Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KARYAWAN PADA KARYAWAN PT X Yeni Febriani; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41253

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan pada karyawan PT X. Metode yang digunakan yakni pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh, sampel pada penelitian ini yakni karyawan tetap di PT X, dengan minimal masa kerja 2 tahun sehingga subjek penelitian yang memenuhi kriteria tersebut sebanyak 45 karyawan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yakni skala persepsi dukungan organisasi dan skala keterikatan karyawan. Jenis isntrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Analisis data menggunakan teknik korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS 25.0 for windows, menghasilkan nilai taraf signifikansi 0,000 (p<0,05) artinya terdapat hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan pada karyawan PT X. Uji koefisien korelasi pada penelitian ini sebesar 0,611 (r=0,611) hasil penelitian ini sendiri menunjukkan arah hubungan yang searah dan positif yang artinya semakin tinggi persepsi dukungan organisasi maka semakin tinggi pula keterikatan karyawannya. Hal tersebut dapat terjadi sebaliknya, semakin rendah persepsi dukungan organisasinya maka semakin rendah pula keterikatan karyawannya. Kata Kunci: Persepsi dukungan organisasi, Keterikatan karyawan, Karyawan. Abstract This study aims to determine the relationship between perceived organizational support and employee attachment to employees of PT X. The method used is a quantitative approach. The sampling technique used the saturated sample technique. The sample in this study were permanent employees at PT X, with a minimum working period of 2 years, so that the research subjects who met these criteria were 45 employees. The instruments used in this study are the perceived organizational support scale and the employee engagement scale. The type of instrument used in this study is a Likert scale. Data analysis using the Pearson Product Moment Correlation technique with the help of SPSS 25.0 for Windows resulted in a significance level value of 0.000 (p <0.05), meaning a relationship between perceived organizational support and employee attachment to PT X employees. The correlation coefficient test in this study was 0.611. (r = 0.611) the results of this study indicate a unidirectional and positive relationship, which means that the higher the perception of organizational support, the higher the employee engagement. On the contrary, the lower the perception of organizational support, the lower the employee engagement with PT X employees. Keywords: Perceptions of organizational support, Employee engagement, Employees
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN DINAS X Putri Ramadhany; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41367

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui hubungan antara Psychological Well-Being dengan Keterikatan Kerja pada karyawan Dinas X dengan metode penelitian kuantitatif dan bentuk penelitian korelasi. Subjek yang digunakan sejumlah 44 orang. Instrumen penelitian ini adalah skala psychological well-being, serta skala keterikatan kerja yang disusun dalam bentuk skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah product moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi dari kedua variabel adalah 0.000 dan nilai koefisien korelasinya adalah 0.677. Hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Hasil juga menunjukkan hubungan kedua variabel positif dan searah, artinya apabila Psychological well-being meningkat maka keterikatan kerja juga akan meningkat, dan begitu pula sebaliknya apabila psychological well-being menurun, keterikatan kerja juga akan menurun. Kata Kunci: Psychological well-being, Keterikatan Kerja, Karyawan. Abstract This study aims to know the relationship between Psychological Well-Being and Work Engagement of Service X employees with quantitative research methods and forms of correlation research. The subject used is 44 people. The research instrument is the psychological well-being scale, and the work engagement scale which is arranged in the form of a Likert scale. The data analysis technique used is the product-moment. The results of data analysis show the significant value of the two variables is 0.000, and the correlation coefficient is 0.677. It shows that there is a significant relationship between the two variables. The results also show that the relationship between the two variables is positive and unidirectional, meaning that if psychological well-being increase, work engagement will also increase, and vice versa, if psychological well-being decreas, work engagement will also decrease. Keywords: Psychological well-being, Work Engagement, Employees.
PERBEDAAN PERILAKU KERJA INOVATIF PADA GURU DITINJAU DARI KARAKTERISTIK SEKOLAH Firda Dwi Ismiantari; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41530

