Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Stres Kerja Pegawai Bidang Pelayanan Kesehatan dalam Penanggulangan Covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Tahun 2021 Jehan Al Habib Murvi; Endang Purnawati Rahayu; Aldiga Rienarti Abidin; Herniwanti Herniwanti; Asril Asril
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 21, No 1 (2022): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v21i1Supp.5387

Abstract

Kabupaten Bengkalis menjadi Kabupaten dengan kejadian Covid-19 terbanyak nomor 5 dari 13 Kabupaten yang ada di Provinsi Riau, dengan angka kasus terkonfirmasi sebanyak 4561 orang sampai dengan tanggal 5 Juli 2021. Dari hasil, didapatkan bahwa terdapat banyak pegawai dinas kesehatan mengalami stres saat bekerja. Hal ini dapat terlihat dari pegawai mengalami emosi yang tidak stabil dan terdapat pekerjaan yang terbengkalai dikarenakan beban yang berlebihan, terlihat beberapa pegawai yang sering mengalami gelisah saat bekerja karena waktu bekerja yang berlebihan, pegawai sering izin bekerja dikarenakan sakit kepala akibat kurang tidur dalam penanganan Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Penyebab, Indikator dan Dampak Dari Stres Kerja Pegawai Bidang Pelayanan Kesehatan Dalam Penanggulangan Covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Tahun 2021.Penelitian dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis pada bulan Juli-September 2021. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan Studi kasus. Teknik pengambilan sampel/ informan adalah Purposive Samplingdengan Total 7 Informan. Hasil penelitian didapatkan bahwa penyebab stres kerja dikarenakan beban kerja bertambah akibat dari SDM yang kurang, pembagian jadwal kerja, tekanan karena dituntut untuk kerja cepat, dan juga lingkungan yang kurang egronomis. Sedangkan pada indikator stres kerja didapatkan bahwa terdapat penambahan waktu bekerja bertambah diluar jam normal. Dampak dari stres kerja yang dialami adalah kelelahan, emosi yang menjadi tidak stabil dan juga waktu berkumpul bersama keluarga berkurang. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan Dinas Kesehatan Bengkalis Membentuk Komite K3 dan memperhatikan kondisi ergonomi di tempat kerja.
Analisis Kebijakan, Sarana Prasarana dan Sumber Daya Manusia Dalam Persiapan Re-Akreditasi Riri Julianti; Sumengen Sutomo; Aldiga Rienarti Abidin; Jasrida Yunita; Reno Renaldi
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol7.Iss3.655

Abstract

Accreditation is an acknowledgment of the public health center agency, by an independent accreditation agency set by the Minister of Health after meeting the first level health facility service standards to improve the quality of services on an ongoing basis. Puskesmas Bagansiapapi is a middle-accredited puskesmas that will go through a re-accreditation process scheduled for 2020 and is planned to be a pilot health center in Rokan Hilir district. Based on the results of initial interview with Head and Staff of Public Health center, there are some recommendations from surveyors for 2020’s re-accreditation preparation such as policies, infrastructure and human resources. Downstream 2020.This type of research is qualitative descriptive exploratory research with in-depth interviews, observation and document review with the respondents of the quality head, an admin’s leader, an UKM’s Leader, the head of UKP, the Head of Public Health Center and the Internal Health Staff. The results showed that the preparatory policies for accreditation had been implemented well. The facilities and infrastructure in preparation for accreditation have not met Permenkes 43 of 2019 and have not met the needs of the community. Judging from the adequacy of human resources has not met the standard Permenkes No. 43 of 2019 in the form of environmental sanitation workers, health information system personnel, financial administration staff, administrative staff and those needed by medical record health centers and information technology workers.Preparation for Puskesmas Bagansiapiapi accreditation in policy has been well implemented, infrastructure and human resources do not meet standards.
A Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Disiplin Kerja Karyawan Non Medis Di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) Tahun 2020: FACTORS RELATED TO NON MEDICAL EMPLOYEE DISCIPLINE IN PEKANBARU MEDICAL CENTER (PMC) HOSPITALS 2020 Nurhafiza Fiza(Fiza); Aldiga Rienarti Abidin; Arief Wahyudi
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.499 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.39

