Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sistem Monitoring Dan Pengendalian Data Suhu Ruang Navigasi Jarak Jauh Menggunakan WEMOS D1 Mini H. Heru Abrianto; Kumala Sari; Irmayani Irmayani
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 4, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v4i1.2687

Abstract

Ruang perangkat sangat rentan akan munculnya panas, karena  perangkat tersebut dijalankan setiap saat. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan pendingin ruangan seperti Air Conditioner (AC) pada setiap ruang perangkat agar suhu ruangan selalu dingin sesuai ketentuan yang berlaku karena kondisi suhu ruangan sangat berpengaruh terhadap perangkat. Dari kasus tersebut maka demi memudahkan petugas dalam memantau suhu ruangan perangkat maka dibuat pendeteksi suhu ruangan agar suhu ruangan tidak melewati batas maksimal dan alat tersebut akan memberikan notifikasi secara otomatis langsung ke petugas melalui aplikasi Bylnk pada smartphone. Sebagai penanggulangan atau tindakan pertama di ruang perangkat tersebut maka melalui aplikasi Bylnk pada smartphone petugas dapat menyalakan AC cadangan yang ada pada di ruang perangkat. Prototype alat ini terdiri dari Wemos D1, sensor suhu DHT22, dan switch untuk menyalakan / mematikan AC . Pada pengujian dan sensor suhu DHT22 maemiliki ketidaklinieran terhadap Thermo-Hygrometer ruangan yaitu sebesar 5 % dan selisih nilai pengukuran analog dan digital 1.7 0C. Alat ini dapat mengirimkan notifikasi  secara otomatis melalui aplikasi bylnk pada smartphone ketika suhu ruangan melewati batas maksimal, dan aplikasi bylnk pada smartphone juga dapat menyalakan AC cadangan yang terdapat pada ruang perangkat
Prototype Pengontrolan Lampu Penerangan Jalan Umum Secara Real Time Menggunakan Arduino Uno H. Heru Abrianto; Deva Arista; Irmayani Irmayani
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 6, No 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v6i6.7278

Abstract

Abstrak - Keterbatasan ketersediaan energi yang ada menyebabkan efisiensi menjadi hal yang penting. Penggunaan lampu jalan adalah salah satu bentuk penggunaan energi listrik yang perlu menjadi perhatian agar penggunaan efisien, Untuk itu pada makalah ini dibuat protype pengontrolan lampu penerangan jalan umum secara real time menggunakan arduino uno dengan tujuan agar penggunaan energy dapat dikontrol secra real time. Sebagai pendeteksi objek menggunakan Sensor infrared TCRT-5000, Sensor ini digunakan untuk mengimplementasikan sistem penerangan jalan umum menjadi PWM (Pulse width Modulation) dan modul RTC sebagai waktu atau jam. Ada tiga kondisi utama waktu yang dideteksi oleh RTC yaitu kondisi siang hari, malam hari dan tengah malam. Saat malam hari maka waktu yang telah ditentukan akan memberikan perintah menyalakan lampu disaat malam hari, dimana alat Ini berkerja secara Real Time Control System.Kata kunci: Pengontrolan PJU, Real Time System, Sensor TCRT-5000, Arduino UNOAbstract - The limited availability of existing energy causes efficiency to become important. The use of street lights is one form of use of electrical energy which needs to be paid attention to in order to use it efficiently. For this reason, in this paper a prototype for controlling public street lighting in real time using Arduino Uno is created with the aim of so that energy use can be controlled in real time. As an object detector using the TCRT-5000 infrared sensor, this sensor is used to implement a public street lighting system into PWM (Pulse width Modulation) and an RTC module as a time or clock. There are three main time conditions detected by the RTC, namely daytime, nighttime and midnight conditions. At night, the predetermined time will give the command to turn on the lights at night, where this tool works with a Real Time Control System.Keywords: PJU Control, Real Time System, TCRT-5000 Sensor, ArduinoUNO
IMPLEMENTASI CUSTOMIZED APPLICATIONS FOR MOBILE NETWORK ENHANCED LOGIC DALAM PROSES MOBILE ORIGINATING CALL PADA PREPAID SIM CARD DI JARINGAN INTERNATIONAL Irmayani Irmayani; Aulia Fikri Saputra; Faisal Ramadhan Putra
SINUSOIDA Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v25i2.1922

