Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BUAH PISANG DAN PEPAYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN UBI JALAR (Ipomea batatas L) I. Parawansa
Jurnal Agrisistem Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.89 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui manfaat mikroorganisme lokal (Mol) buah pisang dan pepaya dan dosis Mol yang terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman ubi jalar (Ipomea batatas L). Dilaksanakan di lahan praktek STPP Gowa, berlangsung dari bulan Juli sampai bulan September 2013. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 macam perlakuan yaitu: M0: Kontrol (tanpa perlakuan), M1: 75 cc Mol L-1 air, M2: 150 cc Mol L-1 air, M3: 200 cc Mol L-1 air. Diulang 3 kali sehingga terdapat 12 petak (demplot) dan diaplikasi sebanyak 3 kali yaitu pada umur 14, 21 dan 27 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis yang terbaik dalam penggunaan Mol terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman ubi jalar (Ipomea batatas L) yaitu 75 cc L-1 air (M1), memberikan panjang batang 387 cm, jumlah daun 287 helai dan jumlah tunas 87 tanaman ubi jalar.
APLIKASI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) LIMBAH IKAN LAYANG (Decapterus russelli) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG KETAN (Zea mays ceratina) Ramli Ramli
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dosis MOL limbah ikan layang yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung ketan. Pelaksanaan kaji widya bertempat diDesa Pattallassang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa pada Maret sampai dengan Juni 2017. Metode kegiatan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yangterdiri dari 4 perlakuan masing-masing, P0 = Tanpa perlakuan, P1 = 75 ml per liter air, P2 = 150 ml per liter air, P3 = 250 ml per liter air. Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga diperoleh 16 petak percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol dan berat tongkol, dianalisis dengan Uji F dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil perlakuan aplikasi dosis MOL limbah ikan layang sebesar 250 ml/liter air (P3) berbeda nyata pada 14 HST dan 28 HST dan memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman yaitu 170,85 cm, jumlah daun terbaik P3 yaitu 12,18 helai berbeda nyata pada 42 HST, panjang tongkol terbaik pada P3 yaitu 15,35 cm dan berat basah tongkol produksi terbaik pada P3 yaitu 182,25 gram berpengaruh sangat nyata terhadap berat tongkol jagung ketan.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR ARES PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Hermaya Rukka; Ramli Ramli
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk organik cair ares pisang yang paling tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan di kebunpraktik Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa, Kelurahan Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Waktu pelaksanaan berlangsung pada Maret sampai Mei 2015. Metode ini dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 macam perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 12 plot perlakuan yaitu P0 = Tanpa perlakuan (kontrol), P1 = 750 ml/plot, P2 = 1000 ml/plot, P3 = 1,250 ml/plot. Hasil penelitian menunjukan aplikasi POC ares pisang pada dosis 1250 ml/plot (P3) memberikan pengaruh yang paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi.
APLIKASI WAKTU PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BIOBOOST TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata Sturt) Abd. Azis H.; Ramli Ramli
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi waktu pemberian pupuk organik cair biobosst yang terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Penelitianini dilaksanakan di lahan praktik STPP Gowa yang berlangsung selama tujuh minggu pada bulan Maret sampai Mei 2015 di Kelurahan Romanglompoa, Kecamatan Bontomarannu,Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan interval waktu P0= tanpa perlakuan (kontrol), P1 (interval 7, 14, 21, 28 HST), P2 (interval 10, 20, 30, 40 HST), dan P3 (interval 12, 24, 36, 48 HST), dengan aplikasi 750 larutan poc biobosst/bedengan dan diulang 3 kali pada 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan pengaruh interval waktu pemberian pupuk organik cair biobosst terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis pada perlakuan P2 (interval 10, 20, 30 dan 40 HST) memperlihatkan hasil tertinggi pada tinggi tanaman (160,533 cm), jumlah daun (10,733 helai) dan berat basah (270,333 gram) dibandingkan dengan perlakuan lainnya (P0, P1 dan P3).
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DENGAN BUDIDAYA TANAMAN SAWI (Brassica junceae L.) SISTEM VERTIKULTUR Rosmawati Nur; Faisal Hamzah; Kaharuddin Kaharuddin; Ramli Ramli
Jurnal Agrisistem Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman sawi yang ditanam melalui sistem vertikultur dibandingkan dengan sistem bedengan. 2) untukmengetahui tingkat efisiensi penggunaan lahan sistem vertikultur dibandingkan dengan sistem bedengan. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Romanglompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa dari Maret sampai Mei 2014. Penelitian dilaksanakan dengan sistem demonstrasi plot. Perlakuan terdiri dari dua perlakuan, yaitu: Sistem Bedengan dan Sistem Vertikultur. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman dan total produksi. Untuk melihat perbedaan antara pelakuan digunakan uji standar error, sedangkan untuk melihat efisiensi penggunaan lahan sistem vertikultur dibandingkan sistem bedengan digunakan rumus perbandingan antara jumlah tanaman pada vertikultur dengan jumlah tanaman pada bedengan pada suatu luasan lahan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sawi dengan sistem bedengan memberikan rata rata tinggi tanaman, rata-rata jumlah daun, rata-rata volume akar dan rata-rata berat tanaman yang lebih besar dibandingkan jika ditanam dengan sistem vertikultur. Sistem vertikultur memberikan total produksi yang lebih besar (9.360 g) dibandingkan dengan sistem bedengan (6.396 g). Sistem vertikultur 9 (sembilan) kali lebih efisien dibandingkan dengan sistem bedengan pada suatu luasan lahan yang sama.
