Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK FLAT BAR DENGAN METODE SIX SIGMA PADA PT. JATIM TAMAN STEEL Muhammad Fatikhul Ikhsan; Pregiwati Pusporini; akhmad wasiur rizqi
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.774 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3897

Abstract

Jatim Taman Steel merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di industri baja yang mengolah baja batangan menjadi flat bar dan round bar. Dalam pencapaian visi dan misi, perusahaan terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan peningkatan kualitas baik dari system manajemen mutu yang diterapkan maupun kualitas dari produk yang dihasilkan. Untuk itu penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis proses pengendalian kualitas untuk mengetahui faktor utama penyebab terjadinya produk defect pada produk flat bar sehingga didapatkan usulan untuk mengurangi jumlah produk defect pada hasil produksi flat bar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Six Sigma, dengan langkah-langkah Define, Measure, Analyze, Improve, and Control (DMAIC), Six sigma merupakan suatu metode dan teknik pengendalian dan peningkatan kualitas menuju target 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO) untuk setiap transaksi produk barang dan jasa. Dengan menggunakan metode Six Sigma dapat diketahui bagaimana kualitas besi baja yang diproduksi oleh PT. Jatim Taman Steel. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan nilai Defect per Million Opportunity (DPMO) yang diperoleh adalah sebesar 16201 dan nilai Sigma sebesar 3,64 dengan empat penyebab produk defect tertinggi yaitu : defect local snake 18%, defect surface 17%, defect koba 16% dan defect bending 15%. setelah itu didapatkan FMEA yang memiliki nilai RPN tertinggi pada tiap mode kegagalan. Usulan diberikan berdasarkan nilai RPN tertinggi yaitu kurusakan pada gear box dengan melakukan pemberian grease agar gear box tidak cepat aus dan mengalami keausan dini..
PERBAIKAN PELAYANAN UJI LABORATORIUM LINGKUNGAN MENGGUNAKAN METODE KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (Studi Kasus : UPT Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan, Gresik) Usfa Rosyikna; Pregiwati Pusporini; M. Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.944 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2042

Abstract

UPT Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan adalah Laboratorium yang memberikan jasa pengujian parameter kualitas lingkungan di Kabupaten Gresik. Permasalahan yang dialami adalah meningkatnya jumlah prosentase pengaduan pelanggan dari tahun 2016-2018. Pada tahun 2016 sebesar 0,86%, tahun 2017 sebesar 1,52% dan pada tahun 2018 sebesar 1,71%. Serta adanya laboratorium pesaing di Kabupaten Gresik yaitu PT. Global Quality Analitycal dan PT. Envilab Indonesia sehingga mengharuskan UPT Lab harus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Metode pengukuran kualitas yang digunakan adalah integrasi Model Kano dan QFD yang bertujuan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pengujian laboratorium. Dimana tahapan yang dilakukan adalah melakukan identifikasi atribut pelayanan, klasifikasi Kano, menentukan matriks perencanaan dan merumuskan respon teknis. Kemudian langkah selanjutnya yaitu menentukan hubungan masing-masing atribut dengan respon teknis. Prioritas pengembangan yang direkomendasikan diperoleh dari hasil matrik target persyaratan teknis yaitu nilai prioritas paling tinggi dari respon teknis. Responden yang digunakan sebanyak 100 responden yang pernah melakukan pengujian di UPT Lab. dan Laboratorium pesaing. Hasil penelitian didapatkan 4 atribut dalam kategori kebutuhan umum (must be), 7 atribut dalam kategori one dimensional yang dapat meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan dan 5 atribut tidak berpengaruh terhadap tingkat kepuasan (Indifferent). Nilai tingkat kepentingan atribut paling tinggi adalah ketepatan waktu penyelesaian laporan dengan nilai 4,90. Sedangkan nilai prioritas tertinggi adalah fasilitas dan kondisi laboratorium dengan nilai 8,30. Prioritas Pengembangan di UPT Lab. adalah perbaikan terhadap fasilitas dan kondisi laboratorium dan rekomendasi perbaikan yang diusulkan dengan melengkapi ketersediaan bahan peralatan uji laboratorium.Kata Kunci : Kualitas, Kano, QFD (Quality Function Deployment)
INTEGRASI SERVQUAL DAN KANO MODEL KE DALAM QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAK KUALITAS PELAYANAN INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IBNU SINA GRESIK Yogi Yusron Arif; Pregiwati Pusporini; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 1 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.034 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i1.3222

