Articles
PENCARIAN INFORMASI DAN NAVIGASI
Umi Proboyekti
Jurnal Eksplorasi Karya Sistem Informasi dan Sains Vol 8, No 1 (2015): Literasi Informasi dan Sistem Informasi
Publisher : Duta Wacana Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.36 KB)
Pencarian informasi dasari pada information foraging, yaitu insting hewan dalam mencari makanan dengan berpindah-pindah tempat. Information foraging didukung oleh information scent, pemicu pencarian yang dianggap punya makna. Pencarian informasi dilakukan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan. Tahap-tahap pencarian informasi sejalan dengan model literasi informasi yang merupakan kemampuan menggunakan informasi secara efisien dan etis. Pencarian informasi melibatkan kemampuan dan ketrampilan manusia untuk menemukan informasi yang relevan atau satificing. Di sisi lain pencarian informasi juga didukung komponen-komponen navigasi yang memastikan pengguna tidak mengalami ketersesatan dalam pencarian informasi. Komponen navigasi seperti menu, breadcrumb, tab dan tombol home adalah navigasi yang memastikan pengguna mengetahui dimana keberadaannya dalam pencarian informasi.
IMPLEMENTASI WEIGHTED SUM MODEL DAN LEAST SQUARE METHOD DALAM PEMBERIAN NILAI DUKUNG KELAYAKAN PENERBITAN BUKU STUDI KASUS : PENERBIT ANDI
Kristiani Dewi;
Umi Proboyekti
Jurnal Eksplorasi Karya Sistem Informasi dan Sains Vol 7, No 1 (2014): Sistem Informasi Untuk Mendukung Proses Bisnis Organisasi
Publisher : Duta Wacana Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3497.731 KB)
Penilaian naskah buku merupakan proses penting pada Penerbit Andi. Pihak penerbit harus melakukan penilaian naskah buku sesuai aturan dan standar untuk menentukan nilai dukung kelayakan buku. Nilai tersebut menentukan naskah buku yang layak untuk diterbitkan. Pengambilan keputusan ditentukan oleh beberapa bagian yang menilai naskah. Penilaian dari bagian pemasaran, litbang, keilmuan, dan editorial mengandung nilai tertentu yang digunakan kepala bagian untuk memberikan keputusan akhir. Setiap penilaian didasari beberapa faktor pendukung. Faktor-faktor pendukung adalah reputasi penulis dan penjualan buku. Setiap bagian memiliki bobot dan nilai yang perhitungannya menggunakan rumus Weighted Sum Model. Data penjualan disajikan dalam bentuk grafik dan menggunakan Least Squares Method untuk menghitung kecenderungan naik atau turun. Penilaian yang dilakukan meliputi penilaian keilmuan, pemasaran, editorial, reputasi penulis, dan penjualan. Dengan adanya sistem tersebut, proses pembuatan keputusan dapat didukung dengan data-data yang akurat dan menghasilkan nilai dukung kelayakan naskah buku yang dapat membantu pengambilan keputusan.
IMPLEMENTASI WEIGHT SCORING SYSTEM DALAM PEREKOMENDASIAN JUMLAH PEMBELIAN SUATU JUDUL BUKU
Maylina Kurniawati;
Yetli Oslan;
Umi Proboyekti
Jurnal Eksplorasi Karya Sistem Informasi dan Sains Vol 2, No 2 (2009): Program Bantu
Publisher : Duta Wacana Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (87.935 KB)
Dalam bisnis jual beli buku, pengambilan keputusan mengenai jumlah eksemplar buku yang akan dibeli memegang peranan yang penting. Masing-masing judul buku akan memiliki jumlah peminat atau luas pasar berbeda. Untuk memutuskan jumlah buku yang akan dibeli, pimpinan toko buku memiliki beberapa kriteria penilaian seperti kategori buku, jenis buku, penulis, penerbit dan penjualan buku. Kemudian pada setiap kriteria tersebut, dilakukan penilaian berdasarkan tingkat penjualan buku. Supaya hasil penilaian lebih akurat, pimpinan melakukan analisis terhadap data transaksi penjualan buku tahun-tahun sebelumnya. Namun untuk melakukan proses analisis tersebut secara manual dibutuhkan waktu yang lama. Solusi dalam mengatasi masalah di atas, yaitu dengan membuat suatu sistem pendukung keputusan yang dapat merekomendasikan jumlah pembelian buku berdasarkan data penjualan buku. Untuk menghasilkan rekomendasi tersebut, dilakukan analisis terhadap data transaksi penjualan buku dengan menggunakan metode Weight Scoring System. Pada metode ini, pertama-tama dilakukan perhitungan jumlah record penjualan buku untuk menentukan weight setiap nilai pada setiap kriteria penilaian. Kemudian berdasarkan nilai minimum dan maksimum pembelian yang ditentukan oleh pengguna, sistem akan melakukan perhitungan rating untuk setiap nilai tersebut. Implementasi metode Weight Scoring System akan menghasilkan nilai-nilai pada setiap kriteria penilaian beserta weight, rating dan score yang dimiliki. Berdasarkan ketiga nilai itulah sistem dapat menghasilkan angka rekomendasi untuk setiap judul buku. Namun berdasarkan uji coba rekomendasi, metode ini menghasilkan rekomendasi dengan prosentase ketepatan rendah. Jadi dari penelitian ini, sistem yang dibangun tidak dapat digunakan sebagai pendukung keputusan dalam pembelian buku.
