Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sulistina Peran Pojok Baca, Sumber Literasi, Keterampilan Menyimak : Peran Pojok Baca, Sumber Literasi, Keterampilan Menyimak Sulistina Sulistina; Moh. Rudini; Hamna Hamna; Sulistina Sulistina; Moh. Rudini; Hamna Hamna
Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah (JURMIA) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jurmia.v6i1.3445

Abstract

The reading corner is a supporting program for the School Literacy Movement (GLS). SDN 1 Tinigi is one of the schools that has provided a reading corner, but its use is still limited to the habituation stage. This is the background for this research to be conducted with the aim of describing (1) The role of the reading corner as a source of literacy in improving the listening skills of 5th grade students of SDN 1 Tinigi, (2) Supporting and inhibiting factors in implementing the reading corner for 5th grade students of SDN 1 Tinigi. Using a mixed method approach with data collection through observation, interviews and documentation shows that the reading corner plays a role as a source of literacy in improving listening skills as seen from the large number of 5th grade students of SDN 1 Tinigi getting good grades. Acting as a source of literacy, the reading corner has 4 roles, namely as a facility for students to read in class, as a provider of nearby reading materials for students, as a comfortable place for students to read and as an interesting place for students to read. The supporting factor for implementing the reading corner in 5th grade students of SDN 1 Tinigi is that it is updated regularly. Meanwhile, the inhibiting factor in implementing the reading corner in class 5 of SDN 1 Tinigi is the students' low interest in reading.
PENERAPAN METODE MONTESSORI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PERMULAAN MENGGUNAKAN TEKNIK TRACING THE DOT DI SEKOLAH DASAR Ilmawati najib; Hamna Hamna; Hasia Marto
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 9 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v9i2.4154

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari masih rendahnya keterampilan menulis permulaan pada siswa SDN Sandana. Para siswa menghadapi kesulitan dalam membentuk huruf dan menyalin tulisan, yang berdampak negatif terhadap hasil belajar mereka. Dengan demikian, penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis permulaan dengan penerapan metode Montessori menggunakan media gambar dan teknik tracing the dot. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengikuti model Kemmis dan Mc. Taggart, terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Untuk mengumpulkan data, digunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi, dengan instrumen yang mencakup lembar observasi, pre-test, post-test, LKPD, dan modul ajar. Subjek penelitian melibatkan seluruh siswa kelas 1 SDN Sandana, berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menulis permulaan. Hasil pre-test memperlihatkan ketuntasan sebesar 22% dengan nilai rata-rata awal sebesar 55, pada post-test siklus I, tingkat ketuntasan meningkat menjadi 70% dengan nilai rata-rata sebesar 78. Selanjutnya, pada post-test siklus II, tingkat ketuntasan mencapai 100% dengan rata-rata nilai 90. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode Montessori dengan teknik tracing the dot terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis permulaan siswa, baik dari segi kognitif maupun psikomotorik.
ANALISIS PERBEDAAN KURIKULUM 2013 DAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SD NEGERI 6 TAMBUN Hamna Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Desi Novianti; Harmania Harmania; Ade Novita
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 Edisi April 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i2.92

Abstract

Saat ini pendidikan mencakup pada kurikulum 2013 dan Merdeka Belajar. Tujuan dari kurikulum ini adalah meningkatkan sumber daya manusia dan kualitas pendidikan di Indonesia. Diterapkan mulai dari pendidikan dasar hingga tinggi, sehingga setiap jenjang pendidikan memiliki peran penting dalam keberhasilan program-program ini. Tujun dilakukannya penilitian observasi di SD Negeri 6 Tambun tentang perbedan antara kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka mungkin melibatkan eksplorasi mendalam terhadap implementasi kedua kurikulum tersebut ditingkat sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dengan pendekatan kualitatif.
KEEFEKTIVAN PENGAJARAN KELAS INTERAKTIF DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI KALIMAT DI KELAS 4 SDN 6 TAMBUN Hamna Hamna; Muh. Khaerul Ummah BK; Marshanda Intan Handayani; Zulkivli J. Ali; Winda Araroh
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 Edisi April 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i2.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektivan pengajaran kelas interaktif dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas 4 SDN 6 Tambun dalam memahami kalimat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Survei pra-penelitian dilakukan untuk mengumpulkan data tentang pengalaman, persepsi, dan keyakinan siswa terkait metode pembelajaran sebelum implementasi pengajaran kelas interaktif. Setelah itu, pengajaran kelas interaktif dilaksanakan dengan melibatkan berbagai aktivitas interaktif seperti diskusi kelompok, tanya jawab, dan penerapan langsung konsep kalimat dalam konteks nyata. Survei pasca-penelitian dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengajaran kelas interaktif terhadap pemahaman kalimat siswa. Data survei pasca-penelitian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis statistik sederhana untuk mengukur keberhasilan pengajaran kelas interaktif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa bahwa pengajaran kelas interaktif telah membantu mereka memahami kalimat dengan lebih baik, meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan kalimat, dan meningkatkan motivasi mereka untuk belajar bahasa Indonesia. Kesimpulannya, pengajaran kelas interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas 4 SDN 6 Tambun dalam memahami kalimat.
The Effectiveness of Jigsaw Learning Model by Using Numbered Cards: Strategy for Increasing Mathematics Learning Motivation Students in Elementary School Muh. Khaerul Ummah BK; Hamna Hamna
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 4 No. 1 (2021): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v4i1.1765

Abstract

This study aims to increase the motivation of learning mathematics in elementary school through the implementation of the Jigsaw learning model based on the use of numbered cards as an effective strategy to increasing students’ motivation to learn mathematics by involving research samples of 52 students.  this study analyzed using a descriptive quantitative approach with Quasi Experiment Nonequivalent Control Group Design. Collecting research data using instruments such as teacher and student observation sheets and questionnaire instruments that have been validated by expert validators. The results of this study indicate that the students’ motivation in the experimental class is better than the control class, with evidence that there has been an increase in the learning process which has an impact on increasing students’ motivation to learn mathematics consistently from the first meeting to the third meeting with the good assessment categories.   the results of this study are that the use of numbered cards makes it easier to organize students’ group learning activities through the implementation of the Jigsaw learning model, stimulates the development of students learning concentration, and is even more enthusiastic for students to be actively involved in completing their learning tasks.