Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERBEDAAN STATUS GIZI SISWI KELAS VII YANG TELAH MENGALAMI MENARCHE DAN BELUM MENARCHE DI SMP NEGERI 3 GROGOL KABUPATEN KEDIRI Sumy Dwi Antono, Sumy Dwi Antono; Erna Rahma Yani, Erna Rahma Yani; Reza Sefty Wulandari, Reza Sefty Wulandari
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol 2, No 3 (2011): ASUHAN KESEHATAN JURNAL ILMIAH ILMU KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.384 KB)

Abstract

Menarche atau menstruasi pertama sering dianggap sebagai peristiwa penting pada masa pubertas wanita.  Kejadian menarche dipengaruhi oleh biologis wanita, serta faktor genetik dan lingkungan, terutama faktor gizi.  Menarche dapat terjadi lebih awal pada remaja putri yang memiliki status gizi baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis bahwa ada perbedaan status gizi dari siswa kelas VII yang telah mengalami menarche dan belum menarche di SMP Negeri 3 Grogol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis cross sectional dengan pengambilan sampel acak sederhana. Target populasi adalah semua siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Grogol, sebanyak 54 siswa. Jumlah sampel 42 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tertutup untuk mengetahui data tentang terjadinya menarche dan untuk mengetahui tentang status gizi dengan mengukur tinggi dan berat badan untuk semua subyek penelitian dengan menggunakan prosedur standar. Status gizi dihitung sebagai BMI [BB (kg) / TB (m2)] dan dibandingkan dengan nilai persentil. Setelah data dikumpulkan, ditabulasi dan diuji dengan menggunakan Mann Whitney U-Test. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan status gizi dari siswa kelas VII yang telah mengalami menarche dan belum menarche di SMP Negeri 3 Grogol. (Z hitung > Z tabel yaitu  9,4 > 1,96). Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan kesehatan reproduksi siswi mereka.Kata kunci : Kejadian Menarche, Perbedaan, Status gizi
Sikap Bidan Terhadap Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Fadelia, Yola; Yani, Erna Rahma; Antono, Sumy Dwi
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol 3 No 1 (2021): MAJORY
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.953 KB)

Abstract

Early initiation of Breastfeeding (IMD) is the process of the baby to suckle soon after being born or the baby left looking for her mother's nipples. One of the factors that play an important role in the success of the implementation of the IMD is to support the health workers or that can be realized from the attitude and behavior of health workers. According to the Health Profile of Indonesia year 2017 to 2018 achievement of the IMD in the newborn decreased from 73,06% be 71,17%. The purpose of this study is to determine a relationship of the attitude of the midwife towards the success of the IMD in the Aura Syifa Hospital Kediri Regency. Type of research used Cross Sectional approach. The population in this study was all midwives on duty in the room of maternity as many as 17 people. The sample used in this study consisted of 17 respondents with a Total sampling technique. Data collection using questionnaires and data collection tools in the success of the IMD using the observation sheet. Data analysis using statistical test Fishers Exact. The results of statistical tests using a test with level ? = 0.05 where ? value = 0,015. From the results of the count 0.015 < 0.05 then H0 is rejected, H1 is accepted so it can be concluded that There is a relationship of the attitude of the midwife towards the success of the IMD in the Aura Syifa Hospital Kediri Regency. For the next expected to the midwife to apply the IMD is better again with regard to the condition of the baby and the mother. Keywords: Midwife’s Attitudes, Early Initiation of Breastfeeding.
Kenaikan Berat Badan BBLR Selama Dirawat Di Rumah Sakit Yani, Erna Rahma; Yanuarini, Triatmi Andri; Amalia, Putri Rizki
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol 1 No 1 (2019): MAJORY
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.414 KB)

