Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN PROGRAM TONASI (TANAMAN OBAT TRADISIONAL HIPERTENSI) DI DUSUN PIDADA SINTUNG Lalu Muhammad Sadam Husen; Yayan Hardiansah; Vera Yulandasari; Sulwiyatul Kamariyah Sani; Robi Febrian
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1: Januari 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i1.1183

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi tekanan darah tinggi dengan tekanan sistolik diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Salah satu terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah adalah terapi komplementer. Ada banyak jenis terapi komplementer dimana salah satunya penggunaan daun seledri. Metode kegiatan yang digunakan dalam program pemberdayaan Kesehatan TONASI (Tanaman Obat Tradisional Hipertensi) pemanfaatan air rebusan daun seledri yaitu dengan cara memberikan air rebusan daun seledri, Kegiatan dilaksanakan selama tujuh hari yang didampingi langsung oleh kepala dusun dan kader Kesehatan di dusun Pidada. Kemudian pelaksanaan dari implementasi program TONASI dilakukan selama 3 kali pertemuan dengan satu kali kegiatan penyuluhan dan dua kali kegiatan pelatihan siang dan sore. Dari hasil pemeriksaan setelah tujuh hari kami melakukan pemeriksaan tekanan darah post-test dimana hasil rata-rata tekanan darah dari 14 lansia yang mengalami Hipertensi sangat signifikan untuk Sistolik 130 mmHg dan untuk diastolik 90 mmHg. Terbukti khasiat dari air rebusan daun seledri sangat efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Efektivitas Program Pendidikan Berkelanjutan: Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan bagi Perawat Yayan Hardiansah; Sismulyanto; Akhmad Fanani
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 2 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 2 Desember 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i2.433

Abstract

Pendidikan berkelanjutan bagi perawat merupakan elemen krusial dalam menjaga dan meningkatkan kompetensi profesional mereka, yang pada gilirannya berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pendidikan berkelanjutan yang mengintegrasikan metode e-learning dan pelatihan konvensional dalam meningkatkan kompetensi perawat serta kepuasan perawat dan pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan seluruh populasi perawat di lokasi penelitian sebanyak 48 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah divalidasi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,85. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dan Chi-Square untuk menguji signifikansi temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan perawat setelah mengikuti program pendidikan berkelanjutan, dengan skor rata-rata meningkat dari 65,2 pada pretest menjadi 84,5 pada posttest (p < 0,05). Selain itu, kepuasan perawat terhadap program pendidikan meningkat hingga 96%, dan kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan keperawatan meningkat menjadi 55% (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi e-learning dan metode pendidikan tradisional efektif dalam meningkatkan kompetensi perawat serta meningkatkan kepuasan perawat dan pasien. Penelitian ini merekomendasikan penerapan e-learning sebagai bagian integral dari program pendidikan berkelanjutan dan menyarankan pengembangan kebijakan yang mendukung akses universal terhadap pendidikan ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara nasional.   Continuing education for nurses is a critical element in maintaining and enhancing their professional competencies, which in turn impacts the quality of healthcare services. This study aims to evaluate the effectiveness of a continuing education program that integrates e-learning and conventional training methods in improving nurses' competencies, as well as nurse and patient satisfaction. The research employed an analytical survey with a cross-sectional approach, involving the entire population of nurses at the study site, totaling 48 respondents. The research instrument consisted of a validated questionnaire with a Cronbach’s Alpha value of 0.85. Data analysis was conducted using Paired Sample T-Test and Chi-Square tests to assess the significance of the findings. The results indicated a significant increase in nurses' knowledge post-intervention, with mean scores rising from 65.2 in the pretest to 84.5 in the posttest (p < 0.05). Additionally, nurse satisfaction with the education program increased to 96%, and patient satisfaction with the quality of nursing care rose to 55% (p < 0.05). These findings suggest that the integration of e-learning and traditional education methods is effective in enhancing nurses' competencies and increasing satisfaction among both nurses and patients. The study recommends the implementation of e-learning as an integral component of continuing education programs and advocates for the development of policies that support universal access to such education to improve the overall quality of national healthcare services.
Pelatihan Basic Trauma And Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Masyarakat Awam dalam Penanganan Kegawatdaruratan di Desa Sengkol Baiq Fitrihan Rukmana; Aoladul Muqarrobin; Vera Yulandasari; Erwin Wiksuarni; Yayan Hardiansah; Nursela Hijriani
DEDIKASI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026): DEDIKASI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegawatdaruratan trauma dan kardiovaskular membutuhkan respons cepat dari masyarakat sebelum pasien mencapai fasilitas kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sengkol dalam mengenali kondisi gawat darurat, melakukan aktivasi bantuan, pertolongan pertama dasar, resusitasi jantung paru sederhana, kontrol perdarahan, dan rujukan aman. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, diskusi kasus, simulasi praktik, serta evaluasi pretest dan posttest. Peserta kegiatan berjumlah 25 masyarakat Desa Sengkol Lombok Tengah. Data evaluasi contoh menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 48.8 pada pretest menjadi 84.4 pada posttest, dengan rerata peningkatan 35.6 poin. Kategori baik meningkat dari 0 orang (0%) menjadi 21 orang (84%), sedangkan kategori kurang menurun dari 21 orang (84%) menjadi 0 orang (0%). Hasil observasi praktik menunjukkan sebagian besar peserta mampu mempraktikkan langkah keamanan lokasi, penilaian awal, RJP, dan kontrol perdarahan. Pelatihan BTCLS berbasis simulasi penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sebagai penolong pertama di tingkat desa