Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategy to Increase the Effectiveness of Capacity Building Programs for Village-Owned Enterprises Sri Juni Woro Astuti; Arini Sulistyowati; Yanuar Fauzuddin
Ilomata International Journal of Management Vol 4 No 4 (2023): October 2023
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52728/ijjm.v4i4.933

Abstract

Various facts indicate that the capacity building program for Village Owned Enterprises (BUM Desa) is not yet optimal. The existence of BUM Desa which is spread in almost all villages in Indonesia, it turns out that only about 10% are active. Even though the Indonesian Government really hopes that the existence of Bum Desa will be able to accelerate the economic recovery of village communities after the Covid-19 pandemic. Therefore this study aims to find alternative strategies for more effective capacity building programs. The research method used is qualitative. This study took samples from three villages in East Java. Data collection through in-depth interviews, observation, FGD and documentation. The results of the study show that the three BUM Desa have not implemented modern and professional management. This indicates that the capacity building program that has been implemented has not been running effectively, so it is necessary to look for alternative strategies that can increase the effectiveness of the capacity building program. The results of the study identified village local wisdom values that could be synergized in the management of BUM Desa and received support from all stakeholders, especially the community. Finally, this research recommends that the implementation of capacity building programs for village governments be synergized with local wisdom values.
PROGRAM PENDAMPINGAN DESA MELALUI PENATAAN ADMINISTRASI DI DESA SIDOWUNGU SULISTYOWATI, ARINI; Supriyanto, Supriyanto; Woro Astuti, Sri Juni; Rahmawati, Nur; Hanzana Kasmani, Dwi Olga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2077

Abstract

Peningkatan kompetensi aparatur desa melalui pelatihan-pelatihan menjadi suatu keharusan dan sebagai agenda utama dalam pembangunan dikarenakan instansi pemerintah baik di pusat hingga daerah memiliki peran yang strategis dan sebagai kunci keberhasilan pembangunan desa di Indonesia. Komitmen salah satu Tri Dharma Perguruan tinggi melaksanakan pengabdian kepada masyarakat “Program Pendampingan Desa melalui Penataan Administrasi dan Pembuatan Monografi di Desa Sidowungu Kecamatan Menganti Gresik”. Permasalahan berangkat dari mayoritas desa tidak memiliki data monografi up to date dan sistem pengadministrasian yang belum tertata termasuk kurangnya melihat perkembangan potensi desa, data dasar keluarga, sumber daya manusia, kelembagaan, prasarana dan sarana serta perkembangan kemajuan dan permasalahan desa masih belum lengkap diperbarui dan minimnya kemampuan dan ketrampilan aparatur desa mengoperasikan perangkat lunak komputer (microsoft office) berdampak lambatnya penyampaian laporan dan proses layanan. Penyelesaian persoalan tersebut diberikan pelatihan komputer dan pendampingan pembuatan monografi dan penataan administrasi desa dengan menerapkan software birokrasi dalam menyelesaikan dan mengatasi persoalan tersebut. Pengembangan aparatur desa terdorong dan memberi dampak pelayanan ditingkatkan lebih baik memudahkan dan tepat sasaran ke masyarakat. Target luaran kegiatan adalah peserta pelatihan diberikan bekal mengoperasikan komputer, pemanfaatan komputer dan internet dapat meningkatkan kompetensi dan memperbaiki kualitas pelayanan dan pembuatan monografi desa
Framework for Gender Responsive and Disability Inclusion in East Java Public Transportation under the Astacita Mandate Arini Sulistyowati; Dwi Hardaningtyas; Novita Maulida Ikmal; Wahyu Siti Solikha; Rurin Shahrani
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.4125

Abstract

 Public transportation is a fundamental right for all citizens, particularly for persons with disabilities and other vulnerable groups. Although transportation infrastructure in East Java has seen continuous improvement, numerous transit modes remain inaccessible to these demographics. Consequently, an evaluation framework for inclusive public transportation is critical to ensure public accountability, advance the Sustainable Development Goals (SDGs), align with the fourth point of Astacita, and provide a diagnostic tool to guide systemic and infrastructural upgrades. This study employs a mixed-methods approach to comprehensively assess public transport inclusivity across Surabaya City, Gresik Regency, Sidoarjo Regency, and Madiun City. Data were gathered through semi-structured interviews and validated using triangulation analysis. The findings emphasize the necessity of a comprehensive evaluation framework that integrates physical accessibility, information dissemination, service quality, and policy dimensions. While the proposed framework aims to serve as a standardized assessment tool for improving transport inclusivity in East Java, this study reveals a critical gap: the current absence of a specific framework grounded in local primary data, regional context, participatory approaches, and intermodal integration. Addressing this gap requires local governments and service providers to proactively identify core issues and formulate data-driven strategic solutions.Transportasi publik merupakan hak dasar bagi seluruh warga negara, tak terkecuali penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Meskipun infrastruktur transportasi publik di Jawa Timur terus mengalami peningkatan, banyak moda transportasi yang hingga kini belum menyediakan aksesibilitas yang memadai. Oleh karena itu, sebuah framework (kerangka) evaluasi inklusivitas transportasi publik sangat krusial sebagai wujud akuntabilitas publik, dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta keselarasan dengan poin keempat Astacita. Framework ini juga berfungsi sebagai instrumen diagnostik untuk menilai penerapan prinsip inklusivitas sekaligus menjadi landasan dalam perbaikan sistem maupun sarana prasarana penunjang. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed-methods) untuk membedah secara komprehensif tingkat inklusivitas transportasi publik di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Madiun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang kemudian divalidasi dengan analisis triangulasi. Hasil penelitian menegaskan urgensi adanya kerangka evaluasi komprehensif yang mengintegrasikan aspek aksesibilitas fisik, sistem informasi, kualitas layanan, dan dimensi kebijakan. Meskipun framework yang diusulkan ini diproyeksikan menjadi standar pengukuran inklusivitas di Jawa Timur, temuan di lapangan menunjukkan bahwa kerangka spesifik yang berakar pada data primer lokal, kontekstualisasi wilayah, pendekatan partisipatif, dan integrasi antarmoda masih belum tersedia. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah beserta penyedia layanan untuk secara proaktif mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi strategis yang digerakkan oleh data (data-driven).