Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Strategi Empat Pilar dalam Membangun Brand Awareness pada Portal KalderaNews.com Johanes Sutanto; Finsensius Yuli Purnama
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2023): Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v5i2.3845

Abstract

The use of Integrated Marketing Communication (IMC) has become a necessity during increasing competition and market penetration in today's business environment. One of the trends in applying IMC to build brand awareness is now focused on a new paradigm that is not solely aimed at acquiring new customers, but rather on efforts to build and maintain long-term relationships with customers. This research analyzes how IMC strategies are implemented on the KalderaNews.com website as an effort to build brand awareness. While IMC is commonly applied in profit organizations, the uniqueness of this research lies in how these strategies are implemented in a non-profit news portal focused on education and technology in Indonesia. This research adopts a qualitative approach, specifically descriptive research, and utilizes a case study method. Data is collected through in-depth interviews and document analysis. The research informants include the Editor in Chief of KalderaNews.com, the Social Media Officer of KalderaNews.com, and the Business Development team of KalderaNews.com. The findings of this research reveal that KalderaNews.com focuses its efforts on building brand awareness through the "four-pillar strategy" consisting of Sponsorship, Sales Promotion, Social Media Marketing, and Direct Marketing to optimize financial resources and human capital. Keywords: four-pillar strategy, Integrated Marketing Communication, brand awareness, KalderaNews.com
Peningkatan Ketrampilan Produksi Video Jurnalistik E-Magazine Krisanonline.com, SMA Santa Maria, Surabaya Purnama, Finsensius Yuli; Chandra, Christopher; Lapalelo, Putra Aditya
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 1 No. 1 (2023): June
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v1i1.3

Abstract

Penerbitan di lingkungan pendidikan menjadi signifikan karena turut membentuk logika berpikir siswa agar tersistematis, menyesuaikan berdasarkan kelengkapan fakta di lapangan. Berlandaskan pada hal tersebut, sekolah menengah atas (SMA) Santa Maria menjadi salah satu sekolah di Surabaya yang secara khusus memberikan pembekalan pengelolaan penerbitan kepada siswa-siswinya. Sekolah ini terletak di Jalan Raya Darmo 49 Surabaya. Bersama guru pendamping, para mahasiswa mengembangkan sebuah e-magazine yang bernama Krisanonline.com. Krisanonline.com pengembangan penerbitan majalah cetak, Krisan. Sejumlah kendala dialami oleh mitra sasaran. Oleh karena itu, sebagai langkah untuk mengambangkan potensi penerbitan sekolah agar sesuai dengan kebutuhan zaman diperlukan pelatihan-pelatihan penerbitan yang mengutamakan konsep “kekinian” dengan mengacu pada produksi konten-konten berbasis digital. Untuk itulah pengabdian ini dilakukan sebagai solusi upaya meningkatkan pemahaman terkait prinsip dasar jurnalistik dan proses produksi video jurnalistik untuk e-magazine. Kegiatan yang akan dilakukan dalam program Abdimas ini adalah pelatihan membuat rancangan liputan, rancangan jurnalistik video, dan pendampingan karya. Harapannya, hasil dari program ini adalah adanya peningkatan kualitas liputan dan karya dari kelompok dampingan. Sekaligus membawa level kerja siswa-siswi SMA Sanmar pada tingkatan yang lebih kredibel, trustworthy, dan lebih menarik secara visual. Publishing in the educational environment has become significant as it helps shape students' logical thinking to be systematic and adaptable based on the completeness of facts in the field. Santa Maria High School is one of the private schools in Surabaya that specifically provides publishing management training to its students. This school is located at Jalan Raya Darmo 49 Surabaya. It has an student activity to develop an e-magazine called Krisanonline.com, an expansion of the print magazine, Krisan. Several challenges are faced. Therefore, as a step towards developing the school's publishing potential to meet the demands of the current era, publishing training is required, emphasizing the concept of being up-to-date by focusing on producing digitally-based content. Hence, this engagement is conducted as a solution to enhance understanding of basic journalistic principles and the process of producing journalistic videos for the e-magazine. The activities to be carried out in this Community Service Program (Abdimas) include training in designing coverage, video journalism design, and providing guidance for their work. The expected outcome of this program is an improvement in the quality of coverage and works produced by the participating group. Additionally, it aims to elevate the work level of the students from SMA Sanmar to a more credible, trustworthy, and visually appealing standard.
Workshop Literasi Digital Berbasis KAP dengan Metode Boardgame bagi Mahasiswa UKWMS, Kampus Madiun Apul, Merlina Maria Barbara; Purnama, Finsensius Yuli
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 2 No. 1 (2024): June
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v2i1.73