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan suatu rumah sakit dipengaruhi oleh tenaga kesehatan atau sumber daya manusia yang disiplin, yang mencerminkan kesadaran dan kesediaan mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin  kerja diantaranya ketepatan waktu, pemanfaatan sarana, balas jasa, tanggung jawab dan ketaatan terhadap aturan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan disiplin kerja karyawan non medis di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik Cross Sectional study.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga non medis di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) yang berjumlah 70 orang . Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling. Analisis Univariat dilakukan untuk mendeskripsikan karakter masing-masing variabel yang diteliti, sedangkan analisis Bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan kedua variabel independen dan dependen. teladan pemipin P value 0.016, balas jasa P value 0.000, keadilan P value 0.000, pengawasan melekat P value 0.011, sanksi hukuman P value 0.008 dengan disiplin kerja. Ada hubungan antara teladan pemipin, balas jasa, keadilan, sanksi hukuman. Di sarankan agar Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) dapat meningkatkan penerapan prinsip keadilan dalam lingkungan kerjanya untuk dapat meningkatkan disiplin kerja karyawan ABSTRACT The success of a hospital is influenced by health workers or human resources who are disciplined, which reflects the awareness and willingness to obey all company regulations and applicable social norms. Factors affecting work discipline include timeliness, utilization of facilities, remuneration, responsibility and adherence to rules. The purpose of this study was to determine the factors related to the work discipline of non-medical employees at Pekanbaru Medical Center Hospital. This type of quantitative research is analytic cross sectional study design. The population in this study is all non-medical staff at Pekanbaru Medical Center Hospital, amounting to 70 people. The sampling technique used was total sampling technique. Univariate analysis was carried out to describe the character of each variable under study, while Bivariate analysis was carried out to see the relationship between the two independent and dependent variables. leadership models P value 0.016, reward P value 0.000, fairness P value 0.000, supervision attached P value 0,11, sanctions P value 0.008. There is a relationship between leadership models, reward, fairness, supervision attached, sanctions. it is recommended that Pekanbaru Medical Center Hospital to increase the implementation of fairness principle in the work environment in order to improve employee’s discipline Pekanbaru Medical Center Hospital  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP DI RSUD BENGKALIS : FACTORS RELATED TO THE PERFORMANCE OF NURSES IN INPATIENT AT BENGKALIS HOSPITAL Richa Oktaviani Nurza; Ahmad Satria Efendi; Aldiga Rienarti Abidin
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.205 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss3.47

Abstract

Kinerja perawat yang kurang baik dapat dikeluhkan bagi pasien sebagai penerima asuhan tindakan keperawatan. Hal ini dapat menjadi gambaran tingkat keberhasilan pelayanan sebuah rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis Tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis pada bulan Januari – April 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga perawat yang ada di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis yaitu sebanyak 173 orang perawat. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan sampel 82 responden. Analisis Univariat dilakukan untuk mendeskripsikan karakter masing-masing variabel yang diteliti, sedangkan analisis Bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan kedua variabel independen dan dependen. Kompetensi p value  0,000, motivasi p value  0,023, lingkungan kerja p value  0,003. Ada hubungan antara kompetensi, motivasi dan lingkungan kerjadengan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis Tahun 2020. Diharapkan RSUD Bengkalis memberikan perhatian kepada kompetensi, motivasi dan lingkungan kerja perawat sehingga mutu pelayanan yang diberikan perawat tetap dengan kualitas yang berkualitas. The poor performance of the nurse can be complained of by the patient as a recipient of nursing action. This can be a picture that believes that the service of a hospital. The purpose of this study was to determine the factors related to the performance of nurses in providing services in the Inpatient Room of the Bengkalis Regional General Hospital in 2020. This type of quantitative research with a cross sectional research design was carried out at the Bengkalis Regional General Hospital (RSUD) in January - April 2020. The population in this study were all nurses in the inpatient room of the Bengkalis General Hospital, as many as 173 nurses. The sampling technique used was purposive sampling technique with a sample of 82 respondents. Univariate analysis was carried out to describe the character of each variable under study, while Bivariate analysis was carried out to see the relationship between the two independent and dependent variables. Competence p value 0.000, motivation p value 0.023, work environment p value 0.003. There is a relationship between competence, motivation and work environment with the performance of nurses in providing services in the inpatient room of the Bengkalis Regional General Hospital in 2020. It is hoped that Bengkalis Hospital will pay attention to the competence, motivation and work environment of nurses so that the quality of service provided by nurses remains of quality quality.    
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK TINDAKAN SECTIO CAESAREA PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT SYAFIRA PEKANBARU: DECISION MAKING ANALYSIS FOR SECTION CAESAREA CASE ON PREGNANT WOMEN AT SYAFIRA HOSPITAL PEKANBARU Puji Astuti; Aldiga Rienarti Abidin; Ahmad Satria Efendi
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.707 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.74

