Anggun Resdasari Prasetyo
Faculty Of Psychology, Diponegoro University, Indonesia

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : Jurnal EMPATI

HUBUNGAN ANTARA KEBAHAGIAAN DI TEMPAT KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PERAWAT BAGIAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Mustofa, Amastasia Candra; Prasetyo, Anggun Resdasari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.224 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebahagiaan di tempat kerja dengan kepuasan kerja. Subjek penelitian adalah perawat bagian rawat inap RSI Sultan Agung Semarang. Kebahagiaan di tempat kerja adalah perasaan karyawan berupa dapat menikmati pekerjaan dan perasaan senang berada di lingkungan kerja, baik secara individu maupun kelompok yang dapat meningkatkan kinerja karyawan. Sedangkan kepuasan kerja adalah sikap mengenai pekerjaannya sendiri yang dilihat melalui berbagai aspek pada industri atau organisasi yang diperoleh melalui evaluasi kinerjanya. Sampelmenggunakan teknik Cluster Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 143 perawat. Pengumpulan data dengan menggunakan dua skala model Likert yaitu Skala Kebahagiaan di Tempat Kerja (52 aitem) dan Skala Kepuasan Kerja (33 aitem). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar rxy=0,178 dengan nilai p= 0,033 (p<0,005). Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kebahagiaan di tempat kerja dengan kepuasan kerja pada perawat bagian rawat inap RSI Sultan Agung Semarang. Kebahagiaan di tempat kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 3,2% terhadap kepuasan kerja. Kata Kunci : kebahagiaan di tempat kerja, kepuasan kerja,  perawat bagian rawat inap
HUBUNGAN ANTARA OTONOMI KERJA (WORK AUTONOMY) DENGAN KEBAHAGIAAN KERJA (HAPPINESS AT WORK) PADA PENGRAJIN KAIN BATIK TULS DI PAGUYUBAN GIRILOYO YOGYAKARTA Aprilia, Adinda Elsa; Prasetyo, Anggun Resdasari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.995 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.24413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat hubungan antara work autonomy dengan happiness at work pada pengrajin kain batik tulis di Paguyuban Giriloyo Yogyakarta. Work Autonomy  merupakan suatu tingkat dimana suatu pekerjaaan dapat memberikan kebebasan, kemandirian, keleluasaan dalam menjadwalkan pekerjaan, dan keleluasaan dalam memilih metode ataupun cara yang akan digunakan untuk menjalankan pekerjaanny. Happiness at work merupakan suatu keadaan yang didalamnya terdapat perasaan positif yang membuat karyawan menjadi lebih loyal, kreatif, produktif, termotivasi, percaya diri serta mengelola dan memaksimalkan kerjanya. Populasi pada penelitian ini adalah 120 pengrajin kain batik tulis di Paguyuban Giriloyo Yogyakarta dan subjek didalam penelitian ini sebanyak 65 orang pengrajin batik. Teknik didalam penelitian ini menggunakan convenience sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala work autonomy (8 aitem, α =0,189 ) dan skala happiness at work (38 aitem, α = 0,159). Hasil analisis data di uji menggunakan uji Spearman’s Rho dengan menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,510 dan p = 0,000 ( p < 0,05). Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan antara work autonomy dengan happiness at work. Semakin positif work autonomy maka semakin tinggi happiness at work, begitu juga sebaliknya. Kata kunci : Work Autonomy, Happiness at Work, Pengrajin batik tulis.
HUBUNGAN ANTARA LEADER-MEMBER EXCHANGE (LMX) DAN KARYAWAN SUPPORTING PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK PLANT PALIMANAN CIREBON Khoerunnisa, Merlinda Sucihani; Prasetyo, Anggun Resdasari
Empati Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.78 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara leader-member exchange dan happiness at work pada karyawan supporting PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Plant Palimanan Cirebon. Leader-member exchange merupakan hubungan timbal balik antara atasan dan bawahan yang salingmemengaruhi satu sama lain. Sedangkan happiness at work adalah sebuah perasaan positif dirasakan oleh karyawan saat berada di tempat kerja yang dapat memaksimalkan potensi diri karyawan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang dengan teknik pengambilan data conveniencesampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi yaitu, skala leader-member exchange dan skala happiness at work. Skala leader-member exchange terdiri dari 47 aitem (α= 0,965) dan skala happiness at work terdiri dari 32 aitem (α.0,727). Metode analisis yang digunakan menggunakan analisis regresisederhana dengan hasil rxy = 0,517 dengan signifikansi korelasi p = 0,000 (p <0,05). Maka terdapat hubungan yang positif antara leader-member exchange dan happiness at work. Semakin tinggi leader-member exchange maka akan semakin tinggi happiness at work. leader-member exchange memberi sumbangan efektif sebesar 26,7% terhadap happiness at work, 73,3% faktor lainnya tidak diungkapkan pada penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN WORK-FAMILY ENRICHMENT PADA POLISI WANITA DI POLRESTABES SEMARANG Dewi, Irana; Prasetyo, Anggun Resdasari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018
Publisher : Jurnal EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.899 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan work-family enrichment pada polisi wanita di Polrestabes Semarang. Optimisme didefinisikan sebagai suatu keyakinan individu secara positif dalam menghadapi permasalahan di kehidupan, sementara itu work-family enrichment adalah kemampuan individu dalam menjalani perannya dalam pekerjaan dan keluarga yang saling berkontribusi positif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 125 polwan dengan sampel penelitian sebanyak 90 polwan. Karakteristik subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu polwan dengan masa dinas diatas 1 tahun yang telah menikah. Teknik sampling yang digunakan adalah convinience sampling. Penelitian ini menggunakan Skala Optimisme (29 aitem α=0,937) dan Skala Work-Family Enrichment (35 aitem α=0,968). Berdasarkan metode analisis regresi sederhana didapatkan bahwa rxy= 0,730 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara optimisme dengan work-family enrichment. Optimisme memberikan sumbangan efektif sebesar 53,3%.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI GAYA KEPEMIMPINAN RESONAN DENGAN BURNOUT PADA ANGGOTA KEPOLISIAN BRIGADIR MOBIL (BRIMOB) DETASEMEN A PELOPOR SUBDEN 2 SEMARANG Kurniadi, Irfan Ari; Prasetyo, Anggun Resdasari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.268 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23600