Abstract

Bermula dari kebutuhan Program Studi Bahasa Inggris (PSDKU) Kampus Madiun Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) untuk memberikan pengetahuan dan skill literasi digital bagi mahasiswa, maka dirancang sebuah program pengabdian masyarakat yang berfokus pada workshop keterampilan cek fakta. Workshop ini berfokus pada tiga keterampilan utama yakni cek fakta, perlindungan data pribadi dan etika bermedia digital. Pertama, keterampilan cek fakta, bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada peserta agar dapat menjadi agen periksa fakta yang terampil, khususnya dalam mengidentifikasi dan melawan penyebaran hoaks. Peserta akan dibekali pengetahuan dan keterampilan bagaimana melakukan periksa fakta. Narasumber akan mengajak peserta mempelajari pengertian hoaks, motif penyebar hoaks, ciri, dampak, dan cara melakukan periksa fakta (video, foto, dan narasi). Kedua, keterampilan perlindungan data pribadi bertujuan agar peserta mampu melindungi data dan perangkat dari ancaman kejahatan online. Banyaknya modus penipuan online di antaranya berkedok pembaruan data dari oknum yang mengaku dari bank, undian berhadiah, lowongan pekerjaan, bahkan modus lainnya seperti pengambilalihan akun pada kartu kredit atau kartu debit dengan mengambil data pribadi. Ketiga, keterampilan etika bermedia digital bertujuan untuk meninkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap netiket. Konflik di media digital dapat terjadi salah satunya ketika seseorang tidak bersikap etis dan terdapat pihak lain yang tidak terima atas sikap atau perilaku tersebut. Bentuk, ragam, motif, dan modus kejahatan semakin beragam dan variatif. Pendekatan yang digunakan adalah metode Komunikasi Antar Pribadi dengan menggunakan permainan boardgame. Metode ini cocok digunakan dalam dinamika kelompok agar tidak membosankan. Hasilnya, pesertas merasa pelatihan lebih dinamis dan mudah dipahami materinya. Starting from the needs of the English Study Program at Madiun Campus of UKWMS to provide knowledge and digital literacy skills to students, a community service program focused on fact-checking skills workshops was designed. This workshop focuses on fact-checking, personal data protection, and digital media ethics. Firstly, the fact-checking skill aims to provide training to participants to become skilled fact-checking agents, especially in identifying and combating hoax dissemination. Participants will be equipped with knowledge and skills on how to fact-check. Speakers will guide participants in understanding the concept of hoaxes, the motives behind hoax dissemination, characteristics, impacts, and methods of fact-checking (videos, photos, and narratives). Secondly, the personal data protection skill aims to enable participants to protect data and devices from online crime threats. Among the various online fraud modes are disguised as data updates from individuals claiming to be from banks, prize draws, job vacancies, and even other modes such as taking over credit card or debit card accounts by obtaining personal data. Thirdly, digital media ethics skills aim to enhance participants' knowledge and understanding of netiquette. Conflicts in digital media can occur when someone behaves unethically and there are others who disagree with such behavior. The forms, varieties, motives, and modes of crime are increasingly diverse and varied. Interpersonal Communication method using board games is suitable for group dynamics to prevent boredom and engage participants in game simulations. As a result, participants find the training more dynamic and the material easier to understand.
Gerakan #Blokirkominfo: Kebebasan Berpendapat sebagai Penanda Mengambang dalam Perspektif Content Creator Purnama, Finsensius Yuli
Communicator Sphere Vol. 4 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55397/cps.v4i2.115

Abstract

Penelitian ini menganalisis reaksi publik terhadap kebijakan pemblokiran platform digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia yang memicu kontroversi luas di media sosial, terutama Twitter, dengan tagar #blokirKominfo menjadi trending pada 30 Juli 2022. Studi ini menggunakan analisis wacana politik dari Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe untuk menggali makna kebebasan berekspresi di kalangan content creator muda. Metode penelitian meliputi wawancara mendalam dengan tiga content creator yang aktif di berbagai platform digital seperti YouTube dan TikTok. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan pemblokiran oleh Kominfo memicu rasa tidak aman dan ketidakpastian di kalangan pekerja online, terutama terkait penggunaan platform transaksi seperti PayPal dan aplikasi streaming. Selain itu, ada peningkatan praktik self-censorship di kalangan content creator untuk menghindari potensi konflik hukum berdasarkan UU ITE. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebebasan berekspresi yang diatur dalam konstitusi Indonesia dan standar internasional sering kali terganggu oleh kebijakan pemerintah yang tidak konsisten. Implikasi dari studi ini menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih mendukung ekosistem digital yang inklusif dan aman bagi para content creator, serta pentingnya pemahaman mendalam terhadap dinamika wacana kebebasan berekspresi dalam konteks politik dan budaya Indonesia.
Framing Pernyataan Sikap SMA Tarakanita 1 Jakarta dalam Kasus AGH Johanes, Sutanto; Purnama, Finsensius Yuli
Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/exp.v7i1.5388

