Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Tantangan Festival Reog Ponorogo sebagai Budaya Leluhur Indonesia Arrum Imanto; Bambang Suharto; Santi Isnaini; Tri Siwi Agustina
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i2.11016

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar Reog Ponorogo tidak hilang ditelan zaman dan masyarakat paham dan mau ikut serta melestarikan kebudayaan tradisional asli Indonesia. Metode yang digunakan menggunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan festival Reog memiliki tantangan internal dan tantangan eksternal dalam pelestariannya sebagai warisan budaya leluhur bangsa, adapun tantangan yang di hadapi ialah perubahan nilai budaya, keterbatasan sumber daya, perubahan teknologi, globalisasi, dan regulasi kebijakan pemerintah, hingga saat ini terhalang oleh pandemi covid-19. Kesimpulan bahwa Festival Reog menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal, seperti perubahan nilai budaya, keterbatasan sumber daya, perkembangan teknologi, regulasi, serta dampak pandemi. Namun, dengan strategi yang tepat, tantangan tersebut bisa diatasi, memperkuat pelestarian budaya, dan mengembangkan Festival Reog sebagai produk pariwisata yang bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat. Studi ini juga merekomendasikan riset lebih lanjut terkait Reog Ponorogo dan pengembangannya. Kata Kunci: Festival Lokal, Industri Kreatif, Kebudayaan, Reog Ponorogo, Studi Kebudayaan, Sumber Daya Manusia.
Praktik Sustainable Festival di Kota Besar dan Kota Kecil: Studi Literatur Sistematis pada Djakarta Warehouse Project dan Jember Fashion Carnaval Deavenue Auralaila; Farah Azirinda Fazrin; Bambang Suharto
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/pgd11r23

Abstract

Keberlanjutan menjadi isu penting dalam penyelenggaraan festival, baik di kota besar maupun kota kecil, karena festival berfungsi sebagai ruang budaya sekaligus destinasi pariwisata yang sering dihadapkan pada paradoks antara idealisme dan kepentingan komersial. Penelitian ini membandingkan praktik sustainable festival dengan studi kasus Djakarta Warehouse Project (DWP) di Jakarta sebagai representasi kota besar dan Jember Fashion Carnaval (JFC) di Jember sebagai representasi kota kecil. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel nasional dan internasional periode 2009–2025, melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Analisis tematik dilakukan dengan mengelompokkan temuan ke dalam dimensi ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa DWP lebih bersifat industry-driven dengan dukungan sponsor dan jangkauan internasional, namun menghadapi kritik terkait greenwashing serta dampak lingkungan, sementara JFC lebih community-driven dengan fokus pada pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, dan keterlibatan masyarakat meski terkendala dana dan infrastruktur. Kesimpulannya, praktik keberlanjutan festival di kota besar dan kota kecil memiliki tantangan serta peluang berbeda, dan kombinasi pendekatan industry-driven dan community-driven berpotensi menjadi model ideal pengembangan festival berkelanjutan di Indonesia.
Detecting AI-Generated and Authentic Artworks Using a ResNet50 Convolutional Neural Network Architecture Nadia Putri Nabila; Bambang Suharto; Fitri Noor Febriana
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 10 No 2 (2026): April 2026
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v10i2.7362