Abstract

Abstrak Guru di sekolah selalu dituntut untuk memunculkan perilaku kerja inovatif dalam melakukan proses pembelajaran karena adanya perubahan metode pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perilaku kerja inovatif pada guru ditinjau dari karakteristik sekolah, yaitu pada Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif komparatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 42 guru SMAN dan juga 57 guru SMKN X yang ada di Surabaya. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian menggunakan dan menggunakan skala perilaku kerja inovatif yang mengacu pada teori dari De Jong dan Hartog. Skala ini disusun berdasarkan empat dimensi yaitu, dimensi idea exploration, idea generation, idea championing dan idea implementation. Teknik analisis data menggunakan uji statistik t-test dengan menggunakan bantuan SPSS 24.00 for windows. Berdasarkan hasil uji statistik yang telah dilakukan, diperoleh nilai t sebesar -2,407 dengan nilai sig. (2 tailed) 0.018 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perilaku kerja inovatif guru SMAN dan SMKN X Surabaya. Kata Kunci: perilaku kerja inovatif, karakteristik sekolah, guru. Abstract Teachers in schools are always required to bring up innovative work behavior in carrying out the learning process because of learning methods. This study aimed to determine the differences in innovative work behavior of teachers in terms of school characteristics, namely in high school and vocational high school. This study uses a comparative quantitative research method. The subjects in this study consisted of 42 SMAN teachers and also 57 SMKN X teachers in Surabaya. The measuring instrument used in the study uses and uses an innovative work behavior scale that refers to the theory of De Jong and Hartog. This scale is based on four dimensions, namely, the dimensions of idea exploration, idea generation, idea championing, and idea implementation. The data analysis technique used a statistical t-test using SPSS 24.00 for windows. Based on the results of statistical tests carried out, the t value is -2.407 with a sig value. (2 tailed) 0.018 (p<0.05), this indicates that there is a significant difference in the innovative work behavior of SMAN and SMKN X Surabaya teachers. Keywords: Innovative work behavior, school characteristics, teacher
PERBEDAAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL GURU SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI JENIS KELAMIN, STATUS PERNIKAHAN, DAN MASA KERJA Diza Junita; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41681

Abstract

Abstrak Pada masa pandemi saat ini tenaga pendidik yang salah satunya guru sekolah dasar mengalami tuntutan pekerjaan yang lebih berat karena perubahan sistem pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan psychological capital pada guru sekolah dasar negeri di Surabaya ditinjau dari jenis kelamin, status pernikahan dan masa kerja. Metode penelitian ini adalah penelitian komparatif. Penelitian ini adalah penelitian populasi dengan jumlah subjek sebanyak 70 guru sekolah dasar negeri. Alat pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala psychological capital yang mengacu konsep dasar psychological capital milik Luthans, Youssef & Avolio yaitu self-efficacy, hope, optimism, dan resilience. Teknik analisa data yang digunakan yaitu Anova tiga jalur dan dibantu SPSS 25.0 for windows dalam perhitungannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara psychological capital guru sekolah dasar ditinjau dari jenis kelamin, status pernikahan dan masa kerja dengan nilai taraf signifikansi sebesar 0.827 (p>0.05). Selain itu, juga ditemukan bahwa tidak ada perbedaan antara psychological capital dengan jenis kelamin guru sekolah dasar yang memiliki nilai signifikansi 0.886 (p>0.05). Sedangkan jika ditinjau dari status pernikahan dan masa kerja ditemukan perbedaan yang signifikan antara psychological capital dengan status pernikahan dan masa kerja guru sekolah dasar yang memiliki nilai signifikasi 0.000 (p<0.05). Kata Kunci: psychological capital, guru sekolah dasar, jenis kelamin, status pernikahan, masa kerja Abstract During the current pandemic, educators, one of whom is an elementary school teacher, have a more complicated job due to changes in the learning system. The purpose of this study was to determine the differences in psychological capital of public elementary school teachers in Surabaya in terms of gender, marital status, and years of service. This research method is comparative research. This study is a population study with several subjects as many as 70 public elementary school teachers. This research data collection tool uses a psychological modal scale that refers to the basic concepts of psychological capital belonging to Luthans, Youssef & Avolio, namely self-efficacy, hope, optimism, and resilience. The data analysis technique used is three-way Anova and assisted by SPSS 25.0 for windows in its calculations. This study indicates that there is no difference between primary school psychological capital teachers in terms of gender, marital status, and tenure with a significance level of 0.827 (p>0.05). In addition, it was also found that there was no difference between psychological capital and the gender of primary school teachers, which had a significance value of 0.886 (p>0.05). Meanwhile, when viewed from the marital status and period, found a significant difference between psychological capital with marital status and tenure of primary school teachers, which has a substantial value of 0.000 (p <0.05). Keywords: psychological capital, elementary school teacher, gender, marital status, years of service
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN PT. X Nina Puji Iswati; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41684

