Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH MEDIA TANAM DAN INTENSITAS NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) SEBAGAI BAHAN TANAMAN POLA AGROFORESTRI Milla Artina; Suhardjadinata Suhardjadinata; Dedi Natawijaya; Aditya Hani
Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan
Publisher : Forest Tree Seed Technology Research & Development Center (FTSTRDC)/ Balai Penelitian dan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/bptpth.2021.9.2.%p

Abstract

Produktivitas kopi arabika (Coffea arabica L.) pada pertanaman agroforestry di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menaikan produktivitas kopi arabika adalah pada saat pembibitan. Salah satu yang perlu diperhatikan dalam pembibitan adalah jenis media tanam dan pemberian naungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tanam dan kerapatan naungan yang terbaik untuk pertumbuhan bibit kopi arabika.. Penelitian menggunakan metode eksperimen rancangan petak terbagi (split plot design) yang terdiri dari dua faktor. Naungan sebagai faktor utama terdiri dari 3 taraf intensitas naungan dan jenis media tanam sebagai anak petak terdiri dari 4 taraf. Setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan antara naungan dan media tanam memberi perbedaan yang nyata  pada parameter tinggi, diameter dan berat kering akar. Bibit kopi arabika dapat mencapai tinggi terbesar 11,11 cm-11,88 cm dengan perlakuan pemberian  naungan 80% pada media tanah atau campuran tanah dan pupuk kandang atau arang sekam. Media tanah yang dicampur dengan pupuk kandang  ( 3:1) dapat menghasilkan jumlah daun dan berat kering biomasa atas terbesar masing-masing sebesr 10,44 dan 1,75 g di persemaian.  
Increasing Growth and Yield of Upland Rice by Application of Vesicular Arbuscular Mycorrhizae and Potassium Fertilizer Dedi Natawijaya
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 17, No 1: Januari 2012
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2012.v17i1.53-60

Abstract

Field experiment with a split plot design has been carried out in order to assess the growth characteristics and yields, and effectiveness of MVA upland rice which were given potassium fertilizer in two growing seasons. MVA inoculation consisted of three treatments (without MVA, Glomus sp. and Gigaspora sp.) while potassium fertilizer consisted of five levels (0, 12.5, 25, 37.5, and 50 kg ha-1 K). The results showed that plant growth variable which was inoculated by MVA at any levels of K fertilizer was higher in the dry season than that in the wet season, whereas the opposite occurred for net assimilation rate. Potassium content of leaf tissue, shoot/root ratio, and grain weight per hill was determined and mutually dependent on genus MVA, dosages of K fertilizer, and growing season. Harvest index and grain dry weight per hill were influenced by the growing season and the genus MVA but the effect did not depend on each other. At all dosages of K fertilizer and any MVA genera, Gigaspora sp. inoculation was better than that of Glomus sp. Dry weight of grains per hill was affected by the contribution of grain content per hill, weight of 1000 grains and number of productive seedlings per hill. The optimum dosage of K fertilizer in the dry season was 32.4 kg ha-1 K with grain yield 3.12 Mg ha-1 for inoculation of Gigaspora sp., whereas the optimum dosage in the wet season was 34.2 kg ha-1 K for the treatment Glomus sp. inoculation with Gigaspora sp. in the wet season did not reach dosages of optimum K fertilizer.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Jenis dan Dosis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Rudi Priyadi; Dedi Natawijaya; Rida Parida; Ade Hilman Juhaeni
Media Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.652 KB) | DOI: 10.37058/mp.v6i2.3824