Abstract

Weight gain is an important indicator in the care of Low Birth Weight Babies (LBW), but weight gain has many inhibiting factors, including babies experiencing hypoglycemia and hypothermia. LBW needs to be given intensive care in an incubator and kangaroo method care (KMC). The purpose of this study was to analyze the differences in weight gain of LBW treated in the incubator and KMC with LBW treated in the incubator. This study used a case-control design. The population of Gambiran Hospital is 55 babies, while the population of Aura Syifa Hospital is 155 babies. A sample of 98 LBW based on a simple random sampling technique. The research sample in Gambiran Hospital received incubator and KMC treatment, while the research sample at Aura Syifa Hospital received incubator treatment. Data analysis was performed using univariate and bivariate (independent t-test). The results showed the mean weight gain of LBW with incubator treatment and KMC was 20.7 grams/day and the mean weight gain of LBW with incubator treatment alone was 7.6 grams/day. The results of the analysis showed that there were differences in the weight gain of LBW who received incubator and KMC treatment and those who received incubator treatment only. Babies treated with the KMC have a relatively normal body temperature, a regular heart rate and breathing so that their body metabolism is better. KMC can be applied to any low birth weight baby, both while in the hospital and when the baby is at home. Keywords: Low Birth Weight Babies, Incubator, Kangaroo Method Care
Berat Lahir Balita Stunting di Desa Punjul Wilayah Kerja Puskesmas Pranggang Kabupaten Kediri Erna Rahma Yani; Resti Tuta Rahmawati; Tia Setiawati
JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 1: April 2021
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.449 KB) | DOI: 10.47575/jpkm.v2i1.204

Abstract

Sampai dengan tahun 2019 jumlah balita stunting di Kabupaten Kediri masih cukup tinggi. Data menunjukkan prevalensi tertinggi ditemukan di wilayah Puskesmas Pranggang. Penelitian dilakukan bulan April-Mei 2019 di Desa Punjul Wilayah Kerja Puskesmas Pranggang Kabupaten Kediri. Tujuan dari penelitian ini menganalisis hubungan riwayat berat lahir dengan kejadian stunting pada balita. Desain penelitian survey analitik dengan rancangan survey case-control. Teknik pengambilan sampel menggunakan disproportionate cluster random sampling dengan sampel 193 balita. Dari jumlah tersebut, diketahui  61 orang (31,6) teridentifikasi stunting. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang lemah antara berat lahir dengan kejadian stunting ( p = 0,014) dengan  koefisien kontingensi sebesar 0,1683. Simpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah terjadinya stunting pada balita tidak hanya ditentukan oleh kondisi saat lahir. Oleh karena itu perawatan setelah lahir diharapkan dapat memaksimalkan pencapaian tumbuh kembang anak.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PIJAT BAYI TERHADAP KEMAMPUAN PSIKOMOTOR IBU MELAKUKAN PIJAT BAYI 1-3 BULAN Triatmi Andri Yanuarini; Erna Rahma Yani; Adilla Yuni Farida
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijat bayi merupakan bentuk fisioterapi yang berpengaruh positif terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan balita selain pemberian makanan tambahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terhadap kemampuan psikomotor ibu melakukan pijat bayi usia 1-3 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pelas Kabupaten Kediri.Metode penelitian pra-eksperimen (pre-eksperimental design), dengan pendekatan one group pretest posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu dengan bayi usia 1-3 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pelas Kabupaten Kediri sebanyak 34 responden. Sampel sebanyak 32 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar checklist dan dianalisis menggunakan uji paired t test. Hasil pretest didapatkan keseluruhan responden (30 ibu) mempunyai kemampuan psikomotor kurang. Hasil posttest didapatkan sebagian besar responden (24 ibu) mempunyai kemampuan psikomotor baik 24. Hasil uji statistik diperoleh ρ value (Asimp. Sig 2 tailed) sebesar 0,000 dimana kurang dari taraf signifikansi (α) 0,05. H1 diterima yang berarti ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap kemampuan psikomotor ibu melakukan pijat bayi usia 1-3 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pelas Kabupaten Kediri. Sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan kepada ibu untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemenuhan rasa ASIH dari ibu pada bayinya melalui praktek melakukan pijat bayi. Kata Kunci : Kemampuan Psikomotor, Pendidikan Kesehatan, Pijat Bayi
SEKOLAH BERWAWASAN GENERASI MUDA PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI (GEMPI KESPRO) MEMBANGUN KEPEDULIAN REMAJA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI KOEKOEH HARDJITO; SUWOYO SUWOYO; ERNA RAHMA YANI
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v1i2.632