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dimana jumlah populasi yang digunakan sebanyak 45 karyawan. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dengan skala kualitas kehidupan kerja dan skala keterikatan kerja. Data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan bantuan program SPSS 25.0 for windows dengan menggunakan uji korelasi product moment. Hasil dari analisa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. X. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi yang didapat sebesar 0,636 dengan nilai signifikansi 0,00 (p < 0,05). Dari hasil tersebut bahwa hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja memiliki hubungan yang signifikan, artinya semakin tinggi nilai kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi pula keterikatan kerja yang dimiliki oleh karyawan. Begitupun sebaliknya jika nilai kualitas kehidupan kerja yang dimiliki rendah maka akan rendah pula keterikatan kerja yang dimiliki oleh karyawan. Kata Kunci: kualitas kehidupan kerja, keterikatan kerja, karyawan Abstract This study aims to determine the relationship between the quality of work-life with work engagement on employees of PT. X. This research uses quantitative research methods. Where the total population used is 45 employees. The sample in this study used a saturated sample technique. The data collection technique in this study used a questionnaire with a work-life quality scale and a work engagement scale. The data obtained will be analyzed using the SPSS 25.0 for the windows program using the product-moment correlation test. The research analysis results indicate a relationship between the quality of work-life with work engagement on employees of PT. X. This is evidenced by the correlation coefficient obtained by 0.636 with a significance value of 0.00 (p < 0.05). From these results, the relationship between the quality of work-life and work engagement has a significant relationship, meaning that the higher the value of the quality of work-life, the higher employees' work engagement. Vice versa, if the value of the quality of work-life that is owned is low, the work engagement of employees will also below. Keyword: quality of work-life, work engagement, employee
HUBUNGAN ANTARA LEADER MEMBER EXCHANGE DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA GURU SMK NEGERI Fivika Amanah Novianti; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45977

