Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Antena Reconfigurable Untuk Aplikasi Cognitive Radio Pada Spektrum 1800, 2100, 2300, 2600 Mhz Muhammad Iqbal; Bambang Setia Nugroho; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Cognitive radio merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna lain memakai sebuah spektrum frekuensi ketika pengguna utama sedang tidak menggunakannya. Tugas akhir ini merancang dan merealisasikan sebuah antena mikrostrip untuk aplikasi Cognitive Radio pada frekuensi kerja 1.8, 2.1, 2.3 dan 2.6 GHz. Antena ini terdiri dari antena sensing dan communicating yang memiliki catuan berbeda namun terletak dalam substrat yang sama. Antena yang dibangun berupa printed monopole yang menggunakan substrat FR-4 dan partial ground. Antena komunikasi memiliki patch yang dikombinasikan dengan switch agar dapat merekonfigurasi frekuensi kerjanya. Hasil Pengukuran menunjukkan, untuk VSWR < 2, antena sensing dapat bekerja pada frekuensi 1.8, 2.1, 2.3 dan 2.6 GHz dengan bandwidth 1500 MHz, memiliki karakteristik wideband, pola radiasi omnidirectional dan polarisasi elips. Antena komunikasi bekerja pada empat state kombinasi switch. State pertama saat semua switch OFF, bekerja pada frekuensi 2.6 GHz dengan bandwidth 770 MHz. State kedua saat switch 1 ON dan switch 2, 3 OFF, bekerja pada frekuensi 2.3 GHz dengan bandwidth 620 MHz. State ketiga saat switch 2 ON dan switch 1, 3 OFF, bekerja pada frekuensi 2.1 GHz dengan bandwidth 540 MHz dan state terakhir saat switch 2,3 ON dan switch 1 OFF bekerja pada frekuensi 1.8 GHz dengan bandwidth 210 MHz. Kata Kunci: Cognitive radio, printed monopole, partial ground ABSTRACT Cognitive radio is a technology which allows other users to use a frequency spectrum when the primary user is not using it. This final project designed and realized a suitable microstrip antenna for Cognitive Radio applications at working frequency 1.8, 2.1, 2.3 and 2.6 GHz. This antenna is composed of a sensing and communicating antenna that has a different template but is located on the same substrate. Antenna constructed as printed monopole using FR-4 substrate material and partial ground. Communication antennas has patches which are combined with switches in order to reconfigure its working frequency. The measurement results show that, for VSWR <2, the sensing antenna can work on frequencies 1.8, 2.1, 2.3 and 2.6 GHz with 1500 MHz bandwidth, has wideband characteristics, omnidirectional radiation pattern and elliptical polarization. The communication antenna works on four state of switch combinations. The first state is when all of the switches OFF, working at 2.6 GHz frequency with 770 MHz bandwidth. The second state is when switch 1 ON and switch 2, 3 OFF, working on the 2.3 GHz frequency with 620 MHz bandwidth. The third state is when switch 2 ON and switch 1, 3 OFF, working at 2.1 GHz frequency with 540 MHz bandwidth and the last state is when switch 2.3 ON and switch 1 OFF working at 1.8 GHz frequency with 210 MHz bandwidth. Keywords: Cognitive radio, printed monopole, partial ground
Alat Pendeteksi Keberadaan Orang Tua Sebagai Pendamping Anak Saat Menonton Tv Berbasis Pengolahan Citra Rudy Gunawan; Inung Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tontonan TV saat ini banyak yang mendidik khususnya buat anak-anak yang menonton. Namun, acara yang seharusnya ditonton dengan pendamping khususnya orang tua buat anak-anak yang masih dibawah umur dapat menjadi contoh yang kurang baik dalam kehidupan, meningkatnya jumlah kriminalitas, merupakan hasil yang diperoleh. Dalam tugas akhir ini dibuat sebuah sistem, dimana TV baru akan menyala ketika mendeteksi keberadaan orang tua yang mendampingi anaknya. Alat ini mendeteksi keberadaan orang tua menggunakan kamera yang memuat database dari foto wajah orang tua tersebut, dengan metode face recognition. Sistem yang digunakan di alat ini terdri dari 3 bagian, Raspberry Pi, kamera, dan relay. Informasi yang diperoleh dari kamera pada progam pengujian diolah oleh Raspberry Pi. Hasil dari pengolahan citra akan menjadi masukan pada relay. Pengujian alat dilakukan dengan cara melihat akurasi deteksi alat terhadap objek, akurasi deteksi terhadap atribut wajah, pengaruh cahaya terhadap kinerja alat, waktu respon alat, lalu kinerja alat terhadap anak kecil. Masing-masing pengujian dilakukan sebanyak 30 kali. Hasil yang diperoleh dari pengujian dalam melihat respon alat pada 2 objek yang sebelumnya sudah dilakukan proses pembelajaran dan dimasukan ke database, alat dapat mendeteksi objek dengan baik dengan akurasi 93% dan 87%. Terhadap atribut wajah seperti kacamata, alat tetap dapat bekerja dengan baik denga akurasi sebesar 80%. Pada tempat yang memiliki intensitas cahaya sebesar 1721 lux alat dapat bekerja dengan baik dengan akurasi sebesar 87%, namun pada tempat B yang memiliki intensitas sebesar 54 lux alat tidak dapat bekerja dengan baik, dan hanya memiliki tingkat akurasi sebesar 16%, maka faktor intensitas cahaya sangat berpengaruh terhadap kinerja alat. Waktu respon proses pembelajaran 49 detik proses pengujian diperoleh waktu sebesar 45 detik. Hasil percobaan terhadap anak kecil yang berusia 3 tahun diperoleh PFA sebesar 17%, dan pada anak 9 tahun diperoleh PFA sebesar 6%. Hal ini menunjukan bahwa alat dapat bekerja dengan baik. Kata Kunci : face recognition, Raspberry Pi, relay.
