Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Lumi Education di SMPI Al Abidin Surakarta Pambudi, Dhidhi; Triyanto; Fitriana, Laila; Pramesti, Getut; Wiraya, Ario
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18193

Abstract

Pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif dan kemandirian siswa merupakan salah satu faktor penentu efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, guru-guru perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan pembelajaran yang bisa memunculkan sikap aktif dan kemandirian siswa yang salah satunya diwujudkan dalam media pembeljaran yang interaktif. Meskipun demikian, tidak setiap guru di SMP Islam (SMPI) Al Abidin Surakarta memiliki kemampuan yang sama dalam hal pemanfaatan teknologi. Untuk mengatasi permasalah tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMPI Al Abidin Surakarta. Para guru dilatih agar mampu mengembangkan media pembelajaran interaktif yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing dengan bantuan Lumi Education. Pelatihan dibagi menjadi dua tahap, yaitu pengembangan buku interaktif (Interactive Book) dan permainan dengan peta (Game Map). Hasilnya pelatihan mampu meningkatkan kompetensi guru-guru SMPI Al Abidin dalam membuat media pembelajaran dengan Lumi Education. Para guru mampu merancang, mengembangkan, dan menghasilkan media pembelajaran interaktif yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Implementation of project-based learning and problem-based learning in mathematics course with students' anxiety: Is it effective? Pramesti, Getut; Salsabila, Nabila Shafa
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 18 No. 1 (2025): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v18i1.692

Abstract

[English]: Mathematics anxiety often interferes with students’ engagement and achievement, leading to reduced self-confidence and the potential withdrawal from the learning process. Project-Based Learning (PjBL), which emphasizes hands-on, collaborative experiences, is a promising approach for addressing this issue. Meanwhile, problem-solving skills are essential for future learning and Problem-Based Learning (PBL) offers an effective approach to fostering these higher-order thinking skills. This study investigates the effectiveness of PjBL and PBL in enhancing the cognitive performance of students suffering from mathematics anxiety. The study employs quantitative approach with cluster random sampling by targeting 9th-grade students in Banyuasin, East Java, Indonesia. Data were collected through documentation, questionnaires, and achievement tests on spatial geometry, alongside measures of mathematics anxiety. The data was analysed using a one-way covariance (ANCOVA) analysis, treating anxiety as a covariate variable. The findings indicate that both PjBL and PBL significantly enhance students’ learning outcomes despite of their mathematics anxiety (p-value < 0.050). Both approaches promote collaborative learning, peer tutoring, and active student interaction, which foster improved communication skills, reduce anxiety, and deepen mastery of the subject. [Bahasa]: Kecemasan terhadap matematika sering kali mengganggu keterlibatan dan pencapaian siswa, yang menyebabkan penurunan kepercayaan diri dan kemungkinan menarik diri dari proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek (PjBL), yang menekankan pada pengalaman aktif serta kolaboratif, merupakan solusi yang menjanjikan untuk masalah tersebut.  Sementara itu, kemampuan pemecahan masalah menjadi krusial pada pembelajaran di masa mendatang dan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dapat menjadi pendekatan yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut. Penelitian ini menguji keefektifan PjBL dan PBL dalam meningkatkan domain kognitif siswa yang mengalami kecemasan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel secara acak kluster yang menargetkan siswa kelas 9 di Banyuasin, Jawa Timur, Indonesia. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, angket, dan tes hasil belajar pada materi geometri spasial, bersama dengan pengukuran terhadap kecemasan matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis kovariat satu arah, dengan kecemasan sebagai variabel kovariat. Hasil temuan mengindikasikan bahwa PjBL dan PBL meningkatkan hasil belajar siswa dengan kecemasan matematika secara signifikan (p-value < 0.050). Kedua pendekatan tersebut mempromosikan pembelajaran kolaboratif, tutor sebaya, dan interaksi aktif siswa, yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, mengurangi kecemasan, serta memperdalam penguasaan materi pembelajaran.
The Effect of Online and Face-to-Face Active Learning on The Students’ Social Skills in The Post-Pandemic Pramesti, Getut
Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 12 No. 2 (2024): Al-Khwarizmi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jpmipa.v12i2.4096