Abstract

Abstrak Tujuan dilaksanakannya penelitian ini ialah guna mengetahui hubungan antara leader member exchange dengan organizational citizenship behavior pada guru di salah satu SMK. Metode kuantitatif korelasional digunakan di dalam penelitian ini. Teknik sampling jenuh digunakan pada penelitian ini dengan jumlah seluruh populasi sebanyak 70 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi skala leader member exchange dan skala organizational citizenship behavior. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson product moment. Hasil analisa data diperoleh bahwa terdapat hubungan antara leader member exchange dengan organizational citizenship behavior pada guru di salah satu SMK. Hal ini dibuktikan dari taraf signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.720. Berdasarkan hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara leader member exchange dengan organizational citizenship behavior pada guru di SMK tersebut. Hubungan yang positif atau searah ini menunjukkan bahwa jika angka leader member exchange cenderung tinggi maka angka dari organizational citizenship behavior juga akan tinggi. Berlaku juga sebaliknya, jika angka leader member exchange rendah maka angka dari organizational citizenship behavior juga akan rendah. Kata Kunci: Leader Member Exchange, Organizational Citizenship Behavior, Guru Abstract This study aims to determine the relationship between leader-member exchange and organizational citizenship behavior in teachers in one vocational school. The quantitative correlational method was used in this study. A saturated sampling technique was used in this study with 70 people. Data collection techniques used a questionnaire containing the leader-member exchange scale and organizational citizenship behavior scale. The data were analyzed using the Pearson product-moment correlation test. The data analysis results showed a relationship between leader-member exchange and teachers' organizational citizenship behavior in one of the vocational schools. This is evidenced by the significance level of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.720. Based on the analysis results, it can be concluded that there is a positive and significant relationship between the leader-member exchange and the organizational citizenship behavior of the teachers in the SMK. This positive or unidirectional relationship indicates that if the number of leader-member exchanges tends to be high, the number of organizational citizenship behavior will also be high. On the other hand, if the leader-member exchange rate is low, the organizational citizenship behavior will also be low. Keywords: Leader Member Exchange, Organizational Citizenship Behavior, Teacher
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN Nurul Laila Salsabila; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45981

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT X. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Pengambilan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan menggunakan 50 karyawan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi skala kualitas kehidupan kerja dan skala keterikatan kerja. Kemudian data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan uji korelasi product moment dengan menggunakan bantuan dari software SPSS 26.0 for mac. Hasil analisa data diperoleh bahwa terdapat hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT X. Hal ini dibuktikan dari taraf signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.517. Berdasarkan hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT X. Hal ini menunjukkan jika semakin tinggi kualitas kehidupan kerja, maka akan semakin tinggi juga keterikatan kerja karyawan pada perusahaan tersebut. Hal ini juga berlaku sebaliknya, jika semakin rendah kualitas kehidupan kerja maka semakin rendah juga keterikatan kerja. Kata Kunci: Kualitas Kehidupan Kerja, Keterikatan Kerja, Karyawan Abstract This study aims to determine the relationship between work-life quality and work engagement in PT X employees. The method in this study uses correlational quantitative research methods. The number of samples in this study used a saturated sample technique using 50 employees. This study's data collection techniques used a questionnaire containing a scale of work-life quality and work engagement scale. Then the data obtained will be analyzed using the product-moment correlation test using the help of SPSS 26.0 software for mac. The data analysis results showed a relationship between the quality of work-life and work engagement for employees of PT X. This was evidenced by the significance level of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.517. Based on the analysis results, it can be concluded that there is a significant and positive relationship between the quality of work-life and work engagement for PT X employees. This also applies vice versa, the lower the quality of work-life, the lower the work engagement. Keywords: Quality of Work Life, Work Engagement, Employees
HUBUNGAN ANTARA WORK LIFE BALANCE DENGAN KEPUASAN KERJA PADA GURU SMK X SURABAYA Christina Lolita; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46387

Abstract

Abstrak Guru merupakan aspek penting dalam tercapainya prestasi anak bangsa dan tujuan organisasi. Kepuasan kerja yang dimiliki oleh guru mampu memberi dampak positif bagi guru dan organisasi. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh kondisi pribadi diri, adanya keseimbangan antar kehidupan kerja dan pribadi penting dimiliki oleh tiap individu sehingga berpengaruh baik bagi dirinya dan organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja pada guru SMK X Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian sejumlah 85 guru. Data dikumpulkan menggunakan skala work life balance dan skala kepuasan kerja. Data kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi. Hasil analisa data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,684 dan signifikan sebesar 0,000 (p<0,05). Dari hasil tersebut, mengartikan bahwa terdapat hubungan antara work life-balance dengan kepuasan kerja guru. Kata Kunci: Work Life Balance, Kepuasan Kerja, Guru. Abstract Teachers are an important aspect in achieving the achievements of the nation's children and organizational goals. Job satisfaction owned by teachers can have a positive impact on teachers and organizations. Job satisfaction is determined by personal conditions, balance between work and personal life is important owned by each individual so that it affects both himself and the organization. The purpose of this study was to determine the relationship between work-life balance and job satisfaction for teachers at SMK X Surabaya. This research is quantitative. The research subjects were 85 teachers. The data were collected using a work-life balance scale and a job satisfaction scale. The data were then analyzed using the product-moment correlation test. The results of the data analysis showed a correlation coefficient value of 0.684 and a significant value of 0.000 (p<0.05). From these results, it means that there is a relationship between work-life balance and teacher job satisfaction. Keywords: Work Life Balance, Job Satisfaction, Teachers.
HUBUNGAN ANTARA OTONOMI PEKERJAAN DENGAN PERILAKU KERJA INOVATIF PADA GURU Yuni Mutadayyinah; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46391

