Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Etika Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Sistem Kontrol di Era 5.0 Junaidin Junaidin
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 17 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v17i1.8426

Abstract

Teacher ethics are essential to ensure the efficient and effective operation of education. Educators play a crucial role in fostering the growth and development of students' potential. This article aims to explore the significance of ethics as both a value and a control system for professionals in the field of Islamic religious education during the 5.0 era. The research method employs a qualitative approach by conducting a literature review. Scientific references, including books, journals, and encyclopedias, as well as the Law on Teachers and Lecturers, are used to emphasize the importance of ethics for Islamic religious educators. The importance of ethical conduct for Islamic religious education teachers within the teaching profession is encompassed by five standards of ethical behavior. These standards include: (1) ethics toward oneself, where teachers must exhibit patience, dedication, and seek support from family; (2) ethics toward students, as teachers are role models and represent the future of education, and must possess refined personal competencies fortified by ethical standards; (3) ethics toward student guardians; (4) ethics toward colleagues; (5) ethics toward society; and (6) ethics toward religion. This aspect requires teachers to demonstrate politeness, authority, activeness, and proficiency in collaborating with colleagues, superiors, parents, and the community, in order to efficiently perform the profession of Islamic education. Abstrak: Etika guru adalah fondasi penting untuk memastikan berjalannya pendidikan dengan lancar dan efektif. Guru memiliki peran kunci dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan potensi peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk membahas urgensi etika sebagai sebuah nilai dan system kontrol profesi guru pendidikan agama Islam era 5.0. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Referensi-referensi ilmiah berupa buku, jurnal, ensiklopedia dan Undang-undang Guru dan Dosen digunakan untuk menyederhanakan urgensi etika bagi seorang pendidik agama Islam. Urgensi etika guru pendidikan agama Islam terkait profesi keguruan, ada lima yang menjadi ruang lingkup etika keguruan, yakni; (1) etika terhadap diri sendiri, di mana guru harus bersikap sabar, sepenuh hati dalam tugasnya, dan mendapatkan dukungan dari keluarga; (2) etika terhadap peserta didik, guru harus menjadi teladan dan cerminan pendidikan masa depan, dengan kompetensi kepribadian yang baik yang diperkuat oleh etika; (3) etika terhadap wali murid; (4) etika terhadap rekan sejawat; (5) etika terhadap masyarakat; (6) etika terhadap agama. Aspek terakhir ini menuntut guru memiliki sikap yang sopan, berwibawa, aktif, dan kemampuan kerja sama yang baik, baik dengan rekan sekerja, atasan, orang tua, maupun masyarakat, demi menjalankan profesi pendidikan Islam dengan efektif.
Tradisi Kalondo Wei Dalam Kacamata Budaya Dan Agama Pada Masyarakat Ntonggu Bima Junaidin; Samrin; Turaya
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 2 (2023): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang saya angkat yaitu Eksitensi Tradisi Kalondo Wei Pada Masyarakat Bima Di Era Digital 5.0 Tahun 2022. saya mengangkat judul ini karna adanya beberapa hal yang kami anggap perlu untuk dibahas dan diteliti terkhusus tradisi Kalondo Wei yang masih melekat pada masyarakat desa ntonggu kecamatan palibelo kabupaten bima sampai dengan sekarang ini. Namun dari lekatnya tradisi ini bagaimana tanggapan masyarakat akan eksitensi tradisi Kalondo Wei ini, apakah berkembangnya zaman adakah perubahan yang terjadi dari cara-cara pada tradisi yang menjadi warisan nenek moyang sejak zaman kesultanan Bima. Peneliti dalam melakukan pengumpulan data selain melakukan wawancara pada narasumber seperti pada tokoh masyarakat, tokoh Agama, Kepala Desa juga para pemuda di desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, peneliti juga menelusuri beberapa tulisan dari para jurnalis Bima. Penelitian yang dikakukan menggunakan metode penilitian kualitatif, dalam pembahasan ini menunjukan akan kelestarian yang dilakukan masyarakat ntonggu guna menjaga dan melestarikan budaya yang sudah diwariskan oleh para leluruh Kesultanan Bima, apalagi dalam kehidupan sosial untuk saling membantu satu sama lain lebih-lebih pada acara Kalondo Wei yang bermaksud untuk mengabarkan akan kebahagian yang dirasakan oleh pihak calon pengantin agar masyarakat sekitarpun ikut merasakan kebahagian tersebut.
Peran Orang Tua Dalam Perkembangan Sosial Motorik Anak-Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder Junaidin, Junaidin
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 16 No 1 (2024): Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v16i1.2946

