Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS IV SD Nada Naviana Simarmata; Naniek Sulistya Wardani; Tego Prasetyo
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.773 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan produk instrumen penilaian sikap toleransi dalam pembelajaran tematik siswa kelas IV SD, (2) menentukan tingkat validitas instrumen penilaian sikap toleransi dalam pembelajaran tematik siswa kelas IV SD. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan atau  Research and Development (R&D). Penelitian terdiri dari tiga tahap (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan produk, (3) pengujian produk. Subjek penelitian siswa kelas IV SD. Teknik pengumpulan data adalah angket dengan instrumen skala guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat produk instrumen penilaian sikap toleransi dalam pembelajaran tematik kelas IV SD  (2) tingkat  validitas instrumen penilaian sikap toleransi dalam pembelajaran tematik kelas IV SD mempunyai validitas rendah sebesar 3,70%, validitas cukup 63%, dan validitas tinggi 33,3% dari 27 butir pernyataan.Saran yang diberikan kepada guru adalah guru diharapkan untuk melakukan pengukuran sikap toleransi siswa dengan menggunakan instrumen yang dihasilkan dalam penelitian ini
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-Bookstory untuk Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar Desy Getri Sari Gogahu; Tego Prasetyo
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produk yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran literasi membaca. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D), dengan prosedur pengembangan oleh Sukamadinata yang dikonversi dan dimodifikasi dengan model pengembangan 4D atau Four D Models (Define, Design, Development, dan Dissminate). Pada penelitian ini peneliti hanya sampai pada prosedur pengembangan dan tidak melakukan uji coba secara langsung (Dissminate) dikarenakan kondisi darurat kesahatan akibat dampak dari covid-19. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu melalui uji pakar. Uji pakar yang digunakan adalah uji pakar materi dan uji pakar media. Data hasil validasi produk oleh pakar materi dan pakar media, akan dianalisis menggunakan teknik deskriptif presentase dan kategori untuk menunjukkan keefektivan/kelayakan media. Hasil pengembangan produk yang dilakukan peneliti melalui validasi ahli materi memperoleh skor 49 dengan presentase 81% sehingga dikategorikan sangat tinggi dan layak digunakan. Hasil validasi ahli media 1 memperoleh skor 47 dengan presentase 67%, dan hasil validasi media 2 memperoleh skor 43 dengan presentase 61% sehingga dikategorikan tinggi dan layak untuk digunakan.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Solving dan Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Maulid Anwar Sidiq; Tego Prasetyo
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.358

Abstract

Penelitian menggunakan jenis penelitian eksperimen semu. Desain penelitian menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model Problem solving, dan Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 SD dalam pelajaran Matematika. Teknik pengumpulan dalam penelitian ini berupa observasi dan tes. Observasi didapatkan dengan presentase keterlaksanaan data berupa tahapan-tahapan implementasi model pembelajaran, sedangkan teknik tes berupa tes awal (Pretest) dan tes akhir (Posttest) dalam bentuk tes uraian. Teknik analisis data berupa Deskriptif kuantitatif yang digunakan untuk uji prasyarat, dan Uji Annova, agar dapat mengetahui perbedaan rata-rata antara yang menggunakan model kontrol, Problem Solving, dan Discovery Learning.  Hasil uji Annova memperoleh nilai signifikan 0,015<0,05, sehingga H0 ditolak, yang berarti berdapat perbedaan antara yang menggunakan model kontrol dan eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata pretest dan posttest pembelajaran konvensional 61,19 dan 69,47. Rata-rata nila pretest dan posttest pada kelompok eksperimen yang menggunakan model Problem Solving yaitu 60,36 dan Posttest 75,6, dan nilai rata-rata postest model Discovery Leraning yaitu 60,92 dan Posttest 70,43. Hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa model Problem Solving lebih efektif dibandingkan dengan model Discovery Learning.
UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MELALUI PBL-GI KELAS IV SD Ardi Waluyo; Naniek Sulistya Wardani; Tego Prasetyo
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.321 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.70

