Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Trinitas Sebagai Persekutuan Perspektif Leonardo Boff Bagi Komunitas Basis Gerejawi Wenger, Agustinus R; Punda Panda, Herman
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 7 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v7i1.522

Abstract

Trinitas merupakan sentrum dari teologi kristiani, dan juga pusat hidup beriman Gereja. Sebagai pusat hidup Gereja, iman kepada Allah yang Trinitas bukan sekadar doktrin yang wajib diterima, melainkan perlu penerapan konkret dalam hidup Gereja. Leonardo Boff melihat Allah Trinitas sebagai satu persekutuan kasih dari pribadi-pribadi Ilahi (Bapa–Putera–Roh Kudus). Persekutuan Trinitas tersebut, menurut Boff, adalah model ideal dari persekutuan umat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk membahas relevansi dari konsep Allah Trinitas menurut Boff bagi Komunitas Basis Gerejawi (KBG). Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menerapkan analisis isi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah pemahaman atas KBG sebagai ranah perwujudan konkret dari persekutuan Trinitas. Karena itu, sebagai komunitas basis, semua anggota mengimitasi hubungan kasih Trinitas sehingga memiliki kesederajatan dan persekutuan kasih di dalam komunitas tersebut.
Misi Fransiskus Palau “Pelayanan Kepada Gereja sebagai Tubuh Mistik” Bagi Para Suster Carmelite Missionaries Boe, Maria Roswita; Panda, Herman Punda; Naif, Oktovianus
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 7 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v7i2.576

Abstract

Misi merupakan elemen esensial dalam tradisi Gereja yang berakar pada misi inklusif Yesus, mencerminkan kasih dan keadilan Allah. Adanya tantangan modern seperti relativisme dan dominasi teknologi, komunitas hidup bakti perlu meninjau kembali semangat pendiri mereka agar misi dan spiritualitas tetap relevan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis tulisan Beato Fransiskus Palau dan Konstitusi para Suster Carmelite Missionaries, bertujuan menggali ajaran teologis dan praktik spiritual mereka. Fokus penelitian  adalah teologi misi Beato Fransiskus Palau, "Misteri Persatuan: Mencintai Tuhan dan Sesama," serta penerapannya dalam kehidupan para suster Carmelite Missionaries dalam menghadapi tantangan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa misi Beato Fransiskus Palau menekankan cinta kepada Gereja sebagai anggota Tubuh Mistik Kristus melalui integrasi cinta kepada Tuhan dan sesama, serta keseimbangan antara kontemplasi dan pelayanan. Kesimpulannya, bagi Beato Fransiskus Palau, misi Kristiani melibatkan gabungan pelayanan aktif dan kehidupan kontemplatif, di mana para suster dan setiap kaum beriman diharapkan mengintegrasikan kasih dalam doa, iman, dan pelayanan untuk mencerminkan kasih ilahi di dunia.
Sosialisasi Perkawinan Katolik Tinjauan Hukum Kanonik dan Moral Perkawinan bagi OMK Santo Kristiforus Matani- Kupang Subani, Yohanes; Naif, Oktovianus; Panda, Herman Punda; Metan, Desiderius; Boe, Maria Roswita; Turu, Dede
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6123

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membentuk kesadaran kritis kaum muda Katolik terhadap hakikat perkawinan Katolik dari perspektif Hukum Gereja dan Moralitas, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital yang dapat melemahkan kesatuan dan komitmen pasangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan kaum muda secara aktif dalam seluruh proses kegiatan, mulai dari koordinasi, sosialisasi, perencanaan hingga pelaksanaan berupa pendalaman materi dan diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai sakramental perkawinan, khususnya mengenai sifat monogami dan ketakterceraikan (Kanon 1056–1057), tujuan utama perkawinan seperti kesejahteraan pasangan dan prokreasi, serta pentingnya komitmen dan tanggung jawab moral dalam hidup berkeluarga. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi para pengurus Gereja yang ikut terlibat, dengan munculnya semangat untuk mengevaluasi kehidupan keluarga mereka dalam terang ajaran Gereja. Simpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif dalam pembinaan kaum muda terbukti efektif dalam menanamkan pemahaman teologis yang kontekstual, sekaligus menjadi sarana transformatif untuk memperkuat nilai kesetiaan dan tanggung jawab dalam hidup perkawinan di tengah pengaruh budaya digital masa kini.
KATEKESE TENTANG HAKIKAT PERKAWINAN KATOLIK BAGI KELOMPOK ANGGOTA LEGIO MARIA, PAROKI ST. FILOMENA – TIMOR, NTT: UPAYA EDUKASI MENGURANGI KOHABITASI Panda, Herman Punda; Silab, Theodorus; Kowe, Petrus Thomas Sama
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i3.5475