Abstract

Abstract:Online learning during the COVID-19 pandemic (SARS-CoV-2) isolated students for three years, leading to several consequences, one of which is social skills. This study compares cognitive abilities, social presence, social interaction, collaboration, and student satisfaction in online and offline learning from the perspective of gender differences among students. Social presence, social interaction, collaboration, and student satisfaction are structural components of social skills. The research employs multivariate covariance analysis with basic statistics courses as the covariate variable. The population includes all Mathematics Education students at a public university in Surakarta. The sample was obtained through random cluster sampling, specifically, second-semester students enrolled in data analysis techniques courses. The results indicate significant differences in cognitive abilities, social interaction, collaborative learning, and satisfaction between the two learning modalities. The social skills of students post-COVID-19 are unique to each gender.   Abstrak:Pembelajaran daring di masa Pandemi COVID-19 (SARS-CoV-2) mengisolasi mahasiswa selama 3 tahun, menimbulkan beberapa konsekuensi, salah satunya keterampilan sosial. Penelitian ini membandingkan kemampuan kognitif, kehadiran sosial, interaksi sosial, kolaborasi, dan kepuasan siswa dalam pembelajaran online dan offline dari sudut pandang perbedaan jenis kelamin siswa. Kehadiran sosial, interaksi sosial, kolaborasi, dan kepuasan siswa merupakan bagian struktur dari ketrampilan sosial. Penelitian ini menggunakan analisis kovarian multivariat dengan matakuliah statistika dasar sebagai variabel kovariat. Populasi meliputi seluruh mahasiswa Pendidikan Matematika di perguruan tinggi negeri di Surakarta. Sampel diambil secara random cluster sampling, yaitu mahasiswa semester 2 yang mengambil mata kuliah teknik analisis data. kemampuan kognitif, interaksi sosial, pembelajaran kolaboratif, dan kepuasan pada kedua pembelajaran tersebut berbeda secara signifikan. Kemampuan sosial siswa pasca COVID-19 bersifat unik untuk setiap jenis kelamin siswa.
How sleep deprivation and academic stress shape statistical achievement: Evidence of academic resilience in undergraduate learners Pramesti, Getut; Rohman, Rifki Arifur; Cahyarani, Sanggita Nariswari
Jurnal Elemen Vol 11 No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v11i4.32075

Abstract

This study addresses a gap in the literature concerning the combined influence of stress and sleep duration on academic performance, particularly in demanding mathematics courses like Basic Statistics. Among mathematics education students—who rely heavily on concentration and logical reasoning—stress and poor sleep may significantly affect learning outcomes. Conducted at a state university in Surakarta, Indonesia, the research aimed to examine the associations between perceived stress, sleep duration, and course performance in 45 first-semester students who had completed Basic Statistics. A non-parametric quantitative design was used, with data gathered via the Perceived Stress Scale (PSS-10), a sleep duration questionnaire, and final course grades. Analyses employed chi-square tests and correspondence analysis. While no statistically significant relationships emerged, the correspondence analysis revealed intriguing proximity patterns: moderate-to-high stress and short-to-adequate sleep categories clustered near higher performance, hinting at possible nonlinear or adaptive effects. These findings, though preliminary, suggest that optimal—not minimal—stress and sufficient sleep may support academic achievement. The study underscores the need for expanded research with larger, more diverse samples to better understand these complex dynamics and inform holistic student support strategies in mathematics education.
Penguatan Literasi Digital di Era Artificial Intelligence Untuk Mendukung Sustainable Development Goals Pambudi, Dhidhi; Triyanto, Triyanto; Fitriana, Laila; Pramesti, Getut
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.313

