Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Sanksi Pajak dan Kualitas Pelayanan Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi selama Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Garut Muslim Alkautsar; Marti Dewi Ungkari; Lita Marsela
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v8i2.3078

Abstract

Tujuan dilakukanya penelitian yaitu untuk mengetahui berapa tingginya pengaruh sanksi perpajakan dan kualitas pelayanan perpajakan terhadap kepatuhan wp op selama masa pendemi Covid-19 di Kabupaten Garut. Metode yang dipakai dalam penelitian yaitu metode analisis deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian pengumpulan data, yaitu penelitian kepustakaan, lapangan (kuesioner) dan studi internet. Populasi yang dipakai dalam penelitian yaitu terdiri dari wp op kabupaten garut dengan jumlah sampel sebanyak 100 wp. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif & analisis regresi linear berganda, dan juga program pengolahan data yang dipakai yaitu SPSS Versi 26. Hasil dalam penelitian yang sudah dilakukan menunjukan bahwa sanksi perpajakan di kabupaten garut sudah cukup baik dan baik untuk kualitas pelayanan perpajakan. Selain itu, sanksi perpajakan dan kualitas pelayanan pajak mempengaruhi 27,9% kepatuhan wp op selama wabah covid-19 di kabupaten garut, sedangkan 72,1% dipengaruhi oleh factor lain tercakup pada penelitian ini.
Analisis Penerapan PSAK 24 terhadap Imbalan Kerja Jangka pada PT. Campina Ice Cream Industry TBK Fakhri Rizki Fadhlurrahman; Muslim Alkautsar; Lina Nurlaela
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v7i1.3144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat memahami dan menganalisis penerapan PSAK 24 pada karyawan jangka pendek. keuntungan dari PT.Campina Ice Cream Industry Tbk.Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan tahunan PT. Campina Ice Cream Industry Tbk pada tahun 2020. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan penelitian dokumenter guna memperoleh data yang akurat. Teknik pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan pengukuran dan pengungkapan imbalan kerja jangka pendek pada PT. Campina Ice Cream Industry Tbk telah mematuhi PSAK No. 24 terhadap imbalan kerja jangka pendek dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan mengenai perbandingan PSAK 24 dan SAK EP khususnya imbalan kerja jangka pendek. Dalam penelitian ini penulis fokus pada PSAK 24 sesuai dengan judul penelitian. Untuk cuti berbayar PT. Campina Ice Cream Industry Tbk mengaku terbagi dalam dua kategori, yakni Cuti Akumulasi dan Cuti Tidak Akumulasi. Untuk bagi hasil dan bonus, perusahaan mempunyai kewajiban konstruktif atau hukum untuk membayar bonus tersebut dan terdapat praktik pemberian bonus tersebut di masa lalu. Hal ini terlihat dari hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengakuan dan pengukuran serta pengungkapan imbalan kerja jangka pendek pada PT. Campina Ice Cream Industry Tbk.
Analisis Laju Pertumbuhan Penerimaan Pajak Restoran dan Hotel di Kabupaten Garut Geva Natasya; Muslim Alkautsar; Lina Nurlaela
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v7i2.3146

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui laju pertumbuhan penerimaan pajak, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. mempengaruhi perubahan laju pertumbuhan penerimaan pajak, dan mengetahui upaya yang dilakukan Dinas Pendapatan Daerah dengan fokus pada dua objek pajak daerah yaitu pajak restoran, dan pajak hotel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan kualitatif Pendekatan Sumber data penelitian diperoleh dari Data Sasaran dan Realisasi Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran (Sekunder).Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research), dokumentasi, dan wawancara.Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi, display , dan penarikan kesimpulan. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pertumbuhan penerimaan pajak selama 5 tahun dari tahun 2017-2021 dan rata-rata tingkat pertumbuhan pajak restoran dan pajak hotel berada pada kisaran kriteria tidak berhasil. Hal ini diperkuat dengan analisis SWOT, rumusan strategi yang dihasilkan dari analisis tersebut adalah terdapat hal-hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan yaitu dengan meningkatkan dan mempertahankan pengelolaan pajak restoran dan hotel, meningkatkan kerjasama dengan lembaga atau swasta. pihak, dan membentuk program intensifikasi dan ekstensifikasi. Faktor yang menghambat penerimaan pajak daerah adalah pandemi COVID-19, pendataan wajib pajak yang tidak merata, dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak yang terutang. Upaya yang dilakukan Bapenda adalah dengan menambah petugas baru dan memberikan bimbingan teknis kepada pemungut pajak yang bertugas melakukan pendataan, pemeriksaan, dan pemungutan pajak. Serta memberikan kebijakan relaksasi selama 3 bulan untuk meringankan pengusaha baik hotel maupun restoran di masa pandemi, serta melakukan penegasan hukum dan sanksi.
Implementasi Kebijakan Pemungutan Pajak Reklame Di Kabupaten Garut Tantri Hardianti; Muslim Alkautsar; Fitri Syakinah
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v8i1.3172