Abstract

Setiap orang atau pasien dalam pengambilan keputusan untuk melakukan tindakan Sectio Caesarea tentu berdeda-beda, banyak alasan yang melatar belakangi keputusan tersebut dimulai dari indikasi media maupun tanpa indikasi medis sekalipun. Secara umum pengambilan keputusan merupakan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan masalah. Agar individu mecapai hasil yang maksimal maka proses pengambilan keputusan harus rasional. Adapun jumlah ibu hamil yang memutuskan untuk melakukan tindakan sectio Caesarea Di Rumah Sakit Syafira tahun 2017 sebanyak 560, tahun 2018 sebanyak 1415, dan tahun 2019 sebanyak 1694. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pengetahuan, Sosial Ekonomi, Estetika dan Keluarga. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi dan waktu penelitian adalah di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru pada Bulan Januari sampai Juli 2020. Subjek penelitian ini adalah Ibu Hamil dan Dokter Spesialis Obgyn yang berjumlah 6 Informan. Metode pengambilan data diperoleh dari hasil wawancara mendalam. Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Ibu Hamil yang memutuskan untuk melakukan tindakan Sectio Caesarea memiliki pengetahuan yang sangat baik, Memiliki status Sosial Ekonomi yang cukup tinggi, Estetika menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan ibu hamil terhadap pengambilan keputusan tindakan Sectio Caesarea, dan persetujuan keluarga merupakan aspek yang paling penting terhadap pengambilan keputusan Tindakan Sectio Caesarea   Every person or patient in deciding to perform the Sectio Caesarea certainly varies, many reasons behind the decision begin with media indication or even without medical indication. In general, decision-making is an approach used in the decision-making process or the process of choosing as a way of problem-solving. For an individual to achieve maximum results, the decision-making process must be rational.  As for the pregnant women who decided to perform Caesarean sectio measures at Syafira Hospital in 2017 was 560, in 2018 as many as 1415, and 1694 in 2019. This study aimed to determine the role of Knowledge, Socioeconomic Economics, Aesthetics, and Family. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach.  The location and time of the study were at Pekanbaru Syafira Hospital from January to July 2020. The subjects of this study were Pregnant Women and Obgyn Specialists, totaling 6 Informants. The data collection method was obtained from in-depth interviews.  Based on this study, it was concluded that pregnant women who decide to take action on Caesarean Sectio have very good knowledge and high socioeconomic status. Aesthetics is one of the aspects considered by pregnant women for decision making on Caesarean Sectio action, and family approval is the most important aspect in the decision making of the Caesarean Sectio Action
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KARYAWAN NON MEDIS DI RUMAH SAKIT SYAFIRA PEKANBARU TAHUN 2020: FACTORS RELATED TO THE PERFORMANCE OF NON MEDICAL EMPLOYEES AT SYAFIRA HOSPITAL PEKANBARU IN 2020 Erdiani Sari; Aldiga Rienarti Abidin; Ahmad Satria Efendi
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.015 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.75