Abstract

RSUD Ibnu Sina gresik merupakan rumah sakit umum daerah di Gresik yang dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya dengan berpedoman pada Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebagai indikator kinerja utama. Berdasarkan laporan kinerja instansi pemerintah, SKM dari rumah sakit khususnya pada instalsai rawat jalan mengalami penurunan secara signifikan di dua klinik pada 4 semester terakhir yaitu periode 2017 sampai 2018, yang mengakibatkan target tahunan indeks kepuasan masyarakat (IKP) untuk tiap klinik tidak tercapai di semester akhir tahun 2018. Untuk itu pihak rumah sakit perlu melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan didasarkan pada keinginan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien, mengetahui kategori atribut pelayanan dan memberikan usulan perbaikan kualitas pelayanan pada dua klinik di instalasi rawat jalan yang tidak mencapai target IKP tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggabungkan metode servqual dan kano model ke dalam quality function deployment. Servqual diguanakan untuk mengetahui kesenjangan harapan dan kenyataan, kano model untuk pengkategorian atribut dan QFD sebagai usulan perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 21 atribut pelayanan, dimana terdapat 17 atribut yang memiliki gap negatif di klinik jantung dengan 2 atribut berkategori attractive, 8 one-dimensional, 7 must-be dan 14 atribut di klinik kandungan dengan 2 atribut berkategori attractive, 5 one-dimensional dan 7 must-be. Sehingga terdapat 17 atribut di klinik jantung dan 14 atribut di klinik kandungan yang menjadi voice of customers. Dari hasil analisis QFD terdapat 9 respon teknis dengan 5 prioritas teratas menjadi upaya perbaikan yaitu penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, briefing orientasi kualitas pada tenaga medis, program tenaga medis dan petugas terbaik, rehabilitasi fasilitas gedung dan peralatan pendukung dan pemberian kotak saran dan aduan.
Usulan Perbaikan Proses Produksi Tas Ransel Untuk Meminimalkan Kecacatan Produk Dengan Metode Six Sigma (Studi Kasus: UD Diechi ) Mohammad Erry; Pregiwati Pusporini; Dzakiyah Widyanigrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.058 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2028

