatan, bercita rasa gurih, dan memiliki daya simpan yang cukup baik. Selain itu, kegiatan ini mampu mengurangi limbah pertanian serta memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat. Simpulan pengabdian ini adalah pemanfaatan bonggol pisang menjadi keripik efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan keterampilan dan potensi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.
DIVERSIFIKASI PANGAN OLAHAN DODOL BERBASIS TERONG DAN JAGUNG MANIS GUNA MENINGKATKAN NILAI TAMBAH Neti Kesumawati; Suryadi Suryadi; Yukiman Armadi; Rita Hayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 3 No. 3 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Desa Durian Depun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Propinsi Bengkulu pada umumnya bermata-pencaharian sebagai petani. Tanaman terong dan jagung manis menjadi tanaman andalan masyarakt Desa Durian Depun. Semua kebutuhan hidup biasanya dipenuhi mereka dari hasil penjualan terong dan jagung manis. Oleh karena itu, kalau hasil panen tidak sesuai dengan harapan mereka, baik kuantitas maupun kualitas akan menyebabkan para petani merasa sangat kecewa. Apalagi pada saat  hasil panen  tidak laku terjual dan mengalami pembusukan. Ada salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat prtani terong dan jagung manis adalah mengolahnya menjadi produk olahan yang dapat diperjualbelikan dengan harga yang tinggi. Disamping meningkatkan harga jual, pengolahan ini juga dapat memperpanjang masa simpan hasil panen dan meminimalisir pembusukan hasil panen. Atas dasar ini, maka staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu memilih lokasi ini sebagai sasaran pengabdiaan kepada masyarakt. Untuk memperlancar kegiatan pengabdiaan masyarakat, tim pengabdi dibantu oleh mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN. Metode pendekatan yang diterapkan dalam program ini, dengan menggunakan metode penyuluhan dan demontrasi pembuatan dodol terong serta dodol jagung manis. Dari evaluasi, penerapan teknologi tepat guna melalui pelatihan pembuatan dodol terong dan dodol jagung manis dilaksanakan dengan hasil sangat baik, terbukti dari antusiasnya para Ibuk-ibuk PKK sebagai peserta penyuluhan dan pelatihan dalam mengikuti semua tahapan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul dari ibuk-ibuk PKK yang merasa kurang paham tentang pembuatan dodol terong dan dodol jagung manis dan banyaknya para pesrta yang hadir. Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah dodol terong dan dodol jagung manis dapat dijadikan modal dasar untuk membuka usaha rumahan (home industri) bagi ibuk-ibuk PKK khususnya dan masyarat Desa Durian Depun sehingga dapat  meningkatkan penghasilan/pendapatan rumah tangga dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.   Kata Kunci : Dodol terong, dodol jagung manis, Produk olahan
PENGOLAHAN CABAI SEGAR MENJADI PRODUK OLAHAN “ TEPUNG CABAI “ Yukiman Armadi; Neti Kesumawati; Rita Hayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

         Kecamatan Curup Utara yang terletak di Propinsi Bengkulu merupakan dataran tinggi dengan kondisi tanah yang subur dan cocok untuk usaha budidaya tanaman.  Banyak hasil-hasil pertanian yang berasal dari daerah ini, salah satunya adalah cabai merah keriting yang mempunyai tingkat kepedasan yang tinggi. Biasanya cabai ini menjadi inceran wisatawan yang datang ke daerah ini untuk dijadikan buah tangan. Kondisi ini merupakan peluang bisnis yang tidak dapat diabaikan karena menguntungkan secara ekonomi sehingga dapat meningkatkan perekonomian para petani cabai. Pada tahu 2016 luas tanam di Kecamatan Curup Utara  34  ha dengan produksi mencapai  289  ton. Hasil yang berlimpah ini di satu sisi sangat membahagiakan para petani tetapi di sisi lain membuat miris hati petani karena banyaknya cabai yang tidak laku terjual dan membusuk. Apalagi hasil produksi cabai mereka kalah bersaing dengan cabai-cabai yang masuk dari daerah lain, seperti Lampung dan Padang. Berdasarkan hasil pembicaraan awal dengan  anggota kelompok wanita tani Matahari, mereka menghendaki agar para penyuluh member informasi berupa ilmu pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan cabai segar menjadi tepung cabai. Hal mendasari permintaan mereka adalah  produk ini akan dapat dijual ke pasaran pada saat harga melonjak tinggi sehingga dapat meraup keuntungan yang besar; pembuatannya sangat mudah; serta bahan bahan bakunya (cabai) sangat melimpah di Kecamatan Curup Utara.   