Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Electrical distribution system efficiency and effectiveness with simple mathematics at the Indonesian aviation Polytechnic of Curug Yenni Arnas; Zulina Kurniawati; KGS M. Ismail
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.705 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v5i3.127

Abstract

Indonesian Aviation Polytechnic of Curug (PPI Curug) uses power from PLN of 3 Mega Watts. Since the beginning implementation of the electrical system at the PPI Curug Campus, adjustments have never been made. The additions of a new distribution system did not go through careful planning, this can be shown by the data that until now there are still buildings at PPI Curug which are supplied with a voltage of 110 V per phase. Upgrading the electrical system in several buildings that are supplied with a voltage of 110 V per phase has been carried out slowly through the adjustment mechanism of the electrical installation in these buildings, and has not yet touched on the distribution system. The large number of power transformers turned out to be not proportional to the power supply borne by each transformer, and overall none of the transformers was burdened more than 40% of the nominal load. On the other hand, the number of electricity subscription bills paid by PPI Curug has increased from year to year. This study aims to determine whether the electricity distribution system used at PPI Curug is currently effective and efficient and to determine an effective and efficient electricity distribution system based on the characteristics of the area and type of load at PPI Curug. The research method used is an evaluative qualitative method which will describe the condition of the distribution system and installation at PPI Curug, then evaluate it based on existing standards. The differences that exist between the real conditions in the field and the existing standards will be used as conclusions and suggestions for improvements. The results showed that the percentage value of the efficiency of all transformers showed a value of 95% so that the efficiency of the transformer at PPI Curug was categorized as good, but the condition that there was still a large amount of unused power needed to anticipate the use of electrical power beyond the requirement.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Kecepatan dan Arah Mata Angin Berbasis Internet of Things Fadly Warnangan; Yenni Arnas; Kgs M Ismail
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.428

Abstract

Salah satu fasilitas yang wajib dimiliki oleh bandar udara untuk mewujudkan keselamatan penerbangan adalah windsock yang berfungsi sebagai indikator arah mata angin dan kecepatan angin yang akan menjadi dasar untuk menentukan arah pesawat pada saat Landing atau Takeoff di bandar udara. Fasilitas ini biasanya dipasang pada area bandar udara yang dapat dilihat dengan jelas oleh petugas Air Traffic Controller (ATC). Untuk melakukan pengamatan windscok saat ini masih dilakukan secara manual, sehingga sering mengalami gangguan jarak pandang yang kurang baik ketika terjadi cuaca buruk dikarena posisi ATC (Tower) dengan letak windsock cukup jauh. Perkembangan teknologi IoT saat ini semakin banyak diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. dengan menggunakan beberapa komponen Arduino Nano sebagai pengolah data, Anemometer sebagai sensor kecepatan angin, Hall Effect sebagai sensor arah angin dan modul Wifi ESP-01 sebagai media komunikasi data dari arduino ke webserver, Monitoring dapat dilakukan secara langsung melalui LCD dan secara online melalui Aplikasi Blynk menggunakan PC/Smartphone, dengan durasi waktu pengiriman data rata-rata 2,1 detik.
Rancangan Sistem Otomatis Start dan Monitoring Air Handling Unit Terminal 2 Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta Muhammad Fahri; KGS ISMAIL; Oka Fatra
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 01 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v14i01.381

Abstract

Terminal 2 of Soekarno-Hatta has 97 Air Handling Units (AHU) which are used to condition room temperature. When there is a disconnection or interruption to the power supply, all AHUs must be turned on by visiting the unit. The automatic start and monitoring design using PLC supported by a visual basic program is expected to help the operational effectiveness of AHU. This design has a connection between PLC and PC using wifi, where the monitoring function when operating the AHU unit will be displayed on the monitor and the control function of the AHU unit operation can be done remotely, and is equipped with an automatic start system, namely, when the power supply is cut off and reconnected, AHU can operate immediately without manually activating it.
PELATIHAN PERAWATAN AIR CONDITIONER (AC) UNTUK SISWA SMK PENERBANGAN DIRGHANTARA Yenni Arnas; Hari Kurniawanto; Zulina Kurniawati; Benny Kurnianto; Imam Haryadi; KGS. M. Ismail; Nawang Kalbuana; M. Samudera Novarizki Adityanto Nursin
Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah)
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jub.v4i1.141