Abstract

This study aims to analyze the social motor development in children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder using a qualitative approach. To collect data, besides direct observation for 7 consecutive days, the researcher also conducted interviews and used the ADHD checklist proposed by DuPaul, G.J. This form emphasizes the following aspects: 1) Attention and Focus, 2) Hyperactivity, 3) Impulsivity, 4) Social Relationships. The results of this study indicate that children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) aged 4-16 years in the Bima district fall into the category of very concerning for their social motor development. About 90.9% have difficulty remaining calm, and 72.7% tend to exhibit impulsive and hyperactive behaviors, which often lead to being ostracized by their playmates. The role of parents as educators and protectors is crucial to control their child's impulsive and hyperactive behaviors, thereby reducing the psychological impact of social marginalization.
Problem Based Learning Strategy Based on Local Wisdom in PAI Learning in Bima Junaidin, Junaidin
FiTUA: Jurnal Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): June
Publisher : STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitua.v6i1.1080

Abstract

Using a mixed-method approach with an exploratory-sequential model, this study combines literature review and a VARK-based learning style survey of 43 Generation Z respondents, consisting of university students and students from state senior high schools. This study aims to examine the Problem-Based Learning (PBL) strategy integrated with local wisdom values in the context of Islamic Religious Education (IRE) in Bima, West Nusa Tenggara. Using a mixed-method approach with an exploratory-sequential model, this study combines literature review and a VARK-based learning style survey of 43 Generation Z respondents. The results indicate that integrating PBL with local values such as Nggahi Rawi Pahu, Maja Labo Dahu, and Ngaha Aina Ngoho strengthens contextual learning that supports the reflective and participatory internalization of Islamic values. The dominant learning styles are auditory and multimodal, aligning with the characteristics of PBL, which is based on discussion, collaboration, and real-world problem-solving. Additionally, the use of digital technologies like Canva and podcasts enhances digital literacy and active student engagement. These findings emphasize the importance of developing adaptive PAI strategies that align with local culture and the learning characteristics of Generation Z.
ANALISIS REFORMASI PENDIDIKAN PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH Kurniawan, Kurniawan; Junaidin, Junaidin
JEMARI : Jurnal Edukasi Mahasiswa Sunan Giri Vol 2 No 1 (2024): June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/jemari.v2i1.812

Abstract

Muhammad Abduh, seorang pemikir dan reformis Muslim terkemuka, memiliki kontribusi signifikan terhadap pembaharuan pemikiran Islam pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran pembaharuan Abduh, yang mencakup aspek pendidikan, hukum Islam, dialog antaragama, dan relevansinya dalam konteks kontemporer. Abduh menekankan pentingnya integrasi antara ilmu agama dan pengetahuan umum, mendorong ijtihad sebagai respons terhadap tantangan sosial dan hukum. Ia juga mempromosikan toleransi dan kerukunan antaragama dalam masyarakat yang beragam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan atau library research yang datanya bersumber dari buku dan artikel jurnal dengan teknik analisis datanya menggunakan tekniknya Miles & Huberman yakni reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Abduh tetap relevan di era modern, khususnya dalam menciptakan generasi yang kritis, inovatif, dan mampu menjawab tantangan globalisasi. Melalui pendekatan yang progresif, Muhammad Abduh memberikan kerangka kerja yang penting bagi umat Islam dalam menjalani perubahan tanpa kehilangan identitas religius mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang kontribusi Abduh dalam pembaharuan Islam serta implikasinya bagi masa depan.
MENYIKAPI PERUBAHAN MINAT MEMBACA AL-QUR’AN PADA ANAK AKIBAT PENGGUNAAN GADGET DI DESA KAWUWU Marsinah, Marsinah; Syagif, Ahmad; Junaidin, Junaidin
JEMARI : Jurnal Edukasi Mahasiswa Sunan Giri Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/jemari.v2i2.813