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peningkatan kreativitas belajar siswa dapat diupayakan melalui pembelajaran PBL-GI dan untuk mengethui bagaimanakah langkah-langkah pembelajaran PBL-GI yang dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas IV SDN Tingkir Tengah 2 semester 2 tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model spiral dari C. Kemmis dan Robin Mc. Taggart. Prosedur penelitian menggunakan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yakni, 1) perencanaan 2) pelaksanaan tindakan dan observasi, 3) refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Tingkir Tengah 2 sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang dilengkapi dengan rubrik penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kreativitas belajar tematik terpadu, yang diupayakan melalui PBL-GI antar siklus, yakni sebanyak 51% dari seluruh siswa dengan klasifikasi kreativitas belajar tinggi di siklus 1 dan meningkat menjadi 88% dari seluruh siswa di siklus 2. Langkah-langkah pembelajaran PBL-GI yang dapat meningkatkan kreativitas belajar adalah 1) menyimak tujuan pembelajaran, 2) membentuk siswa dalam 6 kelompok @ 5 siswa, 3) menyimak masalah nyata, 4) mengidentifikasi masalah, 5) menanya, 6) menentukan cara pemecahan masalah, 7) melaksanakan investigasi untuk memecahkan masalah, 8) mengumpulkan data, 9) menyusun laporan, 10) mempresentasikan hasil pemecahan masalah, 11) evaluasi pembelajaran
UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS MELALUI PS-CIRC Agnesita Sekar Arumdani; Naniek Sulistya Wardani; Tego Prasetyo
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.585 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan ketrampilan menulis dapat diupayakan melalui PS-CIRC dan bagaimanakah langkah-langkah PS-CIRC yang dapat meningkatkan ketrampilan menulis siswa kelas V SD. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Prosedur penelitian minimal 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Teknik penelitian adalah teknik observasi dengan instrumen lembar observasi yang dilengkapi dengan rubrik ketrampilan menulis. Teknik analisis data adalah teknik persentase untuk membandingkan ketrampilan menulis antar siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persentase ketrampilan menulis dengan klasifikasi sangat tinggi yakni sebesar 40 % dari seluruh siswa pada siklus I dan 87 %  dari seluruh siswa pada siklus II melalui pembelajaran PS-CIRC. Pembelajaran PS-CIRC  terdiri dari 10 langkah yaitu : 1) membentuk kelompok yang anggotanya terdiri dari 5 orang, 2) menyimak teks tentang tokoh Proklamasi, 3) merumuskan masalah  tentang tokoh Proklamasi,  4) menyampaikan jawaban sementara tentang tokoh Proklamasi, 5) memberi tanggapan tentang contoh sikap persatuan, 6) mengumpulkan informasi tentang peristiwa setelah Proklamasi 7) mendiskusikan tentang peristiwa setelah Proklamasi 8) menuliskan laporan tentang peristiwa setelah Proklamasi 9) mengomunikasikan hasil diskusi tentang peristiwa setelah Proklamasi 10) menyimpulkan hasil diskusi tentang peristiwa setelah Proklamasi
Efektivitas Model Problem Based Learning Dan Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Yudi Cahyo Winoto; Tego Prasetyo
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.348

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model problem based learning dan discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran matematika kelas IV SD. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Gugus Surodirjo. Subjek pada penelitian ini yaitu SDN Tlogo sejumlah 29 siswa sebagai kelas eksperimen 1, SDN Simpar sejumlah 28 siswa sebagai kelas eksperimen 2, dan SDN Tretep sejumlah 30 siswa sebagai kelas kontrol. Jenis desain penelitian adalah quasi eksperimental. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Pada analisis akhir perhitungan dengan menggunakan uji t diperoleh hasil nilai sig (2-tailed) 0,002 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan antara penggunaan model problem based learning dan discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran matematika kelas IV SD. Perbedaan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis pada model problem based learning 74,65 dan model discovery learning 80,57. Jadi dapat diartikan model discovery learning lebih efektif dibandingkan model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis. Perbedaan nilai rata-rata hasil belajar matematika pada model problem based learning 72,7 dan model discovery learning 77,98. Jadi dapat diartikan model discovery learning lebih efektif dibandingkan dengan model problem based learning tehadap hasil belajar matematika
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI PS-MTTW DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU KELAS IV SD Anna Astiningtyas; Naniek Sulistya Wardani; Tego Prasetyo
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.911 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.75

