Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Sulistina Peran Pojok Baca, Sumber Literasi, Keterampilan Menyimak : Peran Pojok Baca, Sumber Literasi, Keterampilan Menyimak Sulistina Sulistina; Moh. Rudini; Hamna Hamna; Sulistina Sulistina; Moh. Rudini; Hamna Hamna
Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah (JURMIA) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jurmia.v6i1.3445

Abstract

The reading corner is a supporting program for the School Literacy Movement (GLS). SDN 1 Tinigi is one of the schools that has provided a reading corner, but its use is still limited to the habituation stage. This is the background for this research to be conducted with the aim of describing (1) The role of the reading corner as a source of literacy in improving the listening skills of 5th grade students of SDN 1 Tinigi, (2) Supporting and inhibiting factors in implementing the reading corner for 5th grade students of SDN 1 Tinigi. Using a mixed method approach with data collection through observation, interviews and documentation shows that the reading corner plays a role as a source of literacy in improving listening skills as seen from the large number of 5th grade students of SDN 1 Tinigi getting good grades. Acting as a source of literacy, the reading corner has 4 roles, namely as a facility for students to read in class, as a provider of nearby reading materials for students, as a comfortable place for students to read and as an interesting place for students to read. The supporting factor for implementing the reading corner in 5th grade students of SDN 1 Tinigi is that it is updated regularly. Meanwhile, the inhibiting factor in implementing the reading corner in class 5 of SDN 1 Tinigi is the students' low interest in reading.
PENERAPAN METODE MONTESSORI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PERMULAAN MENGGUNAKAN TEKNIK TRACING THE DOT DI SEKOLAH DASAR Ilmawati najib; Hamna Hamna; Hasia Marto
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 9 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v9i2.4154

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari masih rendahnya keterampilan menulis permulaan pada siswa SDN Sandana. Para siswa menghadapi kesulitan dalam membentuk huruf dan menyalin tulisan, yang berdampak negatif terhadap hasil belajar mereka. Dengan demikian, penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis permulaan dengan penerapan metode Montessori menggunakan media gambar dan teknik tracing the dot. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengikuti model Kemmis dan Mc. Taggart, terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Untuk mengumpulkan data, digunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi, dengan instrumen yang mencakup lembar observasi, pre-test, post-test, LKPD, dan modul ajar. Subjek penelitian melibatkan seluruh siswa kelas 1 SDN Sandana, berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menulis permulaan. Hasil pre-test memperlihatkan ketuntasan sebesar 22% dengan nilai rata-rata awal sebesar 55, pada post-test siklus I, tingkat ketuntasan meningkat menjadi 70% dengan nilai rata-rata sebesar 78. Selanjutnya, pada post-test siklus II, tingkat ketuntasan mencapai 100% dengan rata-rata nilai 90. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode Montessori dengan teknik tracing the dot terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis permulaan siswa, baik dari segi kognitif maupun psikomotorik.
ANALISIS PERBEDAAN KURIKULUM 2013 DAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SD NEGERI 6 TAMBUN Hamna Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Desi Novianti; Harmania Harmania; Ade Novita
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 Edisi April 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i2.92

Abstract

Saat ini pendidikan mencakup pada kurikulum 2013 dan Merdeka Belajar. Tujuan dari kurikulum ini adalah meningkatkan sumber daya manusia dan kualitas pendidikan di Indonesia. Diterapkan mulai dari pendidikan dasar hingga tinggi, sehingga setiap jenjang pendidikan memiliki peran penting dalam keberhasilan program-program ini. Tujun dilakukannya penilitian observasi di SD Negeri 6 Tambun tentang perbedan antara kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka mungkin melibatkan eksplorasi mendalam terhadap implementasi kedua kurikulum tersebut ditingkat sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dengan pendekatan kualitatif.
KEEFEKTIVAN PENGAJARAN KELAS INTERAKTIF DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI KALIMAT DI KELAS 4 SDN 6 TAMBUN Hamna Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Marshanda Intan Handayani; Zulkivli J. Ali; Winda Araroh
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 Edisi April 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i2.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektivan pengajaran kelas interaktif dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas 4 SDN 6 Tambun dalam memahami kalimat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Survei pra-penelitian dilakukan untuk mengumpulkan data tentang pengalaman, persepsi, dan keyakinan siswa terkait metode pembelajaran sebelum implementasi pengajaran kelas interaktif. Setelah itu, pengajaran kelas interaktif dilaksanakan dengan melibatkan berbagai aktivitas interaktif seperti diskusi kelompok, tanya jawab, dan penerapan langsung konsep kalimat dalam konteks nyata. Survei pasca-penelitian dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengajaran kelas interaktif terhadap pemahaman kalimat siswa. Data survei pasca-penelitian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis statistik sederhana untuk mengukur keberhasilan pengajaran kelas interaktif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa bahwa pengajaran kelas interaktif telah membantu mereka memahami kalimat dengan lebih baik, meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan kalimat, dan meningkatkan motivasi mereka untuk belajar bahasa Indonesia. Kesimpulannya, pengajaran kelas interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas 4 SDN 6 Tambun dalam memahami kalimat.
The Effectiveness of Jigsaw Learning Model by Using Numbered Cards: Strategy for Increasing Mathematics Learning Motivation Students in Elementary School Muh. Khaerul Ummah BK; Hamna Hamna
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 4 No. 1 (2021): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v4i1.1765

