Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN KOMPETENSI DENGAN KINERJA PAMONG BELAJAR PADA PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET B DI SKB GRESIK Rio Prabandaru; Widodo Widodo
J+PLUS UNESA Vol. 11 No. 2 (2022): J+PLUS, Desember 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pendidikan non formal dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah kinerja pamong belajar selaku tenaga pendidik. Kinerja pamong belajar sendiri dipengaruhi oleh kompetensi yang dimiliki pamong belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara kompetensi dengan kinerja pamong belajar pada program pendidikan kesetaraan paket B di SKB Gresik. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel total karena terbatasnya populasi yang kurang dari 30. Dua variabel yang digunakan dalam peneitian ini adalah kompetensi pamong belajar sebagai variabel independen, dan variabel kinerja sebagai variabel dependen. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan jenis penelitian korelasional. Untuk teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket. Instrument penelitian menggunakan pengukuran penilaian dengan skala likert. Pengujian prasyarat analisis menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas untuk menguji angket penelitian. Uji normalitas dan uji korelasi rank spearman digunakan untuk menganalisis data penelitian. Setelah pengolahan data menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS (pengolah data statistik), diketahui nilai koefisien korelasi sebesar 0,678 dan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000. Dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara variabel kompetensi yang dimiliki pamong belajar dengan kinerja pamong belajar pada program pendidikan kesetaraan paket B di SKB Gresik.
PENGARUH PENGELOLAAN TAMAN AGROWISATA TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA SAMBIBULU KECAMATAN TAMAN Nadhila Yusrina M.; Widodo Widodo
J+PLUS UNESA Vol. 11 No. 2 (2022): J+PLUS, Desember 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Konsep Andragogi pada Program Kursus Menjahit untuk Meningkatkan Kompetensi Warga Belajar di UPT SKB Mojokerto Berlian Nurul Aini; Widodo Widodo
J+PLUS UNESA Vol. 11 No. 2 (2022): J+PLUS, Desember 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan (1) implementasi konsep andragogi pada program kursus menjahit untuk meningkatkan kompetensi warga belajar (2) Faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi program kursus menjahit untuk meningkatkan kompetensi warga belajar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pengelola, instruktur, dan warga belajar yang mengikuti pelatihan kursus menjahit. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data terkumpul akan dilakukan teknik analisis data Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi konsep andragogi berdasarkan Knowles sudah berjalan dengan baik karena tutor melibatkan warga belajar dalam praktek menjahit, seperti orang dewasa memiliki kebutuhan untuk mengetahui, konsep diri, pengalaman sebelumnya, kemauan untuk belajar, orang dewasa memiliki orientasi belajar, dan orang dewasa memiliki motivasi belajar. Konsep andragogi pada program kursus menjahit berpengaruh pada peningkatan hasil kompetensi warga belajar meliputi peningkatan pemahaman warga belajar mengenai materi-materi yang diberikan setelah mengikuti pelatihan. Perubahan sikap menjadi lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 2) Faktor pendukung adalah bakat, minat, alat menjahit yang lengkap serta ruangan yang nyaman. Kendala yang hadapi diantarannya ada warga belajar yang kurang serius dan berkonsentrasi, mengakibatkan perhatian warga belajar kurang sehingga tutor selalu mengingatkan.
STRATEGI ORANG TUA DALAM MENANAMKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI KELOMPOK BERMAIN AL - HIKMAH DUSUN POLAMAN DESA PURWOJATI KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO Rizqi Nur Fauziah; Widodo Widodo
J+PLUS UNESA Vol. 11 No. 2 (2022): J+PLUS, Desember 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Program Life Skill Menjahit Tingkat Dasar dalam Upaya Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik Kejar Paket C di UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gresik Rohmatul Ummah; Widodo Widodo
J+PLUS UNESA Vol. 12 No. 1 (2023): J+PLUS, Juni 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Life Skill programme is determined by UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gresik according to the learning needs of students, one of which is the basic level sewing Life Skill programme. This study aims to describe the management of the basic level sewing life skills programme in fostering the entrepreneurial spirit, and describe the supporting factors and inhibiting factors of the basic level sewing life skills programme. This research method uses a qualitative approach with descriptive methods at UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gresik. Data collection techniques in this research use in-depth interview techniques, participatory observation, and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data display, and conclusion verification. The data validity criteria include internal validity (Credibility), external validity (Transferability), and dependability (Vaiability), objectivity (Confirmability). The results of this study are the management of the basic level sewing life skills program based on planning, organising, implementing, and supervising. However, there are several aspects that have not been implemented properly which affect the development of the basic level sewing life skills programme. Efforts to foster an entrepreneurial spirit in students can be seen through the learning process of the basic level sewing Life Skill programme which includes aspects of hard work, discipline, risk-taking, and creative and innovative
Andragogical Curriculum Orientation, Self-Regulated Learning, and Career Readiness in Nonformal Vocational Training Rofik Jalal Rosyanafi; Yatim Riyanto; I Ketut Atmaja Johny Artha; Widodo Widodo; Heryanto Susilo; Wiwin Yulianingsih; Edwin Jaimes Villaflor
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 2 (2026): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i2.1474

Abstract

Nonformal vocational training is increasingly required to prepare learners not only with technical competence but also with career readiness. However, limited empirical evidence explains how adult-oriented curriculum practices and learners’ self-regulation contribute to career readiness in nonformal vocational training institutions. This study aimed to examine the association between andragogical curriculum orientation, self-regulated learning, and career readiness among learners at LKP Lussy Surabaya. A quantitative ex post facto correlational design was applied using questionnaire data from 65 valid learners. Andragogical curriculum orientation was measured through self-concept, experience, readiness to learn, learning orientation, and learning motivation; self-regulated learning was measured through forethought, performance, and self-reflection; and career readiness was measured through concern, control, curiosity, and confidence. The results showed that andragogical curriculum orientation and self-regulated learning were positively and significantly associated with career readiness, with self-regulated learning emerging as the stronger predictor. Simultaneously, both variables explained 70.7% of the variance in career readiness. These findings indicate that career readiness in nonformal vocational training is shaped by adult-oriented learning experiences and learners’ regulatory capacity. This study provides an empirical basis for rethinking curriculum orientation beyond technical skill delivery toward stronger support for career readiness.