Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Diglossia

IDEOLOGI PENERJEMAHAN DAN PENERJEMAHAN IDEOLOGI Nuning Yudhi Prasetyani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 2 No. 1 (2010): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v2i1.76

Abstract

Nuning Yudhi Prasetyani Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombangningdibyo@gmail.com   Abstrak Studi penerjemahan dari sudut ideologi telah membuat lebih banyak ruang bagi kita. Terjemahan perlu dikaji dalam kaitannya dengan masyarakat, sejarah dan budaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerjemahan tidak hanya bahasa, tetapi juga transmisi ideologi antar bangsa dan negara. Makalah ini memperlihatkan keterlibatan ideologi dalam penerjemahan. Ideologi memainkan peranan penting dalam praktek terjemahan, namun penerjemahan hanya menerima pengaruh dari ideologi sampai batas tertentu, atau relatif. Selain itu, standar tekstualitas harus dibayar oleh penerjemah karena memiliki nilai yang besar untuk menentukan kepada siapa, dimana, kapan, dan bagaimana teks diterjemahkan. kata kunci: penerjemahan, ideologi  Abstract Translation studies from ideological angle have made more space for us. Translation needs to be studied in connection with society, history and culture. The factors that influence translation are not only language, but also transmission of ideology between different nations and countries. This paper exposes the interference of ideology in translation. Ideology plays an important role in translation practice, but translation only receives influences from ideology to a certain extent, or relatively. In addition, standard of textuality has to be paid by a translator since it has great value to determine to whom, where, when, and how the text translated. key words: translation, ideology  
PENERJEMAHAN TEKS ILMIAH Nuning Yudhi Prasetyani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 2 (2010): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i2.81

Abstract

Nuning Yudhi Prasetyani Universitas Pesantren Tinggi Darul’Ulum Jombangningdibyo@gmail.com  Abstrak Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui sasaran utama dalam menguasai bahasa asing di Indonesia untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mentransfer teknologi. Sebenarnya, selain mengajar bahasa asing, ada cara dalam meningkatkan dan mempercepat transfer ilmiah teknologi, yaitu dengan menerjemahkan teks ilmiah bahasa  asing ke bahasa Indonesia. kata kunci: transfer teknologi, teks ilmiah  Abstract The purpose of this paper is to reveal the main target in mastering foreign language in Indonesia to have a better understanding in transfer of technology. Actually, besides foreign language teaching, there is a way in increasing and accelerating the scientific transfer of technology that is, translating English scientific text into Indonesian. key words: transfer of technology, scientific text
PENERJEMAHAN DAN BUDAYA Nuning Yudhi Prasetyani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 1 No. 1 (2009): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v1i1.88

Abstract

Nuning Yudhi Prasetyani Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang ningdibyo@gmail.com  Abstrak Penerjemahan tidak dapat dipisahkan dari budaya itu sendiri karena kedua hal ini memiliki hubungan yang erat. Bahasa akan membentuk budaya dan sebaliknya. Bahasa memiliki makna yang diwadahi oleh budaya sebagai tempat berkembangnya sebuah bahasa. Hal ini tidak dipungkiri bahwa penerjemah sering menemukan kesulitan dalam hal kesetaraan kata dalam menerjemahkan budaya. Jadi, seorang penerjemah harus menguasai kompetensi linguistik, kompetensi kultural, dan kompetensi strategis untuk menghindari terjemahan yang timpang (tidak sesuai dengan budaya bahasa target). kata kunci: terjemahan, budaya, kompetensi linguistik  Abstract Translation cannot be separated from the culture as it has a tight relationship. A language will form the culture and vice versa. It has the meaning that is wrapped by the culture as its place. It is not denied that a translator often finds some difficulties in finding the right equivalence in translating culture. So, a translator must master linguistic, cultural, strategic competencies. key words: translation, culture, linguistic competence
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES PENERJEMAHAN LISAN Nuning Yudhi Prasetyani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 2 No. 2 (2011): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v2i2.94

Abstract

Nuning Yudhi Prasetyani Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang ningdibyo@gmail.com Abstrak Seorang peenerjemah lisan dalam melakukan tugas – tugasnya tidak dapat dipisahkan dari proses – proses yang meliputinya dalam menyampaikan terjemahanya tersebut. Hal ini dapat diukur dari cara seorang penerjemah lisan mengatur antara teks, tempat, dan pelaku. Ketika dia gagal dalam menggabungkan ketiga hal tersebut, dia akan gagal untuk menterjemahkan suatu teks secara lisan, atau dia tidak dapat menciptakan hasil terjemahan yang baik dan berterima kepada para pendengar. Kemampuan mendengarkan dan memori jarak pendek adalah hal-hal yang penting dalam melaksanakan proses penerjemahan secara lisan kata kunci: penerjemah lisan, kemampuan mendengarkan, memori jarak pendek   Abstract An interpreter in doing his responsibilities cannot be separated from the processes that are yielded in performing his interpretation. This can be measured from the way an interpreter copes with the text, place and participant. When he fails to comprehend them, he will fail to comprehend the text, or he cannot create a reliable speech to the hearer /audience. Listening skill and short – term memory are the important thing in obtaining the process of interpretation. key words        : interpreter, listening skill, short – term memory
ANALISIS KONTRASTIF DALAM PENERJEMAHAN ‘SIGHTSEEING’ NUNING YUDHI PRASETYANI
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 4 No. 1 (2012): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v4i1.225

Abstract

Nuning Yudhi Prasetyani Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang ningdibyo@gmail.com Abstract Contrastive analysis is a method that can be used to overcome the problem of translation. Contrastive analysis is defined as a sub-discipline of linguistics on contrasting two languages ​​or more (or a sub-system of the language) to determine the similarities and differences between two languages. Nababan (1997:8) explains that there are two kinds of contrastive studies, the theoretical and applied. Theoretical contrastive study examines in depth the differences and similarities between the two languages ​​or more to find a certain category or not in language A or language B, whereas applied contrastive study is part of a study of applied linguistics. By taking the results of the study of theoretical contrastive studies, this study is looking for a framework to compare languages ​​and focus on specific information for specific purposes, for example for language teaching, bilingualism analysis, and translation. Key words: contrastive analysis, translation, bilingualism analysis   Abstrak   Analisis kontrastif adalah metode yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam penerjemahan. Analisis kontrastif didefinisikan sebagai suatu disiplin sub-linguistik pada membandingkan dua bahasa (sistem sub-bahasa) untuk menentukan persamaan dan perbedaan antara dua bahasa tersebut. Nababan (1997:8) menjelaskan bahwa ada dua macam penelitian kontrastif,  yakni analisis kontrastif  teoritis dan terapan. Analisis kontrastif teoritis meneliti secara mendalam perbedaan dan persamaan antara dua bahasa atau lebih untuk menemukan kategori tertentu dalam bahasa A atau bahasa B, sedangkan penelitian kontrastif terapan merupakan bagian dari studi linguistik terapan. Melalui hasil analisis kontrastif teoritis, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua bahasa yang fokus pada informasi spesifik untuk tujuan tertentu, misalnya untuk pengajaran bahasa, analisis bilingualisme, dan penerjemahan. Kata kunci: analisis kontrastif, terjemahan, analisis bilingualisme