Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : CJPP

PERBEDAAN EMPATI DITINJAU DARI INTENSITAS MEROKOK PADA SISWA SMK SAMANTHA MARATUS S; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.23533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan empati ditinjau dari intensitas merokok pada siswa SMK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 96 siswa SMK. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala empati. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah anova satu jalur. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansinya sebesar 0,443 dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 (p>0,05) artinya tidak terdapat perbedaan empati ditinjau dari intensitas merokok pada siswa SMK. Kata Kunci: Empati, Intensitas Merokok, Siswa
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KEADILAN DISTRIBUTIF DAN KEPUASAN KERJA PADA GURU NAWANGSIH WINANTU; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.23552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap distributif dengan kepuasan kerja pada guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 33 guru dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala persepsi terhadap keadilan distributif dan skala kepuasan kerja. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,402 (r=402) yang artinya terdapat hubungan antara variabel persepsi keadilan distributif dengan kepuasan kerja dimana hubungan antar variabel adalah searah. Artinya semakin tinggi persepsi terhadap keadilan distributif yang dimiliki guru, maka semakin tinggi pula kepuasan kerjanya. Kata Kunci: Keadilan Distributif, Kepuasan Kerja, Guru.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN MOTIVASI KERJA PADA APARATUR SIPIL NEGARA DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN DIKLAT PEMERINTAH KOTA SURABAYA FADHIL RAMADHAN; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.24942

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kepemimpinan transformasional dengan motivasi kerja pada aparatur sipil negara di Lembaga pemerintah kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 46 aparatur sipil negara di Lembaga pemerintah kota Surabaya. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment untuk menguji hubungan antara dua variabel yaitu persepsi terhadap kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja. Hasil analisis data menunjukan nilai koefisien korelasi sebesar 0.488 (r = 0.488) dengan taraf signifikasi 0,011 (p<0,05). Hasil tersebut membuktikan bahwa ada hubungan antara persepsi terhadap kepemimpinan transformasional dengan motivasi kerja pada aparatur sipil negara di Lembaga pemerintah kota Surabaya. Nilai positif menunjukan semakin positif persepsi terhadap kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi motivasi kerja dan semakin negatif persepsi terhadap kepemimpinan transformasional maka semakin rendah motivas kerja. Kata Kunci: Persepsi terhadap Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja, Aparatur Sipil Negara Abstract The purpose of this study to determine the relationship between perceptions of transformational leadership with work motivation of civil service employee of the bureau of employment and training of Surabaya. The research method used is quantitative method. Subjects in this study were 46 civil service employee of the bureau of employment and training of Surabaya. Data analysis technique using product moment correlation to test the relationship between two variables that is perception to transformational leadership and work motivation. The result of data analysis showed correlation coefficient value of 0.488 (r = 0.488) with significance level of 0.011 (p <0,05). The result proves that there is a correlation between perception to transformational leadership with work motivation of civil service employee of the bureau of employment and training of Surabaya and positive value show more positive perception toward transformational leadership hence higher work motivation and more negative perception to transformational leadership hence progressively low motivation work. Keywords: Perceptions of Transformational Leadership, Work Motivation, Civil Service Employee
HUBUNGAN KEPUASAN KONSUMEN DAN LOYALITAS KONSUMEN TERHADAP PRODUK ONLINE TAS OMACE NUR AULIA; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v5i3.25464

Abstract

HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA PADA KARYAWAN FENTY DHEA MONICA; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v6i2.27997

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan kualitas kehidupan kerja pada karyawan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh, yakni melibatkan seluruh populasi sebagai sampel yang melibatkan 70 karyawan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala iklim organisasi dan skala kualitas kehidupan kerja. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis product moment correlation. Hasil analisis antara iklim organisasi dengan kualitas kehidupan kerja menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,603 (r-0,603) artinya ada hubungan antara iklim organisasi dengan kualitas kehidupan kerja. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p=0,000) artinya semakin tinggi iklim organisasi maka semakin tinggi pula kualitas kehidupan kerja. Kata Kunci: iklim organisasi, kualitas kehidupan kerja, karyawan
HUBUNGAN ANTARA KESIAPAN UNTUK BERUBAH DENGAN KOMITMEN AFEKTIF PADA KARYAWAN PT. MULTI INDOCITRA CABANG SIDOARJO YUNI RAMASARI; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v6i2.28362