Abstract

Literasi digital merupakan kompetensi dasar untuk memahami dan mengembangkan AI, sekaligus bekal penting keterampilan abad 21. Penguatan literasi ini mendukung SDG 4 yang menargetkan pendidikan berkualitas, inklusif, dan pembelajaran sepanjang hayat. Pentingnya literasi digital ini juga dirasakan oleh guru-guru di SMA Negeri 1. Meskipun sebagian guru sudah mulai menggunakan AI dalam pembelajaran, namun secara umum guru-guru belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang teknologi digital dan AI. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan literasi digital pada guru. Pengabdian ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan. Kompetensi literasi digital diukur menggunakan lima aspek, yaitu: (a) pengetahuan dasar literasi digital dan AI, (b) keamanan data dan privasi, (c) deteksi hoax dan disinformasi, (d) UU ITE dan etika digital, dan (e) sikap proaktif. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengetahui efektifitas pelatihan. Hasil uji sampel berpasangan menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan pada setiap aspek. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan yang diberikan bisa diterima dan dipahami dengan baik. Aspek proaktif yang meningkat menunjukkan bahwa guru-guru menjadi lebih siap untuk membawakan literasi digital dan AI dalam pembelajaran di kelas.
Mental Health Students' Profiling Across Urban and Rural Areas Pramesti, Getut; Umiyati, Tien; Permata, Seta Galih; Listiyanto, Fajar
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/personifikasi.v16i2.28891

Abstract

Mental health is a condition in which individuals can realize their potential, cope with life's pressures, work productively, and make contributions. Therefore, mental health is very important for humans, especially for students. A mental health profile is one of the efforts in identifying factors that affect students' mental health. This study is a quantitative descriptive, inferential study. In the inferential, 3-way MANOVA analysis is used, and the description is equipped with correspondence visualization. The population in this study was high school students in urban and rural areas in Surakarta, Central Java, Indonesia, totalling 1240 students. The sampling used was cluster random, totaling 134 students. 2 suburban and 2 sub-rural areas were taken to compare their mental health. In addition to demographics, other research variables were also selected in the form of gender, student guardians, number of social media applications, age, distance, and student weight. From the discussion, the results indicate that there is a joint influence between gender, number of social media applications, and demographics on students' mental health. The existence of interaction of influence indicates that synergy between schools and related governments is needed to make the best policies to anticipate the high level of mental health problems of students in urban and rural areas. In contrast, students with low health problems were identified as students whose homes were close to school, users of 1 social media application, and students with ideal body weight.
The Impact of Intelligence (IQ) and Learning Styles on Mathematics Learning Motivation and Achievement in Secondary School Students Prayitno, Hadi; Sujadi, Imam; Slamet, Isnandar; Pramesti, Getut
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika Vol. 9 No. 1 (2025): JRPIPM SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v9n1.p101-117

Abstract

This study aims to examine the influence of intelligence quotient (IQ) and learning styles on students’ learning motivation and mathematics achievement among tenth-grade high school students. The research employed a quantitative approach using an ex post facto design. A total of 83 students participated in the study, selected through a census sampling technique, as the entire population of tenth-grade students was included. Instruments used in this study included an IQ test, a learning style questionnaire (covering auditory, visual, and kinesthetic styles), a motivation questionnaire, and a mathematics achievement test. Data analysis involved instrument validity and reliability testing, classical assumption tests (normality and homogeneity), and multivariate analysis (MANOVA) to assess both the direct and interaction effects of IQ and learning styles on learning motivation and mathematics achievement. The results showed that IQ had a significant effect on mathematics achievement (p < 0.05), but no significant effect on learning motivation. Learning styles did not significantly influence either mathematics achievement or learning motivation. Furthermore, there was no significant interaction between IQ and learning styles in relation to either outcome. The coefficient of determination (R²) indicated that the model explained 26.3% of the variance in mathematics achievement and 16.5% of the variance in learning motivation. It can be concluded that IQ contributes to students’ success in mathematics, while learning motivation and performance are also shaped by other factors beyond IQ and learning styles. These findings highlight the importance of instructional strategies that consider students’ intellectual capacities along with affective and contextual factors