Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Sosialisasi Penulisan Referensi Dalam Karya Tulis Ilmiah Bagi Mahasiswa Ana Yuliati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2019): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.437 KB) | DOI: 10.31932/jpmk.v2i2.546

Abstract

Karya tulis ilmiah sangatlah penting bagi mahasiswa. Fenomena yang terjadi di lapangan adalah, lemahnya mahasiswa dalam teknik menulis referensi, baik dalam teknik mengutip dari referensi yang menjadi acuan dalam menulis maupun teknik menulis referensi. Kegiatan Sosialisasi Penulisan Referensi Dalam Karya Tulis Ilmiah Bagi Mahasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam teknik menulis mengutip referensi maupun menulis referensi untuk mempersiapkan menulis karya ilmiah khususnya skripsi bagi mahasiswa. Kegiatan ini menggunakan tiga tahapan dalam pelaksanaannya, yakni persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Hasil dari kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan ini sehingga menjadi suatu wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan acuan dalam memahami teknik penulisan referensi dalam karya tulis ilmiah. Manfaat dari kegiatan ini yakni khususnya bagi mahasiswa menjadi referensi untuk menghasilkan tulisan karya ilmiah yang sesuai sistematika dan teknik pengutipan dalam penulisan karya ilmiah.Kata Kunci: Menulis, Karya Ilmiah, Referensi
Teori Flow Sebagai Upaya Penguatan Motivasi Belajar dan Kreatifitas Mahasiswa Disabilitas Fisik Mariam Ulfa; Ana Yuliati; Bagus Tri Handoko; Ria Kristia Fatmasari
SPECIAL: Special and Inclusive Education Journal Vol 1 No 2 (2020): Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/special.vol1.no2.a2771

Abstract

Disabilitas fisik memerlukan perhatian khusus dalam pembelajaran. Disabilitas fisik di bagian tangan secara kognitif dapat dikategorikan baik. Kendati demikian fungsi sensoris motoriknya mengalami hambatan karena hanya berfungsi sebagian. Observasi terhadap karakteristik dapat menjadi indikator penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa difabel fisik di bagian tangan. Berdasarkan hasil ujicoba Flow diperoleh hasil hasil uji t yang telah dilakukan, harga t diperoleh 5,666 yang kemudian dikonsultasikan dengan tabel t 0,05 dengan derajat kebebasan 2 yaitu sebesar 4,303. Hasil konsultasi menunjukkan harga t lebih besar daripada tabel yakni 5,666 > 4,303. Sebelum diterapkan Flow mahasiswa disabilitas (subjek) tersebut memperoleh nilai dibawah kritteria ketuntasan minimal karena merasa gugup dan kurang nyaman dengan model pembelajaran serta mersa sangat berbeda dari yang lain. Setelah diterapkan model Flow subjek memiiliki kepercayaan diri yang tinggi dan kenyamanan dalam pembelajaran dengan titik utama fokus pada keterampilan menulis puisi dan prosa. Setelah penerapan Flow subjek semakin yakin pada kemampuan dan cita-citanya sehingga merasa percaya diri untuk melanjutkan menulis. Subjek 1 telah dapat menulis 25 judul puisi dan subjek 2 telah percaya diri untuk melanjutkan menulis cerpen.
Analisis Reseptif Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia Muhri Muhri; Ana Yuliati
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12795