EFEKTIVITAS KAPUR DOLOMIT PADA TANAH ALFISOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogea L. ) Ramli Ramli; Sudirman Sudirman; Samsur dulati
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis kapur dolomit pada tanah alfisol terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, sehingga di dapatkan 12 jumlah plot perlakuan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pemberian berbagai dosis kapur dolomite adalah : P0 Tanpa pemberian / Kontrol, P1. Dosis 900 gr/ plot, atau 3. Ton/ ha, P2. Dosis 1800 gr/plot. atau 6 Ton/ha P3 . Dosis 2700 gr/plot atau 9 Ton h-1. Pemberian kapur dolomit menghasilkan tinggi tanaman yang maksimal pada setiap minggunya terdapat pada perlakuan P3 pada dosis 9 ton h-1 dimana tinggi tanaman mencapai 58,00 cm, akan tetapi perlakuan P2 dengan dosis 6 ton h-1 jumlah cabang 10,11 buah, rata-rata berat polong basah 23,44 g setara 3,1 ton h-1, Berat polong kering 14,51 g setara 1,9 ton h-1, dan berpengaruh tidak nyata pada setiap perlakuan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTHING RHIZOBACTERIA (PGPR) AKAR PUTRI MALU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brasicca juncea L.) Ramli Ramli; P. Hamzah; W. Pasauran
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) adalah sejenis bakteri yang hidup dan berkembang di perakaran tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pemberian Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR) Akar Putri Malu Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi serta untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani. Penelitian dilaksanakan di lahan kampus Polbangtan Gowa, pada bulan Maret sampai Mei 2020. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 12 plot. Perlakuan yang digunakan yaitu: P0 : Tanpa Perlakuann, P1 : Pemberian PGPR akar putri malu 15 ml/tanaman, P2 : Pemberian PGPR akar putri malu 20 ml/tanaman atau dan P3 : Pemberian PGPR akar putri malu 25 ml/tanaman. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan berat bersih. Pemberian dosis PGPR akar putri malu pada pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pada P3 memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman yaitu 36,33 cm, jumlah daun 12,60 helai dan berat bersih 154,00 gram.
PENGARUH PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) AKAR BAMBU PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Rachmat Rachmat; Sendi Bororing; Ramli Ramli; Abd. Azis H.
Jurnal Agrisistem Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v17i1.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) akar bambu pada pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode yang digunakan dalam kajian ini yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 12 plot. Dalam pelaksanaan kajian 1 plot terdapat 25 tanaman total tanaman untuk keseluruhan adalah 300 tanaman. Pengamatan dilakukan untuk memperoleh data yang akan dianalisis. Pengambilan data dilakukan 1 minggu setelah tanaman diberikan PGPR akar bambu dengan cara mengukur pertumbuhan tanaman dengan menggunakan alat ukur berupa mistar. Pengambilan data dilakukan pada saat tanaman berumur 7, 14, 21, dan 28 (HST), dilakukan sesuai dengan parameter yang diteliti, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah. rata-rata tinggi tanaman pakcoy mengalami peningkatan pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari setelah tanam. rata-rata jumlah daun pakcoy yang diamati mengalami peningkatan pada umur 7, 14, 21 dan, 28 hari setelah tanam. rata-rata berat basah tanaman pakcoy umur 45 hari setelah tanam tidak mengalami perubahan.
RESPON PETANI TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBERIAN POC URINE SAPI PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Andi Muchtar Sudirman; Abdul Rahman Arinong; Ramli Ramli
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v16i1.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon petani terhadap efektifitas pemberian POC urine sapi pada pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan di lahan BPP Bulu Ballea, Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa pada bulan April sampai Juni 2019. Kajian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan, yaitu P0 : Tanpa Perlakuan POC urin sapi, P1 : Pemberian POC urin sapi dosis 100 ml per liter air ,P2 : Pemberian POC urin sapi dosis 200 ml per liter, P3 : Pemberian POC urin sapi dosis 300 ml per liter air, dan 3 kali ulangan sehingga terdapat 12 plot perlakuan. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah pakcoy. Pemberian POC urin sapi pada pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy dengan perlakuan P3 (POC urine sapi dosis 300 ml/liter air) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman yaitu 21,19 cm dan berat basah yaitu 111,80 gram dan jumlah daun 11,00 helai.
The effect of iron coating on stabilizing rice direct seeding onto puddled soil on growth and production Ramli Ramli; Kaimudddin Kaimudddin; Muh Riadi; Burhanuddi Rasyid
Journal of Agriculture and Applied Biology Vol 3 No 2 (2022): Journal of Agriculture and Applied Biology
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jaab.03.02.04

Abstract

Rice is a food-crop commodity that plays an important role in Indonesia's economy. This research aims to analyze the following aspects: 1) the response of several rice varieties to the growth and production of rice and 2) the effect of iron coating on the growth and production of rice. This study was conducted in Borongloe Village, Bontomarannu District, Gowa Regency, from March to December 2021. The split-plot design was applied for two factors. The main plot was used to test for the first factor, namely variety, for Inpari 32, Cigeulis, and Mekongga, and the subplot was used to test for the second factor, namely coating, uncoating, 25% coating, and 50% coating. The two factors were combined to create 9 treatment combinations. Each treatment combination was repeated four times. The Inpari 32 variety was found to be the best variety for coating based on the number of pithy seeds (82.04 per panicle), the weight of the seeds per panicle (2.50 g), and production (4.04 t h-1). Significant plant height was also seen in the Mekongga variety (121.39 cm). Furthermore, the 25% coating treatment was the best treatment for increasing crop yields based on the character of the number of tillers (24.32 tillers per clump) and the number of productive tillers (19.31 stem).