Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ZAINAB PEKANBARU TAHUN 2020: ANALYSIS OF MEDICINE MANAGEMENT SYSTEM IN PHARMACY INSTALLATION OF MOTHER HOSPITAL AND ZAINAB CHILDREN IN PEKANBARU Yulia andriyani Suprian; Arief Wahyudi; Leon Candra
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.697 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss3.116

Abstract

Pengelolahan obat merupakan suatu rangkaian kegiatan yang menyangkut dari aspek perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi obat yang di kelola secara optimal demi dicapainya ketepatan jumlah dan jenis obat perbekalan kesehatan. Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Pekanbaru ada mengalami stok obat habis sehingga pemberian resep di rumah sakit ini sering kali tidak terikat dengan obat yang ada di Instalasi Farmasi dan harus memenuhi resep di luar sistem Instalasi Farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis sistem pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Pekanbaru Tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Pekanbaru. Subjek penelitian yaitu kepala instalasi farmasi, kepala gudang obat, apoteker dan asisten apoteker. Analisis data yang digunakan dengan cara mengatur secara sistematis pedoman wawancara, selanjutnya memproses data, data dari observasi diidentifikasi untuk menggambarkan masing-masing variabel, ringkasan akan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan obat di Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Pekanbaru sudah cukup baik dan sesuai standar SOP, hanya saja ruangan penyimpanan obat yang masih kurang luas. Berdasarkan hasil penelitian kesimpulannya jumlah tenaga SDM yang ada di Instalasi Farmasi belum tercukupi, kurang luasnya ruangan penyimpanan obat, terdapat SOP tentang pengelolaan obat tetapi belum dilaksanakan sesuai dengan prosedur kerja dan pendistribusian obat dilakukan dengan cara amperahan di gudang obat pada waktu tertentu atau yang telah ditetapkan. Disarankan diadakannya pelatihan kepada staf pengelola obat dan diharapkan kepada rumah sakit agar melengkapi sarana dan prasarana untuk menjamin mutu obat.   Drug management is a series of activities concerning the aspects of planning, procuring, storing and distributing drugs that are processed optimally in order to achieve the accuracy of the number and types of medicines for medical supplies. The pharmacy installation at Zainab Hospital for Women and Children in Pekanbaru has run out of drug stocks so that prescriptions in this hospital are often not tied to drugs in the Pharmacy Installation and must fulfill prescriptions outside the Pharmacy Installation system. This study aims to determine the analysis of the drug management system at the Pharmacy Installation of Zainab Hospital for Mother and Child Hospital Pekanbaru in 2020. This type of research uses a descriptive qualitative approach. When the research was conducted in July-August at the Pharmacy Installation of the Zainab Mother and Child Hospital Pekanbaru. The research subjects were the head of the pharmaceutical installation, the head of the drug warehouse, pharmacists and pharmacist assistants. Data analysis is used by systematically arranging the interview guidelines, then processing the data, data from observations are identified to describe each variable, a summary will be presented in narrative form. The results of this study indicate that the drug management system at Zainab Mother and Child Hospital Pekanbaru is good enough and complies with SOP standards, but the medicine storage room is still not large enough. Based on the results of the research, the conclusion is that the number of human resources in the Pharmacy Installation is not sufficient, there is insufficient space for the drug storage room, there is an SOP on drug management but it has not been implemented in accordance with work procedures and drug distribution is carried out by means of delivery at the drug warehouse at a certain time or as specified. . It is recommended that training be held for drug management staff and it is hoped that the hospital will complete the facilities and infrastructure to ensure the quality of medicines.      
ANALISIS PEMASARAN RUMAH SAKIT YANG BERKAITAN DENGAN MARKETING MIX DI RUMAH SAKIT SYAFIRA PEKANBARU TAHUN 2020: THE HOSPITAL MARKETING ANALYSIS RELATED TO THE MARKETING MIX AT SYAFIRA HOSPITAL PEKANBARU IN 2020 SIFA YULIA TRISNA; Arief Wahyudi; Ahmad Satria Efendi
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.765 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss3.145