Abstract

Kinerja karyawan merupakan aspek penting dalam upaya pencapaian suatu tujuan. Pencapaian tujuan yang maksimal merupakan buah dari kinerja tim atau individu yang baik, begitu pula sebaliknya, kegagalan dalam mencapai sasaran yang telah dirumuskan juga adalah akibat dari kinerja individu atau tim yang tidak optimal. Faktor-faktor yang dapat menentukan terhadap kinerja individu yaitu motivasi kerja, kepuasan kerja, kepemimpinan, pengembangan karier, kompetensi, perilaku organisasi, sistem penghargaan/imbalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kinerja karyawan non medis di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional atau potong lintang. Lokasi dan waktu penelitian adalah di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru pada Bulan Januari sampai Juli 2020. Sampel penelitian ini yaitu 60 orang karyawan non medis di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik random samplin. Hasil penelitian yaitu Motivasi kerja p value= 0.012, Kepemimpinan p value= 1, Kompetensi p value= 0, Pengembangan karir p value= 1, Sistem penghargaan/ Imbalan p value= 0.028. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara Kinerja karyawan dengan Motivasi kerja, Kompetensi dan Sistem Penghargaan/ imbalan dan Tidak terdapat hubungan antara Kinerja Karyawan Dengan Kepemimpinan dan Pengembangan karir    Employee performance is an important aspect in effort to achieve a goal.  Achieving the maximum goal is the result of a good team or individual performance, and vice versa. The failure to achieve the goals that have been formulated also is a result of individual or team performance that is not optimal.  Factors that can determine individual performance are work motivation, job satisfaction, leadership, career development, competence, organizational behavior, an honor/ reward system.  This study aims to determine the factors associated with the performance of non-medical employees in Pekanbaru Syafira Hospital in 2020. This type of research is a quantitative study with cross sectional design.  The location and time of the study were at Syafira Pekanbaru Hospital on January to July 2020. The sample of this research was 60 non-medical employees at Syafira Pekanbaru Hospital.  The sampling technique used is the random sampling technique.  The results of the research are work motivation p value = 0.012, leadership p value = 1, competence p value = 0, career development p value = 1, an honor/ reward system p value = 0.028.  It can be concluded that there is a relationship among employee performance with work motivation, competence and an honor / reward system and there is no relationship between employee performance with leadership and career development.
ANALISIS KELENGKAPAN STANDAR INSTALASI LABORATORIUM DI RSIA ERIA BUNDA PEKANBARU TAHUN: ANALYSIS OF COMPLETENESS OF LABORATORY INSTALLATION STANDARDS IN RSIA ERIA BUNDA PEKANBARU Triana Nurning Utami; Aldiga Rienarti Abidin; Leon Candra
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.249 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.76

Abstract

Laboratorium klinik adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan, pemeriksaan specimen klinik untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perorangan terutama untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit, dan pemulihan kesehatan.Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengetahui Analisi Kelengkapan Standar Instalasi Laboratorium di RSIA Eria Bunda Pekanbaru Tahun 2020.Dilakukan wawancara mendalam dan observasi kepada 5 informan.Lokasi penelitian dilakukan di RSIA Eria Bunda Pekanbaru di jln.K.H.Ahmad Dahlan No.163 Sukajadi Pekanbaru, Riau, khususnya dibagian laboratorium pada bulan Maret-April 2020.Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM di laboratorium belum sesuai dengan standar, Sarana di laboratorium belum sesuai dengan standar, Prasarana di laboratorium belum sesuai dengan standar, dan SOP di laboratorium belum sesuai dengan standarnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa SDM di laboratorium masih perlu penambahan SDM atau memaksimalkan SDM yang ada dengan menggatur ulang jadwal shiff, Sarana di laboratorium harus dilengkapi dari ruang-ruangan sampai alat laboratorium, Prasarana menyediakan KM/WC untuk pasien dan petugas secara terpisah disekitar laboratorium, dan SOP di laboratorium perlu adanya pengawasan untuk staf analis dalam menerapkan SOP di RSIA Eria Bunda Pekanbaru Tahun 2020. A clinical laboratory is a health laboratory that provides service, examines clinical specimen to obtain information on individual health, especially to support effort to diagnose disease, cures disease and restores health. The purpose of this study generally was to determine the analysis of standard completeness of laboratory installation at RSIA Eria Bunda Pekanbaru in 2020. In-depth interview and observation were conducted with 5 informants. The location of the research was carried out at RSIA Eria Bunda Pekanbaru on KH. Ahmad Dahlan street No.163 Sukajadi Pekanbaru, Riau, especially in the laboratory section on March-April 2020. The result showed that the human resources in the laboratory were not in accordance with standard, the facility in the laboratory was not in accordance with the standard, the infrastructure in the laboratory was not in accordance with the standard, and SOP in the laboratory was not in accordance with the standard. From the result of the study it can be concluded that the human resources in the laboratory still need to add more human resources or maximize existing human resources by resetting the shiff schedule, the facility in the laboratory must be equipped from rooms to laboratory equipment, infrastructure provides bathroom /toilet for patient and staff separately around the laboratory , and SOP in the laboratory needs supervision for analizing staff in implementing SOP at RSIA Eria Bunda Pekanbaru in 2020.
ANALISIS BAURAN PEMASARAN DI RUMAH SAKIT PEKANBARU MEDICAL CENTER (PMC) KOTA PEKANBARU TAHUN 2020: MARKETING MIX ANALYSIS IN PEKANBARU MEDICAL CENTER (PMC) HOSPITAL PEKANBARU IN 2020 Anggri Nurkumala Asih; Yesica Devis; Aldiga Rienarti Abidin
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.186 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.77