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan hasil bawang merah dengan teknik budidaya adalah melakukan pemupukan. Pemupukan merupakan pemberian pupuk guna menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam upaya meningkatkan hasil dan. mutu hasil tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan kombinasi jenis dan dosis pupuk organik yang berpengaruh paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan April 2021 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya pada.ketinggian 374 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali yaitu, P0= kontrol (tanpa pupuk organik), P1= .pupuk organik kotoran kambing 10 t ha-1, P2 = pupuk organik kotoran ayam 10 t ha-1, P3 = pupuk organik kotoran kambing 20 ton/ha, P4 = pupuk organik kotoran ayam 20 t ha-1, P5 = pupuk organik kotoran kambing 5 t ha-1+ pupuk organik kotoran ayam 5 t ha-1, P6= pupuk organik kotoran kambing 10 t ha-1+ pupuk organik kotoran ayam 10 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk organik kotoran kambing dan pupuk organik kotoran ayam berpengaruh terhadap tinggi tanaman bawang merah pada umur 30 HST dan 45 HST. Pupuk organik kotoran ayam 20 t ha-1dan kombinasi pupuk organik kotoran kambing 10 t ha-1+ pupuk organik kotoran ayam 10 t ha-1memberikan pengaruh lebih baik terhadap tinggi tanaman.pada umur 30 HST dan 45 HST dibanding tanpa pupuk organik.
Analisis Struktur Sampah Dan Komposisi Kimia Limbah Cair (Leachate) Di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Ciangir Kota Tasikmalaya Dedi Natawijaya; Vita Meylani
Media Pertanian Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.748 KB) | DOI: 10.37058/mp.v5i1.2124

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui struktur sampah dan komposisi kimia limbah cair (Leachate) di Tempat Pengolahan Sampah (TPA) Ciangir Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian diharapkan dapat mengetahui potensi pencemaran yang disebabkan oleh limbah padat maupun cair yang ada di TPA Ciangir. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel sampah adalah dengan mengambil contoh sampah sebanyak 10 % dari setiap truk yang datang  setiap hari, sedangkan untuk limbah cair diambil dari tiga titik kolam penampungan limbah cair yaitu di titik pemasukan air limbah, di kolam penampungan dan di saluran pembuangan limbah. Selanjutnya sampel sampah dipilah sesuai dengan pengelompokkan tertentu dan analisis limbah cair dianalisis di laboratorium untuk menentukan kandungan kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah di TPA Ciangir secara berurutan dari yang terbesar adalah bahan organik (52 %), tekstil (20 %), plastik (15 %), kertas (6 %), logam dan kaca masing-masing 1 %. Kandungan logam berat seperti Hg ( 0,0008 mg/L), Cd ( 0,003 mg/L), As (0.002 mg/L), masih di bawah baku mutu, namun demikian untuk Cr (0,14 mg/L), COD (147,13 mg/L), BOD (422,6 mg/L) dan TSS (4,269 mg/L) termasuk di atas baku mutu dan berpotensi menjadi pencemar sehingga harus dilakukan pengolahan agar tidak mencemari sumber air di masyarakat. Kandungan hara utama pada kompos adalah C organik 15 %, N 2 %, P2O5 1 %, pH 6 dan K2O sangat rendah.     
UJI DAYA HAMBAT MINYAK DAUN CENGKEH DAN EKSTRAK DAUN PEPAYA TERHADAP CENDAWAN Alternaria solani (Ell. & Mart.) Sorauer PADA TOMAT SECARA IN VITRO Sintia Dewi Hizrianti; Dedi Natawijaya; Adam Saepudin
Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.634 KB) | DOI: 10.37058/mp.v6i1.3011