Abstract

Fenomena meningkatnya pasangan muda yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan sah (kohabitasi) di Paroki St. Filomena, Mena, Kabupaten Timor Tengah Utara, menjadi tantangan serius bagi nilai-nilai kesucian perkawinan Katolik. Padahal Gereja Katolik menegaskan bahwa perkawinan adalah sakramen yang suci, monogamis, dan tidak terceraikan. Untuk mengatasi permasalahan ini, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan bekerja sama dengan Paroki St. Filomena, melibatkan 45 anggota Legio Maria sebagai mitra utama. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman umat tentang hakikat perkawinan Katolik melalui katekese partisipatif. Metode pelaksanaan mencakup survei awal untuk memetakan permasalahan, penyusunan materi tentang sakramentalitas dan nilai-nilai perkawinan, penyampaian katekese interaktif melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta tentang hakikat perkawinan Katolik dari 50–78% sebelum kegiatan menjadi 86–100% setelah kegiatan. Selain itu, peserta menyatakan kesediaannya untuk menjadi agen perubahan di komunitas mereka dalam menyosialisasikan nilai-nilai perkawinan Katolik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan katekese partisipatif efektif meningkatkan pemahaman umat mengenai sakramentalitas dan kesucian perkawinan, sekaligus memberikan landasan teologis yang kuat bagi penguatan keluarga Katolik di tengah tantangan budaya dan sosial masyarakat moderen.
Politik Kreatif Ala Presiden Jokowi (Analisis Berdasarkan Habitus, Modal dan Ranah Perspektif Pierre Felix Bourdieu) Zerri, Mario Venerial Umbu; Jegalus, Norbertus; Kosat, Oktovianus; Punda Panda, Herman
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 3 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (Maret - April 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i3.1847

Abstract

Politik kreatif menjadi salah satu pilihan terbaik bagi para pemimpin khususnya di Indonesia dalam memenangkan kepercayaan masyarakat. Politik kreatif menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pesan-pesan politik. Hal ini menunjukkan bahwa politik kreatif memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri. Presiden Jokowi juga menggunakan politik kreatif selama masa pemerintahannya. Objek penelitian ini adalah politik kreatif Presiden Jokowi. Tujuannya untuk mengetahui kekhasan dari politik kreatif yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Metode yang digunakan adalah kepustakaan dan dibantu dengan data-data yang penting dari berita online. Teori dasar yang digunakan adalah konsep habitus, modal dan ranah perspektif Pierre Felix Bourdieu. Maka judul penelitian ini adalah “Politik Kreatif Presiden Jokowi (Analisis Berdasarkan Habitus, Modal dan Ranah Perspektif Pierre Bourdieu)”. Dari penelitian ini ditemukan bahwa Jokowi dapat berpolitik secara kreatif karena memiliki kemampuan menafsir atau membaca situasi secara baik. Dengan kemampuan tersebut, Jokowi bisa menyampaikan pesan-pesan politik secara kreatif.  
Umat Katolik Sumba di Tengah Himpitan Tradisi dan Kepercayaan Marapu: Menyimak dan Menemukan Upaya Pastoral untuk Menumbuhkan Pengetahuan Iman Umat Katolik Sumba Si, Stefanus; Panda, Herman Punda; Sudiharsa, Raymundus I Made
Media: Jurnal Filsafat dan Teologi Vol. 5 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53396/media.v5i1.219

