Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Life Cycle Assessment Aplikasi Pupuk dalam Sistem Pertanian Indonesia: Tinjauan Naratif Abdul Aziz Setiadi Haryanto; Habil Dwi Atmika; Branden Axton Aurelius; Nirwasita Padmarini Putri Rustadi; Nurhayati Nurhayati
Journal of Environmental Economics and Sustainability Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jees.v3i2.1050

Abstract

Tinjauan naratif ini bertujuan memberikan gambaran dampak lingkungan penggunaan pupuk dalam sistem pertanian Indonesia melalui studi life cycle assessment (LCA) dari segi dampak terhadap iklim dan manusia, serta merekomendasikan agenda penelitian masa depan. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan tinjauan naratif terhadap 11 studi LCA aplikasi pupuk dalam sistem pertanian meliputi komoditas kelapa sawit, kopi, jagung, rumput laut, sayuran, beras, kakao, dan pisang.  Hasil sintesis menunjukkan ketiadaan standar metodologi LCA lokal menyebabkan inkonsistensi hasil dengan ruang lingkup bervariasi (cradle-to-grave, cradle-to-gate, gate-to-gate). Temuan kontradiktif emisi pupuk organik versus sintetik mengindikasikan keberlanjutan sangat bergantung pada konteks agroekologi spesifik seperti topografi. Hanya 4 dari 11 studi yang mengukur dampak kesehatan manusia. Transformasi pertanian berkelanjutan memerlukan pendekatan holistik meliputi pengembangan protokol LCA standar nasional, investasi modal manusia petani, reformulasi subsidi berbasis kinerja, penguatan infrastruktur, penelitian integratif, dan kerangka kebijakan multisektoral sebagai fondasi pertanian Indonesia yang produktif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Analysis of Food Prevention and Reduction in Cabbage Supply Chain: A Review Aprilia Putri Nasution; Lina Rahmawati; Raphael Nathanael Santosa; Gracia Angelina Wan; I Kadek Adi Indrawan; Nurhayati Nurhayati
Journal of Environmental Economics and Sustainability Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jees.v3i3.1133

Abstract

This study examines food loss and food waste (FLW) in the cabbage (Brassica oleracea/Brassica rapa) supply chain as a critical challenge to sustainable food systems. Cabbage is highly susceptible to loss due to intensive trimming, mechanical damage, non-protective packaging, and the absence of cold chain infrastructure, particularly in modern and online market channels. This review aims to identify FLW hotspots along the cabbage value chain and to assess prevention and valorization strategies within a circular economy framework. The FAO Food Loss Analysis (FLA) methodology was applied through load tracking, sampling, interviews, and qualitative assessments across multiple distribution channels in Cianjur, Indonesia. Results show cumulative losses ranging from 18–51%, primarily driven by repeated handling, strict visual quality standards, and inadequate logistics. Preventive interventions such as Good Handling Practices (GHP), reusable plastic crates, and improved early-stage transport systems demonstrate strong economic feasibility and significant loss reduction. In addition, cabbage residues present high potential for valorization into functional ingredients, bioenergy, and bio-based materials. Integrating prevention and valorization strategies is essential to reduce FLW and enhance sustainability in horticultural supply chains.