Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pembangunan Agama Pada Masa Pandemi Covid-19: Meneguhkan Komitmen Kebangsaan dan Mewujudkan Perdamaian Sumarto Sumarto; Emmi Kholilah Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i1.246

Abstract

Kemajemukan, Pluralisme atau Multikulturalisme tidaklah asing bagi Bangsa Indonesia. Karena salah satu penyebab lahirnya Indonesia karena Kemajemukan tidak hanya agama bahkan sosial, budaya, bahasa dan pola perilaku, Berpikir juga. Tetapi tidak menjadi Indonesia hancur, tidak menjadi Indonesia bubar. Dengan kemajuan Indonesia bisa tumbuh berkembang menjadi bangsa dan negara yang besar di Dunia. Pentingnya pembangunan Agama pada masa Pandemic Covid-19, Membangun rasa kepedulian, Membangun rasa simpati dan empati, meneguhkan Komitmen Kebangsaan dan Mewujudkan Perdamaian, hal ini menjadi konsentrasi dari Kementerian Agama RI; Negara menjamin kebebasan setiap ummat beragama dalam menjalankan kegiatan keagamaannya. Negara Indonesia terwujud karena kekuatan, Perjuangan dan Pengorbanan Ummat Beragam dalam mengusir penjajah dan mewujudkan Kemerdekaan.
MEMBANGUN KONSEP DIRI PANCASILA : KARAKTER KEBANGSAAN DAN PEDOMAN KEHIDUPAN Sumarto Sumarto
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i2.262

Abstract

Konsep diri adalah pandangan individu tentang diri sendiri, meliputi gambaran tentang diri yang bersifat fisik maupun psikologis, dan diperoleh melalui pengalaman- pengalaman dari interaksi dengan lingkungan dan berkembang terus menerus dari setiap pengalaman yang diperoleh. Tentunya Ketika Kepribadian sudah terbentuk hingga menjadi karakter ditentukan dari konsep dirinya, bagaimana pendidikan dan pengaruh lingkungan yang ada, Pancasila hadir memberikan nilai – nilai dari setiap pandangan kehidupan kita, agar diri kita menyadari dan melaksanakan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan sehari – hari yang sudah terbentuk di dalam diri.
Pemahaman Nilai – Nilai Moderasi Beragama dan Kebangsaan Melalui Kegiatan Diklat Kementerian Agama RI dalam Muwujudkan ASN Moderat Studi di Balai Diklat Keagamaan BDK Palembang Sumarto Sumarto; Emmi Kholilah Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i1.271

Abstract

Menjadi ASN adalah pengabdian kepada Negara. Menjadi ASN bukan di layani tetapi melayani masyarakat dalam konteks ini adalah melayani mahasiswa yang sudah menjadi tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang berkarakter dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara. Tidak hanya melayani mahasiswa terlalu sedikit, tetapi melayani masyarakat dengan memberikan pengetahuan, pengalaman dan mampu menjadi problem solver. Mewujudkan ASN Moderat bisa melalui kegiatan Pelatihan Moderasi Beragama dan Nasionalisme/Kerukunan Umat Beragama bagi ASN Angkatan III Kementerian Agama RI Tahun 2021 se - Provinsi Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu. Mengapa harus bersikap moderat? Pertanyaan yang mendasar bagi kita semua tidak hanya ASN. Menyikapi gesekan sosial yang terjadi belakangan hari ini dan bahkan terjadi banyak konflik yang dikarenakan isu Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat. Pentingnya Internalisasi dari nilai nilai Moderasi yaitu Komitmen Kebangsaan, Anti Kekerasan dan Radikalisme, Toleransi dan Akomodatif atau ramah terhadap Budaya lokal.
Penerapan Sistem Informasi Manajemen dalam Lembaga Pendidikan yang Profesional Sumarto Sumarto; Emmi Kholilah Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i2.283

Abstract

Penerapan Sistem Informasi Manajemen dalam Lembaga Pendidikan yang Profesional sangat penting. Lembaga pendidikan yang berkembang dan maju, tentu memiliki manajemen yang baik, mulai dari proses perencanaan setiap program yang akan dilakukan, pengorganisasian, pelaksanaan program dan proses evaluasi. Setiap kegiatan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tidak dilakukan dengan sesuka hati, tetapi memiliki system dan aturan yang harus dipatuhi oleh setiap kompone – komponen yang ada di lembaga pendidikan, untuk melakukan koordinasi dengan baik diperlukan system informasi manajemen, sehingga setiap informasi yang ada dikelola dengan baik, disampaikan dengan rapi sehingga setiap orang bias menikmati informasi dengan baik dan benar, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyampaikan pentingnya system informasi manajemen untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang professional.
PENERAPAN NILAI – NILAI MODERASI BERAGAMA DI BALI STUDI KERJA SAMA RUMAH MODERASI BERAGAMA IAIN CURUP DI UNIVERSITAS HINDU NEGERI I GUSTI BAGUS SUGRIWA BALI Sumarto Sumarto
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i3.320