Abstract

Receptive Analysis Of Angkatan 2000 in Indonesian Literature ABSTRAK Angkatan 2000 sebagai bagian dari sejarah sastra pada mulanya ditolak oleh banyak sastrawan. Melalui perjalanan waktu, Angkatan 2000 tercantum dalam beberapa tulisan ilmiah. Dengan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerimaan Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia dan usia sastrawan dan karya sebagai indikator klasifikasi sejarah sastra. Pada dasarnya penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Data kuantitatif tersebut dideskripsikan sehingga hanya menjadi data awal saja. Sumber data utama berupa satu buku usulan Angkatan dan dua buku dan dua penelitian yang menanggapi. Metode analisis menggunakan metode analisis-deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa 1) Angkatan 2000 diterima sebagai bagian dari sejarah sastra indonesia dan 2) inklusi sastrawan dalam angkatan tidak mempertimbangkan usia sastrawan dan karya.Kata kunci: sejarah, sastra, Angkatan ABSTRACT Angkatan 2000 as part of literary history was initially rejected by many writers. After a few year, Angkatan 2000 was listed in several scientific writings. With this background, the purpose of this study is to describe the acceptance of Angkatan 2000 in Indonesian literature and the age of writers and works as a classification indicator of literary history. Basically this research includes quantitative research. The quantitative data are then described. As a result, they are only preliminary data. The main data sources are one book as proposal and two books and two research articles as responses. The descriptive-analytic is used as primary method. Based on the analysis, it can be concluded that 1) Angkatan 2000 is accepted as part of the history of Indonesian literature and 2) the inclusion of writers in the batch did not consider the age of the writers and works Keyword: history, literature, generation 
Kearifan Budaya Masyarakat Madura dalam Kumpulan Puisi Sangkolan Karya Roz Ekki (Pendekatan Semiotika) Izzatus Sholehah; Ana Yuliati; Ria Kristia Fatmasari
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9352

Abstract

Karya sastra merupakan wadah untuk mengekspresikan diri. Baik melalui tulisan, suara, atau pun melalui gerak tubuh. Karya sastra melalui tulisan saat ini paling banyak digemari oleh semua kalangan, baik kalangan remaja maupun dewasa. Karya tulis yang sangat fenomenal pada saat ini seperti novel, cerpen, dan puisi. Salah satu puisi yang menggambarkan kebudayaan Madura adalah kumpulan puisi Roz Ekki yang berjudul Sangkolan. Dalam puisi Sangkolan kebudayaan Madura muncul lewat berbagai tanda atau simbol yang menimbulkan makna. Simbol dimunculkan untuk memberikan sebuah pesan melalui pemaknaan pembaca. Memberikan pemaknaan dalam puisi salah satunya perlu dikaitkan dengan ilmu semiotika. Hal tersebut sangat cocok jika dikaitkan dengan penerapan teori Umberto Eco. Teori Umberto Eco juga dikenal sebagai teori roller coster, karena makna yang disampaikan melalui simbol tidak bersifat statis. Teori-teori kritisnya akan sangat relevan digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data di penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca dan teknik catat. Berdasarkan pendekatan penelitian yang bersifat kualitatif, maka metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini yaitu berupa bentuk kebudayaan Madura, yakni mencerminkan kebiasaan, pola keyakinan, hal umum dalam masyarakat tersebut dari generasi ke generasi, serta sudut pandang masyarakat dalam menyikapi peristiwa. Kemudian simbol sistem teknologi dan peralatan, yakni merupakan sarana yang digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Simbol sistem mata pencaharian, yakni berupa benda yang digunakan untuk mencari nafkah oleh masyarakat Madura.
ANALISIS MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF DALAM KUMPULAN JUDUL-JUDUL CERPEN PILIHAN KOMPAS 2022 “IHWAL NAMA MAJID PUCUK” Nailul Muna; Ana Yuliati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11320