Abstract

Selain pengguna SIM card pascabayar (postpaid), banyak diantara pelanggan yang sedang roaming di jaringan internasional adalah pengguna SIM card prabayar (prepaid). Salah satu layanan yang paling sering digunakan oleh roamers adalah Mobile Originating Call (MOC). Pada nomor prepaid terdapat perbedaan dalam proses panggilan terutama outgoing call karena menggunakan logic tertentu pada saat pembangunan panggilan. Implementasi Customized Applications for Mobile network Enhanced Logic (CAMEL) bertujuan untuk mengakomodasi setiap nomor prepaid agar dapat melakukan aktivitas MOC ketika roaming di jaringan internasional. Sebelum dilakukan implementasi CAMEL, pelanggan prepaid masih bisa melakukan MOC akan tetapi harus menggunakan layanan USSD Callback. Layanan USSD Callback ini kurang efektif bagi pelanggan. Setelah dilakukan implementasi CAMEL, akan dilihat tingkat performansi dengan mengambil log transaksi location update dan MOC oleh pelanggan prepaid yang roaming di jaringan internasional. Hasil yang didapat setelah implementasi CAMEL adalah persentase LUSR mencapai 73%, masih termasuk ke dalam kategori Good pada kualitas standard KPI operator. Sedangkan persentase CCR untuk transaksi MOC adalah 55%, termasuk kategori Fair pada kualitas standard KPI operator karena masih di atas 50%. Jadi hasil yang didapat adalah sudah memenuhi standard dari keseluruhan operator lokal yang memiliki kerjasama international roamingdengan operator Roaming Partner. Kata kunci: Roaming Internasional, GSM, CAMEL, Prepaid, Location Update, MOC
Disain Antena Mikrostrip Array Tiga Band untuk Aplikasi WiFi dan WiMax Abrianto, H. Heru; Irmayani Husein Mukdien
Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika Vol 2 No 1 (2022): Mei : Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/teknik.v2i1.105

Abstract

In this research, a 1x2 circular patch microstrip array antenna with feeding line is made which can be used on WiFi and WiMax which work at frequencies of 2.4, 3.7 and 5.8 GHz. This antenna design uses Ansoft HFSS software. Where the simulation results at a frequency of 2.4 GHz obtained a return loss value of -22.28 dB, -19.03 dB at 3.7 GHz and -14.94 dB for 5.8 GHz, VSWR 1.17 for 2.4 GHz, 1.25 at 3, 7 GHz and 1.43 for 5.8 GHz.Gain is 1 dB and directivity is 2,33 dB. The simulation results show that the parameters meet the minimum standard of the performance of an antenna, the Return Loss (RL)<-10 dB for 5.8 GHz, VSWR<2. Therefore, this antenna is suitable for use for WIFI and WLAN applications
IMPLEMENTASI SERVICE DISTRIBUTION POINT PADA JARINGAN MPLS STATIC ROUTE MENGGUNAKAN METODE LDP DAN LSP Irmayani, Irmayani; Pardede, Ivan Josua
SINUSOIDA Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i1.2269

Abstract

VPLS merupakan salah satu teknologi MPLS yang dapat menghubungkan beberapa kawasan geografi yang terpisah dengan mengemulasikan bridging domain. Pelanggan yang memiliki layanan VPLS akan memiliki segmen Local Area Network yang sama, walaupun secara geografis kondisinya berjauhan. Dalam kasus, beberapa pelanggan membutuhkan kualitas layanan yang baik. Pelanggan menginginkan agar koneksi ke tujuan tidak lambat dan terputus. Maka dibutuhkan suatu sistem redundansi agar jalur komunikasi tidak terputus dan dibutuhkan juga suatu sistem agar trafik tidak hanya dalam satu jalur saja. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan metode LDP dan LSP yang diterapkan pada VPLS. Dengan metode tersebut dapat diterapkan sistem redundansi, ketika jalur utama mati maka trafik berpindah ke jalur backup. selain itu, adanya metode LSP, trafik pelanggan dapat dipisah dengan pelanggan lainnya yang melalui jalur LDP sehingga tidak akan menumpuk pada satu jalur saja. Pengujian SDP dengan metode LDP dan LSP ini diukur dengan dua cara. Pertama mengirimkan trafik ke host tujuan sehingga dapat dilihat bahwa trafik menggunakan LSP dapat terpisah dari trafik yang menggunakan LDP. Kedua ialah melakukan redundansi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan menggunakan kedua metode tersebut dapat diterapkan sistem redundansi ketika jalur utama terputus dan bekerja dengan baik dalam membagi trafik dan jalur yang dapat dipakai customer. Dengan demikian SDP dengan metode LDP dan LSP dapat di implementasikan pada jaringan MPLS.Kata kunci : MPLS, VPLS, SDP, LSP, LDP
IMPLEMENTASI LINK KOMUNIKASI SERAT OPTIK UNTUK PENGIRIMAN INFORMASI ANTAR GARDU TRAKSI Irmayani, Irmayani; Oetomo, Poedji; Putra, Tomi Pebriansa
SINUSOIDA Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i1.2270