Abstract

Penerapan nilai – nilai Moderasi Beragama di Bali studi kerja sama Rumah Moderasi Beragama IAIN Curup di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Bali. Moderasi hidup beragama merupakan tata cara kehidupan beragama yang kondusif, aman, nyaman, tenteram, damai, rukun, harmonis, penuh toleransi, dan memiliki pribadi beragama yang ramah tamah. Berdasarkan kegiatan studi kerja sama yang dilakukan Rumah Moderasi Beragama IAIN Curup yaitu filosofi moderasi beragama Hindu terlihat dari tata hidup beragama yang didasari oleh ajaran agama Hindu sesuai pustaka suci Weda dan susastra sebagai pedoman atau tuntunan hidup beragama Hindu secara mudah, praktis, aman, nyaman, damai, rukun, toleransi, harmonis, dan kondusif. Hal ini sesuai dengan indicator dari Moderasi Beragama yaitu toleransi dan tidak melakukan kekerasan serta ramah terhadap budaya dan relegi lokal. Moderasi Beragama menjaga dan mengembangkan potensi Bangsa Indonesia berupa keragaman suku, ras, budaya, bahasa, agama, dan lain sebagainya merupakan modal utama dalam melaksanakan pembangunan. Meski beragam, Indonesia tetap satu. Keragaman di Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan bangsa. Pentingnya Pemerintah harus bisa mendorong keberagaman tersebut menjadi suatu kekuatan untuk bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional menuju Indonesia yang lebih baik.
Moderasi Beragama Ummat Hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara Sumatera Selatan Sumarto Sumarto; Emmi Kholilah Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.355

Abstract

Moderasi Beragama tidak hanya untuk agama Islam, tetapi semua agama harus melakukan moderasi beragama, karena pesan – pesan dalam moderasi beragama bersifat umum dan bisa dijalankan semua agama. Ada beberapa indicator dalam moderasi beragama sesuai dengan Buku Moderasi Beragama yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI diantaranya adalah komitmen kebangsaan, bersikap toleransi, anti terhadap kekerasan dan ramah terhadap budaya dan relegi local, seperti halnya yang diterapkan masyarakat ummat hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung, Muratara, Sumatera Selatan. Metodologi penelitian yang digunakan penelitia adalah kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan setiap kegiatan moderasi beragama yang dilakukan masyarakat Hindu seperti kegiatan keagamaan upacara Ngaben, Upaca Melasti dan kegiatan keagamaan lainnya. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi Data. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat Hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung menerapkan indicator – indicator moderasi beragama seperti komitmen kebangsaan dan bersikap toleran dengan ummat Islam dan ummat Kristen yang ada disana, walaupu masyarakat Hindu menjadi dominan, tetap saling menghormati dan menghargai setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan ummat Islam dan ummat Kristen.
Pendidikan Pencegahan Bahaya Virus Covid – 19 di tengah Bahaya Radikalisme, Perilaku Ekstrimisme dan Anti Multikultural Sumarto Sumarto
Jurnal Pendidikan Guru Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v2i1.193

Abstract

Wabah virus covid – 19 atau yang dikenal dengan virus corona telah menjadi musuh besar bagi setiap bangsa, karena sudah banyak memakan korban dan sudah banyak juga yang terinfeksi, sehingga setiap negara membuat kebijakan untuk mencegah waspada terhadap penyebaran virus corona, dengan berbagai cara seperti kebijakan pemerintah untuk lock down; menutup pintu bagi setiap yang datang, pengunjung asing tidak diperbolehkan lagi datang ke Indonesia, tidak di skala nasional bahkan lock down juga sudah di terapkan di beberapa desa/ kelurahan dan kecamatan. Ada juga antisipasi dengan proses peningkatan imunitas diri supaya tidak terkena virus corona dan bisa dengan di rumah aja dengan melakukan kegiatan yang positif atau bekerja dari rumah. Di tengah Wabah virus covid – 19 berkembang juga paham radikalisme, Ekstrimisme dan Anti Multikultural yang harus di sikapi dengan segera karena menyangkut stabilitas keamanan Negara, tentunya dengan memberikan edukasi pencegahan bahaya Virus Covid – 19 di tengah Bahaya Radikalisme, Perilaku Ekstrimisme dan Anti Multikultural.
IMPLEMENTASI PROGRAM MODERASI BERAGAMA KEMENTERIAN AGAMA RI Sumarto Sumarto
Jurnal Pendidikan Guru Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v3i1.294