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana upaya guru ngaji dalam menyikapi perubahan minat membaca al-Qur’an pada anak akibat penggunaan gadget di Desa Kawuwu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan untuk Teknik analisis data dilakukan melalui beberapa tahap 1) pengolahan data, 2) penyajan data, 3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan minat anak-anak di Desa Kawuwu telah mengalami perubahan pada beberapa tahun terakhir dimana sekarang peneliti mendapatkan bahwa minat anak-anak sudah sangat berkurang yang diakibatkan oleh adanya gadget serta kesediaan akses internet yang membuat mereka lupa akan tugasnya untuk belajar al-Qur’an. Oleh demikian guru melakukan upaya berupa berkolaborasi dengan orang tua, guru, tokoh agama serta masyarakat untuk menangani hal tersebut. Disamping itu guru juga mengunakan cara dengan memberikan tugas hafalan ayat-ayat pendek kepada muridnya dengan tujuan agar mereka tidak hanya menggunakan waktu disiang harinya untuk bermain-main. Dan dari hasi penelitian minat membaca al-Qur’an pada anak di Desa Kawuwu mengalami penurunan sebesar 66%, dilihat dari hasil wawancara dengan jumlah reponden yang telah ditentukan.
Inovasi Manajemen Kelas dan Etos Kerja Guru PAI di Era Kurikulum Merdeka Anwar, Anwar; Hermawansyah, Hermawansyah; Junaidin, Junaidin
JEMARI : Jurnal Edukasi Mahasiswa Sunan Giri Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/jemari.v3i1.901

Abstract

Classroom management and the work ethic of Islamic Religious Education (IRE) teachers are two key factors in creating effective learning, especially in the era of the Merdeka Curriculum, which emphasizes student independence and active participation. This study aims to analyze the implementation of classroom management, the work ethic of PAI teachers, and their implications for the effectiveness of the learning process at the Muhammadiyah Riung Private Madrasah Aliyah. The study uses a qualitative approach with a case study method, while data is obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. The results of the study show that: (1) classroom management is carried out through the adaptive management of space, time, discipline, and teacher-student interaction; (2) the work ethic of PAI teachers is reflected in their professionalism, discipline, commitment, and moral exemplarity; (3) the effectiveness of learning is characterized by increased motivation, student involvement, and the use of interactive methods and digital technology. The novelty of this study lies in the combination of classroom management analysis and PAI teachers' work ethic as an integrated strategy to improve learning effectiveness, which can be used as a model for developing the quality of Islamic education in madrasahs.
Artificial Intelligence in Islamic Studies Courses: Opportunities and Limitations in Islamic Higher Education from Student Perspectives Mainuddin; Hermawansyah; Irfan, Muhammad; Junaidin; Zulkifli, Muh.
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 3 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i3.234