Abstract

This study aims to increase the motivation of learning mathematics in elementary school through the implementation of the Jigsaw learning model based on the use of numbered cards as an effective strategy to increasing students’ motivation to learn mathematics by involving research samples of 52 students.  this study analyzed using a descriptive quantitative approach with Quasi Experiment Nonequivalent Control Group Design. Collecting research data using instruments such as teacher and student observation sheets and questionnaire instruments that have been validated by expert validators. The results of this study indicate that the students’ motivation in the experimental class is better than the control class, with evidence that there has been an increase in the learning process which has an impact on increasing students’ motivation to learn mathematics consistently from the first meeting to the third meeting with the good assessment categories.   the results of this study are that the use of numbered cards makes it easier to organize students’ group learning activities through the implementation of the Jigsaw learning model, stimulates the development of students learning concentration, and is even more enthusiastic for students to be actively involved in completing their learning tasks.
Efektivitas Penggunaan Multimedia Interaktif terhadap Hasil Belajar Project Pembelajaran IPA pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Sekolah Dasar Hamna Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Stevani Charolina Labang; Nur Fadila Rusli; Putri Cantika
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1182

Abstract

Urgensi penelitian adalah rendahnya hasil belajar IPA pada materi tata surya sehingga diperlukan penggunaan multimedia interaktif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa kelas V di SDN 10 Tolitoli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan multimedia interaktif dalam mendukung penyelesaian proyek siswa pada materi Tata Surya pada siswa kelas V di SDN 10 Tolitoli. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan pembelajaran IPA yang lebih menarik dan kontekstual, khususnya terkait topik Tata Surya yang memerlukan visualisasi konkret untuk memudahkan pemahaman siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes (pretest dan posttest) untuk mengukur pemahaman konsep, lembar observasi untuk memantau keterlibatan belajar siswa, rubrik penilaian proyek untuk menilai model atau presentasi Tata Surya, serta angket untuk mengukur respon siswa terhadap penggunaan multimedia interaktif. Sampel penelitian diambil secara total sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan skor hasil belajar dan statistik inferensial melalui uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 untuk menguji perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Keabsahan data dalam penelitian ini didukung melalui penggunaan instrumen yang terstruktur (rubrik dan lembar observasi) serta uji asumsi prasyarat berupa uji normalitas Shapiro-Wilk untuk memastikan data berdistribusi normal sebelum dilakukan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif secara signifikan meningkatkan kualitas proyek siswa, terutama pada aspek kreativitas visual, pemahaman konsep posisi dan gerak benda langit, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, siswa memberikan respon yang sangat positif terhadap penggunaan multimedia interaktif dalam pembelajaran Tata Surya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dan kualitas proyek pada materi Tata Surya di sekolah dasar.
PENERAPAN ANALISIS MISKONSEPSI SISWA KELAS 4 PADA MATERI GAYA & GERAK MELALUI PENDEKATAN TWO TIER TEST Hamna Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Miranti Miranti; Muliyani Muliyani; Dina Aulia
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/eduproxima.v8i3.9632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa Sekolah Dasar pada materi gaya dan gerak menggunakan instrumen two-tier test. Two-tier test digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa secara lebih mendalam dengan mengungkap alasan di balik jawaban mereka. Two Tier Test terdiri dari dua bagian, pilihan ganda untuk menguji pemahaman konsep dan pertanyaan alasan untuk menggali cara berpikir siswa. Penelitian ini melibatkan 11 siswa kelas 5 di MI DDI Teluk Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48% siswa mengalami miskonsepsi pada beberapa subkonsep, terutama pada materi gaya dan hubungan antara gaya dan gerakan benda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan instrumen diagnostik dua tingkat dalam pembelajaran IPA untuk mengungkap miskonsepsi secara lebih akurat dan mendalam. Hasil ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pembelajaran remediatif berbasis konflik kognitif. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk mengatasi miskonsepsi siswa dan meningkatkan pemahaman konsep gaya dan gerak di tingkat SD.
OPTIMALISASI PROGRAM BIMBEL LITERASI SEBAGAI STRATEGI MENGURANGI KESULITAN MEMBACA DI SEKOLAH DASAR Nurhalisa Nurhalisa; Moh Wahyudi; Hamna Hamna; Theopilus C Motoh
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i2.1242