Pemodelan Representasi Pengetahuan Berbasis OWL untuk Objek Arsitektur Candi di Indonesia
Thalia Maria Camilo;
Gloria Virginia;
Budi Susanto;
Umi Proboyekti
Jurnal Terapan Teknologi Informasi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Terapan Teknologi Informasi
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21460/jutei.2020.41.190
Candi merupakan salah satu contoh warisan budaya. Jumlah candi Indonesia yang banyak membuat informasi yang tersebar di internet juga sangatlah banyak. Namun informasi tersebut bukanlah suatu kesatuan informasi. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menyimpan informasi-informasi tersebut. Untuk membantu pengolahan data candi, maka dibuat sistem semantic web. Sistem ini akan membantu memodelkan data candi. Tujuan dari sistem ini adalah untuk memodelkan data dan menampilkan informasi yang akurat tentang candi yang ada di Indonesia. Sistem dibangun dengan menggunakan metode On-To-Knowledge. Sistem semantic web yang dibangun berbasis OWL dan database yang digunakan adalah SPARQL. Sistem semantic web mampu menghubungkan data kebudayaan candi dengan kebudayaan yang lain. Selain itu, sistem juga dapat menampilkan informasi berdasarkan deskripsi dan gambar dari candi.
Penerapan Metode User Centered Design (UCD) Dalam Pembangunan Layanan Online Jual Beli Barang Bekas
Bonifasius Adhi Pratama;
Umi Proboyekti;
Katon Wijana
Jurnal Terapan Teknologi Informasi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Terapan Teknologi Informasi
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21460/jutei.2020.41.192
Setiap tahun banyak mahasiswa merantau dari berbagai daerah di Indonesia ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan, diwaktu yang sama ada pula yang telah lulus. Sebagian yang telah lulus memilih untuk kembali ke daerah asalnya atau bekerja di luar kota. Mahasiswa baru yang datang merantau biasa memilih kos sebagai tempat tinggal dan membutuhkan perabotan kos. Diwaktu yang sama, mahasiswa yang telah lulus membutuhkan tempat untuk menampung perabotan kosnya karena tidak mungkin dibawa semua perabotannya. Dari permasalahan tersebut penulis membuat aplikasi website jual beli barang bekas kos, dengan tujuan untuk membantu menghubungkan penjual dan pembeli yang membutuhkan perabotan kos bekas yang dapat menjual secara satuan, sepaket, atau bertransaksi dengan cara barter. Aplikasi website jual beli perabotan kos bekas ini disusun dengan menggunakan metode User Center Design (UCD). Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa, dan orang umum yang sedang kos di kota Yogyakarta. Proses terakhir yaitu melakukan pengujian dengan menggunakan usability testing. Responden yang terlibat dalam pengujian ini berjumlah 22 orang. Hasil akhir dari penelitian yang dilakukan mendapat rata-rata 93% untuk member sebagai pembeli dan 92% untuk member sebagai penjual. Kesimpulan dari hasil tersebut menunjukkan bahwa wesbite yang telah dibangun sudah usable.
