Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tantangan Festival Reog Ponorogo sebagai Budaya Leluhur Indonesia Arrum Imanto; Bambang Suharto; Santi Isnaini; Tri Siwi Agustina
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i2.11016

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar Reog Ponorogo tidak hilang ditelan zaman dan masyarakat paham dan mau ikut serta melestarikan kebudayaan tradisional asli Indonesia. Metode yang digunakan menggunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan festival Reog memiliki tantangan internal dan tantangan eksternal dalam pelestariannya sebagai warisan budaya leluhur bangsa, adapun tantangan yang di hadapi ialah perubahan nilai budaya, keterbatasan sumber daya, perubahan teknologi, globalisasi, dan regulasi kebijakan pemerintah, hingga saat ini terhalang oleh pandemi covid-19. Kesimpulan bahwa Festival Reog menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal, seperti perubahan nilai budaya, keterbatasan sumber daya, perkembangan teknologi, regulasi, serta dampak pandemi. Namun, dengan strategi yang tepat, tantangan tersebut bisa diatasi, memperkuat pelestarian budaya, dan mengembangkan Festival Reog sebagai produk pariwisata yang bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat. Studi ini juga merekomendasikan riset lebih lanjut terkait Reog Ponorogo dan pengembangannya. Kata Kunci: Festival Lokal, Industri Kreatif, Kebudayaan, Reog Ponorogo, Studi Kebudayaan, Sumber Daya Manusia.
Praktik Sustainable Festival di Kota Besar dan Kota Kecil: Studi Literatur Sistematis pada Djakarta Warehouse Project dan Jember Fashion Carnaval Deavenue Auralaila; Farah Azirinda Fazrin; Bambang Suharto
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/pgd11r23

Abstract

Keberlanjutan menjadi isu penting dalam penyelenggaraan festival, baik di kota besar maupun kota kecil, karena festival berfungsi sebagai ruang budaya sekaligus destinasi pariwisata yang sering dihadapkan pada paradoks antara idealisme dan kepentingan komersial. Penelitian ini membandingkan praktik sustainable festival dengan studi kasus Djakarta Warehouse Project (DWP) di Jakarta sebagai representasi kota besar dan Jember Fashion Carnaval (JFC) di Jember sebagai representasi kota kecil. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel nasional dan internasional periode 2009–2025, melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Analisis tematik dilakukan dengan mengelompokkan temuan ke dalam dimensi ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa DWP lebih bersifat industry-driven dengan dukungan sponsor dan jangkauan internasional, namun menghadapi kritik terkait greenwashing serta dampak lingkungan, sementara JFC lebih community-driven dengan fokus pada pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, dan keterlibatan masyarakat meski terkendala dana dan infrastruktur. Kesimpulannya, praktik keberlanjutan festival di kota besar dan kota kecil memiliki tantangan serta peluang berbeda, dan kombinasi pendekatan industry-driven dan community-driven berpotensi menjadi model ideal pengembangan festival berkelanjutan di Indonesia.