Abstract

The study of framing analysis in media research has proliferated, yet its application to press releases or public relations statements remains uncommon. This research aims to analyze the framing of SMA Tarakanita 1 Jakarta's position statement regarding the AGH case, which involved legal action against Mario Dandy Satriyo (20) for the alleged persecution of David Ozora (17). Employing a qualitative descriptive approach and framing analysis method by Robert N. Entman, the study examines how SMA Tarakanita 1 Jakarta selects and emphasizes certain aspects of the crisis stemming from AGH's alleged involvement in David Ozora's persecution. In addition to analyzing the primary data—the position statement text—the researcher conducted multiple in-depth interviews with the Chairperson of the Tarakanita Crisis Center (TCC) to comprehensively explore framing and agenda setting processes. The findings reveal that SMA Tarakanita 1 Jakarta frames its position statement in the AGH case by defining the problem, making moral judgments, and recommending treatments. Interviews also unveiled Tarakanita's potential as a public relations exemplar for educational institutions in crisis management through the Tarakanita Crisis Center (TCC), aiming to safeguard the organization's reputation and image while addressing crises effectively. This underscores the importance of strategic communication and crisis response mechanisms in maintaining organizational integrity amidst challenges.
Studi Deskriptif Komparatif Mengenai Pemberitaan Kesejahteraan Keluarga di Jawa Pos, Surya, dan Radar Surabaya Yuli Nugraheni; Finsensius Yuli Purnama
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v2i1.367

Abstract

Secara umum, kesejahteraan keluarga bukanlah isu yang cukup rnenarik untuk dibahas dalam pemberitaan media. Padahal, kesejahteraan keluaga merupakan salah satu bidang yang sangat penting untuk ditangani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bangsa. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk rnelihat bagaimana media koran memberitakan isu tentang keluarga. Untuk mendapatkan hasil yang sifatnya kuantitatif-objektif, maka penelitian ini menggunakan metode analisis isi Hasil penelitian menunjukkan profil berita mengenai kesejahteraan keluarga jika dilihat dari kornposisi narasumber lebih banyak rnenampilkan surnber berita tidak resmi. Dari total 39 berita tentang keluarga di tiga media, Surya paling banyak mengutip narasurnber resmi sementara Radar Surabaya lebih banyak rnenampilkan narasumber resmi. Berita tentang keluarga dituliskan dalarn jenis berita straight news dengan terna dorninan sosial budaya.
Cultivation Analysis Pengaruh Terpaan Program Sinetron TBNH Dan Sikap Ibu-Ibu Di Jawa Timur Mengenai Keluarga Bahagia ( Uji Statistik Deskriptif Konsep Mainstraiming Dan Resonance Dengan Metode Survei Terhadap Ibu-Ibu Di Jawa Timur Penonton Sinetron TBNH) Yuli Nugraheni; Finsensius Yuli Purnama
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v3i1.1247

Abstract

Menurut Geroge Gerbner (dalam Griffin, 2003: 380 – 389), televisi memiliki pengaruh yang besar pada pembentukan persepsi penonton atas realitas, inilah konsep utama cultivation theory (teori kultivasi). Teori ini diperkenalkan pada tahun 1970an untuk menjelaskan hubungan antara terpaan program televisi dan persepsi publik terhadap lingkungan sekitarnya (West dan Turner, 2010: 87 – 89). Penelitian ini menguji dua cara kultivasi yang disebut oleh Gerbner, yakni proses mainstraiming dan resonance yang terjadi pada para ibu-ibu Jawa Timur yang merupakan penonton sinetron TNBH. Dengan menggunakan metode survey, hasil olah data atas responden di Kabupaten Gresik, Sidoardjo, Magetan, Madiun, dan Kota Surabaya menunjukkan bahwa hasil uji konsep mainstraiming tidak sepenuhnya berlaku. Data menunjukkan bahwa responden yang memiliki tingkat terpaan rendah dan termasuk dalam kategori penonton ringan juga memiliki sikap yang positif atas persetujuan mengenai penggambaran sinetron TBNH mengenai keluarga bahagia. Sebaliknya, terpaan tinggi memiliki kecenderungan persetujuan rendah yaitu sebesar 44%. Hal ini bertetangan dengan konsep mainstraiming yang menyatakan bahwa semakin tinggi terpaan media maka semakin tinggi pula persetujuan audiens atas isi media dan menunjukkan sikap yang semakin positif. Konsep kedua yang diuji dalam penelitian, konsep resonace menunjukkan data yang mendukung konsep tersebut. Data menunjukkan bahwa semakin tinggi kesesuaian antara pengalaman responden dengan isi tanyangan media, maka semakin tinggi pula persetujuan responden bahwa realitas sosial itu sama dengan realitas yang ditampilkan oleh media. Dalam penelitian ini, responden mengalami proses kultivasi melalui proses resonance dengan data yang menunjukkan bahwa semakin tinggi persamaan antara pengalaman responden dengan penggambaran keluarga bahagia dalam sinteron TBNH maka semakin tinggi pula persetujuan responden atas isi dari penggambaran keluarga bahagia dalam sinetron TBNH.
Implementasi Share dan Rating Sebagai Dasar Kebijakan Pemrograman Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV Kanthy Mayangsari; Nanang Krisdinanto; Finsensius Yuli Purnama
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v3i2.1392