Abstract

This study examines AI's dual impact in Islamic Studies courses at PTIs, addressing the gap in student perspectives on benefits/limitations. Amidst digital transformation and the need to align technology with Islamic values, this study examines how AI facilitates or impedes spiritually deep learning, thereby guiding ethical integration that preserves core pedagogical principles. A qualitative case study design approach was used, with data collected through semi-structured interviews with 11 active AI student users, participant observation of AI use in lectures, and analysis of AI-assisted lecture documents. Braun and Clarke's thematic data analysis model was applied, with cross-source triangulation to ensure validity. Five key benefits emerged: enhanced efficiency (e.g., rapid drafting), broader access to references, improved conceptual understanding, practical academic support, and enriched learning processes. Conversely, five limitations were identified: deficits in contextual religious knowledge (e.g., oversimplifying sacred texts), accuracy/reliability issues, inadequate referencing, academic dependency (reduced critical thinking), and technical barriers (e.g., internet instability). Findings reflect a single institution’s student cohort, limiting generalizability; variability in AI tool quality among participants may also influence results. Implications include the need for AI literacy modules, specialized Islamic datasets, and offline AI solutions to address inequities in resource-limited regions. This research pioneers two frameworks of AI-Ready Islamic Pedagogy (Critical Verification, Contextual Adaptation, Balanced Integration) and Hybrid Epistemology (combining AI pattern recognition with sanad-based knowledge validation).
Spiritual Approach and Development of the Insan Kamil Character Junaidin, Junaidin
Fusshilat : Jurnal Studi Pendidikan dan Keislaman Vol 1 No 1 (2024): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fusshilat.v1i1.769

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat pendekatan ruhayiah yang dipraktekkan Lukman al-Hakim terhadap anaknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data-data yang didapatkan dari hasil penelusuran secara pustaka di google schooler, buku-buku, dan tafsir al-Qur’an yang memuat kajian ini akan dikumpulkan, dikelompokkan dan dianalisis menggunakan tekhik Milles dan Huberman. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan membimbing dan mengarahkan perkembangan mental serta pertumbuhan fisik dalam konteks pendidikan tidak dapat dipisahkan dari aspek psikologis, karena proses Pendidikan berhubungan langsung dengan individu yang mengalami tahapan-tahapan perkembangan baik secara mental maupun fisik. Pendekatan Lukman Hakim mencakup aspek tauhid, akhlak, dan ibadah. Sedangkan karakteristik manusia sebagai insan kamil meliputi: 1) Kesehatan dan kekuatan fisik serta keterampilan, 2) Kecerdasan dan kepandaian, 3) Kualitas rohani yang tinggi. Abstract: This study aims to examine the essence of the spiritual approach practiced by Luqman al-Hakim with his son. This research employs a descriptive qualitative method. Data obtained from literature searches in Google Scholar, books, and Quranic exegesis relevant to this study will be collected, categorized, and analyzed using the techniques of Miles and Huberman. The results of this study indicate that guiding and directing mental development and physical growth within the context of education cannot be separated from psychological aspects, as the educational process is directly related to individuals experiencing various stages of development, both mental and physical. Luqman al-Hakim's approach includes aspects of tauhid, akhlak, and ibadah. The characteristics of a perfect human being (insan kamil) include: 1) physical health and strength as well as skills; 2) intelligence and knowledge; 3) high spiritual quality.
Mewujudkan Kelas Inklusif dan Adaptif Melalui Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi di SMP Junaidin, Junaidin; Mirna, Mirna
Fusshilat : Jurnal Studi Pendidikan dan Keislaman Vol 1 No 2 (2025): June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fusshilat.v1i2.1047

Abstract

This article takes a deep dive into the concept of differentiated instruction as a key strategy for creating inclusive and adaptive classrooms in junior high schools. Using a literature review method, the discussion focuses on how teachers can develop learning plans that respond to students' diverse readiness levels, interests, and learning styles through modifications to content, processes, and learning outcomes. This study demonstrates that differentiation is not merely a technical approach but a pedagogical approach that places students' needs at the center of learning. Within the context of the Merdeka Curriculum, differentiated learning serves as a crucial foundation for delivering fair and meaningful education, supported by diagnostic assessments and flexible planning. This article recommends strengthening teachers' capacities, fostering professional collaboration, and ensuring systemic support from educational institutions as essential prerequisites for the optimal and sustainable implementation of differentiated learning.