Abstract

Most students at the aviation vocational high school focus on learning about aircraft maintenance techniques i.e. Airframe and Powerplant and also Electrical Avionic. On the other hand, the aviation industry involves various fields of expertise such as navigation, aircraft maintenance, electricity, mechanics, civil engineering, etc. Furthermore, airport mechanical engineering becomes one of the most demanded competence in the aviation industry to fill vacancy as technicians in 340 airports in Indonesia. Therefore, the community service team carried out a training program for students at Dirghantara Aviation Vocational High School in maintaining air conditioner (AC) as one of the required competencies for airport mechanical technicians. The method used in this activity is which includes classroom learning and field practice. The result of this activity showed that the students obtained one of the airport mechanical competency i.e. AC maintenance skill. According to the evaluation, the training participants stated that the activity was valuable. They awaited that other mechanical competency education and training would be given
Rancangan Reinstalasi Jaringan Taxiway Edge Light Alpha-Delta di Bandar Udara Budiarto Curug Elisabeth Vania Dara Vivian; KGS. M. Ismail; Arini Zulfa Himayati
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9112

Abstract

Reinstalasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keandalan serta keamanan fasilitas Airfield Lighting yang ada di suatu bandara. Mengingat transportasi udara di negara kepulauan Indonesia memegang peranan penting guna menghubungkan ribuan pulau, mendukung mobilitas manusia, serta sebagai pusat pendidikan dan pelatihan penerbangan. Selain itu reinstalasi penting dilakukan untuk memulihkan, memperbarui, atau meningkatkan fungsi operasional agar sesuai dengan standard keandalan dan keselamatan penerbangan. Salah satu fasilitas Airfield Lighting yang perlu ditingkatkan keandalanya yaitu pada jaringan Taxiway Alpha dan Delta di Bandar Udara Budiarto Curug. Bandara Budiarto yang kini aktif sebagai akses pendidikan, pelatihan, dan pelayanan penerbangan domestik ini mempunyai fasilitas Taxiway Edge Light dengan konfigurasi satu jaringan khususnya pada jaringan Taxiway Alpha dan Delta. Hal tersebut berpotensi mengalami kegagalan secara menyeluruh apabila terjadi gangguan pada kabel atau Constant Current Regulator (CCR) yang dimana kondisi jaringan tersebut sudah mengalami degradasi. Peneliti merancang solusi dari kendala tersebut dengan metode penelitian Research and Development (R&D) level satu Prof. Dr. Sugiyono. Proses penelitian dan perancangan ini diharapkan mampu memperbaiki nilai dan keandalan daripada sistem jaringan Taxiway Alpha-Delta Bandar Udara Budiarto Curug.
Analisis Penyalur Petir di Lingkungan Asrama Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Ni Putu Amanda Pradnya Dewi; KGS. M. Ismail; Ni Kadek Oktaviani Wulandari
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9114

Abstract

Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki intensitas hari guruh yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan risiko sambaran petir terhadap bangunan dan sistem kelistrikan, khususnya pada fasilitas dengan tingkat aktivitas dan fungsi vital yang tinggi. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC) sebagai institusi pendidikan penerbangan memiliki berbagai fasilitas pendukung operasional, salah satunya kawasan asrama taruna yang berfungsi sebagai area hunian utama dengan kepadatan aktivitas yang tinggi. Peristiwa sambaran petir yang terjadi pada 1 Desember 2025 di lingkungan asrama PPIC mengakibatkan gangguan sistem kelistrikan serta kerusakan pada beberapa panel distribusi, sehingga diperlukan evaluasi terhadap sistem penyalur petir yang terpasang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting sistem penyalur petir empat bangunan di lingkungan asrama PPIC, yaitu Gedung Serba Guna (GSG), Tower Budiarto, asrama Alpha dan asrama Bravo serta menganalisis kinerja sistem melalui pemeriksaan kondisi komponen utama, nilai tahanan pentanahan dan kesesuaiannya terhadap standar yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, pengukuran tahanan pentanahan dan pengukuran dimensi bangunan. Data dianalisis berdasarkan PUIPP, SNI 03-7015-2004, IEC 61024-1-1, IEC 62305-3 dan NF C 17-102:2011 melalui perhitungan taksiran risiko sambaran petir, pemeriksaan kondisi komponen, evaluasi nilai tahanan pentanahan serta analisis jangkauan perlindungan terminal ESE. Penelitian ini menghasilkan evaluasi terhadap kondisi sistem penyalur petir eksisting dan tingkat kesesuaiannya terhadap standar teknis yang berlaku, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan sistem proteksi petir dan keselamatan bangunan di lingkungan pendidikan penerbangan.
Rancangan Reinstalasi Runway Edge Light di Bandar Udara Nusawiru Pangandaran Ade Akbar Mukhlisin; KGS. M. Ismail; Rubby Soebiantoro
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9166