Perbandingan Antena Mikrostrip Patch Lingkaran Dan Persegi Polarisasi Sirkular Untuk Synthetic Aperture Radar Frekuensi 1.27 Ghz Fanny Octaviany; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini, beberapa sensor SAR yang telah mengudara merupakan sistem polarisasi linier pada antena. Secara umum polarisasi linier sangat sensitif terhadap rotasi Faraday di ionosfer yang disebabkan interaksi antara gelombang elektromagnetik yang merambat dan medan magnet bumi. Untuk mengatasi hal tersebut dapat diterapkan CP-SAR (Circularly Polarization-Synthetic Aperture Radar). Tujuan utama dari sensor ini adalah untuk mengurangi efek rotasi Faraday ketika radiasi gelombang elektromagnetik merambat melalui ionosfer. Untuk mengatasi hal tersebut dibuatlah antena spesifikasi frekunsi 1.27 GHz, impedansi 50Ω, vswr ≤1.5, pola radiasi unidirectional, polarisasi sirkular putar kanan (RHCP), axial ratio ≤ 3 dB dengan bahan substrat FR-4 Epoxy memiliki konstanta dielektrik 4.3, dan teknik catuan proximity coupled microstrip feed. Pada penelitian kali ini dibandingkan dua buah bentuk patch yaitu lingkaran dan persegi. Lalu dipilih salah satu dengan performansi terbaik dan memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan. Kemudian didapatkan hasil antena dengan bentuk patch lingkaran memiliki performansi paling baik dan memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan. Antena patch lingkaran memiliki bandwidth 27 MHz, polaradiasi unidirectional, axial ratio ≤3 dB serta polarisasi sirkular putar kanan. Kata Kunci : SAR, polarisasi sirkular, proximity coupled
Antena Monopole Swa-bentang Uhf Untuk Ttc (telemetry, Tracking, & Command) Dan Antena Susunan Pifa Untuk Pemancar S-band Pada Nano Satelit Christian Budi Eko Saputro; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah berkembangnya teknologi komunikasi jarak jauh dengan menggunakan satelit, Universitas Telkom bersama dengan Laboratorium Nanosatelit sedang mengembangkan sistem komunikasi satelit orbit rendah yang dinamakan Tel-U SAT 1 dengan ukuran satelit kelas nano (nano satelit). Untuk komunikasi antara space segment dan ground segmentnya menggunakan TTC (Telemetry, Tracking, and Command). TTC menggunakan frekuensi UHF 437 MHz[1]. Agar dapat berkomunikasi maka antena mutlak dibutuhkan. Selain TTC, sebagai komunikasi TEL-U SAT 1 membawa sebuah misi yaitu remote sensing (penginderaan jarak jauh). Untuk membantu misi ini maka perlu sebuah link bandwidth untuk mengirimkan data yang sudah diproses oleh sensor satelit. Supaya memenuhi misi dari satelit diperlukan S-Band Transmitter. S-Band Transmitter menggunakan frekuensi radio amatir pada 2,35 GHz[1]. Dalam Tugas Akhir ini dirancang swa-bentang antena untuk komunikasi TTC dan S-Band Transmitter yang berada pada satelit (space segment). Antena yang digunakan TTC adalah monopole, antena yang digunakan S-Band Transmitter susunan PIFA , dengan sistem swa-bentang antena di bagian TTC. Setelah dirancang dan direalisasikan, maka didapatkan dua antena monopole dengan frekuensi 437 MHz, VSWR 1,18, Gain 3,82 dB, Polaradiasi Omnidirectional, Polarisasi elips. Sedangkan antena susunan PIFA memiliki frekuensi 2,35 GHz, VSWR 1,07, Gain 7,02 dB, Polaradiasi Unidirectional, Polarisasi LHCP. Groundplane dibuat dari bahan alumunium dengan ukuran 10x10x10 cm dengan tebal 1 mm. Kata kunci : nano satelit, TTC, swa-bentang antena, monopole, susunan PIFA
Perancangan Dan Realisasi Antena Quadrifilar Heliks Pada Frekuensi 145,825 Mhz Sebagai Penerima Sinyal Aprs Satelit Lapan-a2 Farid Nur Hammadi; Bambang Setia Nugroho; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APRS Repeater yang dibawa oleh LAPAN-A2 adalah salah satu upaya cepat tanggap bencana, APRS Repeater LAPAN-A2 akan mengirimkan sinyal yang bisa berisi data lokasi, koordinat, peta, gambar, maupun suara melalui frekuensi radio amatir (144-148 MHz) kepada siapapun yang berada di dalam jaringan. Salah satu komponen penting penerima sinyal APRS di Bumi ialah antenna, diperlukan antenna yang mempunyai polarisasi sirkular dan juga punya area penangkapan (Beam-Width) yang