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pemungutan pajak reklame di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Garut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori George Edward III. Pajak reklame adalah salah satu sumber pendapatan daerah yang sangat potensial untuk pembiayaan tinggi dari warga Negara Indonesia yang mempunyai kewajiban perpajakan dan juga sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan pendapatan pajak daerah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metodologi kualitatif pendekatan deskriptif.  Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemungutan pajak reklame di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Garut sudah berjalan cukup baik diantaranya yaitu sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Sedangkan ditinjau dari komunikasi masih kurang optimal karena terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan pada Badan Pendapatan Daerah. Selain itu terdapat kendala yang peneliti temukan dalam pemungutan pajak reklame ini seperti kurangnya sosialisasi tentang pemungutan pajak reklame dan kurangnya tingkat kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak. Maka dari itu, upaya yang perlu dilakukan yaitu sosialisasi yang berkala oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Garut setidaknya 3 kali dalam setahun.
Analisis Efektivitas, Laju Pertumbuhan dan Kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (Pbb P-2) di Kabupaten Garut Nita Khaerunnisa; Muslim Al Kautsar; Lina Nurlaela
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v9i2.43537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, laju pertumbuhan, dan kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P-2) di Kabupaten Garut serta memetakan klasifikasi wilayah menggunakan tipologi Klassen. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder. Teknik analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi, sedangkan uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas PBB P-2 tergolong efektif, namun laju pertumbuhannya belum optimal, sementara kontribusinya berada pada kategori cukup baik (sedang). Berdasarkan tipologi Klassen, wilayah penelitian terbagi ke dalam empat kuadran, yaitu prima, berkembang, potensial, dan tertinggal, yang menunjukkan adanya perbedaan kemampuan fiskal antarwilayah. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi optimalisasi pemungutan dan pengelolaan pajak untuk meningkatkan pertumbuhan serta kontribusi PBB P-2 terhadap Pendapatan Asli Daerah secara lebih merata dan berkelanjutan.
Analisis Pertumbuhan Pajak Hotel dan Pajak Restoran di Kabupaten Garut Daffa Pramawijaya; Muslim Al Kautsar; Windi Ariesti Anggraeni
Jurnal Ekuilnomi Vol. 8 No. 1 (2026): Ekuilnomi Vol 8(1), Feb 2026
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/50hrze57

Abstract

Penelitian ini menganalisis pertumbuhan Pajak Hotel dan Pajak Restoran di Kabupaten Garut pada periode 2017–2024 berdasarkan efektivitas, laju pertumbuhan, dan kontribusi terhadap Pajak Daerah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder BAPENDA Kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan rata - rata efektivitas Pajak Hotel sebesar 102% dan Pajak Restoran 119%. Pertumbuhan Pajak Hotel rata - rata 10% dan Pajak Restoran 16%, dengan penurunan signifikan pada masa pandemi COVID-19. Kontribusi Pajak Restoran lebih dominan terhadap Pajak Daerah (11,7%) dibandingkan Pajak Hotel (6,1%). Temuan ini menunjukkan peran strategis sektor restoran dalam mendukung PAD Kabupaten Garut, secara berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi daerah dan fiscal
A Systems Thinking for Hotel Tax Optimization: Evidence from Tourism Dynamics in Garut Regency Muslim Alkautsar; Tinneke Hermina; Hanifah Hanifah; Marizsa Herlina; Hanifah Fauziah
Ilomata International Journal of Tax and Accounting Vol. 7 No. 3 (2026): July 2026
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijtc.v7i3.2203

Abstract

The growth of the tourism sector does not necessarily translate into stronger local fiscal performance. In Kabupaten Garut, hotel tax revenue, despite its close relationship with tourism activities, has not fully reflected its potential contribution to local own-source revenue (PAD). This study aims to analyze hotel tax revenue performance based on effectiveness, growth stability, and contribution to local tax revenue, while identifying strategies to optimize revenue through potential-based target setting, digital monitoring systems, and the integration of tourism and fiscal policies. In this study, optimization refers to improving target accuracy, taxpayer compliance, and sustainable revenue growth. A mixed-methods approach was employed by combining quantitative descriptive analysis with systems thinking. Quantitative analysis measured effectiveness ratios, annual growth rates, and contribution levels using secondary data for the 2015–2022 period. Qualitative data were obtained through semi-structured interviews with officials from the Regional Revenue Agency (BAPENDA) and hotel taxpayers to identify structural constraints and construct a causal loop diagram. The findings indicate that effectiveness ratios exceeded 100% in most years, except in 2017 (90%), demonstrating generally effective tax collection. However, revenue growth remained highly volatile, ranging from –31.52% in 2020 to 52.06% in 2022. Hotel tax contributed an average of 6.72% to total local tax revenue, indicating a moderate fiscal role despite tourism expansion. Institutional capacity limitations, uneven digital system implementation, and taxpayer compliance challenges remain key barriers. The study concludes that sustainable hotel tax optimization requires potential-based target setting, integrated digital monitoring, and stronger coordination between tourism development and local fiscal policy.