Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cendikia Pendidikan

ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 3 SDN GEDONGKUNING Lailatul Khusna; Zela Septikasari
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v12i2.10434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 3 di SD N Gedongkuning. Pembelajaran interaktif menggunakan berbagai media seperti video, game berbasis website, Canva, dan PowerPoint (PPT) diharapkan dapat menumbuhkan situasi belajar yang menarik serta menstimulasi siswa untuk lebih responsif dan kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data yang mencakup wawancara, pengamatan, serta dokumentasi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan media pembelajaran interaktif berhasil dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta didik, yang tercermin dalam peningkatan semangat belajar sekitar 70%. Pembelajaran dengan media interaktif juga membantu siswa lebih mudah menguasai materi dan meningkatkan pencapaian belajar mereka. Studi ini menyatakan bahwa penerapan media pembelajaran interaktif sangat penting guna memperbaiki mutu pembelajaran dan motivasi peserta didik. The purpose of this study is to analyze the use of interactive learning media in increasing the learning motivation of grade 3 students at SD N Gedongkuning. Interactive learning using various media such as videos, web-based games, Canva, and PowerPoint (PPT) is expected to foster an interesting and engaging learning situation, and stimulate students to be more responsive and creative. This research uses a qualitative approach with data collection methods that include interviews, observations, and documentation. This study revealed that the application of interactive learning media was successful in increasing students' motivation and participation, which was reflected in an increase in learning enthusiasm of around 70%. Learning with interactive media also helped students master the material more easily and improved their learning achievement. This study suggests that the implementation of interactive learning media is essential to improve learning quality and learner motivation.
ANALISIS PERAN KURIKULUM BERBASIS BUDAYA DALAM MELESTARIKAN WARISAN BUDAYA NUSANTARA DI SDN JARAKAN Lailatul Khusna; Bunga Ayu Natasya; Aulia Rahma Khairunnisa; Muhammad Chairul Anam; Mahilda Dea Komalasari
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 11 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v12i11.11201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kurikulum berbasis budaya dalam melestarikan warisan budaya Nusantara di SD Negeri Jarakan, Yogyakarta. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumentasi kegiatan budaya di sekolah. Sebanyak 19 siswa kelas 5 C turut serta dalam mengisi kuesioner terkait pemahaman mereka terhadap budaya lokal yang diajarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum berbasis budaya di SDN Jarakan memiliki dampak positif dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal, seperti bahasa krama, seni membatik, dongeng, dan pakaian adat. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi meliputi minat rendah siswa terhadap budaya lokal akibat pengaruh modernisasi dan teknologi digital. Dukungan orang tua, guru, dan masyarakat memiliki peran penting dalam keberhasilan program ini. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat pemahaman guru mengenai materi budaya lokal. This study aims to analyse the role of culture-based curriculum in preserving the cultural heritage of the archipelago at SD Negeri Jarakan, Yogyakarta. Using a qualitative approach, data was collected through observation, interviews with the principal, teachers, and students, and documentation of cultural activities at school. A total of 19 Grade 5 C students participated in filling out questionnaires related to their understanding of the local culture taught. The results showed that the implementation of a culture-based curriculum at SDN Jarakan has a positive impact in introducing and preserving local culture, such as bahasa krama, batik art, fairy tales and traditional clothing. However, challenges include students' low interest in local culture due to the influence of modernisation and digital technology. The support of parents, teachers and the community plays an important role in the success of this programme. This study also provides recommendations to increase student engagement and strengthen teachers' understanding of local cultural materials.