Abstract

Marketing Mix merupakan salah satu cara pemasaran yang dilakukan oleh rumah sakit dalam menginformasikan pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui marketing mix di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara obeservasi dan wawancara mendalam. Dilakukan wawancara mendalam kepada 5 informan yaitu Kepala Pengembangan Humas dan Marketing, Staff Humas dan Marketing, Manajer Keuangan, dan 2 orang Pengunjung Rumah Sakit Syafira Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan Marketing Mix yaitu Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat), Promotion (Promosi), People (Sumber Daya Manusia), Physical Evidence (Fasilitas Fisik), dan Process (Proses) dan Productivity and Quality (Produktivitas dan Kualitas) di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru sudah berjalan dengan baik, sehingga benar berdasarkan data jumlah kunjungan pasien rawat inap dan rawat jalan tahun 2017, 2018, dan 2019 mengalami peningkatan yang signifikan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Marketing Mix  yang berjalan dengan baik dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien dan menambah citra bagi Rumah Sakit Syafira Pekanbaru. Saran bagi Rumah Sakit Syafira Pekanbaru agar dapat mempertahankan Marketing Mix sehingga Rumah Sakit Syafira Pekanbaru bisa terus meningkatkan kunjungan pasien. Marketing Mix is one way of marketing that is done by hospitals in informing health services. The purpose of this study in general is to determine the marketing mix at Syafira Hospital Pekanbaru in 2020. This research is a descriptive study with a qualitative method approach. Data collection was carried out by means of observation and in-depth interviews. In-depth interviews were conducted with 5 informants, namely the Head of Public Relations and Marketing Development, Public Relations and Marketing Staff, Finance Manager, and 2 visitors to Syafira Hospital Pekanbaru. The results showed the Marketing Mix, namely Product, Price, Place, Promotion (Promotion), People (Human Resources), Physical Evidence (Physical Facilities), and Process (Process) and Productivity and Quality ( Productivity and Quality) at Syafira Hospital Pekanbaru has been going well, so it is true that based on data on the number of inpatient and outpatient visits in 2017, 2018, and 2019, it has increased significantly. From the results of the study, it can be concluded that a good marketing mix can increase the number of patient visits and add to the image for Syafira Hospital Pekanbaru. Suggestions for Syafira Hospital Pekanbaru to maintain the Marketing Mix so that Syafira Pekanbaru Hospital can continue to increase patient visits.
Analysis of the Behavior of Registration Officers in Preventing Covid-19 at Mandau Hospital in 2022: Analisis Perilaku Petugas Pendaftaran Dalam Pencegahan Covid-19 Di RSUD Mandau Pada Tahun 2022 Brenda Yeni; Arief Wahyudi; Welly Sando
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss3.77

Abstract

The registration section is the most important and important part for the hospital. In this section, the risk of disease transmission is very large, because the registration officer makes direct contact with the patient or the patient's family. Therefore, various efforts need to be made to reduce the high transmission of diseases including the COVID-19 virus. The purpose of this study was to analyze the behavior of registration officers in preventing COVID-19 at the Mandau Hospital in 2022. This study used an analytical research methodology with a qualitative approach carried out at the Mandau Hospital from February to March 2022. The main informants consisted of 3 registration officers, informants The key is the head of the medical record installation and the patient. The supporting informant is the head of HR. Data collection techniques using interviews and observation. Data processing using data triangulation method. The results showed that there were still policy violations where officers did not always wear masks, could not always keep their distance and did not wash their hands regularly. The attitude towards preventing COVID-19 is good, the existing infrastructure is complete, but the supervision of health protocols is still not optimal. Suggestions for the Mandau General Hospital to carry out supervision and application of sanctions, to collaborate across sectors in preventing COVID-19 cases by involving cross-sectors.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJAAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PT PELINDO MULTI TERMINAL BRANCH DUMAI TAHUN 2023 Nurfarahul Rahman M; Arief Wahyudi; Siska Mayang Sari; Nur’aina Basir; Nurhapipa Nurhapipa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18102

Abstract

Manajemen risiko adalah aktivitas terkoordinasi yang dilakukan untuk mengarahkan dan mengelola organisasi dalam rangka menangani risiko lalu diarahkan menuju pengelolaan potensi ancaman maupun kesempatan secara efektif. Penelitian ini bertujuan Untuk diperolehnya informasi mendalam analisis manajemen risiko keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) pada pekerjaan bongkar muat peti kemas di PT. Pelindo Multi Terminal Branch Dumai tahun 2023. Di PT. Pelindo ditemukan masih adanya pekerja yang tidak menggunakan APD lengkap dengan potensi bahaya pekerjaan dan risiko pada pekerjaan bongkar muat peti kemas di PT. Pelindo antara lain tertimpa material atau benda berat, tergelincir dan terjatuh. Metode yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analitik dengan obsevasi langsung dan wawancara mendalam kepada 4 orang informan yaitu, 1 orang Supervisor, 2 orang HSSE Officer dan 1 orang Foreman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada penilaian dan penentuan tingkat risiko ditemukan sebanyak 39 sumber bahaya (hazard) dan menimbulkan 63 Risiko kecelakaan dalam 6 proses kerja, yang termasuk 10 risiko dengan kategori rendah (Low), 15 risiko dengan kategori sedang (Medium), 38 risiko dengan kategori tinggi (High) yaitu : kecelakaan truck, tenggelam, terjatuh dari ketinggian peti kemas, tergores sling crane, patah kaki terjatuh dari tangga/peti kemas, tangan terjepit/tergores, meninggal tertimpa peti kemas, cacat tubuh dan cedera berat. Disarankan kepada PT. Pelindo Multi Terminal Branch Dumai agar memperhatikan kegiatan di lapangan pada setiap proses bongkar muat peti kemas sehingga tidak ada terjadinya kecelakaan di lapangan pada saat bekerja.