Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Gizi Ibu Menyusui di Posyandu Merak Kota Palopo Tahun 2023 Kasmayani, Kasmayani; Dwi Yanti, Yuniar; Hastuty, Dewi; Adeliana, Adeliana; Arnianti, Arnianti
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 2 No. 2 (2023): Desember Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/a38tj319

Abstract

Gizi seimbang penting bagi ibu menyusui karena sangat erat kaitannya dengan produksi air susu. Pemenuhan gizi yang baik akan berpengaruh terhadap status gizi ibu menyusui dan tumbuh kembang bayinya. Tujuan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya gizi bagi ibu yang menyusui dan meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya menjaga gizi pada saat menyusui di Posyandu Merak Kota Palopo Tahun 2023. Metode pelaksanaan yaitu ibu menyusui diberikan penjelasan materi tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu menyusui. Hasil kegiatan ini menunjukkan rerata pengetahuan dari 20 peserta didapatkan nilai mean sebelum penyuluhan kesehatan gizi adalah 7.50 dan sesudah penyuluhan gizi adalah 15.75. Dari hasil kegiatan ini diharapkan pengetahuan ibu akan bertambah dan pola pikir ibu menjadi lebih baik sehingga perilaku ibu dalam mengkonsumsi makanan akan lebih baik lagi. Konsumsi makanan yang baik akan berpengaruh pula terhadap asupan gizi dan metabolisme tubuh, sehingga mempengaruhi kualitas dan komposisi produksi ASI.
Optimalisasi Kesehatan Melalui Edukasi Pentingnya Asam Folat, Zat Besi dan Kalsium pada Ibu Hamil Arnianti; Kasmayani; Hastuty, Dewi; Yenni; Angka, Andi Tenri; Dwi Yanti, Yuniar; Fitriani, Lina
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Juli Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/j6p09422

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan penyakit menjadi permasalahan dihampir semua negara berkembang. Anemia sering terjadi pada negara berkembang yang sosialnya ekonomiya masih rendah. Penyebab terjadinya anemia pada hamil secara umum disebabkan oleh faktor kurangnya asupan zat besi, asam folat dan kalsium selama kehamilan. Anemia selama kehamilan dapat menyebakan komplikasi terhadap risiko kesehatan bagi bayi yang baru lahir, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hambatan pertumbuhan anak, serta kematian pada ibu hamil. tujuan pengabdian adalah untuk memberikan edukasi tentang peningnya pengetahuan pememuhan nutrisi dan pola hidup sehat selama kehamilan. Metode: kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Desember 2024 di Pustu Kelurahan Dangerekko, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 15 orang ibu hamil. Metode yang digunakan dengan memberikan edukasi menggunakan Leaflet, ceramah. diskusi dan tanya jawab. Evaluasi terhadap pengetahuan dan sikap peserta menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan: diperoleh 7 (47%) peserta ibu hami dengan pengetahuan kurang, 3 (20%) peserta ibu hamil dengan pengetahuan cukup dan 5 (33%) peserta ibu hamil dengan pengetahuan baik. Selanjutnya, adanya peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil posttest setelah diberikan edukasi didapatkan 1 (7%) peserta ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang, sebanyak 4 (27%) peserta ibu hamil memiliki pengetahuan cukup, dan 10 (67%) peserta ibu hamil memiliki pengetahuan baik. Kesimpulan: pendidikan kesehatan melalui pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan peserta ibu hamil. Saran: Pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga melakukan kolaborasi untuk memberikan edukasi secara intensif kepada ibu hamil sebagai upaya pencegahan kejadian anemia selama kehamilan.
THE ROLE OF LOCAL WISDOM IN BREASTFEEDING EDUCATION: AN EFFORTS TO IMPROVE BREASTFEEDING EFFECTIVENESS IN POST-POST MOTHERS: THE ROLE OF LOCAL WISDOM IN BREASTFEEDING EDUCATION: AN EFFORTS TO IMPROVE BREASTFEEDING EFFECTIVENESS IN POST-POST MOTHERS Kasmayani, Kasmayani; Adeliana, Adeliana; Hastuty, Dewi; Yanti, Yuniar Dwi; Tahir, Dyah
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik menyusui merupakan faktor penting yang mempengaruhi produkasi ASI, dikarenakan jika teknik menyusui tidak benar dapat menyebabkan puting lecet dan menjadikan ibu tidak menyusui bayinya. Pemberian ASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi dan bayi rentan terhadap penyakit yang pada akhirnya menyebabkan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain one group pretest-postest. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling berjumlah 21 ibu nifas. Instrumen penelitian menggunkan ceklis penilain posisi menyusui sebelum dan sesudah diberikan edukasi teknik menyusui. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan keefektifan ibu nifas sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi teknik menyusui. Analisa data diketahui P-value 0,000. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Teknik menyusui merupakan faktor penting yang mempengaruhi produkasi ASI, dikarenakan jika teknik menyusui tidak benar dapat menyebabkan puting lecet dan menjadikan ibu tidak menyusui bayinya. Pemberian ASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi dan bayi rentan terhadap penyakit yang pada akhirnya menyebabkan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain one group pretest-postest. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling berjumlah 21 ibu nifas. Instrumen penelitian menggunkan ceklis penilain posisi menyusui sebelum dan sesudah diberikan edukasi teknik menyusui. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan keefektifan ibu nifas sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi teknik menyusui. Analisa data diketahui P-value 0,000. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA Arnianti; Hastuty, Dewi; Dwi Yanti, Yuniar; Adeliana; Yenni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Unggulan Iptek Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Vol 4 No 2 (2025): JPKM PUSTINGKIA JULI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jpustingkia.v4i2.1023

Abstract

Background: The prevalence of anemia among pregnant women in Indonesia remains high at 48.9%. Anemia during pregnancy not only poses a risk of maternal mortality but also impacts the well-being of both the mother and child. Anemia during pregnancy reflects the socioeconomic well-being of the community and significantly impacts the quality of human resources. Therefore, anemia requires serious attention from relevant parties in implementing interventions and providing quality healthcare services. Objective: This community service initiative aims to enhance pregnant women's knowledge about preventing pregnancy-related anemia. Methods: The activity was conducted by providing education through leaflets, lectures, discussions, and question-and-answer sessions. Knowledge was evaluated through a pretest administered before the education and a post-test administered after the education was conducted. Results: Before the education (pre-test), it was found that 6 pregnant women were in the insufficient category, 4 (27%) had adequate knowledge, and 5 (33%) had good knowledge. In the post-test, 1 (7%) pregnant woman was in the low knowledge category, 3 (20%) had adequate knowledge, and 11 (73%) had good knowledge. Conclusion: Health education on the prevention of anemia during pregnancy can enhance the knowledge of pregnant women.
Hubungan Pemberian Tablet Mmn Dan Pemeriksaan Laboratorium Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Dewi Hastuty; Yanti, Yuniar Dwi; Nur, Surahmah M.
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2022): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v17i4.1062

Abstract

MMN (Multiple Micro Nutrient) adalah tablet yang mengandung 15 jenis vitamin dan mineral yang mempunyai banyak manfaat bagi ibu hamil untuk membatu pertumbuhan janin secara optimal, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian Tablet MMN dan Pemeriksaan laboratorium pada Ibu Hamil dengan kejadian Anemia. Penelitian ini menggunakan desain Observasional Analitik yaitu penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan Cross-Sectional Study, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari suatu dinamika kolerasi antara variabel independent dengan valiabel dependen. Dengan jumlah populasi sebanyak 262 orang dan menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel 72 orang. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Cara mengambil sampel adalah memalui Microsoft Excel dengan rumus RAND dengan mansyaratkan kriteria inklusi dan ekslusi. Dari hasil uji Chi Square tablet MMN nilai p-value 0.018<0.05 sedangkan hasil uji Chi Square status pemeriksaan laboratorium nilai p-value 0.002<0.05. Kesimpulan ada hubungan pemberian tablet MMN dan pemeriksaan laboratorium dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kampung Baru. Perlu pemerataan distrubsi tablet MMN bagi ibu hamil agar dapat mencegah terjadinya anemi pada ibu hamil dan diharapkan bagi ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan laboaratorium sebagai penapisan awal anemia dalam kehamilan.
The Relationship Between Socio-Economic and Cultural Status and Teenage Marriage in The Work Area Of Campalagian Community Health Center In 2024 Jamir, A.Fatimah; Lina Fitriani; Yanti, Yuniar Dwi; Hastuty, Dewi
Women, Midwives and Midwifery Vol. 5 No. 3 (2025): Women, Midwives and Midwifery journal
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36749/wmm.5.3.1-10.2025

Abstract

Marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman to build a life together, fostering a family. West Sulawesi Province is the region with the highest rate of early marriage in Indonesia. According to the 2020 National Social and National Survey (SUSENAS) data, the rate of early marriage in West Sulawesi reached 10.05 percent. These figures demonstrate that early marriage remains prevalent in Indonesia. Purpose: This study aims to examine the relationship between socioeconomic and cultural factors and adolescent marriage in the working area of the Campalagian Health Center. Methods: An analytic survey with a cross-sectional design was used in this study, conducted in 2024. The population consisted of women of childbearing age (WUS) aged 15–25 years. A total of 87 participants were selected using purposive sampling and the Slovin formula. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using the chi-square test with the assistance of SPSS software. Results: The findings showed a significant relationship between socioeconomic status and adolescent marriage (p = 0.000 < 0.05), and between cultural values and adolescent marriage (p = 0.000 < 0.05). Among respondents who married before the age of 20, most had lower socioeconomic backgrounds or were influenced by traditions such as early arranged marriages. Conclusion: There is a significant association between socioeconomic and cultural factors and adolescent marriage in the Campalagian Health Center area. The study recommends that the government strengthen education and advocacy programs to reduce early marriage practices and raise awareness of its long-term health and social impacts.