Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR DETERMINAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DENGAN KEJADIAN INPEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPAKU KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2020 Daniel Akbar Wibowo; Gigin Ginanjar
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 2, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v2i2.4532

Abstract

Pneumonia adalah bentuk infeksi pernapasan akut yang menyerang paru-paru. Paru-paru terdiri dari kantung-kantung kecil yang disebut alveoli, yang terisi udara ketika orang sehat bernafas. Ketika seseorang menderita pneumonia, alveoli dipenuhi dengan nanah dan cairan, yang membuat pernafasan terasa menyakitkan dan membatasi asupan oksigen (WHO,2019). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Cipaku Kabupaten Ciamis. Teknik Pengambilan sampel menggunakan Probability metode Disproportionate Stratifed Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Data di analisi dengan Uji Chi- Square. Hasil analisa statistik ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Berat Badan Lahir (ρ= 0,011), Status Gizi (ρ= 0,038), Status ASI Eklusif (ρ= 0,32), Status Imunisasi (ρ= 0,035), Pengetahuan Ibu (ρ= 0,037), Kepadatan Hunian Ruang Tidur (ρ= 0,010), dan Keberadaan Perokok (ρ= 0,026).
HUBUNGAN POLA ASUH IBU BEKERJA DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PERUMAHAN GRAHA BUDIASIH ASRI DUSUN BUDIASIH DESA CIBENDA KECAMATAN PARIGI PANGANDARAN TAHUN 2021 Dini Nurbaeti Zen; Heni Mulyani; Daniel Akbar Wibowo
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i1.7321

Abstract

Peran ibu dalam keluarga adalah memenuhi kebutuhan fisiologis, psikis dengan menerapkan pola asuh yang tepat pada anak. Anak pra sekolah merupakan fase emas artinya mengalami perkembangan dengan cepat sehingga anak berhak atas perkembangan yang baik. Permasalahan menjadi berbeda ketika ibu juga dalam bekerja karena waktu tidak dapat 100% dalam mengurus anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu bekerja dengan tingkat perkembangan anak usia pra sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 47 ibu dengan teknik sampel Total Sampling. Hasil penelitian menunjukan hampir setengah ibu menerapkan pola asuh permisif sebanyak 16 orang (34,04%) dan hampir setengah anak usia pra sekolah perkembangannya meragukan sebanyak 23 orang (48,9%). Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan hasil nilai P Value < α (0,001 < 0,05). Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pola asuh ibu bekerja dengan tingkat perkembangan anak usia pra sekolah. Maka untuk menjaga perkembangan tetap baik, orang tua perlu menerapkan pola asuh yang sesuai.The role of the mother in the family is to fulfill physiological and psychological needs by applying appropriate parenting styles to children. Pre-school children are a golden phase, meaning that they develop rapidly so that children have the right to good development. Problems become different when mothers are also at work because time cannot be 100% in taking care of children. The purpose of the study was to determine the relationship between parenting patterns of working mothers and the level of development of pre-school age children. The research method used is descriptive quantitative with a cross sectional approach. The sample used was 47 mothers with the total sampling technique. The results showed that almost half of the mothers applied permissive parenting as many as 16 people (34.04%) and almost half of the pre-school age children had doubts about 23 people (48.9%). Bivariate analysis using Spearman's Rank test with P Value < (0.001 < 0.05). So Ha is accepted and Ho is rejected. The conclusion of this study is that there is a relationship between parenting patterns of working mothers and the level of development of pre-school age children. So to maintain good development, parents need to apply appropriate parenting patterns.
PENTINGNYA PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KESEHATAN JIWA DI DUSUN CIMAMUT KABUPATEN CIAMIS Daniel Akbar Wibowo; Dini Nurbaeti Zen
Abdimas Galuh Vol 2, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.382 KB) | DOI: 10.25157/ag.v2i1.3344

Abstract

Sehat adalah keadaan seseorang sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelamahan atau kecacatan. Menurut data dari WHO tahun 2016, terdapat sekitar 60 juta orang terkena bipolar, 47,5 juta terkena dimensia, 35 juta orang terkena depresi, serta 21 juta terkena skizofrenia. Di Indonesia, gangguan jiwa terus bertambah dengan berbagai faktor predisposisi diantaranya faktor biologis, psikologis dan sosial. Hal ini berdampak pada penambahan beban pemerintah dan penurunan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Di Indonesia prevalensi ganggunan mental emosional dengan gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 6,1% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk. Gangguan jiwa ini sangat berbahaya walaupun tidak langsung menyebabkan kematian, namun akan menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi individu dan beban yang berat bagi keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyaraakat dan keluarga yang menjadi binaan khususnya bagaimana cara perawatan dan menjaga kesehatan jiwa setiap masyarakat serta merawat anggota masyarakat yang mengalami gangguan jiwa. Metode dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, dan juga simulasi. Luaran yang dihasilkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pemberdayaan masyarakat tentang kesehatan jiwa. Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang masalah kesehatan jiwa di lingkungan sekitarnya. Kesimpulannya pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan dan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan maka diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang masalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terjadi di sekitar lingkungannya
Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Dini Nurbaeti Zen; Daniel Akbar Wibowo; Durotul Aeni Zakiyah
KOLABORASI JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 2 No 5 (2022): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.293 KB) | DOI: 10.56359/kolaborasi.v2i5.174

Abstract

Introduction: Growth and development are two separate events and cannot be separated. A comprehensive and quality examination of children's growth and development carried out through stimulation activities, early detection and intervention of deviations in growth and development of toddlers should be carried out during the golden period, namely the first 5 (five) years of a child's life. Monitoring and stimulation of child growth and development is very necessary for optimizing children's growth and development and recognizing problems early. Objective: The purpose of this service is to increase promotive and preventive efforts in increasing the growth and development of toddlers by increasing the knowledge and skills of mothers of toddlers in stimulating the growth and development of their children and increasing the ability of mothers in early detection of disorders of growth and development of toddlers in the Public Health Center of Panjalu. Method: The methods used in this community service are lectures and discussions. Result: The service activity was carried out for 2 days, namely on 12-13 October 2021 which was attended by 27 mothers. The results of community service for mothers who have received health education are enthusiastic to monitor the growth and development of their children, mothers of toddlers know and understand how to detect growth and development provided by the community service team. Conclusion: In addition, the detection of children in the working area of Public Health Center of Panjalu showed that most of them (88.9%) growth and development were in accordance with the stages of age.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Retardasi Mental dengan Penerimaan Ibu yang Memiliki Anak Retardasi Mental Sedang di SDLB Negri Ciamis Tahun 2021 Nadya Dewi; Daniel Akbar Wibowo
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i2.8370

Abstract

Children are the most beautiful things given as a gift that must be cared for and cared. Mental retardation is a condition with less intelligence since the developmental period. Parents feel happy when given a perfect child but when given a less perfect child then the parents of both mothers will be disappointed not even able to accept the child. The purpose of the study was to find out the relationship between maternal knowledge and acceptance of mothers who have moderate mental retardation children. The research method used in this study was descriptive correlation, a sample used by 37 mothers who had moderate mental retardation children with total sampling techniques. The results found that most mothers had enough knowledge as much as 59.5% with a small percentage of positive acceptance rate of 27% and negative acceptance rate of almost half 32.4%, a small percentage of 18.9% have good knowledge with negative reception 5.4% and a small percentage have less knowledge and negative acceptance is 21.6%. So based on the results of statistical tests with a ƿ of 0.003 which means there is a relationship between maternal knowledge and acceptance of mothers who have moderate mental retardation children. Researchers suggest mothers are more active in their child's activities in order to create communicative relationships in order to help mothers accept the child's condition.
Hubungan Lama Penggunaan Gadget dengan Masalah Mental Emosional pada Anak Usia Pra Sekolah di TK Aba Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis Tahun 2021 Karina Agustin; Dini Nirbaeti Zen; Daniel Akbar Wibowo
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i2.8369

Abstract

Beberapa fenomena saat ini sedang menjadi issue hangat yang sering diperbincangkan yaitu tentang kecanduan gadget pada anak, dampak dari penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengakibatkan masalah pada perkembangan sosial serta emosional pada anak. Dilaporkan bahwa tidak sedikit anak mengalami gangguan kecemasan, mudah emosi, dan gangguan perilaku akibat kecanduan gadget. Penggunaan gadget pada anak harus sesuai dengan rekomendasi yang telah ditentukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama penggunaan gadget dengan masalah mental emosional pada anak usia prasekolah. Metode penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian sebanyak 75 responden dengan teknik sampel Total Sampling. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar anak menggunakan gadget dengan rentang waktu tidak normal sebanyak 42 orang (56,0%) dan sebagian besar anak ada masalah mental emosional yaitu sebanyak 40 orang (53,3%). Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan hasil nilai P Value < α (0,002 < 0,05). Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya ada hubungan antara lama penggunaan gadget dengan masalah mental emosional pada anak usia pra sekolah. Maka diharapkan kepada orang tua untuk lebih meningkatkan pemahaman tentang waktu penggunaan gadget pada anak usia prasekolah yaitu tidak lebih dari 1 jam setiap harinya, sehingga tidak mengganggu perkembangan emosional pada anak.
Studi Kasus: Implementasi Health Education Teknik Buteyko Breathing Untuk Mencegah Kekambuhan Asma Dengan Media Video Pada Keluarga Andan Firmansyah; Muhamad Ramdan Nujulul Furqon; Daniel Akbar Wibowo; Tita Rohita
Ners Jurnal Keperawatan Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.19.1.27-33.2023