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah peningkatan keterampilan berbicara tematik terpadu dapat diupayakan melalui PS-MTTW kelas IV SD semester 2 tahun pelajaran 2018/2019, (2) bagaimanakah langkah-langkah pembelajaran PS-MTTW yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Cebongan 03 Salatiga semester II tahun pelajaran 2018/2019. Subyek penelitian ini siswa kelas IV SDN Cebongan 03 Salatiga sebanyak 24 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Prosedur penelitian menggunakan 2 siklus, masing- masing siklus terdiri dari 3 tahap yaitu, 1) perencanaan, 2) tindakan dan observasi, 3) refleksi. Teknik pengumpulan data adalah observasi dengan instrumen lembar observasi keterampilan berbicara. Teknik analisis data adalah teknik persentase yakni membandingkan keterampilan berbicara dalam pembelajaran tematik terpadu melalui PS-MTTW antar siklus. Hasil penelitian adalah terdapat peningkatan keterampilan berbicara tematik terpadu, yang diupayakan melalui PS-MTTW antar siklus, yakni sebanyak 54,1% dari seluruh siswa mencapai keterampilan berbicara tinggi di siklus 1 dan meningkat menjadi 87,5% dari seluruh siswa di siklus 2. Selisih antara siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan yang mencapai 33,4% dari seluruh siswa. Langkah-langkah PS-MTTW yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara adalah: 1) mengamati, 2) berpikir, 3) berbicara dalam diskusi, 4) menanya, 5) menalar, 6) mencoba, 7) menulis, 8) mengkomunikasikan.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Discovery Learning Terhadap Kecakapan Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Tri Septiyowati; Tego Prasetyo
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.893

Abstract

Model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran tematik masih menjadi hambatan bagi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kecakapan berfikir kritis yang diupayakan melalui model pembelajaran Problem Based Learning dan model pembelajaran Discovery Learning dari berbagai penelitian eksperimen yang sudah dipublikasikan. Penelitian ini termasuk penelitian meta-analisis. Populasi dalam penelitian adalah jurnal pendidikan yang telah dipublikasikan secara nasional, dan tugas akhir mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar UKSW, sementara sampelnya adalah 20 jurnal pendidikan yang telah dipublikasikan secara nasional, dan 1 (satu) tugas akhir mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar UKSW yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, teknik pengambilan data menggunakan teknik dokumentasi, dan alat analisis yang digunakan adalah independent sampel t-test, dimana hipotesis diterima jika diperoleh nilai p-value ≤ nilai alpha (0,05). Uji prasyarat menunjukkan kedua kelas homogen dan berdistribusi normal. Uji T menggunakan uji T Independent Sample Test menunjukkan bahwa besarnya nilai p-value adalah 0,747 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan. Selanjutnya dilakukan uji normalitas yang menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran yaitu model problem based learning dan discovery learning dinilai sama-sama memiliki efektifitas yang baik dalam meningkatkan kecakapan berfikir kritis siswa SD
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Oktavia Wahyu Ariyani; Tego Prasetyo
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.892

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dilaksanakan saat proses belajar berlangsung. Namun pada kenyataannya kemampuan berpikir kritis pada siswa masih tergolong sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian meta analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian artikel-artikel di Google Cendekia. Dari hasil pencarian artikel di Google Cendekia didapatkan 20 artikel yang konkret. Uji hipotesis menggunakan uji ancova yang menunjukkan f hitung > f tabel yaitu 3,462 > 3,20 dan signifikasinya 0,079 > 0,05 yang berarti Hₒ ditolak dan Hₐ diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan dalam menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving dalam kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa kelas IV SD. Hasil analisis Effect Size menggunakan uji ancova pada model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving diperoleh hasil Correct Model yang diketahui Partical eta Squared sebesar 0,161 dengan nilai signifikasi 0,079 yang berarti model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving memberikan pengaruh yang tergolong kecil. Berdasarkan pengolahan data, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving untuk kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa kelas IV SD
Efektivitas Model Pembelajaran NHT dan Model Pembelajaran STAD Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Pembelajaran Tematik Magdalena Elendiana; Tego Prasetyo
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 1 (2021): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i1.932

Abstract

Jenis penelitian ini menggunakan meta analisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Solving dan model pembelajaran Problem Posing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika kelas 4 Sekolah Dasar. Teknik yang digunakan adalah analisis Teknik Effect Size dengan rumus effect size yang digunakan formula pengaruh dengan rumus eta kuadrat (ń2). Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah inrumens pemberian kode (coding data). Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan hasil model pembelajaran Problem Posing lebih berpengaruh dibandingkan dengan model pembelajaran Problem Solving terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika kelas 4 Sekolah Dasar. Dari Uji Ancova dari nilai rata-rata eksperimen 2 model pembelajaran Problem Posing 79.6380 lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai dari model pembelajaran Problem Solving 77.0840. dari hasil perhitungan Hipotesis menggunakan Uji Ancova dengan menggunakan Univariate menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,571 yang berarti lebih besar 0,05 (0,571>0,05). Dari hasil perhitungan hipotesis menggunakan uji Ancova dengan Univariete yang menunjukan nilai signifikasi sebesar 0,571 yang berarti lebih besar dari 0,05 (0,571 > 0,05). Dari uji Ancova menunjukkan F hitung 1. 608 > 4,64. Dan signifikasi 0,571 > 0,05 yang menunjukan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak.