Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA PADA TALKSHOW MATA NAJWA “PRABOWO SUBIANTO BICARA” Seran, Virginia Aprilia; Sari, Nila Puspita; Lein, Adeline Lelo
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v9i1.6829

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, memaparkan dan memahami prinsip kesantunan dalam talkshow Mata Najwa “Prabowo Subianto Bicara”.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mengamati video talkshow Mata Najwa “Prabowo Subianto Bicara”, mentranskripsikan data, mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan video talkshow Mata Najwa “Prabowo Subianto Bicara” terdapat prinsip kesantunan menurut Leech yang terdiri dari enam maksim yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim kesederhanaan, maksim penghargaan, maksim permufakatan dan maksim simpati. Berikut merupakan jumlah data berdasarkan maksim yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terdapat 23 ujaran yang terdiri atas 12 ujaran Maksim kebijaksanaan yang berfungsi untuk mengurangi kerugian orang lain sekecil mungkin dan menambah keuntungan orang lain sebesar mungkin, 6 maksim kedermawanan yang berfungsi untuk mengurangi keuntungan diri sendiri dan menambah kerugian diri sendiri, 3 maksim kesederhanaan yang berfungsi mengurangi pujian terhadap diri sendiri dan menambah kekecaman pada diri sendiri, 1 maksim penghargaan yang berfungsi untuk mengurangi kecaman pada orang lain dan menambah pujian/penghargaan pada orang lain, 1 maksim permufakatan yang berfungsi untuk menambah kesepakatan dengan orang lain, akan tetapi peneliti tidak menemukan data atau kutipan yang berkaitan dengan maksim kesimpatian dalam video talkshow tersebut, dikarenakan tidak terdapat rasa kesimpatian berupa ungkapan yang diujarkan oleh Prabowo dan Najwa Shihab dalam talkshow tersebut.
KONSTRUKSI NEGASI BAHASA DAWAN Adeline Lelo Lein; Kristofel Bere Nahak
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 03 (2023): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v8i03.6041

Abstract

Penelitian ini berisi tentang bentuk negasi dan konstruksi kalimat negasi dalam bahasa Dawan. Negasi atau pengingkaran, yakni proses atau konstruksi yang mengungkapkan pertentangan isi makna suatu kalimat, dilakukan dengan penambahan kata ingkar pada kalimat. Metode utama yang digunakan dalam penelitian ini bertumpu pada metode deskriptif kualitatif. Metode ini dilakukan dengan cara mendeskripsikan tentang bentuk kata negasi yang kemudian dilanjutkan dengan deskripsi kontruksi kalimat negasi pada bahasa Dawan. Dalam BD terdapat 3 (tiga) bentuk pemarkah negasi, yaitu: kais ‘jangan’; kan-fa ‘tidak’ dan kan-fe ‘belum’ yang secara leksikal dan gramatikal memiliki makna dan fungsi yang berbeda. Dalam konstruksi kalimat negasi pada BD, distribusi bentuk negasi kan-fa ‘tidak’ dan kan-fe ‘belum’ dituntut untuk selalu secara utuh mengapit bentuk predikat dalam kalimat, jika salah satu dari unsur negasi ini tidak hadir, maka kontruksi kalimat negasi tersebut tidak berterima. Sedangkan pada bentuk negasi kais ‘jangan’ yang sering digunakan dalam jenis kalimat imperative atau kalimat perintah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Redemptus De Ferento Nino Redem; Jose Da Conceicao Verdial; Adeline Lelo Lein
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2025): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v10i1.9555

Abstract

Abstrak Kemampuan berpikir kritis perlu dimiliki setiap siswa, agar siswa mampu memecahkan suatu permasalahan yang ditemukan. Upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Group Investigation merupakan model pembelajaran dimana kegiatan pembelajarannya melibatkan siswa dalam kelompok kecil untuk melakukan penyelidikan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Rancangan penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Abstrac The ability to think critically must be owned by each student, so that students are able to solve a problem that is found. Efforts that can be done by teachers to improve students' critical thinking ability is by applying cooperative learning model of Group Investigation type Group Investigation is a learning model where the learning activities involve students in small groups to conduct investigations The purpose of this research is to know the influence of Group Investigation study model to critical thinking ability of high school students. The design of this research is quasi experimental research with Non Equivalent Control Group Design research design. Date were analyzed by using t-test. The result of research shows that there is influence of Group Investigation study model to critical thinking ability of high school students.
The PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI SUPERVISI ADMINISTRATIF Yoventa Nahak; Ferdinandus Siki; Yanuarius Sani Feka; Adeline Lelo Lein
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2025): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v10i2.9893

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia melalui supervisi administratif di SMK Negeri Nibaaf, Kabupaten Timor Tengah Utara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya supervisi administratif sebagai sarana peningkatan mutu pembelajaran, khususnya dalam konteks sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara tertulis yang diberikan kepada guru Bahasa Indonesia dan kepala sekolah. Instrumen wawancara dirancang berdasarkan indikator supervisi administratif yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, umpan balik, serta tindak lanjut terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi administratif yang dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan memberikan dampak positif terhadap perbaikan perangkat ajar, strategi pembelajaran, serta kesadaran reflektif guru terhadap praktik mengajarnya. Teknik wawancara tertulis terbukti efektif dalam menjaring informasi mendalam dari responden, serta memberikan fleksibilitas dalam proses analisis data. Kesimpulannya, supervisi administratif yang dilaksanakan secara optimal dengan dukungan teknik wawancara tertulis mampu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri Nibaaf.
Regional Language Interference in Indonesian Phonology among Elementary School Students Kristofel Bere Nahak; Maria Magdalena Namok Nahak; Febronia Lasi; Yanuarius Seran; Adeline Lelo Lein; Jose Da Conceicao Verdial
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v10i1.102894

Abstract

This research is motivated by the difficulty educators face in designing learning evaluations using Indonesian as the medium of instruction for students with diverse mother tongue backgrounds. The gap between the policy of using Indonesian in schools and the reality on the ground, where students better understand material through regional languages, forms the basis of the urgency of this study. This research aims to analyze the effect of language use on student learning outcomes, particularly in the aspect of contemporary Indonesian phonology. This study uses a quantitative approach with primary school students as research subjects, divided into two groups based on the language used in the tests. The data collection technique was conducted through online multiple-choice tests using Google Form. The research instruments were analyzed through item quality tests, including discrimination index, difficulty level, and reliability, as well as further analyzed using differential item functioning (DIF) analysis. The results of the study indicated that students tended to achieve better learning outcomes when using their regional language compared to Indonesian. These findings indicate that language plays an important role in supporting student understanding. This research emphasizes the importance of considering the use of the mother tongue in the learning process. The practical implication of this study is the need for more inclusive educational policies that accommodate the use of local languages to improve the quality of learning and the equity of student learning outcomes.