Abstract

Salah satu perusahaan yang belum menerapkan pengendalian kualiatas adalah UD Diechi. UD Diechi didirikan pada tahun 19-09-1991 oleh bapak H. Tahal dan mampu memproduksi hingga 1000-2000 Unit Tas per bulan. UD Diechi terletak di kelurahan pekauman Jalan KH. Abdul Karim No 95, Gresik.adalah Usaha Micro Kecil dan Menengah yang bergerak di industri manufaktur memproduksi berbagai jenis Tas diantaranya adalah : Tas Anak, Tas Ransel, Tas Laptop, Tas Pinggang, dan juga Tas Pesanan Khusus dan Dll. Untuk pemasarannya UD. Diechi menjual produknya dari ritel ke ritel dan menjual produknya dari pemesanan konsumen serta melalui sosial media. Bertambahnya permintaan maka penyebarannya mulai merambah ke kota lain seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan kota sekitar laninnya. Dalam hal ini memilih Tas Ransel untuk dilakukan adalah dikarenakan Produk Tas Ransel paling sering di produksi dan dicari konsumen serta memiliki kecacaatan yang cukup banyak. Pengendalian kualitas yang dilakukan pada UD Diechi belum baik yang terbukti dengan adanya produk cacat di batas toleransi dan belum mampu mengidentifikasikan faktor kecacatan dan penyebab kecacatan secara ideal. Kondisi saat ini UD Diechi belum melakukan tindakan apapun berkaitan dengan usaha meningkatkan kualitas produk. Dengan penelitian ini diharapkan sebagai bahan pertimbangan perusahaan untuk mengambil konsep mengenai pengendalian kualitas dengan menggunakan metode Six Sigma. Untuk memahami strategi pengendalian kualitas bagi UD Diechi yaitu menurunkan jumlah kecacatan yang terjadi, maka dicoba untuk mengadopsi metode Six Sigma dalam menganalisis dan memperbaiki pengendalian kualitas. Dari hasil penelitian diketahui data hasil produksi UD. Diechi pada bulan Januari – Juni 2018 didapat nilai DPMO (Defect per Million opportunity) dan nilai Sigma Untuk perhitungan DPMO data jenis Atribut yaitu dalam 1.000.000 pcs terdapat 688Defect Atribut yang bisa dihasilkan dan diperoleh nilai Sigma sebesar 3,7.
ANALISIS KERUSAKAN JEMBATAN TIMBANG UNIT 1 di PT.PETROKIMIA GRESIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE and EFFECT ANALYSIS dan METODE LOGIC TREE ANALYSIS Ahmad Husamuddin; Pregiwati Pusporini; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 2 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.85 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i2.2597

Abstract

Sistem perawatan preventive maintenance di jembatan timbang unit 1 PT. Petrokimia Gresik masuk belum efektif. Terbukti mulai bulan Juni 2017 sampai dengan bulan Nopember 2018 telah terjadi 32 kali kerusakan yang menyebabkan berhentinya proses penimbangan, sehingga hasil penimbangan di jembatan timbang unit 1 tidak mampu memenuhi rata-rata 6.500.000 – 7.000.000 Kg perbulan yang telah ditetapkan oleh manajemen PT. Petrokimia Gresik. Untuk itu, dalam penelitian ini dilakukan analisa untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan di jembatan timbang unit 1 PT. Petrokimia Gresik dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis dan untuk mengetahui jenisjenis kerusakan dengan menggunakan metode Logic Tree Analysis dalam menentukan prioritas penanganan penyebab kerusakan jembatan timbang unit 1 PT. Petrokimia Gresik. Dari penelitian ini diketahui terdapat 17 penyebab kerusakan di jembatan timbang unit 1 dan didapatkan failure mode indikator load cell rusak dengan failure cause overload penimbangan memiliki nilai RPN tertinggi yakni 45. Terdapat 6 penyebab kerusakan dengan kategori B atau jenis outage problem yang artinya mempunyai konsekuensi terhadap operasional mesin yang menyebabkan kerugian ekonomi secara signifikan. Untuk itu antar unit kerja perlu dilakukan preventive maintenance secara bersinergi dan evaluasi jenis material eksisting yang terpasang di jembatan timbang unit 1 PT. Petrokimia Gresik.
ANALISIS POSTUR KERJA OPERATOR SABLON KARUNG DENGAN METODE RULA DAN WERA Siswanto Siswanto; Pregiwati Pusporini; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 4 (2020): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.368 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i4.2835