Abstract

Asthma is a disease caused by narrowing of the airway due to inflammation or inflammation, asthma is the top 5 causes of death per year. Buteyko breathing is a deep breathing technique that is useful for strengthening the respiratory muscles. The use of videos about buteyko breathing can clarify an abstract picture about the importance of preventing asthma relapse. This case study aims to implement the Buteyko breathing technique in families with asthma patients to prevent asthma recurrence by using video media.This research uses a descriptive case study design using a nursing care approach. Methods of collecting interview data, observation, physical examination, and documentation. With the implementation of health education buteyko breathing technique with video media which is carried out for 3x24 hours. From the results of the study, it was found that data according to the client's confession usually relapses every 1-2 weeks because of the cold weather in the early morning. Then after being given the implementation of the Buteyko breathing technique with video media when confirmed on June 19, 2022, the client claimed that he had not relapsed. The results of the case study after being given health education on the buteyko breathing technique for the family of Mr. M understands how to prevent asthma recurrence so that the intervention is successful. Buteyko breathing intervention using video media is effective in preventing asthma relapse based on the client's subjective acknowledgment.
Hubungan Berat Badan Bayi dengan Kejadian Hiperbilirubinemia pada Neonatus di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Nurul Fathia; Daniel Akbar Wibowo; Dedeng Nurkholik
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 5, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v5i2.11859

Abstract

Hiperbilirubinemia pada neonatus adalah perubahan warna kekuningan pada kulit, konjungtiva, dan sklera akibat peningkatan serum atau bilirubin plasma pada periode bayi baru lahir. Metode dalam penelitian ini adalah analitik observational dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional study. Dengan instrumen penelitian menggunakan lembar observasi timbangan badan dan lembar observasi hiperbilirubin diambil dari hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan arah hubungan nilai chi square dengan nilai ρ value sebesar 0,038. Berdasarkan hasil analisa data di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifilan antara bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya 2023.
GAMBARAN KETERCAPAIAN TRANSFUSI DARAH SESUAI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA PASIEEN THALASEMIA MAYOR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAMIS Daniel Akbar Wibowo
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.502

Abstract

Thalasemia adalah penyakit keturunan akibat kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin.Thalasemia merupakan penyakit kronik dan salah satu pengobatannya adalah dengan transfuse darahatau transfuse sel darah merah secara terus-menerus. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahuigambaran ketercapaian transfuse darah sesuai standar operasional prosedur pada pasien thalasemiamayor di Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif denganjumlah populasi dan sampel sebanyak 65 kegiatanatau orang . Hasilpenelitian menunjukan ketercapiantranfusi darah pada tahap persiapan alat adalah lebih dari setengah kegiatan atau persiapan tercapaisesuai standar operasional prosedur yaitu sebanyak 46 responden (71%), dan kurang dari setengahkegiatan tidak tercapi sesuai standar operasional prosedur yaitu sebanyak 19 responden(29%).Ketercapian tranfusi darah pada tahap kerja adalah lebih dari setengah kegiatan tercapai sesuaistandar operasional prosedur yaitu sebanyak 46 responden (71%), dan kurang dari setengah kegiatantidak tercapai sesuai standar operasional prosedur yaitu sebanyak 19 responden (29%). saran yangdapat peneliti berikan terutama bagi perawat di Ruangan Talasemia, memotivasi untuk selalumelakukan tindakan perawatan sesuai dengan SOP (Standar Operasiona Prosedur), meningkatkanpengetahuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tranfusi darah pada pasien talasemia mayor agartidak menimbulkan resiko bahaya baik bagi perawat maupun pasien yang mendapatkan pelayanandalam hal ini dapat menghindari terjadinya reaksi komplikasi pada tranfusi
PENGARUH TERAPI MASSAGE TERHADAP PENINGKATANBERAT BADAN BAYI PREMATUR DI RUANG PERINATOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TASIKMALAYA DANIEL AKBAR WIBOWO
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.189

Abstract

Angka kematian bayi  merupakan indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat, salah satu faktornya akibat prematur dengan berat badan lahir rendah. Teori konservasi energi dapat diimplementasikan dalam memberikan asuhan keperawatan pada bayi prematur, sehingga diharapkan energi yang ada pada bayi prematur dapat digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal seperti penerapan terapi massage.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi massage terhadap peningkatanberat badanbayi prematur di Ruang Perinatologi RSUD Tasikmalaya, penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimentipe nonequivalent kontrol group design dengan pre dan post test. Jumlah sampel sebanyak 32 responden (16 kelompok kontrol dan 16 kelompok inervensi), analisis disajikan secara deskriptif dengan menggunakan table variabel univariat dan untuk  variabel bivariat dengan menggunakan uji statistikpaired t-test dan uji independent t test dengan 95% confidence interval (CI).Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan yang signifikan berat badan pada kelompok kontrol, sebelum dan sesudah perawatan tanpa terapi massage dengan nilai  p value  0,005, ada perbedaan yang signifikan berat badan pada kelompok intervensi, sebelum dan sesudah dilakukan terapi massage dengan nilai pvalue  0,001 dan ada perbedaan yang signifikan selisih rata-rata berat badan bayi prematur pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi, dengan selisih rata-rata peningkatan berat badan pada kelompok kontrol adalah 14,0625 gram, dan selisih rata-rata kenaikan berat badan pada kelompok intervensi adalah 63,6250 gram dengan nilai p value  0,001. Sehingga disarankan terapi massage dapat digunakan dalam merawat bayi prematur untuk mengoptimalisasikan berat badan