Articles
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN PT. X
Nindhia Sekar Prameswari;
Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46394
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan PT. X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan jumlah sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik sampel jenuh terhadap 50 karyawan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala kepuasan kerja dan organizational citizenship behavior. Analisa data pada peneelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan software SPSS 16.0 for windows. Hasil dari analisa data menunjukkan terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan organizational citizenship behavior pada karyawan PT. X. Hasil analisis ditunjukkan dari nilai koefisien sebesar 0,858 (r=0,858) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p< 0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan hubungan yang searah dan positif antara variabel kepuasan kerja dengan organizational citizenship behavior yang berarti semakin tinggi kepuasan kerja pada karyawan maka semakin tinggi pula organizational citizenship behavioral pada karyawan tersebut, demikian juga semakin rendah kepuasan kerja maka semakin rendah pula organizational citizenship behavior pada karyawan tersebut. Kata Kunci: Kepuasan Kerja, Organizational Citizenship Behavior, Karyawan Abstract This research aims to determine the relationship between job satisfaction and Organizational Citizenship Behavior (OCB) on employees of PT. X. The method used in this research is a quantitative correlational research method. The sampling technique in this research is using a saturated sample technique of 50 employees. The data collection technique in this research uses a scale of job satisfaction and organizational citizenship behavior. Analysis of the data in this research using the product moment correlation technique with the help of SPSS 16.0 software for windows. The results of data analysis show that there is a relationship between job satisfaction and organizational citizenship behavior in employees of PT. X. The results of the analysis are shown from the coefficient value of 0.858 (r = 0.858) with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Based on the results obtained, it shows a direct relationship and positive relationship between job satisfaction variables and organizational citizenship behavior, which means that the higher the job satisfaction of employees, the higher the organizational citizenship behavior of the employee, likewise the lower the job satisfaction, the lower the organizational citizenship. behavior of the employee. Keywords: Job Satisfaction, Organizational Citizenship Behavior, Employee
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN PT. X
Laily Alfina Rahmadhani;
Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46610
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan intensi turnover pada karyawan PT. X. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh dengan jumlah subjek sebanyak 70 karyawan. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala kepuasan kerja dan skala intensi turnover dengan jenis skala likert. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS 25.0 for windows. Hasil analisa data dalam penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan intensi turnover pada karyawan PT. X yang memiliki nilai koefisien korelasi sebesar -0,336 dengan taraf signifikan 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara kepuasan kerja dengan intensi turnover pada karyawan PT. X. Hal ini menunjukkan semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan maka akan semakin rendah tingkat intensi turnover pada karyawan PT. X. Begitu sebaliknya, semakin rendah kepuasan kerja karyawan maka akan semakin tinggi tingkat intensi turnover pada karyawan PT. X. Kata Kunci: intensi turnover, kepuasan kerja, karyawan Abstract This study aims to determine the relationship between Job Satisfaction with Turnover Intentions on employees of PT. X. The method in this study uses quantitative research methods. Data collection techniques using saturated samples. The sample in this study was 70 employees. The instruments in this study are job satisfaction scale and turnover intention scale. The data analysis technique in this study used the product-moment correlation test using SPSS 25.0 for windows. The results of the data analysis in the study showed a relationship between job satisfaction and turnover intention of employees of PT. X has a correlation coefficient of -0.336 with a significant level of 0.000, p <0.05. Based on the analysis results, there is a negative relationship between job satisfaction and turnover intention of employees of PT. X. The results of this study indicate a negative relationship indicating the higher the level of employee job satisfaction, the lower the level of employee turnover intention of PT. X. On the other hand, the lower the job satisfaction of the employees, the higher the turnover intention of the employees of PT. X.. Keywords: turnover intention, job satisfaction, employeess
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA KARYAWAN PT. X
Mellania Widya Nurhaliza;
Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46612
Abstrak Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kesiapan untuk berubah pada karyawan di PT. X. Metodeiyangidigunakan dalam penelitianiini yaitu kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan populasi berjumlah 80 karyawan. Teknikipengumpulan dataidalam penelitian ini yaitu dengan pembagian kuesioner, disusun menggunakaniskala efikasi diri dan skala kesiapan untuk berubah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji korelasi Pearson product-moment. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa variabeliefikasi diri memiliki hubungan dengan variabel kesiapan untuk berubah. Nilai signifikansi yang didapatkan sebesar 0.000 (p< 0.05) dengan nilaiikorelasi sebesar 0.505. Dapat diambil kesimpulan bahwa variabel efikasi diri memiliki hubungan yang signifikan dan bersifat searah atau positif dengan variabel kesiapan untuk berubah. Jika karyawan memiliki tingkat efikasiidiri yang tinggi, maka kesiapan karyawan untuk berubah juga tinggi. Begitupula sebaliknya, jikaitingkat efikasi diri karyawan rendah, maka kesiapan untuk berubah pada karyawan juga akan rendah. KataiKunci : efikasi diri, kesiapaniuntuk berubah, karyawan Abstract The research was conducted to know the relationship between self-efficacy and readiness to change in employees at PT. X. The method used in this research is a quantitative correlation. The sampling technique used was the saturated sampling technique with a population of 80 employees. The data collection technique in this study is by distributing questionnaires compiled using a self-efficacy scale and a readiness to change scale. Analysis of the data used in this study using the Pearson product-moment correlation test. The results obtained indicate that the self-efficacy variable has a relationship with the readiness to change variable. The significance value obtained is 0.000 (p < 0.05) with a correlation value of 0.505. It can conclude that the self-efficacy variable has a significant and positive relationship with the readiness to change variable. If the employee has a high level of self-efficacy, the employee's readiness to change is also high. Vice versa, if the employee's self-efficacy level is low, the employee's readiness to change will also be low. Keywords: self-efficacy, readiness to change, employees
HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN
Charysma Yogie Agoestyna;
Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46613
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara job insecurity dan kepuasan kerja. Metode penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif dengan penentuan jumlah sampel menggunakan teknik sampel jenuh sejumlah 95 karyawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dengan berisikan skala kepuasan kerja dan skala job insecurity. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Product Moment Pearson dengan dukungan SPSS 25.0 for Windows. Hasil penelitian yang dilakukan pada perusahaan X menunjukkan adanya hubungan antara kepuasan kerja dengan job insecurity. Hal tersebut dibuktikan dengan taraf signifikasi 0,007 (p>0,05) dengan hasil koefisien korelasi sebesar -0,330. Dari hasil data tersebut maka, variabel job insecurity dan kepuasan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan arah negatif. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin rendah job insecurity akan berbanding terbalik dengan tingginya tingkat kepuasaan kerja, serta berlaku pula sebaliknya, apabila job insecurity tinggi maka tingkat kepuasan kerja menjadi rendah. Kata Kunci: Job insecurity, kepuasan kerja, karyawan Abstract This study aims to determine the correlation between job insecurity and job satisfaction. This research method is quantitative and associated with determining the number of samples using the saturated sample technique of 95 employees. The data collection techniques used in this research are a questionnaire containing a job satisfaction scale and a job insecurity scale. The data obtained were analyzed using Pearson's Product Moment with the support of SPSS 25.0 for Windows. The results of research conducted at company X show a relationship between job satisfaction and job insecurity. This result is evidenced by the significance level of 0.007 (p>0.05) with a correlation coefficient of -0.330. From the data results, the variables of job insecurity and job satisfaction have a significant relationship with the negative direction. This result shows that the lower job insecurity will be inversely proportional to a high level of job satisfaction and vice versa, if job insecurity is high, the level of job satisfaction is low. Keywords: Job insecurity, job satisfaction, employee.
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DENGAN PERILAKU INOVATIF PADA GURU
Tutuk Noviasari;
Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46784
AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support dan perilaku inovatif di kalangan guru. Metodologi penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif berkorelasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan seluruh anggota populasi berjumlah 60 guru. Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala perceived organizational support dan skala perilaku inovatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment menggunakan software SPSS 25.0 for Mac. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perceived organizational support dengan perilaku inovatif pada guru. Hal ini dibuktikan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,709. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara perceived organizational support dengan perilaku inovatif. Hal ini menunjukkan bahwa jika angka perceived organizational support semakin tinggi maka semakin tinggi pula tingkat perilaku inovatif pada guru. Hal ini berlaku juga sebaliknya, jika angka perceived organizational support cenderung rendah maka perilaku inovatif pada guru juga akan rendah.Kata Kunci: Perceived Organizational Support, Perilaku Inovatif, GuruAbstractThis study aimed to determine the relationship between perceived organizational support and innovative behavior among teachers. This research methodology uses correlated quantitative research methods. This study used a saturated sampling technique with all population members totalling 60 teachers. This study uses a questionnaire with a perceived organizational support scale and an innovative behavior scale. The data obtained were analyzed using the Pearson product-moment correlation test using SPSS 25.0 for Mac software. The results of data analysis show that there is a relationship between perceived organizational support and innovative behavior in teachers. This is evidenced by a significance level of 0.000 (p <0.05) with a correlation coefficient of 0.709. Based on the analysis results, it can be concluded that there is a significant and positive relationship between perceived organizational support and innovative behavior. This result shows that the higher the perceived organizational support, the higher the level of innovative behavior in teachers. This result also applies to the contrary, if the number of perceived organizational support tends to be low, the innovative behavior of teachers will also be low.Keywords: Perceived Organizational Support, Work Innovative Behavior, Teachers
HUBUNGAN ANTARA TUNTUTAN KERJA DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN TETAP PT. X
Sindy Wahyu Anggraini;
Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v9i7.47978
AbstrakStudi ini bertujuan untuk mengerti hubungan antara tuntutan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan tetap PT. X. Metode yang peneliti gunakan yaitu kuantitatif yang dianalisis perhitungan statistik. Partisipan sebanyak 30 orang dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen dua variabel didasari pada teori Bakker et al. (2008) dan teori Schaufeli et al. (2006). Pengumpulan data pada dua instrumen menggunakan teknik skala likert. Analisis data menggunakan korelasi product moment yang diuji menggunakan SPSS 25.0 untuk mengetahui hubungan dua variabel. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,800 (r = 0,800) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti bahwa ada hubungan negatif antara tuntutan kerja dengan keterikatan kerja. Semakin tinggi tuntutan kerja maka akan semakin menurunnya keterikatan kerja.Kata Kunci: tuntutan kerja, keterikatan kerja, karyawan.AbstractThis study aims to understand the relationship between work demands and work engagement on permanent employees of PT. X. The method that the researcher uses is quantitative which is analyzed by statistical calculations. The participants were 30 people using saturated sampling technique. The two-variable instrument is based on the theory of Bakker et al. (2008) and the theory of Schaufeli et al. (2006). Collecting data on two instruments using a Likert scale technique. Data analysis used product moment correlation which was tested using SPSS 25.0 to determine the relationship between two variables. The results of the analysis show a coefficient value of 0.800 (r = 0.800) and a significance value of 0.000 (p < 0.05), which means that there is a negative relationship between work demands and work engagement. The higher the work demands, the lower the work engagement.Keywords: job demands, work engagement, employee.