Abstract

Pada masa remaja terjadi berbagai macam perubahan yang cukup signifikan baik secara fisik mental, emosi serta psikososial termasuk sistem reproduksinya. Hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan dan perilaku pribadi, lingkungan keluarga maupun masyarakat dimana remaja tersebut berada. Untuk menyikapi perkembangan tersebut maka setiap remaja perlu menyiapkan diri dengan baik. Salah satu cara dalam menyiapkan diri adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dengan benar melalui berbagai cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai bagian dari lingkungan yang dapat memberikan pengaruh pada remaja khususnya dalam menjaga kesehatan reproduksinya, maka sekolah berkewajiban membangun lingkungan yang dapat mendukung perkembangan kesehatan reproduksi remaja ke arah yang positif. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan sekolah berwawasan Gempi Kespro (Generasi Muda Peduli Kesehatan Reproduksi), yaitu sekolah yang peduli terhadap kesehatan reproduksi para siswanya, dengan melibatkan siswa untuk menjaga kesehatan reproduksi sesuai fase yang dialaminya dalam rentang kehidupan remaja. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan evaluasi manajemen, serta pelatihan. Kegiatan sosialisasi dan evaluasi dilaksanakan secara tatap muka langsung, sedangkan kegiatan pelatihan dilaksanakan secara tatap muka virtual via zoom meeting. Sasaran sosialisasi adalah 15 orang guru dan tenaga kependidikan, sedangkan sasaran pelatihan adalah 35 kader. Kader berasal dari 35 siswa kelas 8 dan 9 yang terpilih. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di awal program, sedangkan evaluasi dilaksanakan di akhir program. Pelatihan kader dilaksanakan selama 3 sesi, jarak tiap sesi sekitar 4 minggu, untuk meningkatkan pemahaman siswa diantara sesi pelatihan dilanjutkan dengan komunikasi melalui grup whatsapps. Hasil kegiatan menunjukkan komitmen yang tinggi dari manajemen sekolah dalam membangun sekolah berwawasan gempi kespro. Siswa secara aktif berperanserta dalam membangun kesehatan reproduksinya dengan ikut serta sebagai kader gempi kespro, kader memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi yang ditunjukkan dari peningkatan nilai pre tes ke post tes yaitu dari rerata 46,7 menjadi 77,8. Diharapkan kader gempi kespro dapat menyebarluaskan pemahamannya tentang kesehatan reproduksi pada teman disekitarnya.
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR KESEHATAN REPRODUKSI KADER GEMPI KESPRO (GENERASI MUDA PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI) KOEKOEH HARDJITO; SUWOYO SUWOYO; ERNA RAHMA YANI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v1i2.760

Abstract

Health material is material that requires caution in distributing so that students do not get it wrong. For this reason, teacher expertise is needed in packaging elements in the learning process. One way that can be used in responding to these learning challenges is to develop learning media. Comic is one of the visual media that has several functions in learning, namely the function of attention, affective function, cognitive function and compensatory function. This illustrated media contains learning materials that are packaged to suit the daily lives of students. This type of research is a development research that aims to develop comic media in order to increase interest in learning reproductive health in Gempi Kespro cadres. The development research model used is a modification of the procedural model from Borg and Gall which consists of a preliminary study, determining the goals to be achieved at each stage, developing the initial product form, initial testing, initial revision, main trial, 2nd revision, validation test expert and final revision. Product reviews use modifications of criteria based on quality, namely design, breadth of material, ease of understanding, coherence of images and text as well as image and text writing. The data is presented descriptively. The results of the initial trial, main trial and expert validation showed a positive value for all aspects of the assessment. The conclusion of this study is that the learning media for reproductive health comics is appropriate to be used in increasing student interest in learning in the field of reproductive health ABSTRAKMateri kesehatan reproduksi merupakan materi yang memerlukan kehati-hatian dalam penyampaian agar siswa tidak keliru dalam menerimanya. Untuk itu diperlukan kepiawaian pengajar dalam mengemas unsur dalam proses pembelajarannya. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam menjawab tantangan pembelajaran tersebut adalah dengan mengembangkan media belajar. Komik merupakan salah satu media visual memiliki beberapa fungsi dalam pembelajaran yaitu fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif dan fungsi kompensatoris. Media bergambar ini berisi materi pembelajaran yang dikemas menyesuaikan kehidupan siswa sehari-hari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan mengembangkan media komik guna meningkatkan minat belajar kesehatan reproduksi pada kader gempi kespro. Model penelitian pengembangan yang digunakan adalah modifikasi model procedural dari Borg and Gall yang terdiri dari studi pendahuluan, menentukan tujuan yang akan dicapai disetiap tahapan, mengembangkan bentuk produk awal, uji coba awal, revisi awal, uji coba utama, revisi ke-2, uji validasi ahli dan revisi akhir. Review penilaian produk menggunakan modifikasi dari criteria berdasarkan kualitas yaitu desain, keluasan materi, kemudahan materi dipahami, keruntutan gambar dan tulisan serta kejelasan gambar dan tulisan. Data disajikan secara deskriptif. Hasil dari uji coba awal, uji coba utama dan validasi ahli menunjukkan nilai positif dari keseluruan aspek penilaian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media pembelajaran komik kesehatan reproduksi ini layak digunakan dalam meningkatkan minat belajar siswa di bidang kesehatan reproduksi
Perbedaan Peran Ibu Primipara Dan Multipara Dalam Pengasuhan Bayi Baru Lahir Koekoeh Hardjito; Sumy Dwi Antono; Erna Rahma Yani
coba Vol 3 No 2 (2015): Mei 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.097 KB) | DOI: 10.32831/jik.v3i2.53