Bentuk kegiatan yang akan dilakukan diantaranya berupa; pendidikan dan penyuluhan tentang pengolahan pascapanen; pelatihan dalam pembuatan  tepung cabai.  Kegiatan pengabdian yang dilakukan diharapkan akan meningkatkan wawasan anggota kelompok wanita tani Matahari dalam pengolahan cabai segar menjadi tepung cabai dan meminimalisir kerugian di tingkat petani cabai akibat banyaknya cabai yang rusak/busuk.  Dari aspek produksi akan dihasilkan produk  tepung cabai .  Kata Kunci : Hortikultura, Umur Simpan,  Tepung  Cabai
PEMANFAATAN BIJI DURIAN MENJADI TEPUNG DURIAN DAN BROWNIES PADA KELOMPOK RUKUN BERSAMA DESA ARGA INDAH : Tepung biji durian, cake biji durian, kelestarian lingkungan Rita Hayati; Neti Kesumawati; Yukiman Armadi; Rita Zurina; Maheran Mulyadi; Surya Ade Saputera; Ririn Harini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat di Desa Arga Indah Kecamatan Marigi Sakti  Kabupaten Bengkulu Tengah sebahagian besar memiliki mata pencaharian bertani Durian dan Sawit. Masyarakat petani mengalami kesulitan menangani Limbah Biji Durian yang tidak termanfaatan secara maksimal. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengolah biji durian menjadi produk yang bermanfaat. Pada umumnya petani hanya membuang biji durian menjadi limbah dan merusak lingkungan. Penggunaan Biji durian dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif. Adapun kandungan biji dalam durian 5-15%, yang biasanya hanya dibuang berupa limbah     juga menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia, ntuk mengatasi pencemaran lingkungan maka harus diupayakan mencari alternatif penggunaan biji durian sebagai bahan pangan alternatif. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani supaya dapat memanfaatkan biji durian menjadi lebih bermanfaat dan dapat juga menambah income masyarakat. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan. pelatihan pembuatan tepung biji durian yang dioleh menjadi cake sebagai pangan alternatif,  praktek langsung dengan hasilnya cake yang enak dan lezat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya ketrampilan masyarakat dalam pemanfaatan biji durian menjadi cake  dan menambah wawasan masyarakat petani dalam memelihara keberlanjutan lingkungan. Kata Kunci: Tepung biji durian, cake biji durian, kelestarian lingkungan
PEMANFAATAN HASIL PERTANIAN MENJADI PRODUK OLAHAN SEBAGAI MENINGKATKAN PENDAPATAN Neti Kesumawati; Rita Feni; Suryadi Suryadi; Rita Hayati; Maheran Mulyadi; Yukiman Armadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terong merupakan tumbuhan tnaman sayuran yang dapat tumbuh dengan mudah dalam berbagai kondisi dan tidak rewel dalam perawatannya Selain itu, tanaman terong memiliki masa tanam yang tidak terlalu lama menyebabkan tanaman banyak ditanam oleh masyarakat petani, termasuk petani di Kelurahan Air Bang. Biasanya terong ini oleh masyarakat petani dijual dalam bentuk segar sehingga nilai jual menjadi rendah. Untuk meningkatkan nilai jual tersebut diperlukan sentuhan teknologi untuk mengolah terong menjadi produk olahan, seperti dodol. Masyarakt Air Bang sebagai sasaran pengabdian kepada masyarakat khususnya ibu-ibu PKK perlu diperkenalkan dengan produk olahan ini melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan dodol terong.  Serangkaian kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan mengenalkan teknologi sederhana kepada ibu-ibu PKK dalam mengolah terong menjadi dodol. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam proses pengolahan dodol terong. Pendekatan yang digunakan mencakup penyuluhan dan pelatihan pembuatan dodol terong dengan metode ceramah, diskusi, dan pendampingan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakat sasaran mampu mengaplikasikan pengolahan terong menjadi dodol terong. Kegiatan ini memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat umum dan industri rumah tangga secara khusus, sehingga perlu dilakukan kegiatan serupa di daerah lain.   Kata Kunci: terong, dodol, penyuluhan