Abstract

ABSTRACT Readers’ engagement with a literary work often begins with its title, a brief textual element capable of offering clues, expectations, and potential interpretations before the main text is read in its entirety. Despite this role, semantic studies have tended to focus more on the content of literary works than on titles as the first point of interaction between a text and its readers. In response to this gap, the present study examines the meanings embedded in three short story titles from the anthology Cerpen Pilihan Kompas 2022: Ihwal Nama Majid Pucuk, namely Mbah Diman Terbang Bersayap Malam, Manusia Kelelawar, and Hawa Panas. This research adopts a descriptive qualitative design grounded in Geoffrey Leech’s semantic framework. The data were obtained through close reading and systematic note-taking of the linguistic units constituting the titles, followed by identification, classification, and interpretation of their meanings. The findings reveal that all three titles operate on multiple layers of meaning. On the one hand, they contain denotative meanings that directly refer to particular objects, actions, or conditions, providing readers with an initial understanding of the texts. On the other hand, they also generate connotative meanings associated with symbolism, social experience, and cultural associations, thereby opening broader interpretive possibilities. These findings position the title as an active paratextual element that shapes readers’ interpretive orientation while demonstrating the interplay between conceptual and associative meanings in the construction of literary meaning. ABSTRAK Interaksi pembaca dengan karya sastra sering kali dimulai dari judul, sebuah unsur yang meskipun singkat mampu menghadirkan petunjuk, dugaan, bahkan kemungkinan penafsiran sebelum isi teks dibaca secara utuh. Kendati demikian, perhatian penelitian semantik lebih sering diarahkan pada isi karya dibandingkan pada judul sebagai bagian yang pertama kali membangun hubungan antara teks dan pembaca. Berangkat dari kondisi tersebut, kajian ini menelaah bentuk pemaknaan yang hadir pada tiga judul cerpen dalam antologi Cerpen Pilihan Kompas 2022: Ihwal Nama Majid Pucuk, yakni Mbah Diman Terbang Bersayap Malam, Manusia Kelelawar, dan Hawa Panas. Penelaahan dilakukan dalam kerangka penelitian kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan perspektif semantik Geoffrey Leech. Data diperoleh melalui pembacaan intensif dan pencatatan terhadap satuan bahasa yang membentuk judul, kemudian ditafsirkan melalui proses pengenalan data, pengelompokan, dan interpretasi makna. Hasil kajian memperlihatkan bahwa ketiga judul tidak bekerja hanya pada satu lapis pemaknaan. Di satu sisi, terdapat makna yang mengacu langsung pada objek, tindakan, atau keadaan tertentu sehingga memungkinkan pembaca memperoleh gambaran awal mengenai teks. Di sisi lain, muncul pula perluasan makna yang berhubungan dengan simbol, pengalaman sosial, serta asosiasi kultural yang membuka ruang interpretasi lebih luas. Temuan ini menempatkan judul sebagai unsur paratekstual yang aktif membentuk orientasi pembacaan sekaligus menunjukkan keterhubungan antara makna konseptual dan makna asosiatif dalam konstruksi makna karya sastra.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF MENGELUH PADA KLARIFIKASI IMAM MUSLIMIN Luluk Mukarromah; Ana Yuliati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12240

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the increasing use of digital media as a space for public clarification, which functions not only as a medium for delivering information but also as a means of emotional expression and self-image construction. In this context, expressive speech acts are important to examine because they reflect both the speaker’s psychological state and communication strategies. This study aims to describe the forms and functions of expressive speech acts found in Imam Muslimin’s clarification on the Curhat Bang Denny Sumargo YouTube channel. This research employs a qualitative approach with a case study design. The data consist of spoken utterances in the clarification video, which were recorded and transcribed into text. The data analysis process was carried out through data reduction, categorization based on types of expressive speech acts, and interpretation of meaning according to contextual usage. The findings show that the most dominant forms of expressive speech acts are complaints and expressions of feelings. These forms not only represent the speaker’s emotional condition but also function as communication strategies to build audience empathy, strengthen self-image, and influence public opinion in digital space. Thus, it can be concluded that expressive speech acts in public clarification have a dual function, namely psychological and social functions that play a strategic role in constructing communicative meaning in digital media. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media digital sebagai ruang klarifikasi publik yang tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana ekspresi emosi dan pembentukan citra diri. Dalam konteks tersebut, tindak tutur ekspresif menjadi aspek penting untuk dikaji karena mampu merepresentasikan keadaan psikologis sekaligus strategi komunikasi penutur. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam klarifikasi Imam Muslimin pada kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian berupa tuturan lisan dalam video klarifikasi yang direkam, kemudian ditranskrip menjadi teks. Tahapan analisis data dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan berdasarkan jenis tindak tutur ekspresif, serta interpretasi makna berdasarkan konteks ujaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tindak tutur ekspresif yang paling dominan adalah keluhan dan ungkapan perasaan. Kedua bentuk tersebut tidak hanya merepresentasikan kondisi emosional penutur, tetapi juga berfungsi sebagai strategi komunikasi untuk membangun empati audiens, memperkuat citra diri, serta memengaruhi opini publik di ruang digital. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif dalam klarifikasi publik memiliki fungsi ganda, yaitu fungsi psikologis dan fungsi sosial yang bersifat strategis dalam pembentukan makna komunikasi di media digital.
GOOGLE CLASSROOM ON STUDENT WRITING ASSESSMENT (case study on students’ perception) Mariyatul Kiptiyah; Untung Untung; Ana Yuliati; Rosa Sonia
The Ellite of Unira Vol. 7 No. 1 (2024): THE ELLITE OF UNIRA
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/ellite.v7i1.2252