Abstract

ABSTRAK Bauran pemasaran merupakan salah satu strategi pemasaran untuk menyampaikan informasi secara luas, memperkenalkan suatu produk barang dan jasa. Bauran pemasaran yang lazim digunakan perumah sakitan indonesia adalah 7P yaitu : produk, harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik, dan proses. Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengetahui bauran pemasaran di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC). Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dilakukan dengan metode wawancara dan observasi kepada 5 informan yaitu manajer humas dan marketing, staf humas dan marketing 1, staf humas dan marketing 2, pengunjung keluarga pasien, masyarakat. Hasil penelitian menyebutkan bahwasannya rumah sakit belum memiliki pelayana MRI dan rencana kedepannya akan memiliki bedah digestif dan rumah sakit juga memiliki produk unggulan rehabilitasi kesehatan jiwa dan narkoba ditambah lagi klinik bayi tabung. Sedangkan untuk plang petunjuk arah masih belum jelas dan fasilitas khususnya di parkiran motor kurang luas dan belum ada atap atau kanopinya. Disarankan bagi pihak rumah sakit untuk lebih memperhatikan pelayanan MRI dan juga plang petunjuk rumah sakit dan juga lebih menggiat aktifkan promosi Rumah Sakit PMC disegala aspek media sosial dan juga lebih memperhatikan lokasi parkiran agar pengunjung yang datang lebih nyaman. Daftar Pustaka : 19 (2010-2020) Kata Kunci : Bauran Pemasraan, Pemasaran, Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC)
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU TAHUN 2020: A RISK FACTORS THAT RELATED TO THE CERVICAL CANCER CASES AT THE REGIONAL GENERAL HOSPITAL ARIFIN ACHMAD RIAU PROVINCE IN 2020 DESLIFIANI LISMANIAR; Wulan Sari Wulan; Sri Wardani Wardani; Christine Vita Gloria Purba; Aldiga Rienarti Abidin
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.41 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss3.178