lebar. Antena Quadrifilar Heliks (AQH) adalah salah satu jenis antena yang sering digunakan untuk komunikasi satelit karena karakteristiknya sesuai dengan yang dibutuhkan, dan juga karena AQH adalah antena yang fleksibel, pola radiasi, polarisasi, impedansi, dan gain dari antena dapat diatur berdasarkan dimensi fisiknya. Maka dari itu pada penelitian ini dirancang Antena Quadrifilar Heliks yang bekerja pada frekuensi APRS yaitu 145,825 MHz. Pola radiasi dari AQH realisasi adalah uni-directional dengan lebar HPBW 130° untuk azimuth dan 110° untuk elevasi, antena juga mempunyai polarisasi sirkular dengan beam-width ≥120°, serta nilai gain sebesar 3,97 dB. Hasil tersebut menunjukkan bahwa antena memenuhi spesifikasi untuk digunakan sebagai antena penerima sinyal APRS satelit LAPAN-A2. Kata Kunci : LAPAN-A2, Automatic Packet Reporting System (APRS), Antena Quadrifilar Heliks
A Characterization of Super Wideband Planar Antenna With Cpw Feed And Circular Shape Patch Mahendra Diwasasri Reka Pravyana; Agus Dwi Prasetyo; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 9, No 2 (2022): April 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Super-wideband (SWB) antenna become eagerly demanding to cover both short and long range transmission for ubiquitous services because UWB antenna are not efficient enough to diverse the communication systems. Distinctively, SWB does not have predefined range of operating frequency and need to maintain a return loss less than -10 dB and VSWR less than 2 over the entire frequency range of 10:1 bandwidth ratio whereas UWB should attain an absolute minimum bandwidth of 500 MHz or a minimum fractional bandwidth of 20%. This thesis use insertion of slot method to improve the bandwidth ratio of 1-30 GHz on the antenna system expected to achieve SWB. This thesis also use microstrip circular patch, the tapered coplanar waveguide (CPW) feed and spline curved ground plane method. This thesis gradually simulated and analyzed 4 model SWB planar antenna with tapered CPW feed, circular shape patch, and curved spline groundplane using slot in frequency range of 1-30 GHz. Simulated with FR4 substrate with 4.3 dielectric constant, and thickness of 1.6 mm. The SWB planar antenna with tapered CPW feed, circular shape patch, and curved spline groundplane using slot have achieve total bandwidth of 96.01% (single-band) that achieve SWB bandwidth ratio of 13.91:1. The final result managed to get a SWB antenna that works in 2.1579 - 30 GHz and deeper minimum return loss at -45.5482 GHz. Keyword— ultra wideband antenna, super wideband antenna, coplanar waveguide, ground plane, microstrip circular patch antenna, slot antenna.
Antena Susunan Planar 2×2 Mikrostrip Petak Rektangular Untuk Uav Quadcopter Pita Ism 2,45 GHz Danang Hary Nursidik; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin maju di era ini membuat semua menjadi mudah dan efisien, sama seperti perkembangan telekomunikasi yang semakin pesat. Terlebih dalam pemantauan dalam dunia militer menggunakan UAV saat ini. UAV sangatlah beragam dalam jenisnya terutama pada UAV berjenis quadcopter. Dalam pembuatan quadcopter agar bisa dikendalikan maka diperlukan sebuah antena. Pada pembuatan quadcopter sebelumnya menggunakan antena yang berjenis cavity yaitu cloverleaf dan monopole memiliki dimensi antena lebih besar. Untuk melakukan fungsi tersebut maka dibutuhkan kanal transmisi nirkabel yang menghubungkan antara quadcopter dengan ground station. Pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan susunan antena mikrostrip planar 2×2 menggunakan patch rectangular yang bertujuan memudahkan pengendalian yang sudah cukup memenuhi spesifikasi dari antena sebelumnya. Menggunakan teknik pencatuan mikrostrip feed line dan metode t-junction untuk matchingkan impedansi antar antena. Hasil dari realisasi antena menggunakan bahan FR-4 menghasilkan pola radiasi omnidirectional, polarisasi linier, dan nilai gain 8,9 dB bekerja pada frekuensi ISM band 2.45 GHz dengan impedansi antena 56,86 Ω. Kata Kunci: Antena, mikrostrip, planar array. quadcopter.