Abstract

Pada makalah ini dibahas tentang pemanfaatan jaringan Serat Optik sebagai link komunikasi sistem proteksi Linked Breaking Device (LBD). LBD merupakan sebuah perangkat yang menghubungkan gardu traksi yang satu dengan gardu traksi yang berbeda untuk menghasilkan intertripping. Intertripping adalah suatu metode proteksi memutus HSCB di DC Swtichgear untuk mencegah kondisi sistem yang tidak diharapkan seperti short cicuit, ground fault dan emergency karena terdapat informasi perjalanan kereta api di dalamnya. Untuk itu diperlukan sebuah sistem yang dapat menjamin kehandalan dan memenuhi syarat pada sistem proteksi. Permasalahan ini dapat di atasi dengan penambahan perangkat SKSO pada saluran komunikasinya dikarenakan selain transfer data yang lebih cepat karakteristik fiber optiknya juga yang kebal terhadap medan elektromagnetik menjadi pertimbangan untuk mengimplementasikan perangkat ini pada sistem LBD. Eksekusi proses implementasi ini dengan menghubungkan perangkat SKSO pada jaringan pengaman gardu traksi. Analisis dilakukan dengan membuat simulasi gangguan antar LBD gardu traksi dengan mengoperasikan selector switch pada panel IRP, Menghitung Power Link Budget dan Rise Time Budget saluran optiknya. Nilai rata-rata power link budgetnya sebesar 1,21 dBm, sedangkan hasil pengukuran nilainya sebesar 0,85 dBm. Nilai total keseluruhan masih memenuhi standar KPI (Key Performance Indicator) sebesar ≤ -4 dBm.Nilai Rise Time Budget rata-rata 49 ps. Kata Kunci : Fiber Optic, Linked Breaking Device, Gardu Traksi
Perancangan Jaringan VPN Dalam MPLS IP Antar Perusahaan Menggunakan Virtual Routing Forwarding Pada Router Irmayani, Irmayani; Septiyanto, Taufan; Marwita, Fivit
SINUSOIDA Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i2.2272

Abstract

Jaringan Virtual Private Network (VPN) dalam Multi Protocol Label Switching (MPLS) adalah suatu bentuk komunikasi data yang menggunakan jaringan publik untuk menghubungkan dua atau lebih cabang komputer, pelanggan, secara tertutup yang dipisahkan oleh jarak. Dalam hal ini menggunakan perangkat keras (router) sebagai media koneksi penghubung komunikasi data tersebut. Pada tulisan ini akan dilakukan analisis model pembentukan suatu sistem jaringan VPN dalam MPLS. Perancangan dilakukan pada dua pelanggan yaitu Departemen Perhubungan (DepHub) dan Perusahaan Gas Negara (Gas). Komunikasi ini dipisahkan oleh Virtual Routing Forwording (VRF) dengan ditandai terbentuknya Cloud untuk masing-masing pelanggan sehingga terjadi pemisahan trafik yang aman untuk melakukan komunikasi data. Tahapan ini menunjukan terbentuknya sebuah VPN dalam MPLS menggunakan VRF yang akan memisahkan jalur masing-masing pelanggan dan protokol yang digunakan adalah Open Shortest Path First (OSPF) dan Border Gateway Protocol (BGP). Dalam konfigurasi jaringan VPN/MPLS ini dihasilkan model/topologi komunikasi yang terbentuk oleh Provider. Hasil yang diperoleh pada router PE1 sebagai provider menunjukkan trafik komunikasi yang ada di PE1 (Jakarta) menuju ke PE2 (Medan), atau sebaliknya dengan hasil 100 %. Nilai latancy 156 ms, average 202 ms dan maximum 248 ms untuk Customer Departemen Perhubungan. Sedangkan nilai latancy 196 ms, average 232 ms dan max 280 ms untuk Customer Perusahaan Gas Negara. Kata Kunci: VPN, MPLS, VRF, OSPF, BGP
Penerapan Antena MIMO Pada Sistem Antena SISO Abrianto, Heru; Irmayani, Irmayani; Zai, Aroli Ignatius
SINUSOIDA Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Elektro
Publisher : INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/s.v26i2.2275