Abstract

Instansi Kepolisian selalu melakukan pergantian pemimpin yang berlangsung setiap periode kepemimpinan. Setiap calon pemimpin memiliki gaya dalam memimpin masing-masing. Salah satu tipe gaya kepemimpinan yang diterapkan adalah gaya kepemimpinan resonan dimana pemimpin mampu menggerakan orang-orang dikelompoknya dengan penuh gairah, kekuatan, ketegasan, dan empati. Persepsi negatif anggota akan gaya kepemimpinan resonan menjadikan stresor di lingkungan kerja yang menjurus terjadinya burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi gaya kepemimpinan resonan dengan burnout pada anggota Kepolisian Brigadir Mobil (Brimob) Detasemen A Pelopor Subden 2 Semarang. Subyek penelitian ini berjumlah 136 anggota. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Persepsi Gaya Kepemimpinan Resonan (32 aitem, α = 0,943) dan Skala Burnout (28 aitem,    α = 0,919) yang diujikan kepada 100 anggota. Analisis Spearman Rho menunjukan nilai rxy= -0,715 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan resonan dengan burnout. Artinya semakin positif persepsi gaya kepemimpinan resonan di instansi tersebut maka akan semakin rendah burnout yang dialami anggota kepolisian.
KEPRIBADIAN HONESTY-HUMILITY DAN PERILAKU IMPRESSION MANAGEMENT PADA KARYAWAN DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH Khairisa Ramadhani Primawestri; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.145 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15428