Abstract

Sistem Runway Edge Light (REL) di Bandar Udara Nusawiru Pangandaran masih menggunakan satu circuit tunggal dengan jarak antar lampu sekitar 120 meter, sehingga belum memenuhi ketentuan SKEP Nomor 114 Tahun 2002 dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 21 Tahun 2023. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan efektivitas panduan visual bagi pilot, terutama pada operasi malam hari dan kondisi visibilitas rendah, sementara rencana penghentian operasional Bandara Kertajati berpotensi meningkatkan trafik penerbangan di Nusawiru. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan reinstalasi Runway Edge Light yang sesuai standar guna meningkatkan keandalan sistem penerangan landas pacu. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 1 yang meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan desain, dan validasi desain, dengan data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara bersama pihak Bandar Udara Nusawiru, serta studi literatur yang mengacu pada ICAO Annex 14 Volume I, ICAO Doc 9157, PR 21 Tahun 2023, dan PUIL 2020. Perancangan mencakup penentuan jumlah lampu, konfigurasi circuit, perhitungan kebutuhan daya, pemilihan kapasitas Constant Current Regulator (CCR), spesifikasi kabel, sistem proteksi, serta penyusunan Detail Engineering Design (DED), Bill of Quantity (BOQ), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Hasil rancangan menunjukkan bahwa untuk runway sepanjang 1.400 meter dan lebar 30 meter dibutuhkan 46 unit Runway Edge Light yang dipasang pada kedua sisi runway dengan jarak maksimum 60 meter, menggunakan dua circuit seri 6,6 A dengan CCR berkapasitas 4 kVA pada masing-masing circuit. Kebutuhan daya total diperoleh sebesar 2,666 kVA pada Circuit 1 dan 2,496 kVA pada Circuit 2. Rancangan ini telah memenuhi standar teknis yang berlaku dan dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan sistem Runway Edge Light di Bandar Udara Nusawiru Pangandaran.
Rancangan Sistem Grounding di Gedung Terminal Bandar Udara Budiarto Curug Ilham Wisnumurti; Feti Fatonah; KGS. M. Ismail
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9200

Abstract

Gedung Terminal Bandar Udara Budiarto Curug belum memiliki sistem grounding, padahal gedung ini menaungi peralatan elektronik dan peralatan keamanan penerbangan seperti CCTV, X-Ray, UPS, dan Walk Through Metal Detector (WTMD) yang sensitif terhadap gangguan kelistrikan. Ketiadaan sistem pentanahan berpotensi menimbulkan kerusakan peralatan maupun bahaya sengatan listrik bagi pengguna gedung. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai tahanan pentanahan aktual pada Gedung Terminal serta merancang konfigurasi elektroda grounding yang memenuhi Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2020 dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 26 Tahun 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan pengukuran tahanan pentanahan memakai earth tester metode tiga titik (fall of potential) pada tiga variasi diameter elektroda batang (1/2, 9/16, dan 5/8 inci) yang diulang pada tiga waktu pengukuran berbeda untuk menguji konsistensi hasil terhadap perubahan kondisi lingkungan. Hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil perhitungan menggunakan rumus Dwight dan persamaan resistansi paralel. Hasil penelitian menunjukkan nilai tahanan pentanahan elektroda tunggal pada kedalaman 1,2 meter berkisar 15,59–23,42 Ω bergantung pada diameter elektroda, sehingga belum memenuhi kriteria PUIL 2020 (R ≤ 5 Ω). Berdasarkan hasil tersebut, dirancang konfigurasi 4 (empat) elektroda batang berdiameter 5/8 inci yang ditanam pada kedalaman 1,2 meter dan dipasang paralel, sehingga diperoleh nilai tahanan pentanahan teoretis sebesar 3,90 Ω yang telah memenuhi standar. Penelitian ini merekomendasikan rancangan pemasangan sistem grounding dengan konfigurasi empat elektroda paralel tersebut disertai kebutuhan verifikasi dan pemeliharaan berkala.