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi bergerak dimulai dengan teknologi 2G kemudian berkembang ke 2.5G (GPRS), lalu meningkat ke teknologi 3G yang pada akhirnya berkembang lebih jauh lagi ke 3.5G (HSDPA) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan peningkatan layanan data kepada pelanggan. Generasi berikutnya, Long Term Evolution (LTE) dirancang untuk menghasilkan luas cakupan yang yang besar dengan menggunakan teknik antena jamak seperti MIMO 2x2. Penerapan Sistem Antena Multiple Input Multiple Output (MIMO) pada Sistem Antena Single Input Single Output (SISO) melalui analisa perhitungan link budget (antena SISO/MIMO ke Mobile Station) dan Analisa luas cakupan (coverage) atau biasa dikenal dengan RSRP (Reference Signal Received Power) menggunakan peralatan perencanaan (desain tool) IBwave. Penerapan Antena MIMO (2x2) pada Sistem Antena SISO, daya yang diterima secara keseluruhan sebesar 99,60% dimana sudah melampaui batas ambang yang ditentukan/threshold (RSRP ths ) ≥ 95% di level – 95 dBm. Berdasarkan hasil pengujian luas area coverage mengalami peningkatan sebesar 8,6% secara keseluruhan.
Disain Antena Mikrostrip Bentuk L Frekuensi Ganda Untuk Aplikasi IoT Irmayani Irmayani; Heru Abriyanto; Riyadi Riyadi
SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 33 No 2 (2023): Sainstech: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/stch.v33i2.1579

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat perubahannya, saat ini kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat dalam situasi dimanapun berada sangat dibutuhkan. Oleh karena itu dibutuhkan teknologi yang dapat menjangkau dimanapun dimanapun pengguna berada. Kebutuhana ini hanya dapat didukung oleh teknologi komunikasi nirkabel. Teknologi nirkabel (wireless) perlu antarmuka yaitu antena yang bekerja mengirimkan informasi dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa harus menggelar kabel yang akan sangat kesulitan jika harus melewati hutan dan samudra. Salah satu antena yang dibutuhkan adalah antena mikrostrip yang mempunyai bentuk kecil, sederhana, ringan, dan protable. Pada makalah ini dirancang antena mikrostrip bentuk L, dengan VSWR yaitu 1,459 dan 1,441 pada frekuensi 2,4 dan 5.8 GHz. Return Loss yang didapat adalah -14,577 dB dan -14,862 dB untuk frekuensi 2,4 dan 5.8 GHz. Bandwidth 360 Mhz dan 620 MHz pada frekuensi 2,4 dan 5,8 GHz, Gain sebesar 0,81 dBm dan 2,54 dBm pada frekuensi 2,4 dan 5,8 GHz. Kata kunci: Antena Mikrostrip; IoT, Bentuk L, Frekuensi Ganda
Implementasi 4G Carrier Aggregation-3CC Untuk Meningkatkan Throughput Pada Smartphone Berbasis LTE-Cat9 Irmayani Irmayani; R.Deni Rahman Satrija
SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 34 No 2 (2024): Sainstech : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/stch.v34i2.2085

Abstract

Kendala yang muncul pada layanan 4G LTE ketika throughput data yang diberikan, sudah mulai lambat seiring dengan makin banyaknya pengguna lain. Karena itu operator menerapkan layanan 4G LTE-Advanced, yaitu dengan Carrier Aggregation (CA). Carrier aggregation adalah salah satu metode dalam teknologi LTE yang memungkinkan penyedia jaringan untuk menggunakan bandwidth yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas. CA menggunakan dua atau lebih component carriers (CC) dari pita frekuensi yang sama (intra-band) dan berbeda (antar-band). Untuk dapat menjalankan layanan ini, operator seluler harus memenuhi persayaratan minimal yang telah ditetapkan oleh 3GPP release-10, yaitu bandwidth minimal sebesar 20 MHz. Dalam proses impementasi dipilih area yang mewakili lingkungan yang paling umum dan memenuhi syarat yang ditetapkan untuk LTE. Pengujian dilakukan dengan implementasi script Carrier Aggregation menggunakan software iManager u2000 di operator Indosat. Selanjutnya, mengevaluasi teknik CA dengan parameter uji menggunakan data throughput di dalam area jaringan LTE yang diuji. Evaluasi kinerja teknik CA inter-band non contiguous 3-CC dialokasikan untuk 1 sel sebagai primary serving cell (PCell) dan 2 sel sebagai secondary serving cell (SCell). Implementasi Carrier Aggregation dapat dilakukan pada BTS 4G CIANJUR_IM. Hasil simulasi menunjukkan bahwa data throughput meningkat menjadi 41-58 Mbps, dibandingkan dengan data throughput sebelum implementasi CA dan throughput meningkat sebesar 37,15% dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. . Kata Kunci : 4G LTE, Carrier Aggregation, CA interband non-contiguous, throughput, component carriers