Yanwar Pribadi
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kebangkitan Konservatisme Islam: Politik Identitas dan Potret Demokrasi di Indonesia Pribadi, Yanwar
Studia Islamika Vol. 28 No. 2 (2021): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36712/sdi.v28i2.22204

Abstract

Leonard C. Sebastian, Syafiq Hasyim and Alexander R. Arifianto (eds). 2021. Rising Islamic Conservatism in Indonesia: Islamic Groups and Identity Politics. London and New York: Routledge.This volume discusses the rise of Islamic conservatism in Indonesia that is opposed to the values of pluralism, tolerance, and religious freedom. The authors argue that Islamic conservatism presents an enormous challenge to Indonesia as a multi-religious country that adversely affects its social, cultural, and political situations. They are concerned that Islamic conservatism may distance Indonesia from religious inclusion, and in fact, it may bring the country closer to religious exclusion. They are also worried that religious intolerance is increasingly on the rise, as shown in the cases of the prohibition of the establishment of churches in Muslim neighbourhood, the abuse of the blasphemy law to punish minority groups, the establishment of exclusive ‘sharia’ housing complexes that is intended only for ‘like-minded’ Muslims, and vigilante-style persecutions such as threats, verbal harassment, and physical intimidation against people or groups who are opposed to the perpetrators’ religious views. In addition, the authors also emphasize that there is an ongoing movement among supporters of Islamic conservatism to signify their religious boundaries and at the same time reject those who do not follow their path.
Komodifikasi Islam dalam Ekonomi Pasar: Studi tentang Muslim Perkotaan di Banten Yanwar Pribadi; Zaki Ghufron
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 15 No. 1: June 2019
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0096.82-112

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menjelaskan hubungan timbal balik atau koeksistensi antara komodifikasi Islam dan ekonomi pasar pada masyarakat Muslim Banten di Kota Serang dan Kota Cilegon. Penelitian antropologi politik ini menggunakan metode etnografi dengan fokus pada studi kasus lapangan (fieldwork case study) di Kota Serang dan Kota Cilegon, Provinsi Banten. Fokusnya adalah aktivitas-aktivitas masyarakat Muslim Banten dan bentuk-bentuk keagamaan yang menjadi komoditas pasar di organisasi atau perkumpulan Muslim baik yang eksklusif maupun non-eksklusif dan juga pengajian di perkotaan. Argumen tulisan ini adalah bahwa upaya kelompok Muslim kelas menengah perkotaan di Indonesia untuk mempertahankan dan melestarikan identitas Islam yang “sesungguhnya” dengan kembali ke Alquran dan Sunnah telah terakumulasi dalam kekuatan yang menghadirkan tantangan bagi negara dalam politik nasional dan lokal, terutama dalam pemilihan umum, pembangunan ekonomi dan masyarakat, dan urusan keagamaan. Sebagai daerah yang dipengaruhi oleh Kesultanan Banten di masa lalu, Kota Serang dan Kota Cilegon secara umum dikenal sebagai wilayah agama tradisional. Namun, kedatangan kelompok Muslim kelas menengah perkotaan baru yang kebanyakan bermigrasi dari kota-kota yang lebih besar dan lebih maju, serta munculnya generasi-generasi baru kaum Muslim di Kota Serang dan Kota Cilegon dan kota-kota sekitarnya lainnya yang tinggal di perkotaan, telah secara signifikan mengubah lanskap ekspresi budaya dan agama dan tradisi Islam di Kota Serang dan Kota Cilegon. Organisasi-organisasi keagamaan dan pengajian-pengajian di kompleks perumahan telah menjadi tempat yang signifikan untuk mendiskusikan, mempraktikkan, dan menyebarkan kombinasi budaya pop dan Islam “sesungguhnya” oleh kelas menengah Muslim yang kebanyakan tidak memiliki latar belakang pendidikan Islam dan yang relatif baru dengan ide-ide ajaran Islam. Pembuatan otoritas keagamaan secara terus-menerus melibatkan interaksi yang rumit antara dua sisi: ekspresi lokal Islam dan pemahaman dan praktik-praktik Islam asing. Akibatnya, telah terjadi fragmentasi umat, suatu kondisi yang diperburuk oleh polarisasi politik yang merajalela sejak pemilihan presiden 2014.
Muslim Youth in Southeast Asia (edited by Mohd Al Adib Samuri and Peter Hopkins) Yanwar Pribadi
Islamic Studies Review Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Internasional Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56529/isr.v5i1.582

Abstract