Abstract

The article discusses the pastoral challenges of the Sumba Catholic Church regarding the Catholics who still maintain their cultural traditions, namely the Merapu culture. This group of Catholics seems to be in a crush of culture and the Catholic faith. By using qualitative research methods, this paper aims to identify the pastoral problems faced by Catholics bound by the Merapu tradition, and then find appropriate pastoral solutions for the development of the Catholic faith. The author found that the fundamental pastoral problem is the lack of understanding of the Catholic faith among this group of people. Therefore, the author offers pastoral solutions to this problem, such as increasing the catechesis of the people, empowering the family as the first school of faith, and strengthening reliable lay pastoral ministers. In addition, inculturation of the Catholic faith plays an important role in strengthening the Catholic faith without uprooting them from their cultural roots.
Filosofi Perkawinan Adat Sumba: Studi Komparatif Antara Teda dan Kan. 1055 §1 KHK 1983 Umbu Zerri, Mario Venerial; Kapitan, Antonius; Panda, Herman Punda
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i2.1716

Abstract

The oral tradition of teda is a culture prevalent in traditional marriages on Sumba Island. This research aims to explore the philosophy of traditional marriage of Sumba people through traditional poetry. The research method used is literature and comparative studies as well as in-depth interviews to obtain data on traditional poetry.It was found that the philosophy contained in traditional poetry is the principle of covenant, loyalty, sacredness, obtaining offspring and validity in front of many people. The results of this study can be a reference for anyone interested in exploring the traditional marriage of the Sumba community.
Panggilan Perempuan Perspektif Edith Stein dan Relevansinya bagi Kehidupan Gereja Katolik Masa Kini Kowe, Petrus Thomas Sama; Punda Panda, Herman; Naif, Oktovianus
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 8 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v8i2.622

Abstract

This article examines the calling of women from the perspective of Edith Stein and its relevance to contemporary church life. Despite the significant contributions women have made throughout the history of the church, they are often marginalised in leadership roles and active participation. This research aims to explore Stein's thoughts on the identity and role of women to address the challenges faced by women within the Catholic Church. Drawing on literature studies and a comprehensive analysis of Stein's works, this article demonstrates that an understanding of women's experiences and callings can enrich pastoral and theological practices. This study aims to connect Stein's philosophical insights with contemporary gender issues and provides practical recommendations for enhancing the voice and role of women in ecclesiastical life. Consequently, the article contributes to the discourse on gender justice within the contexts of theology and pastoral care, while providing a fresh perspective on the role of women in the church's mission in the modern era. The conclusion drawn is that Stein's thought remains relevant and can be applied to foster a more inclusive environment for women within church communities. AbstrakArtikel ini mengkaji panggilan perempuan dari perspektif Edith Stein dan relevansinya bagi kehidupan Gereja Katolik masa kini. Meskipun perempuan memiliki kontribusi signifikan dalam sejarah gereja, mereka seringkali terpinggirkan dalam peran kepemimpinan dan partisipasi aktif. Tujuan penelitian ini adalah mendalami pemikiran Stein tentang identitas dan peran perempuan sebagai solusi untuk menjawabi tantangan yang dihadapi perempuan dalam Gereja Katolik. Dengan menerapkan metode studi pustaka, dan analisis mendalam terhadap karya-karya Stein, artikel ini menunjukkan bahwa pemahaman akan pengalaman dan panggilan perempuan dapat memperkaya praktik pastoral dan teologis. Penelitian ini berupaya menghubungkan antara pemikiran filosofis Stein dan isu-isu gender masa kini, serta memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan suara dan peran perempuan dalam kehidupan gerejawi dalam konteks Gereja Katolik. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi bagi diskusi mengenai keadilan gender dalam konteks teologi dan pastoral, serta menawarkan perspektif baru tentang peran perempuan dalam misi gereja di era modern. Kesimpulan yang diambil adalah bahwa pemikiran Stein tetap relevan dan dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi perempuan dalam komunitas gereja.