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesiapan untuk berubah dengan komitmen afektif pada karyawan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan 49 karyawan sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah skala kesiapan untuk berubah dan skala komitmen afektif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis korelasi pearson product moment. Hasil analisis antara kesiapan untuk berubah dengan komitmen afektif menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,656 (r=0,656), yang bermakna bahwa terdapat hubungan antara kesiapan untuk berubah dengan komitmen afektif. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p=0,000), hal ini berarti bahwa semakin tinggi kesiapan untuk berubah maka semakin tinggi pula komitmen afektif. Kata Kunci: kesiapan untuk berubah, komitmen afektif, karyawan Abstract This research aims to determine the relationship between readiness to change with affective commitment to employees. This research uses quantitative research methods. This research uses purposive sampling technique involving 49 employees as the subject of research. The research instrument used in this research is readiness to change scale and affective commitment scale. Data analysis used in this research is Pearson product moment correlation analysis. The results of analysis between readiness to change with affective commitment show a correlation coefficient of 0.656 (r = 0.656), which means that there is a relationship between readiness to change with affective commitment. Value significance of 0,000 (p = 0,000), this means that the higher the readiness to change, the higher the affective commitment. Keywords: readiness to change, affective commitment, employees
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN SEMANGAT KERJA PADA KARYAWAN CHOIRUNISSABELLA ULFA; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v6i3.29203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara iklim organisasi dengan semangat kerja pada karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang berupa angka dan analisisnya menggunakan statistika. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 91 karyawan yang berstatus sebagai karyawan tetap. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan skala iklim organisasi dan skala semangat kerja. Jenis instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Teknik analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil analisis antara kualitas kehidupan kerja dengan komitmen organisasi menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,645 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan semangat kerja.
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN GANDA DENGAN KECENDERUNGAN BURNOUT PADA PERAWAT RSUD PAMEKASAN ARINA AFIRA PUTRI; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v6i3.29294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dengan kecenderungan burnout pada perawat wanita RSUD Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 51 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling dengan kriteria perawat wanita di ruang inap, berstatus PNS dengan masa kerja minimal 2 tahun, menikah dan memiliki anak. Instrumen yang digunakan adalah skala konflik peran ganda dan skala burnout. Metode analisis data dengan menggunakan korelasi product moment untuk menguji hubungan antara konflik peran ganda dengan kecenderungan burnout. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai koefien korelasi sebesar r = 0,853 (p<0,000). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konflik peran ganda dengan kecenderungan burnout.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP BEBAN KERJA DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN PRODUKSI REZA ADITYA PUTRA; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v6i4.29756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan intensi turnover pada karyawan PT.X. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap bagian produksi PT.X dan bekerja minimal satu tahun kerja dengan jumlah sebanyak 131 karyawan. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan skala beban kerja dan skala intensi turnover. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan intensi turnover yang koefisien korelasinya sebesar 0,353 dengan hubungan signifikansi p=0,001. Nilai positif menunjukan hubungan yang searah antara dua variabel. Semakin tinggi beban kerja maka semakin tinggi intensi turnover pada karyawan, begitu pula sebaliknya.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP BEBAN KERJA DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN NADHIFAH ELFITASARI; OLIEVIA PRABANDINI MULYANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i1.32899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap beban kerja dengan work engagement pada karyawan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling total sehingga keseluruhan anggota populasi menjadi subjek penelitian yang berjumlah 114 karyawan yang berstatus sebagai karyawan tetap. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik korelasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala persepsi terhadap beban kerja dan skala work engagement. Jenis instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Data hasil penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi product moment dengan bantuan SPSS 22.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap beban kerja dengan work engagement pada karyawan yang dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0.002 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0.285. Hubungan kedua variabel terbukti berlawanan arah karena nilai koefisien korelasi menunjukkan tanda negatif, artinya semakin tinggi skor beban kerja maka persepsi karyawan terhadap beban kerja semakin negatif sehingga work engagement pada karyawan semakin rendah, begitu pula sebaliknya jika semakin rendah skor beban kerja maka semakin positif persepsi karyawan terhadap beban kerja sehingga work engagement karyawan semakin tinggi