Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Infection with Kapsulotaenia sandgroundi (Carter, 1943) in Komodo Dragons (Varanus komodoensis Ouwens, 1912) on Rinca Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Winarso, Aji; Maha, Inggrid Trinidad; Wuhan, Yustinus Oswin Primajuni; Nurcahyo, Raden Wisnu; Priyowidodo, Dwi; Foitová, Ivona
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.81-82

Abstract

Artikel ini menguraikan infeksi Kapsulotaenia sangroundi (Carter, 1943) pada komodo (Varanus komodoensis Ouwens 1912) di Loh Buaya di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. Sampel feses komodo yang baru dijatuhkan dikumpulkan dan diawetkan dalam larutan SAF. Pemeriksaan parasit asli dilakukan di bawah mikroskop (perbesaran objektif 40x). Pengamatan lingkungan dilakukan untuk memperoleh informasi tambahan tentang siklus hidup dan penularan parasit. Pengamatan sampel feses mengungkapkan adanya telur cestode dalam kemasan telur (kapsul). Satu dari lima sampel menunjukkan hasil positif (20%). Siklus hidup Kapsulotaenia rumit dan menyoroti pentingnya memahami hubungan parasit dalam ekosistem. Memahami infeksi ini sangat penting untuk konservasi dan pengelolaan komodo, karena hal ini menyoroti perlunya pemantauan masalah kesehatan di habitat alami mereka.
Perawatan Ehrlichiosis pada kucing yang mengalami anemia dan indikasi gagal ginjal Kurnia, Kurnia; Anggoro, Dito; Budhi, Setyo; Priyowidodo, Dwi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.271 KB) | DOI: 10.29244/avl.4.2.23-24

Abstract

Kucing persia diperiksa sebanyak 2 ekor diperiksa tanggal 23 April 2019 dan 29 April 2019 dengan gejala lesu, mukosa pucat, tidak mau makan sejak 3-5 hari, dehidrasi dan mengalami penurunan berat badan dalam satu bulan terakhir. Kucing tersebut berasal dari pemilik berbeda yang memungkin pernah kontak dengan anjing. Pemeriksaan klinis menunjukkan kedua kucing mengalami anemia, lethargi dan abnormalitas ukuran ginjal yang membengkak pada kucing I dan atropi pada kucing II. Hasil pemeriksaan laboratorium kedua kucing mengalami anemia, SGPT/ALT turun, albumin normal, blood urea nitrogen (BUN) dan creatinin keduanya meningkat. Kucing I mengalami trombositopenia, leukositosis dengan neutrofilia dan protein plasma normal. Kucing II menunjukkan trombosit normal, neutrofilia dan total protein yang meningkat. Pemeriksaan preparat apus darah ditemukan inklusi intrasitoplasmik dalam neutrofil dari kedua kucing yang mengarah pada morula Ehrlichia sp. Diagnosa kedua kucing mengarah pada dugaan Ehrlichiosis. Penanganan anemia dan dehidrasi diberikan infus NaCl 0,9% intravena, injeksi Meylon dan Hematodin. Kondisi kedua kucing terus menurun, kucing I mati setelah 2 hari terapi dan kucing II mati setelah 5 hari terapi.