Syafruddin Syafruddin
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Validity of the Islamic Education Module on Qur'an Hadith Material Based on the Project-Based Learning Model at the Madrasah Tsanawiyah Level Sri Munawarah; Syafruddin Syafruddin; Fauza Masyhudi
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 24, No 1 (2025): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v24i1.4968

Abstract

ENGLISH: Validity of the Islamic Education Module on Qur'an and Hadith Material Based on the Project-Based Learning Model at the Madrasah Tsanawiyah LevelObjective: This study aims to develop and test the validity of the Qur’an Hadith learning module based on the Project Based Learning learning model as an innovation in increasing student activeness and understanding of Qur’an and Hadith values in Madrasah Tsanawiyah. Methods: This study used the Research and Development method with the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). Data were collected through observation, interviews, and questionnaires. The data analysis used was descriptive. Results: Construct validation on the module has high validity, in the presentation aspect of 91% (valid), the language aspect of 85.7% (valid) and the graphic aspect of 85.7% (valid). Conclusion: The Islamic education module of the Qur'an Hadith meter based on Project Based Learning meets the curriculum standards and the needs of student characteristics and is suitable for use as an alternative teaching material in learning Qur'an Hadith in Islamic education subjects. Contribution: This research contributes as a source of information in developing Islamic education modules based on the Project-Based Learning approach at the Madrasah Tsanawiyah level.INDONESIAN: Validitas Modul Pendidikan Islam Materi Al-Qur’an Hadis Berbasis Model Project Based Learning pada Tingkat Madrasah TsanawiyahTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas modul pembelajaran Al-Qur’an Hadis berbasis model pembelajaran Project Based Learning sebagai inovasi dalam meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis di Madrasah Tsanawiyah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pengisian angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil: Validasi konstruk pada modul memiliki validitas tinggi, pada aspek penyajian sebesar 91% (valid), aspek bahasa sebesar 85,7% (valid) dan aspek kegrafikan sebesar (85,7% (valid). Kesimpulan: Modul pendidikan Islam meteri Al-Qur’an Hadis berbasis Project Based Learning memenuhi standar kurikulum dan kebutuhan karakteristik siswa dan layak digunakan sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis mata pelajaran pendidikan islam. Kontribusi: Penelitian ini berkontribusi sebagai sumber informasi dalam pengembangan modul pendidikan Islam meteri Al-Qur’an Hadis berbasis pendekatan Project-Based Learning pada tingkat Madrasah Tsanawiyah.
PERBANDINGAN PENAFSIRAN AL-BAIḌĀWĪ DAN IBNU ‘ĀSYŪR TERHADAP QS. ASY-SYAMS AYAT 9–10 Abdurrahman Ahady; Syafruddin Syafruddin; Zulbadri Zulbadri
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i1.187

Abstract

Qs. Asy-Syams [91]: 9–10 memuat pesan moral yang sangat kuat tentang pentingnya penyucian jiwa dan ancaman terhadap pengotorannya. Ayat ini menjadi simpul etis dalam Al-Qur’an yang mengandung implikasi spiritual dan sosial bagi pembentukan karakter manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan penafsiran dua mufasir besar—Ibnu ‘Āsyūr dan al-Baiḍāwī—terhadap ayat tersebut, guna mengungkap perbedaan pendekatan metodologis, kerangka berpikir, dan kedalaman analisis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan basis studi pustaka dan teknik analisis deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu ‘Āsyūr menafsirkan ayat ini secara mendalam dengan pendekatan linguistik, retoris, dan kontekstual, sedangkan al-Baiḍāwī menggunakan pendekatan normatif-teologis dengan uraian yang ringkas namun padat. Perbandingan ini menegaskan bahwa meskipun keduanya memiliki latar keilmuan dan orientasi berbeda, keduanya sama-sama memperkaya khazanah tafsir Islam dan memberi kontribusi signifikan dalam memahami pesan etika Qur’ani secara multidimensi.
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN HADIS: KAJIAN LITERATUR DAN IMPLEMENTASI DALAM KELUARGA Asraf Kurnia; Syafruddin Syafruddin; Hendrizal Hendrizal; Heri Effendi; Sartika Fortuna Ihsan
Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM IAD Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/alathfal.v5i2.1424

Abstract

This article discusses the importance of Early Childhood Education (ECE) from the perspective of the Qur'an and Hadith, as well as its implementation in Muslim families. ECE focuses not only on cognitive aspects but also on moral education, faith, and worship. Through the habituation of Islamic values, good role models from parents, and positive communication, holistic education can be achieved. This study also identifies the challenges of modernization that may threaten Islamic ECE values and offers solutions to address these challenges. By integrating formal and informal educational approaches, it is hoped that future generations will grow into individuals with noble character and faith. The conclusion of this article emphasizes that the role of parents as primary educators is crucial in shaping children's character in accordance with Islamic teachings.Keywords: Early Childhood Education; Qur'an and Hadith; Islamic Values.
PERBANDINGAN PENAFSIRAN AL-BAIḌĀWĪ DAN IBNU ‘ĀSYŪR TERHADAP QS. ASY-SYAMS AYAT 9–10 Abdurrahman Ahady; Syafruddin Syafruddin; Zulbadri Zulbadri
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i1.187

Abstract

Qs. Asy-Syams [91]: 9–10 memuat pesan moral yang sangat kuat tentang pentingnya penyucian jiwa dan ancaman terhadap pengotorannya. Ayat ini menjadi simpul etis dalam Al-Qur’an yang mengandung implikasi spiritual dan sosial bagi pembentukan karakter manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan penafsiran dua mufasir besar—Ibnu ‘Āsyūr dan al-Baiḍāwī—terhadap ayat tersebut, guna mengungkap perbedaan pendekatan metodologis, kerangka berpikir, dan kedalaman analisis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan basis studi pustaka dan teknik analisis deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu ‘Āsyūr menafsirkan ayat ini secara mendalam dengan pendekatan linguistik, retoris, dan kontekstual, sedangkan al-Baiḍāwī menggunakan pendekatan normatif-teologis dengan uraian yang ringkas namun padat. Perbandingan ini menegaskan bahwa meskipun keduanya memiliki latar keilmuan dan orientasi berbeda, keduanya sama-sama memperkaya khazanah tafsir Islam dan memberi kontribusi signifikan dalam memahami pesan etika Qur’ani secara multidimensi.
Ihtibak in Al-Biqa'i’s Exegesis of Surah Yasin: ‎ A Theoretical and Applied Study ‎ Abdul Wahab Almunawar; syafruddin syafruddin; Toni Markos; Sesra Ayu Ningsih
Jurnal Ulunnuha Vol 14, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v14i2.10267

Abstract

The concept of al-Ihtibak according to al-Biqa’i indicates the presence of intertwined structures in sentences, where one structure refers to a statement without the need for repetition in the other. Al-Biqa’i adopts a different explanatory approach, considering verses containing "al-Ihtibak," interpreting the components, meanings, and mysteries in various ways. He categorizes "al-Ihtibak" into three patterns and presents five different types of it. In his analysis of Surah Yasin, he applies "al-Ihtibak" to specific six verses to expand and enhance their meanings more accurately and concisely. The researcher provides a descriptive analysis of "al-Ihtibak" with illustrative tables, highlighting the wisdom of "al-Ihtibak" in clarifying the purposes of the Quran and making expression concise and adorned.