Abstract

Pendidikan di Indonesia terus mengalami perkembangan, namun masih menghadapi tantangan serius, khususnya rendahnya kemampuan literasi di kalangan siswa sekolah dasar. Data internasional seperti PISA 2019 menunjukkan skor membaca Indonesia berada di peringkat bawah, yang diperkuat oleh survei literasi lainnya. Rendahnya minat baca dan keterampilan membaca dasar berdampak langsung pada keberhasilan pembelajaran dan mutu pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa sekolah dasar melalui program bimbingan belajar literasi yang dilaksanakan di Desa Bambapun, khususnya pada peserta didik SDN 1 dan SDN 3 Bambapun. Metode yang digunakan adalah bimbingan belajar (bimbel) dengan pendekatan individual, kreatif, dan sistematis. Program dilaksanakan selama satu minggu dengan tiga kali pertemuan yang dilaksanakan selepas salat Magrib di posko KKN desa Bambapun, menggunakan fasilitas sederhana berupa ruangan dan buku bacaan siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan membaca siswa, baik dari aspek teknis, kelancaran, maupun pemahaman bacaan. Selain itu, terjadi peningkatan motivasi dan minat baca siswa yang diperkuat oleh dukungan orang tua dan guru. Dengan demikian, program bimbel literasi terbukti efektif dalam mengurangi kesulitan membaca dan dapat dijadikan strategi alternatif untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar di Indonesia.
DILEMATISM: PRINCIPAL’S MANAGERIAL STRATEGIES IN REALIZING THE COVID-19 VACCINATION PROGRAM IN ELEMENTARY SCHOOL Hamna Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK
Jurnal Madako Education Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jme.v7i1.214

Abstract

The factor of guaranteeing safety from the dangers of Covid-19 will affect the accessibility of children's education services in elementary schools. This study aims to reveal the facts behind the role of school principals in an effort to realize government policies related to the Covid-19 vaccination program in elementary schools which are still reaping controversy among parents/guardians of students. The research approach used is a qualitative descriptive expost facto analysis with research respondents including principals at the elementary school level/equivalent throughout the district. Tolitoli and parents/guardians of students. The focus of the research specifically covers all private schools at the elementary/equivalent level in Kab. Tolitoli, totaling 26 schools. The results showed: (a) There were 12 schools that had socialized the vaccination policy in their education units (46.15%); (b) There are 8 schools that are still in doubt (30.77%); and (c) There are 6 schools that have not socialized (23.08%). The strategies implemented by the school principal include: (1) a strategy for socializing the safe Covid-19 vaccination program by presenting the principal and his staff, medical personnel, and parents/guardians of students; (2) Situation analysis and evaluation of safe vaccination programs for children; (3) The principal as a motivator. The dilemma of the level of distrust of parents/guardians of the safety guarantee for the effectiveness of their child's vaccination is 88.73% taking into account the character of the child being underage and 11.27% responding favorably to the implementation of the policy
PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN Karmila Risa Rahmawati; Hamna Hamna; Zulfahreza Zulfahreza; Arham Rahim
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i3.1126

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun modul ajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Kegiatan pelatihan penyusunan modul ajar dilaksanakan di SD Negeri 5 Bangkir pada tanggal 23 Juli 2025 dengan melibatkan guru-guru sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam dua tahap, yaitu penyampaian materi terkait konsep dan komponen modul ajar serta praktik langsung penyusunan modul ajar secara mandiri dan berkelompok. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama kegiatan berlangsung dan wawancara dengan guru peserta pelatihan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan dampak kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi guru. Guru memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai struktur dan komponen modul ajar, perumusan tujuan pembelajaran menggunakan rumus ABCD, serta integrasi Profil Pelajar Pancasila dalam perencanaan pembelajaran. Dampak paling nyata terlihat pada meningkatnya rasa percaya diri guru dalam menyusun modul ajar secara mandiri serta kemampuan menerapkan hasil pelatihan secara langsung dalam perencanaan pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi profesional guru dan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.