Pembangunan Model Pengetahuan Kerajinan Tradisional Indonesia dengan Pendekatan On-To-Knowledge
Ni Luh Muryanti;
Gloria Virginia;
Budi Susanto;
Umi Proboyekti
Jurnal Terapan Teknologi Informasi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Terapan Teknologi Informasi
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21460/jutei.2020.42.196
Kerajinan tradisional adalah karya yang dibuat dengan peralatan sederhana dan berbahan alami. Kerajinan tradisional terdiri dari anyaman, batik, gerabah, kain tenun, kerajinan kayu dan kerajinan perak. Jenis kerajinan tradisional yang ada berbanding terbalik dengan informasi yang tersedia mengenai kerajinan tradisional Indonesia. Oleh karena itu sangat penting untuk memperkenalkan dan mendokumentasikan kerajinan tradisional pada masyarakat Indonesia. Salah satu cara untuk mendokumentasikan kerajinan tradisional Indonesia yaitu menggunakan semantic web. Semantic web mampu mengelola sekumpulan data dan model yang dinamis sehingga dapat memberikan keterbukaan akses infromasi. Pengetahuan tentang kerajinan tradisional Indonesia direpresentasikan ke bentuk OWL. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metodologi On-To-Knowledge untuk membangun ontologi kerajinan tradisional Indonesia. Dalam metodologi On-To-Knowledge terdapat 5 tahapan, namun penulis hanya menggunakan 4 tahapan yaitu tahap feasibility study, kick off, refinement, dan evaluation. Tahap feasibility study bertujuan untuk melakukan studi kelayakan terhadap sistem yang akan dibangun dengan mengidentifikasi masalah, pengguna sistem dan use case. Tahap kick-off bertujuan untuk mendefinisikan kebutuhan ontologi kerajinan tradisional Indonesia dan sumber pengetahuan yang digunakan. Tahap refinement bertujuan untuk melakukan pemodelan ontologi kerajinan tradisional Indonesia yang dilakukan dengan beberapa tahap yaitu ekstraksi pengetahuan secara manual, membuat description logic dan pembuatan T-Box. Evaluasi adalah tahap pengujian menggunakan reasoner HermiT pada aplikasi protégé, DL Query dan completeness check.
Sistem Informasi Manajemen Kinerja Guru
Windy Puji Oktiagraha;
Umi Proboyekti;
Yetli Oslan
Jurnal Terapan Teknologi Informasi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Terapan Teknologi Informasi
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21460/jutei.2020.42.197
Penjaminan mutu pendidikan saat ini dianggap penting untuk dilakukan oleh setiap sekolah. Proses yang terjadi dalam penjaminan mutu pendidikan ini diantaranya adalah penilaian kinerja guru. Kinerja guru di sekolah dapat dinilai kehadiran harian, total jam mengajar, dan penilaian siswa. Dalam pelaksanaannya, sekolah mendapati permasalahan efisiensi dalam penggunaan sumber daya biaya dan waktu. Data-data yang digunakan sebagai dasar penilaian sebagaianterekam dalam media tercetak. Sebagian lagi dalam format elektronik dan tidak menjadi satu kesatuan. Akses dan pengolahan data-data tersebut menjadi tidak efisien dan membutuhkan waktu banyak. Media terintegrasi yang mampu menampung seluruh penilaian tersebut ke dalam satu tempat belum tersedia. Dari permasalahan tersebut penulis membuat aplikasi berbasis web untuk sekolah menengah atas dengan tujuan untuk membantu proses penilaian kinerja guru. Aplikasi ini dirancang agar mampu menjadi media pencatatan, pengolahan dan pengelolaan data yang terintegrasi untuk tiap aspek penilaian kinerja guru. Sistem yang dibangun akan memfasilitasi guru dalam melakukan presensi secara digital.Selain itu, sistem dapat memfasilitasi murid dalam mengisi form survei untuk penilaian guru. Dari data-data ini sistem juga akan menampilkan nilai untuk tiap-tiap aspek yang berguna bagi kepala sekolah untuk pengambilan keputusan. Proses pengujian sistem ini dilakukan berdasarkan beberapa skenario yang ditujukan untuk responden penelitian. Responden pengujian dalam sistem ini berjumlah 10 orang. Adapun responden terdiri dari 1 orang sebagai waka kurikulum, 1 orang sebagai kepala sekolah, 7 orang sebagai guru dan 1 orang sebagai siswa. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh responden dalam penelitian berhasil melakukan task-task dalam skenario yang dibuat.
