Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Jakarta Bodi Kurniawan
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara Vol 9 No 1 (2017)
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satunya konsep penting mewujudkan pendidikan yang bermutu adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dengan demikian perlu suatu upaya yang serius dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang Implementasi Manajemen Berbasis sekolah dalam Meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yaitu dengan mendapatkan data secara alamiah, meliputi pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara berstruktur dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada pimpinan Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Jakarta yang terbagi menjadi Kepala Madrasah, wakil Kepala Madrasah, Kepala Bagaian Tata Usaha, Guru, Komite Madrasah, dan Orang Tua yaitu tentang bagaimana proses dan tahap implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini dapat disimpulkan implementasi manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dikaji berdasarkan program-program kerja tahunan dan proses kegiatan dan pembelajaran peserta didik, serta faktor pendukung lainnya seperti, kelengkapan fasilitas dan sarana prasarana, kegiatan ekstrakurikuler siswa, dan penekanan pada iman, taqwa dan akhlakul karimah membuat sekolah ini unggul dan kompetitif, ditambah lagi dengan sumber daya manusia (guru) yang berkualitas dan sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. Dengan kewenangan penuh yang dimiliki oleh sekolah, madrasah ini mampu mengelola dan mengembangkan diri, serta membuat standar pembelajaran, standar proses, standar pelayanan untuk menuju Madrasah yang bermutu, kemudian pada tahun 2008 Madrasah ini mendapatkan kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Agama sebagai Madrasah Berstandar Nasional. Tentunya dengan dorongan dan bantuan baik itu masyarakat, orang tua, komite dan stakeholder pendidikan lainnya. Diharapkan madrasah ini mampu bertahan dan terus untuk meningkatkan mutu pembelajaran, pelayanan, pendidikan, dan output yang kompetitif, serta kerjasama semua stakeholder pendidikan, dan menjadi acuan bagi pengembangan sekolah lain dan pendidikan dalam menghadapi persaingan global.
Public Relations Management of Universities in Yasni Institute of Islamic Religion Muara Bungo Bodi Kurniawan; Bedjo Sujanto; Suparno Eko Widodo
Journal of Social Science Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jss.v3i2.261

Abstract

Abstract This qualitative study aims to find out the duties, functions, and responsibilities of higher education institutions require interaction with the public as clients and partners, so that universities need to make internal improvements, among others through improved communication between the academic community to produce efficiency and effectiveness of higher education management. Public relation is an effort that consciously motivates people to be affected, especially through communication. It is necessary to formulate education management and marketing strategies for the community to maintain the image of the college, therefore it takes good planning, organizing, implementation, and control to achieve the desired goal. Keywords: Management, Public Relation, Image
Public Relations Management of Universities in Yasni Institute of Islamic Religion Muara Bungo Bodi Kurniawan; Bedjo Sujanto; Suparno Eko Widodo
Journal of Social Science Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.329 KB) | DOI: 10.46799/jss.v3i2.261

Abstract

Abstract This qualitative study aims to find out the duties, functions, and responsibilities of higher education institutions require interaction with the public as clients and partners, so that universities need to make internal improvements, among others through improved communication between the academic community to produce efficiency and effectiveness of higher education management. Public relation is an effort that consciously motivates people to be affected, especially through communication. It is necessary to formulate education management and marketing strategies for the community to maintain the image of the college, therefore it takes good planning, organizing, implementation, and control to achieve the desired goal. Keywords: Management, Public Relation, Image
Peran Guru Dalam Pembelajaran di Madrasah Baitul Hasanah Muara Bungo Bodi Kurniawan
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v12.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembalajaran, peran guru sangatlah krusial dan multifaset, tidak hanya terbatas pada penyampaian materi saja, guru dituntut untuk memiliki keterampilan yang lebih luas, termasuk kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendorong partisipasi aktif, dan mengadaptasi berbagai metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan naramber, serta dokumentasi kegiatan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis deskriptif dengan tiga cara, yaitu analisis, penyediaan data serta pembuatan kesimpulan. Berdasarkan temuan yang dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: Dalam konteks pendidikan modern, guru berperan dalam mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa, untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal mereka, guru sebagai fasilitator, motivator, pengelola dan pembimbing bagi siswa melalui kolaborasi dengan pembelajaran berbasis proyek, teknologi, dan pendekatan individual, guru dapat memfasilitasi pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna. Dengan demikian peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu membentuk karakter dan kesiapan siswa menghadapi tantangan di masa depan.
Pengembangan Kemampuan Numerasi Siswa Melalui Media Permainan Edukatif di SDN 069/VI Talang Tembago: Studi Kualitatif Roni Agustina; Bodi Kurniawan
Master Qualitative Research in Education Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v21.352