Abstract

Pekerjaan mensablon karung di UD. Eka Jaya dilakukan secara manual sehingga memerlukan sikap yang ergonomis dalam bekerja. Sikap postur kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan cidera atau gangguan system musculoskeletal disorder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi postur kerja tubuh di UD.Eka Jaya dengan pendekatan RULA dan WERA, menghitung postur kerja yang beresiko dengan menggunakan metode RULA dan WERA, mengusulkan perbaikan postur dan gerakan kerja dengan pendekatan RULA dan WERA. Pengambilan data dilakukan dengan observasi kelapangan dengan cara menyebar kuisioner Nordic Body Map (NBM). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA) dan Work Ergonomy Risk Assesment (WERA), kemudian perolehan metode RULA grand score di kategikan berdasarkan action level, dan perolehan dari metode WERA final score di kategorikan berdasarkan action level. Dari aktivitas operator sablon karung di UD. Eka Jaya, dengan metode RULA operator memiliki skor akhir 7. Dengan metode WERA operator memiliki skor akhir 37. Postur tubuh operator sablon karung di UD. Eka Jaya dengan menggunakan metode RULA operator masuk kategori action level 4 menunjukkan bahwa kondisi ini berbahaya maka pemeriksaan dan perubahan diperlukan dengan segera (saat itu juga). Dengan menggunakan metode WERA dari operator memiliki skor akhir 37 masuk kategori action level medium level medium Perlu diselidiki lebih lanjut dan perlu perubahan
PENINGKATAN EFISIENSI KERJA SERTA MEMINIMALISIR WASTE PADA DIVISI KAROSERI MENGGUNAKAN METODE LEAN MANUFACTURING (STUDI KASUS PT. SUMBER URIP SEJATI Nurul Habibi Ahmad; Pregiwati Pusporini
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.899 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2029

Abstract

PT. Sumber Urip Sejati adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perakitan karoseri trailer 40 feet 45 feet dan 60 feet , Kondisi yang terjadi saat ini adalah sering terjadi permasalahan yang diakibatkan karena proses perakitan terlalu lama yang tidak sesuai dengan komitmen awal dengan konsumen. Tahapan-tahapan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah (1) penggambaran VSM current state dan future state (2) mengetahui value added dan non value added didalam proses perakitan (3) membuat skala prioritas terhadap 7 waste untuk meminimalisir pemborosan di proses perakitan trailer 40 feet. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan pemborosan yang paling sering terjadi adalah waiting (20,3%), motion (20,2%), Innappropriate processing (18,8%), dan inventory (18,1%). Mapping tools yang digunakan berdasarkan hasil konversi matrik adalah proses activity mapping (39,3%). Dari proses activity mapping dapat diketahui bahwa proporsi waktu inspection sebesar (6,76%). Setelah perbaikan didapatkan hasil proporsi inspeksi sebesar (4,94%). Untuk nilai value added ratio (VAR) sebelum perbaikan sebesar 88,52% setelah penerapan perbaikan nilai var menjadi (92,29%). Dalam arti perusahaan yang dulunya merakit trailer 40 feet selama 22 hari berkurang menjadi 18 hari sehingga waktu proses pengerjaan nya lebih cepat dari due date konsumen.
Pelatihan Desain Kemasan Produk Asosiasi UMKM Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik (Studi Kasus : Produk Kerupuk) Akhmad Wasiur Rizqi; Moh. Jufriyanto; Pregiwati Pusporini
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 1 No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.739 KB) | DOI: 10.20895/ijcosin.v1i1.261

Abstract

Kemasan merupakan salah satu hal penting dalam melakukan penjualan dan pemasaran produk. Desain kemasan yang baik akan menjadi daya tarik konsumen untuk minat terhadap suatu produk. Semakin tinggi minat konsumen maka semakin tinggi penjualan. Asosiasi UMKM Sidayu merupakan perkumpulan organisasi UMKM yang ada di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Salah satu hasil produk unggulan UMKM yaitu kerupuk. Permasalahan yang terjadi bahwa banyak produk yang belum memiliki kemasan yang menarik, salah satunya adalah produk kerupuk tersebut. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan desain kemasan kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan penjualan produk. Aplikasi yang digunakan dalam pelatihan desain kemasan yaitu aplikasi canva dan alat yang digunakan yaitu handphone. Program pelatihan ini dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil dari kegiatan tersebut, yaitu pelaku UMKM mulai mengerti mengenai pentingnya desain kemasan pada produk. Pelaku UMKM mulai mengertu dengan adanya desain kemasan memberikan identitas tentang kepemilikan produk tersebut. Pelaku UMKM juga mulai mengerti serta dapat menggunakan aplikasi canva untuk membuat desain kemasan