Abstract

Pegawai Negeri Sipil sedang menghadapi tuntutan penilaian kinerja berorientasi hasil dan perombakan struktur birokrasi. Perilaku Impression Management (IM) berfungsi sebagai perilaku political influence di mana karyawan berusaha mengendalikan penilaian terhadap dirinya untuk memengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi. Kepribadian honesty-humility sebagai salah satu faktor kepribadian baru dalam inventori HEXACO belum banyak ditinjau sebagai anteseden dari perilaku IM. Karakteristik honesty-humility mencakup sifat-sifat tulus, adil, rendah hati dan menjauhi ketamakan sehingga akan bekerjasama tanpa memanfaatkan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian honesty-humility dengan perilaku IM pada karyawan Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop-UMKM) Provinsi Jawa Tengah. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat korelasi negatif antara honesty-humility dengan perilaku IM. Subjek penelitian adalah 86 karyawan Dinkop-UMKM Provinsi Jawa Tengah dari populasi sebanyak 141 karyawan melalui simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu skala modifikasi Impression Management Scale (28 aitem; α = 0,953) serta skala modifikasi dari Skala Honesty-Humility dalam HEXACO Personality Inventory (29 aitem; α = 0,929). Hasil analisis regresi menunjukkan adanya korelasi negatif dan signifikan antara honesty-humility dengan perilaku IM pada karyawan Dinkop-UMKM (rxy = -0,515; p < 0,001). Honesty-Humility memberikan sumbangan efektif 26,6% terhadap perilaku IM yang menunjukkan bahwa perilaku IM ditentukan oleh interaksi faktor individu dengan faktor situasional dan organisasional.
HUBUNGAN ANTARA CITRA MEREK DENGAN LOYALITAS KONSUMEN PRODUK THE BODY SHOP PADA MAHASISWI UNIVERSITAS DIPONEGORO Dian Melisa; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.242 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan antara citra merek dengan loyalitas konsumen menggunakan produk The Body Shop pada mahasiswi Universitas Diponegoro. Citra merek merupakan pemahaman konsumen mengenai merek secara keseluruhan. Loyalitas konsumen diungkapkan melalui pembelian yang konsisten terhadap produk atau jasa sepanjang waktu disertai sikap yang baik untuk merekomendasikan orang lain. Subjek penelitian berjumlah 150 mahasiswi meliputi Fakultas Psikologi, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria yaitu mahasiswi yang menggunakan dan membeli produk The Body Shop lebih dari dua kali. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu Skala Citra Merek (36 aitem valid; α = 0,844) dan Skala Loyalitas Konsumen (26 aitem valid; α = 0,870). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho dapat disimpulkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara citra merek dengan loyalitas konsumen menggunakan produk The Body Shop pada mahasiswa Universitas Diponegoro, (r=0,600; p<0,001). Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitan ini dapat diterima
HUBUNGAN ANTARA HAPPINESS AT WORK DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN PT. TELKOM WITEL SEMARANG Dana Bestari; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.487 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara happiness at work  dengan organizational citizenship behavior  pada karyawan Telkom Witel Semarang.Happiness at work dapat diartikan sebagai keadaan dimana karyawan merasa senang saat bekerja yang ditandai dengan adanya emosi positif, keyakinan diri untuk dapat mencapai segala tujuan, dan disertai dengan pengembangan perilaku.Organizational Citizenship Behavior (OCB) dapat diartikan sebagai perilaku karyawan untuk berkontribusi melebihi tuntutan tugas yang telah ditetapkan dan dapat memberikan keuntungan bagi kelangsungan organisasi serta dilakukan secara sukarela. Populasi dalam penelitian ini adalah 105 karyawan tetap di Telkom Witel Semarang dengan sampel 60 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convinience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Happiness at Work (40 aitem, α = 0,941) dan Skala OCB (22 aitem, α = 0,884). Analisis Regresi Sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,583 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara happiness at work dengan OCB. Semakin semakin tinggi happiness at work  maka akan semakin OCB. Begitu pula sebaliknya, ketika happiness at work yang dimiliki rendah, maka akan semakin rendah pula OCB. Happiness at work memberikan sumbangan efektif sebesar 34% dan sisanya sebesar 66% ditentukkan oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DENGAN EMOTIONAL LABOR PADA KARYAWAN DENGAN JABATAN ACCOUNT MANAGER DI PT. X KOTA JAKARTA Faradina Restuning Palupi; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.893 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23419

Abstract

Emotional labor adalah pengelolaan emosi yang dilakukan oleh individu untuk menampilkan ekspresi emosi yang dibutuhkan sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan standar operasional perusahaan. Perceived organizational support merupakan suatu keyakinan individu mengenai seberapa besar organisasi menghargai kontribusi dan memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support dan emotional labor pada karyawan dengan jabatan account manager di PT. X Kota Jakarta. Sampel dalam penelitian ini merupakan pada karyawan dengan jabatan account manager di PT. X Kota Jakarta yang berjumlah 60 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah dua buah skala, yaitu Skala Emotional Labor (26 aitem valid dengan α= 0.903), dan Skala Perceived Organizational Support (41 aitem valid dengan α= 0.952). Berdasarkan analisis regresi sederhana diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perceived organizational support dengan emotional labor (Rxy = 0.553 dengan p = 0.000), sehingga dapat dikatakan semakin positif perceived organizational support maka semakin tinggi emotional labor individu. Perceived organizational support memberikan sumbangan efektif terhadap emotional labor sebesar 30.6% (R square= 0.306). Hasil tersebut menunjukkan bahwa account manager dalam melakukan emotional labor membutuhkan dukungan secara intrinsik dan ekstrinsik yang dapat meningkatkan performanya dan meniminalisir dampak dari proses pengelolaan emosi tersebut.
COPING TERHADAP STRESS KERJA PADA PERAWAT YANG PERNAH MENANGANI PASIEN HIV/AIDS Annisa Laras; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.649 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15216

Abstract

Perawat merupakan seseorang yang bekerja dengan beban kerja yang berat, ditambah adanya ketakutan tertular penyakit dari pasien. Penyakit HIV/AIDS dengan cara penularan melalui cairan tubuh manusia tentunya tidak dapat dihindari oleh perawat yang setiap harinya berhubungan dengan hal tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menjelaskan coping stress pada perawat ketika banyaknya tekanan yang muncul akibat beban kerja dan ketakutan tertular virus HIV/AIDS. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi dengan teknik Deskripsi Fenomena Individual (DFI). Pendekatan ini dipilih karena melihat bagaimana cara coping terhadap stres kerja yang digunakan oleh perawat. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur dengan kriteria subjek penelitian yaitu tiga orang perawat dengan latar belakang tugas pekerjaan yang berbeda yaitu perawat rawat inap (24), kepala keperawatan (49) dan perawat ruang operasi (23). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis coping yang sering digunakan subjek adalah emotion focus coping, subjek selalu mengingat motivasi dalam bekerja dan memanfaatkan waktu libur untuk keluarga disaat mengalami stres kerja.