Abstract

Aplikasi pemograman di Trans TV yang didasarkan oleh nilai rating dan share nampak dalam pemograman Yuk Keep Smile (YKS). Hal itu terlihat pada signifikansi yang tinggi pada hubungan antar rating dan share dengan perpanjangan penayangan dan durasi yang ditambah. Dengan menggunakan metode studi kasus, peneliti ingin mengetahui implementasi share dan rating sebagai dasar kebijakan pemrograman Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV. Dalam penelitian ini, ditemukan adanya interaksi televisi, audience dan pengiklan yang saling tarik menarik dalam menjalankan masing-masing fungsinya. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa nilai rating dan share bukan satu-satunya poin yang dipertimbangkan dalam pemutusan suatu program, akan tetapi banyak poin penting lainnya antara lain adalah nilai jual program tersebut, kebijakan KPI, penerimaan masyarakat, trend di masyarakat, kebijakan dari manajemen Trans TV. Selain itu, apabila rating dan share menjadi dasar kebijakan pemograman yang berorientasi pada keuntungan. Maka akan cenderung mengabaikan fungsi media dan fungsi sosial sebagai pengguna ranah publik. Sehingga penyusunan pemograman yang dibuat oleh Trans TV ini selain mengabaikan fungsi televisi sebagai media massa juga berdampak pula pada P3 dan SPS yang dikeluarkan pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berupa teguran tertulis
Radio Komunitas & Demokratisasi Penyiaran (ORR Merapi 107.7 Fm: "Partisipasi Warga, Budaya Patron & Regulasi") Finsensius Yuli Purnama
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v2i1.1677

Abstract

Lembaga penyiaran komunitas (dan lembaga penyiaran publik) muncul sebagai sebuah perwujudan dari konsep demokratisasi penyiaran. Semangat itu pula yang menjiwai pendirian Radio Komunitas ORR Fm 107.7 Fm yang didirikan di Des a Juwono, Kec. Dukun, Kab. Magelang, Jaw a Tengah-sebuah wilayah dikawasan bahaya Merapi-. Pada awalnya, radio tersebut dibentuk sebagai bagian dari program Disaster Risk Reduction (ORR) Karina KAS pasca erupsi Merapi Juni 2006. Harapannya, radio komunitas tersebut dapat memenuhi kebutuhan warga akan informasi terbaru terkait kondisi Merapi. Dalam perkembangannya, terdapat beberapa kendala yang membuat radio tersebut tidak secara utuh menjadi sebuah radio komunitas, hingga akhirnya harus vakum pasca Jetusan Merapi 2010. Selain persoalan kerusakan a/at, beberapa kendala yang dihadapi masyarakat adalah budaya patron yang sangat kuat dan regulasi yang sukar dipenuhi.
Website lnstitusi Pendidikan sebagai Sumber lnformasi dalam Menentukan Keputusan Orang Tua untuk Memilih Pendidikan di Jenjang Perguruan Tinggi Finsensius Yuli Purnama; Yuli Nugraheni
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v2i2.1683

Abstract

Penggunaan website oleh Perguruan Tinggi telah menjadi salah satu media informasi yang banyak digunakan di berbagai institusi. Salah satu perguruan Tinggi yang rnenggunakannya adalah Universitas Katolik Widya Mandala dengan alamat web www.wima.ac.id. Penelitian ini ingin melihat bagaimana peran dari media website tersebut dalam proses penentuan keputusan calon mahasiswa dengan menggunakan kerangaka BIWAM. Dengan menggunakan metode FGD, peneliti melakukan diskusi terkait penggunaan website tersebut dengan para orang tua mahasiwa yang asumsinya berperan penting bagi pengambilan keputusan anak. Hasilnya menunjukkan bahwa website bagi orang tua lebih bersifat melengkapi sarana promosi yang konvensional. Selain itu, beberapa masukan dan kritik juga dapat dijadikan masukan bagi pengembangan website