Abstract

Kanker serviks merupakan jenis tumor ganas yang menyerang lapisan permukaan dari serviks. Kejadian kanker serviks di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau penyakit tiga besar pada tahun 2019 setelah kanker payudara dan kanker ovarium. Jumlah kasus baru dan kematian kanker serviks di RSUD Arifin Achmad dari tahun 2016 hingga tahun 2019 terus meningkat, sehingga didapatkan CFR kanker serviks pada tahun 2018 sebesar 17,30% dan tahun 2019 sebesar 17,37%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2020. Jenis penelitian ini analitik kuantitatif dengan desain case control. Lokasi penelitian di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Populasi kasus penelitian ini adalah seluruh penderita kanker serviks di RSUD Arifin Achmad berjumlah 670 orang dan populasi kontrol adalah wanita yang merupakan kerabat dari populasi kasus dan tidak terdiagnosa kanker serviks. Sampel kasus sebanyak 47 orang dan sampel kontrol sebanyak 94 orang. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Alat ukur dalam pengumpulan data adalah kuesioner. Analisis data dengan univariat dan bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara usia OR 16,275 (95% CI 5,865-45,164), tingkat pendidikan OR 12,190 (95% CI 4,894-30,365), paritas OR 11,541 (95% CI 4,953-26,889), usia pertama kali berhubungan seksual OR 7,893 (95% CI 3,591-17,348), berganti pasangan seksual OR 4,811 (95% CI 1,539-15,041) dengan kejadian kanker serviks di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pendidikan, membatasi jumlah kelahiran, menghindari hubungan seks sebelum usia 20 tahun,  dan tidak berganti pasangan seksual guna mencegah kejadian kanker serviks. Cervical cancer is a type of malignant tumor that attacks the surface layer of the cervix. The incidence of cervical cancer at Arifin Achmad Hospital, Riau Province, was the top three disease in 2019 after breast cancer and ovarian cancer. The number of new cases and deaths of cervical cancer at Arifin Achmad Hospital from 2016 to 2019 continued to increase, so that the CFR of cervical cancer in 2018 was 17.30% and in 2019 was 17.37%. This research goal to determine the risk factors related with the cervical cancer cases in Arifin Achmad Hospital, Riau Province in 2020. This research type is quantitative analytic with a case control design. The research location at Arifin Achmad Hospital, Riau Province. The case population of this research were 670 cervical cancer patients at the Arifin Achmad Regional Hospital and the control population was women who were relatives of the case population and were not diagnosed with cervical cancer. The case sample was 47 people and the control sample was 94 people. The sampling technique used accidental sampling. The measuring tool in data collecting is a questionnaire. Data analysis was using univariate and bivariate (chi-square). The results showed that there were a significant relationships between age OR 16,275 (95% CI 5,865-45,164), education level OR 12,190 (95% CI 4,894-30,365), parity OR 11,541 (95% CI 4,953-26,889), age at first sexual intercourse. OR 7,893 (95% CI 3,591-17,348), changing sexual partners OR 4,811 (95% CI 1,539-15,041) with the incidence of cervical cancer in Arifin Achmad Hospital, Riau Province. It be hoped that the society can improve education, limiting the number of births, avoid sex before 20 years old, and do not change sexual partners to prevent cervical cancer.
ANALISIS SISTEM PENGOLAHAN BERKAS REKAM MEDIS DI RSIA ERIA BUNDA PEKANBARUTAHUN 2020 Aldiga Rienarti Abidin
Jurnal Ilmu Komputer Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Komputer
Publisher : STMIK Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33060/JIK/2022/Vol11.Iss1.263

Abstract

Rekam medis adalah penunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan dirumah sakit. Unit rekam medis di RSIA Eria Bunda ditemukannyahambatan dalam pencarian status pasien rawat jalan dan inap hal ini memyebabkan proses pencarian yang sedikit lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran assembling, koding, pelaporan rumah sakit dan peyimpanan berkas rekam medis.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Metode pengambilan data diperoleh dari hasil wawancara mendalam.Lokasi dan waktu penelitian adalah di RSIA Eria Bunda pada Bulan Januari sampai Juli 2020.Subjek penelitian ini adalah kepala unit rekam medis dan staff rekam medis yang berjumlah 4 Informan.Berdasarkan penelitian ini diperoleh kesimpulanbahwa Sumber daya manusia yang dimiliki oleh RSIA Eria Bunda sudah cukup.SOP yang telah ditetapkan oleh RSIA Eria Bunda menjadi acuan bagi staff rekam medis dalam melakasanakan kegiatan rekam medis.Kosongnya lembar diagnosa menjadi hambatan dalam penyusunan berkas rekam medis.Dalam pengkodingan sering terjadi kesalahan dalam memahami tulisan dokter.Pelaporan rumah sakit yang dilakukan secara teratur dan ruang penyimpnanan berkas rekam medis sempit sehingga sulit untuk menemukan berkas rekam medis.Sebaiknya Rumah Sakit mengadakan pelatihan secara berkala mengenai pengolahan berkas rekam medis kepada staff rekam medis.meningkatkan edukasi kepada staff rekem medis mengenai standar operasional prosedur (SOP). memberikan pelatihan kepada staff rekam medis. Dan melakukan pergantian ruangan yang lebih luas untuk penyimpanan berkas rekam medis dan juga penambahan rak rekam medis.