Abstract

The rapid advancement of generative artificial intelligence (AI) has obscured the distinction between human- and machine-created art, posing significant challenges to authentication, copyright, and artistic integrity. This study addresses the critical need for reliable verification tools by developing and evaluating a deep learning model to automatically classify artworks based on their origin. A ResNet50 Convolutional Neural Network architecture was fine-tuned for the binary classification task. The model was trained on a custom, perfectly balanced dataset comprising 868 images (434 AI-generated, 434 authentic artworks). The training protocol included extensive data augmentation to enhance generalization and an early stopping mechanism to prevent overfitting. The experimental results demonstrate a high level of classification performance. The model achieved a validation accuracy of 86.21%, with a precision of 0.88 and a recall of 0.84 for the AI-Generated class. A Receiver Operating Characteristic (ROC) analysis yielded an Area Under the Curve (AUC) of 0.929, indicating robust discriminative capability. Qualitative error analysis revealed that the model's primary challenges lie in classifying hyper-realistic AI-generated images and authentic artworks with surreal or digitally abstract styles. This study validates the effectiveness of the ResNet50 architecture as a reliable and accessible tool for digital art authentication. It contributes a well-documented performance baseline on a balanced, custom dataset, providing a practical foundation for future research. This work highlights key challenges and suggests future directions, such as the exploration of more advanced architectures and the development of larger, more diverse datasets to further improve detection accuracy.
Analisis Sentimen Pengguna Google Classroom terhadap Efektivitas Pembelajaran Digital Menggunakan Naive Bayes Andreas Fajar Nugroho; Bambang Suharto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen pengguna terhadap penggunaan Google Classroom dalam mendukung pembelajaran digital. Peneliti menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis sentimen terhadap ulasan pengguna Google Classroom pada Google Play Store periode Januari 2025 hingga Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik web scraping dan memperoleh 533 ulasan yang telah melalui tahap pembersihan data. Analisis data pada penelitian ini menggunakan aplikasi RapidMiner dengan algoritma Naive Bayes melalui tahapan preprocessing, tokenisasi, transformasi huruf, penghapusan stopword, klasifikasi sentimen, dan evaluasi model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ulasan pengguna didominasi oleh sentimen negatif. Kata yang sering muncul dalam ulasan pengguna antara lain tugas, bug, notifikasi, dan aplikasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat kendala dalam penggunaan Google Classroom, terutama pada aspek teknis aplikasi, pengumpulan tugas, dan sistem notifikasi pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas dan stabilitas Learning Management System memiliki pengaruh terhadap efektivitas pembelajaran digital. Peningkatan kualitas layanan platform pembelajaran daring diperlukan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal sesuai kebutuhan pengguna. Penelitian berikutnya disarankan untuk memperluas cakupan data ulasan dari berbagai platform pembelajaran digital lainnya serta menggunakan algoritma deep learning lainnya. Hal ini berguna dalam meningkatkan akurasi klasifikasi sentimen. Analisis yang ditemukan dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan variabel demografis pengguna seperti jenjang pendidikan dan wilayah geografis yang bertujuan memperoleh gambaran lebih komprehensif terhadap efektivitas pembelajaran digital.
Mitigasi   Work-Life   Conflict   Karyawan   Industri   Sport   Tourism: Sebuah Systematic Literature Review Ayuni Putri Kusumah; Bambang Suharto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4242w782

Abstract

Industri Sport Tourism dan festival berskala nasional memiliki karakteristik operasional yang besar dengan mobilitas yang sangat tinggi, yang sering kali memicu tekanan psikologis pada sumber daya manusia di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur terkait mitigasi Work-Life Conflict (WLC) dan stres kerja terhadap kepuasan kerja, dengan mengkaji peran moderasi imbalan finansial dan pengaturan kerja fleksibel (Flexible Work Arrangements/FWA) dalam konteks industri pariwisata dan event. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan meninjau artikel ilmiah berkualitas yang diterbitkan pada periode 2018–2026. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa tingginya mobilitas kerja dan jadwal kerja nonstandar secara konsisten menjadi prediktor utama Work-Life Conflict. Literatur juga mengungkapkan fenomena Effort-Reward Imbalance (ERI), ketika beban kerja yang berlebihan selama musim festival sering kali tidak sebanding dengan penghargaan yang diterima. Meskipun kompensasi finansial, seperti tunjangan perjalanan dinas, dapat membantu, fleksibilitas waktu lebih dibutuhkan untuk mengurangi dampak negatif WLC. Kebijakan Time Off In Lieu (TOIL) atau “Holiday Savings” juga sulit diterapkan karena padatnya jadwal event. Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan manajemen SDM yang lebih manusiawi dan adaptif untuk mencegah burnout dan mempertahankan kepuasan kerja jangka panjang serta berkontribusi pada pengembangan Teori Job Demands-Resources (JD-R) dalam sektor pariwisata.