Abstract

Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang rentan terserang penyakit. Penyakit yang dapat menyebabkan tanaman tomat kehilangan hasil hingga mencapai 86% adalah penyakit bercak coklat yang disebabkan oleh cendawan patogen Alternaria solani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak daun cengkeh dalam menghambat pertumbuhan cendawan A. solani. Percobaan dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai Januari 2021 di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali. Hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa perlakuan minyak daun cengkeh dengan konsentrasi 0,065%, 0,08%, dan 0,095% dapat menghambat pertumbuhan miselium cendawan A. solani dengan persentase penghambatan sebesar 100%, sedangkan untuk perlakuan ekstrak daun pepaya pada konsentrasi 15%, 30% dan 45% secara berturut-turut menunjukkan nilai persentase penghambatan sebesar -9%, 9%, dan 40%. Minyak daun cengkeh dengan konsentrasi 0,065% menunjukkan penghambatan tertinggi terhadap pertumbuhan miselium cendawan A. solani dibandingkan dengan perlakuan konsentrasi yang lain.
PENGARUH URINE KAMBING DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BATANG JAMBU AIR DELI HIJAU (Syzygium aqueum Merr.) Tian Agustiawan; Adam Saepudin; Dedi Natawijaya
Media Pertanian Vol 6, No 2 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.971 KB) | DOI: 10.37058/mp.v6i2.3834

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi dalam perbanyakan jambu air Deli Hijau melalui stek batang adalah perakaran yang sulit tumbuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti dari bahan alami untuk stumulasi akar dan perbaikan komponen media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi urine kambing dan komponen media tanam yang tepat untuk pertumbuhan stek jambu air Deli Hijau (Syzygium aqueum Merr). Penelitian dilaksanakan di Kampung Cihonje Desa Karanganyar Kecamatan Mangkubumi Kabupaten Tasikmalaya pada bulan Maret sampai Mei 2021. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 2 diulang sebanyak empat kali. Faktor pertama adalah konsentrasi urine kambing dengan empat taraf, yaitu k0 = tanpa konsentrasi urine kambing atau menggunakan air (kontrol), k1 = konsentrasi urine kambing 10%,   k2 = konsentrasi urine kambing 15%, dan k3 = konsentrasi urine kambing 20%. Faktor kedua adalah media tanam terdiri dari dua taraf, yaitu m1 = tanah + pasir dan m2 = tanah + pasir + arang sekam. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan uji F dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi urine kambing dan media tanam terhadap pertumbuhan stek. Pemberian konsentrasi urine kambing 15% secara mandiri memberikan pengaruh terbaik terhadap rata-rata jumlah tunas pada 42 hst, 56 hst, jumlah daun pada 56 hst dan panjang akar pada 56 hst.
The analysis of Sap Water Yield and Palm Sugar (Arenga pinnata Merr.) Quality in Tasikmalaya District Dedi Natawijaya; Suhartono Suhartono; Undang Undang
Jurnal Agroforestri Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Agroforestri Indonesia
Publisher : Balai Litbang Teknologi Agroforestry, Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.981 KB) | DOI: 10.20886/jai.2018.1.1.57-64

Abstract

Development of high quality palm tree is needed for fulfilling the raw material of palm sugar and other products based on palm tree. This study aims to analyze the sap water yield and palm sugar quality in Tasikmalaya District. The method used in this study was survey and direct measurement of water content, pH, colour, texture, smell, taste, and performance. The geographical indication approach was used to determine the location of the study. The result showed that the average of sap water for palm sugar was 14.13% or 1 kg palm sugar equivalent to 7 litre of sap water, meanwhile 1 kg palm sugar powder equivalent to 7.6 litre of sap water (13.07%). The water content of palm sugar and palm sugar powder were 3.5% and 2.2% respectively.
Iptek Bagi Inovasi Daerah: Pengelolaan Gula Aren di Mandalagiri Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya Nur Arifah Qurota A'yunin; Dedi Natawijaya; Suhartono Suhartono
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 1 MARET 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.372 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i1.6743