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara otonomi pekerjaan dengan perilaku kerja inovatif pada guru dengan metode kuantitatif dan desain korelasional. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik sampling jenuh kepada 54 guru tetap di salah satu SD swasta. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan skala otonomi pekerjaan dan perilaku kerja inovatif dalam model penskalaan likert. Data yang diperoleh dianalisa dengan software SPSS 16.0 for windows. Hasil pengolahan data didapatkan hubungan antara otonomi pekerjaan dengan perilaku kerja inovatif pada guru, dengan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,940. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi otonomi pekerjaan pada individu dalam organisasi, maka akan cenderung tinggi juga pada perilaku kerja inovatifnya. Kata Kunci: Otonomi pekerjaan, perilaku kerja inovatif, guru Abstract This study aims to determine the relationship between job autonomy and innovative work behavior in teachers with quantitative methods and correlational designs. Collecting data in this study using a saturated sampling technique to 54 permanent teachers in a private elementary school. The data collection technique used is the job autonomy scale and innovative work behavior on the Likert scale. The data obtained were analyzed using SPSS 16.0 software for windows. The results of data processing obtained a relationship between job autonomy and innovative work behavior in teachers, showing a significance value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.940. Based on these results, it can be concluded that the higher the job autonomy of individuals in the organization, the higher the innovative work behavior of the individual will be high. Keywords: Job autonomy, innovative work behavior, teacher
HUBUNGAN ANTARA TUNTUTAN PEKERJAAN DENGAN STRES KERJA Qori Setyo Ningrat; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46393

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tuntutan pekerjaan dengan stres kerja pada anggota satuan polisi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yang dianalisis menggunakan perhitungan statistik. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh sebanyak 60 personel anggota polisi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala tuntutan pekerjaan dan skala stres kerja dengan model penskalaanilikert. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan program SPSS 24.0 for windows yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel dalam penelitian. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien (r) sebesar 0,612 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang searah antara tuntutan pekerjaan dengan stres kerja pada satuan anggota polisi sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tuntutan pekerjaan maka semakin tinggi tingkat stres kerja para anggota polisi, demikian sebaliknya semakin rendah tuntutan pekerjaan maka semakin rendah tingkat stres kerja pada anggota polisi Kata Kunci: tuntutan pekerjaan, stres kerja, polisi. Abstract This study aims to find out the relationship between job demands and work stress in members of police units. The research uses quantitative methods, which are analyzed using statistical calculations. Sampling using saturated sample techniques using 60 police personnel. Data collection techniques use job demand scales and work stress scales with scaling models. The data analysis in this study used the product moment correlation technique with the help of the SPSS 24.0 for windows program which aims to find out the relationship between the two variables in the study. The results of the analysis showed a coefficient value (r) of 0.612 and a significance value of 0.000 (p<0.05). The results showed a unidirectional relationship between job demands and work stress in police units. This shows that the higher the demands of the work, the higher the work stress level of the police officers, and vice versa the lower the job demands the lower the level of work stress on police officers. Keywords: job demands, work stresss, police