Abstract

Writing serves as a reflective practice. Beside, Writing acts as a self-assessment tool, enabling students to evaluate their own language performance and progress. This constructive feedback loop not only fosters a deeper understanding of language nuances but also motivates students to actively work towards refining their writing skills. In essence, writing becomes a dynamic and introspective exercise that contributes significantly to the continuous development of students' language abilities. Google Classroom as an alternative facilitates to motivate students write. Students can write and do assignments through digital/online applications (Google classroom) such as documents, presentations and educational videos, and share student learning experiences. Google Classroom introduces an innovative resolution for educators by simplifying the monitoring of online assignments. This platform provides a transformative solution, streamlining the process for teachers. Through this tool, educators can efficiently oversee and track students' assignments in the digital realm. It revolutionizes traditional teaching methods by offering a seamless interface that enhances the overall experience of managing assignments. This technological advancement empowers teachers to monitor progress in real-time, allowing for more personalized instruction and timely feedback
Penyuluhan Pentingnya Pendidikan untuk Membangun Generasi Masa Depan dan Meningkatkan Kualitas Hidup di Desa Moarah Kecamatan Klampis Siti Maria Ulfa; Tera Athena; Ana Yuliati; Mariyatul Kiptiyah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5197

Abstract

ABSTRACT This community service activity was conducted in Moarah Village, Klampis District, with the aim of raising public awareness of the importance of education as a key factor in improving the quality of life. Low levels of education in some communities limit their ability to obtain decent employment and access useful information. Through outreach activities, the community service team provided an understanding of the benefits of formal and non-formal education, as well as the role of families in supporting children's learning. Implementation methods included interactive lectures, group discussions, and motivational learning mentoring. The results of the activity showed an increase in public knowledge and awareness of the importance of education, reflected in parents' increased interest in sending their children to school and their active participation in literacy activities. This activity is expected to be the first step towards building a more education-conscious and highly competitive society in the future. Keywords: education, community empowerment, awareness, community service   ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Moarah, Kecamatan Klampis,, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan sebagai kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup. Rendahnya tingkat pendidikan di sebagian masyarakat menyebabkan keterbatasan dalam memperoleh pekerjaan yang layak dan akses terhadap informasi yang bermanfaat. Melalui kegiatan penyuluhan, tim pengabdian kepada masyarakat memberikan pemahaman tentang manfaat pendidikan formal maupun nonformal, serta peran keluarga dalam mendukung proses belajar anak. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pendampingan motivasi belajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, yang tercermin dari meningkatnya minat orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka dan partisipasi aktif dalam kegiatan literasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun masyarakat yang lebih sadar pendidikan dan berdaya saing tinggi di masa depan Kata kunci: pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kesadaran, pengabdian