Abstract

Tanaman aren di Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan dan kehutanan. Kecamatan Leuwisari adalah memiliki lahan tanaman aren luas dengan Desa Mandalagiri merupakan desa yang memiliki areal terluas yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani/pekebun aren. Pengrajin gula aren di desa Mandalagiri sejauh ini baru mengolah nira aren menjadi gula aren cetak saja, dengan proses dan alat sederhana secara turun temurun, dijajakan secara sederhana dan belum membidik segmen pasar yang lebih luas. Permasalahan yang menjadi prioritas dalam usaha aren yaitu: keterbatasan modal; sebagian besar tanaman kurang produktif, mutu produk masih rendah, agroindustry aren belum berkembang; keterbatasan SDM dan kelembagaan petani. PkM Iptek bagi Inovasi Daerah (IbID) ini memiliki target untuk meningkatkan inovasi dan nilai tambah daerah yang bisa dikembangkan melalui kegiatan edukasi dan pelatihan berkaitan dengan pemanfaaatan sumber daya lokal atau potential indigenous berupa tanaman aren. Kegiatan ini berbasis aplication of research di home industry gula aren Desa Mandalagiri dilakukan dengan metode technical assistance (pendampingan tenaga ahli) dan learning by doing (belajar sambil bekerja) baik dalam penerapan, pengembangan iptek dan manajemen usaha. Kegiatan PkM Ipteks bagi Inovasi Daerah (IbID)ini memeperoleh hasil berupa peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani-perajin aren di Desa Mandalagiri dalam hal melakukan  inovasi pada a) budidaya aren berupa mampu memproduksi bibit aren dan media tanam aren yang baik b) produk gula aren berupa gula semut aren ukuran 20 mesh; gula aren koin dan  gula aren organik.
Pertumbuhan Tanaman Ginseng Jawa (Talinum paniculatum Gaertn) yang Dipengaruhi Volume Penyiraman Intan Nurcahya; Visi Tinta Manik; Nahiqal Ilham Matira; Dedi Natawijaya; Tini Sudartini
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v10i2.445

Abstract

Javanese ginseng (Talinum paniculatum Gaertn) is one of the medicinal plants which its roots (tubers) and leaves can be used as a medicine. The productivity of javanese ginseng is influenced by the availability of water. The purpose of this study was to determine the growth of javanese ginseng under the differences of watering volume. Watering volume treatment consisted of 7 treatments with 4 replications using a Randomized Block Design (RBD). Watering volume treatment consisted of 80% of field capacity (control), 50% of field capacity, 60% of field capacity, 70% of field capacity, 90 of field capacity, 100% of field capacity and 110% of field capacity. Watering volume treatment on javanese ginseng gave significantly different effect on plant height, number of leaves, root length, wet weight, and chlorophyll content, while the insignificant difference was shown in the number of stomata and relative moisture content. The best growth for plant height, number of leaves, root length, wet weight and chlorophyll content of javanese ginseng was shown in the treatment of watering volume of 50% of field capacity.
Pengaruh Urine Sapi dan RPTTTerhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun Jepang (Cucumis sativus L. Var. Roberto 92) Rahmi Rahayu; Ida Hodiyah; Dedi Natawijaya
Media Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i1.4790

Abstract

Mentimun Jepang (Cucumis sativus L. Var. Roberto 92) termasuk komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi selain untuk memenuhi konsumsi dalam negeri, komoditas ini juga mempunyai prospek yang cukup besar untuk ekspor. Langkah utama untuk meningkatkan produksi mentimun dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumen harus ditempuh berbagai strategi diantaranya melalui pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urine sapi dan Rizobakteri Pemacu Tumbuh Tanaman (RPTT) yang memberikan pertumbuhan dan hasil mentimun Jepang yang paling baik. Percobaan dilakukan mulai bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2021, di Desa Mekarsari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Percobaan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) berpola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu urine sapi yang terdiri dari 3 taraf (25%, 50%, dan 75%). Faktor kedua yaitu Rizobakteri Pemacu Tumbuh Tanaman (RPTT) yang terdiri 3 (0%, 1%, dan 1,5%). Data hasil pengamatan diolah dengan menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara urine sapi dengan RPTT terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun Jepang. Perlakuan urine sapi dengan konsentrasi 50% memberikan pengaruh terbaik terhadap panjang buah, diameter buah, dan bobot buah per petak. Perlakuan RPTT dengan konsentrasi 1,5%  memberikan pengaruh terbaik terhadap panjang dan diameter buah.