Abstract

Numeracy skills are one of the fundamental competencies that elementary school students must possess to support academic success and daily life activities. However, numeracy learning often faces various challenges, such as low student interest in learning, monotonous teaching methods, and limited use of engaging instructional media. This study aims to describe the development of students’ numeracy skills through the use of educational game media at SD Negeri 69/VI Talang Tembago. The research employed a qualitative approach with a descriptive method. The participants consisted of the school principal, classroom teachers, and students of SD Negeri 69/VI Talang Tembago. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the use of educational game media increased students’ engagement in numeracy learning, enhanced learning motivation, and helped students understand mathematical concepts in a more concrete and enjoyable way. Educational games also promoted social interaction, collaboration, and critical thinking skills among students. Therefore, educational game media can be considered an effective alternative for developing numeracy skills in elementary school students
UPAYA GURU SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI MEMBACA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Putri Ayuni; Refril Dani; Bodi Kurniawan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.61252

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi membaca siswa kelas IV Sekolah Dasar. Sebagian siswa masih menganggap kegiatan membaca membosankan dan lebih tertarik bermain dibanding membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru sebagai motivator dalam meningkatkan motivasi membaca siswa serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya meningkatkan motivasi membaca siswa melalui pemberian semangat, penguatan positif, umpan balik, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Guru juga menggunakan gambar sebelum membaca, memberikan pujian dan hadiah sederhana, serta membiasakan siswa membaca secara mandiri. Selain itu, guru memberikan arahan dan pertanyaan terkait isi bacaan agar siswa lebih aktif dan percaya diri dalam kegiatan membaca. Faktor pendukung dalam meningkatkan motivasi membaca siswa meliputi suasana belajar yang nyaman, adanya dukungan guru, kegiatan membaca bersama, dan tersedianya bahan bacaan yang menarik seperti cerita anak dan dongeng. Sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya minat baca siswa, suasana kelas yang kurang kondusif, keterbatasan sarana bacaan, dan kurangnya kebiasaan membaca pada siswa. Dengan demikian, guru telah menjalankan perannya sebagai motivator dengan baik, namun motivasi membaca siswa masih perlu ditingkatkan agar siswa lebih aktif dan tertarik dalam kegiatan membaca.
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Make A Match Pada Peserta Didik Kelas III SDN 95/II Muara Bungo Fitriyani Fitriyani; Zulqoidi R. Habibie; Bodi Kurniawan
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was motivated by the low learning process and mathematics learning outcomes of third-grade students at SDN 95/II Muara Bungo, caused by teacher-centered learning and the low level of student participation. This study aimed to describe the improvement of the learning process and mathematics learning outcomes through the implementation of the Make A Match learning model. This study employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 19 third-grade students of SDN 95/II Muara Bungo. Data were collected through observation, tests, and documentation, while the data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. The results showed that the implementation of the Make A Match learning model was able to improve both the learning process and students’ mathematics learning outcomes. Teacher activities improved from the Good category to the Very Good category, while student activities also increased from Good to Very Good. Classical learning mastery improved from 58% in Cycle I to 94.74% in Cycle II, exceeding the predetermined success indicator. Based on these findings, it can be concluded that the Make A Match learning model can improve the learning process and mathematics learning outcomes of third-grade students at SDN 95/II Muara Bungo. This model can serve as an alternative for teachers in creating more active, enjoyable, and effective learning.
Penerapan Model Kooperatif STAD pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas II A SDN 102/II Sungai Kerjan Dayang Dayang; Abdullah Abdullah; Bodi Kurniawan
Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2026): September : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nakula.v4i5.3077

Abstract

This study aimed to describe the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model and students' activities during its implementation in Pancasila Education learning for Grade II A students at SDN 102/II Sungai Kerjan. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects consisted of the Grade II A teacher and 22 students. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was established through source and technique triangulation. The results showed that the STAD model was implemented through learning objectives and motivation, material presentation, heterogeneous group formation, group discussion and cooperation, task completion, individual evaluation or quizzes, feedback, and teacher guidance and motivation. Students' activities included paying attention to the teacher's explanation, discussing, cooperating, sharing tasks, helping peers, asking and answering questions, expressing opinions, and respecting group members' opinions. Overall, students showed a good response to the implementation of STAD. However, students' levels of participation, confidence, and willingness to express opinions were not completely equal. Some students still required teacher guidance, motivation, and encouragement, particularly when asking questions and expressing opinions in front of the class. Therefore, the implementation of the STAD cooperative learning model provides opportunities for students to participate directly in Pancasila Education through cooperation, discussion, interaction, and peer assistance.