PEMETAAN KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERPADU SINODE GEREJA-GEREJA KRISTEN JAWA
Umi Proboyekti;
Budi Susanto;
Gloria Virginia;
Restyandito Restyandito
Share : Journal of Service Learning Vol. 6 No. 1 (2020): FEBRUARY 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.28 KB)
|
DOI: 10.9744/share.6.1.32-37
Pemetaan kebutuhan untuk mengembangkan MIS terpadu untuk gereja-gereja Kristen Jawa merupakan langkah berikut setelah penyusunan perencanaan strategis. Pemetaan ini bertujuan untuk mendapatkan profil gereja. Profil ini terdiri dari sumber daya manusia, infrastruktur yang didukung untuk TI, teknologi informasi terapan. Teknik elisitasi data yang digunakan adalah FGD dan kuesioner. Kuisioner online memiliki respons rendah karena kesenjangan teknologi dan ketidakbiasaan. Kuesioner berbasis kertas dikirim untuk menjangkau sebagian besar gereja. Sementara gereja-gereja menyelesaikan dan mengirimkan kembali kuesioner, tim memutuskan untuk mulai bekerja pada sistem informasi untuk Sinode dengan menjadwalkan FGD untuk elisitasi persyaratan. Tim belajar bahwa karakteristik organisasi memainkan peran penting dalam mengembangkan SIM terintegrasi.Requirement mapping for developing integrated MIS for Javanese Christian churches is the next step after composing the strategic planning. The mapping is aimed to get the profile of churches. The profile comprises human resources, supported infrastructure for IT, applied information technology. Data elicitation technique used was FGD and questionnaire. The online questionnaire had low responses due to the technology gap and unfamiliarity. Paper based questionnaire was sent to reach most of the churches. While the churches completing and sending back the questionnaires, the team decided to start working on the information system for Synod by scheduling a FGD for requirement elicitation. The team learned that the characteristic of the organization played a significant role in developing the integrated MIS.
KESIAPAN GEREJA-GEREJA ANGGOTA SINODE GKJ DALAM PENERAPAN RENCANA OPERASIONAL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERPADU
Restyandito Restyandito;
Budi Susanto;
Umi Proboyekti;
Gloria Virginia
Share : Journal of Service Learning Vol. 6 No. 2 (2020): AUGUST 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.325 KB)
|
DOI: 10.9744/share.6.2.71-75
Sinode GKJ menyadari bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan di Sinode, Klasis, maupun setiap Gereja-gereja Kristen Jawa. Seperti yang telah tertuang dalam dokumen Rencana Operasional (Renop) penerapan Recana Strategis Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Terpadu (Renstra SIMT) Sinode GKJ, pada periode 2019 telah ditetapkan untuk pembaruan infrastruktur dan web Sinode GKJ. Tim menyadari bahwa sumber daya manusia yang ada saat ini tidak mencukupi untuk melaksanakan Renop yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu tahap awal dari penerapan Renstra Pengembangan SIMT adalah memetakan kondisi infrastruktur dan kesiapan gereja-gereja dan klasis di lingkungan Sinode GKJ. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut tim dapat melakukan pelatihan dan pembekalan yang diperlukan agar penerapan Renstra Pengembangan SIMT dapat terlaksana dengan baik. Hasil awal yang diperoleh dari 49 sampel gereja menunjukkan bahwa ukuran jemaat mempengaruhi kesiapan gereja. Juga ditemukan bahwa aksesibilitas ke teknologi informasi (seperti ketersediaan komputer dan internet) tidak mencerminkan kesiapan gereja karena yang diperlukan dalam memanfaatkan teknologi informasi adalah perubahan paradigma dalam perilaku organisasi dan kesiapan sumber daya manusia yang ada
Penerapan Forward Chaining Pada Program Diagnosa Anak Penderita Autisme
Gusti Ayu Kadek Tutik A.;
Rosa Delima;
Umi Proboyekti
Jurnal Informatika Vol 5, No 2 (2009): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.675 KB)
|
DOI: 10.21460/inf.2009.52.73
Autisme merupakan gangguan perkembangan mental pada anak yang menyebabkan seorang anak sulit untuk berinteraksi sosial. Diagnosa autisme biasanya dilakukan oleh seorang pakar/ahli dibidang tumbuh kembang anak, namun sebenarnya orang tua juga dapat melakukan diagnosa awal kemungkinan autisme pada anak dengan melakukan pengamatan perilaku anak dalam kesehariannya terutama dari cara berkomunikasi, berinterkasi sosial dengan anak sebayanya, dan kemampuan berimajinasi pada anak. Aplikasi yang dibangun bertujuan untuk membantu orang tua didalam melakukan diagnosa awal kemungkinan autisme pada anak. Pengetahuan pada sistem direpresentsikan dalam bentuk aturan dan metode penalaran yang digunakan adalah metode runut maju (forward chainning). Keluaran pada sistem berupa ada tidaknya kemungkinan autisme pada seorang anak berdasarkan fakta/gejala yang diberikan kepada sistem.