Abstract

Primipara mother is woman which has borned a baby aterm the first time. However multipara mother is woman which has been borned life a baby several times but it is not more than five times. Primiparous response as parents need more support from the environment and some women do not like to responsibilities at home and care for the baby. Whereas in multiparous would be more realistic in anticipating his physical limitations and can more easily adapt to the role of social interaction, in the sense of having a positive response as a parent. The role of both in interaction and mothering of newborn baby were observationed either from feeding, interest, respons, speech and touch by FIRST observation method. Many things influencing interaction and ability of mother and mothering baby, one of them are experience of mother bears and takes care of child before it. This research aim to see is there are many difference the role of primipara and multipara mother in mothering of newborn baby that analized with FIRST observation method. Research design used study comparative with design sistematic of random sampling technic for gathering of the sample. Obsevation has been to 53 mother of post partum that consisted of 25 primipara and 28 multipara in Aura Syifa Hospital at Kediri. These observation has been done once between first day up to seventh day after delivering birth. Testing of data was done by Man-Whitney U Test with p value= 0,036 (α= 0,05). The result of research showed there are difference significantly between the role of mother primipara and multipara in mothering of newborn baby. Interaction between mothers with baby and mothering pattern of newborn baby are multipara mother better than primipara mother with FIRST observation method. Key word: the role, primipara, multipara, mothering
Kemampuan Ibu Melakukan Stimulasi Untuk Perkembangan Bayi Usia 3-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Puhjarak Riska Destiana; Erna Rahma Yani; Triatmi Andri Yanuarini
coba Vol 6 No 1 (2017): Nopember 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.396 KB) | DOI: 10.32831/jik.v6i1.155

Abstract

Stimulation is one of the factors that affect a child’s development. The age of 3-6 months is included in the first 1000 days of life which is a critical period in which the child's brain begins to develop. Mothers can stimulate children according to their developmental stages. During infancy, a close relationship exists between the mother and child, so the influence of mother in educating the childis very big. The purpose of this study is to find out the correlation between the mothers ability to stimulate 3-6 months infant with their development in Puhjarak Community Health Center in Kediri Regency. The research desain used correlational study. The data collection was done by conducting cross sectional methods, with population of 38 mothers and their babies. The sampling used simple random sampling technique with total sample of 35 respondents who met the inclusion criteria. The analysis data used spearman rank showed p value 0,001. The conclution of this research was there was a correlation between mothers ability to stimulate 3-6 months infant with their development in Puhjarak Community Health Center Kediri Regency. It is advisable for parents especially mothers to maintain or improve their ability to stimulate their children in all aspects of development in a balanced and appropriate waywith the infant’s age.
PENGARUH PERMAINAN EDUKATIF TERHADAP KARAKTER CALON BIDAN Koekoeh Hardjito; Erna Rahma Yani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.91 KB)

Abstract

Karakter seorang bidan dapat dibangun mulai dari seorang calon bidan bidan berada dalam bangku pendidikan. Karakter yang mulia berdampak positif pada pelayanan bidan kepada pasiennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan edukatif terhadap pemahaman calon bidan tentang karakter bidan. Desain yang digunakan adalah pre eksperimental, dengan pendekatan One Group Pretest-posttest Design. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Mc Nemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan edukatif berpengaruh terhadap pemahaman calon bidan tentang karakter bidan. Berbagai karakter positif bidan ditunjukkan dengan perilaku yang mendukung karakter tersebut. Karakter negative pada diri calon bidan dapat dikurangi dengan berbagai perilaku yang positif. Sebaiknya setiap calon bidan memahami karakter-karakter positif yang seharusnya dimiliki seorang bidan agar pada saat mengabdi pada masyarakat dapat berperilaku sebagai bidan profesional. Setelah memiliki pemahaman yang baik tentang karakter bidan sebaiknya mahasiswa belajar mengembangkan karakter tersebut dengan perilaku yang sesuai dengan karakter yang positif. Kata Kunci: Permainan edukatif, Bidan, Karakter