Abstract

Implementasi Program Moderasi Beragama Kementerian Agama RI merupakan kebijakan yang sudah lama dilakukan oleh Menteri sebelumnya yaitu H. Lukman Hakim Saifuddin sebagai pelopor Moderasi Beragama di Indonesia dan dilanjutkan Menteri berikutnya. Program moderasi beragama yang dilakukan sangat beragam yang tentunya agar menjadi kebiasaan perilaku bagi bangsa Indonesia melalui proses internalisasi nilai – nilai dari moderasi beragama dan kebangsaan. Beberapa program yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI yang penulis sampaikan dalam tulisan ini yaitu Penandatanganan MoU Kementerian Agama RI dengan Perpustakaan Nasional RI, Launching Portal Website Kepustakaan Keagamaan dan Talkshow Literasi Digital Keagamaan. Bersama Menteri Agama RI Gus Yaqut Cholil Qoumas, Kepala Perpustakaan Nasional Drs. Muhammad Syarif Bando, MM, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Muhammad Ali Ramdhani dan Direktur GTK Madrasah Dr. Muhammad Zein.Launching aksi moderasi beragama yang dihadiri langsung Menteri Agama RI Gus Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pendidikan Nasional Mas Menteri Nadiem Makarim, Ketua Komisi VIII DPRI Yandri Susanto dan Duta Moderasi yaitu Artis Cinta Laura. Tujuannya bias menjadikan moderasi beragama sebagai karakter kehidupan berbangsa dan bernegara.
LEADERSHIP THAT BRINGS CHANGE IN SCHOOLS IN ACHIEVING SUCCESS Sumarto Sumarto
International Journal of Southeast Asia Vol 1 No 1 (2020): International Journal of Southeast Asia
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/journijsa.v1i1.84

Abstract

A transformational leader explains how leaders transform organizations by creating, communicating and inspiring. To shift a change in instilling a culture of madrasah with good teaching and learning process, fulfillment and repair facilities, academic achievement and extracurricular, religious worship, discipline and cooperation of both internal and external. The purpose of this study was to find out why the headmaster who can instill cultural transformational madrasas, the role of transformational leadership and the success of transformational leadership role in instilling a culture of madrassas in the province of Jambi. The approach used in this study is a qualitative descriptive approach. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Analysis of the data using the model of Miles and Huberman and data validity technique uses triangulation data. The results of the study, namely: Principals have Muslim personality as Prophet, know the needs of members, build confidence and members, building a shared commitment to make the shift towards change for the better, creative, productive and innovative, exemplary and courage to face challenges, sensitivity to complaints and suggestions of members, deliberation and spirit of motivation. The role of transformational leadership Principals for direction (Direction Setter), change agents (Agents of Change), interpreter Talk (Spokesperson), coach (Coach) is good, fund support (support-getter), the guarantor of success (success-guarantor) and a guide to make the shift change labih good (path-finder). The practical implications, namely: The role of transformational leadership Principals in instilling a culture of madrasah is to apply Idealiced influence, Inspirational motivation, Intelelectual stimulation and Individualized consideration and achieving success with the personality of a good leader, also by a factor of education, experience high and good cooperation.
The Existence of the State of Brunei Darussalam in Advancing Education, Economy and Social Governance “Learning Reflections at the Sultan Syarif Ali University UNISSA Brunei Darussalam” Sumarto Sumarto; Emmi Kholilah Harahap; Ilham Dwitama Haeba
International Journal of Southeast Asia Vol 1 No 2 (2020): International Journal of Southeast Asia
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/journijsa.v1i2.159

Abstract

As a prosperous and developed country, of course the State of Brunei Darussalam has implemented a very good education, economy and government system in accordance with the state ideology that is firmly held, namely Malay Islam Beraja (MIB). In the aspect of education, socio-economics and leadership in Brunei Darussalam embody Islam that is Rahmatan lil alamin according to the explanation we have conveyed. Education in Brunei Darussalam is characterized by the dominance of Islamic Religious Education which is specifically managed by Kesultanana in the Haji Sultan Hassanal Bolkiah Foundation (YSHHB) as well as at the tertiary level such as at UBD (Universiti Brunei Darussalam), KUPU (Kolej Universiti Perguruan Ugama) Seri Begawan and UNISSA (Sultan Sharif Ali Islamic University).The Sultanate government as fully responsible for the education process also integrates Islamic religious education with science, where according to the teachings in the Qur'an and Hadith, all have a connection and are beneficial to humans. Likewise with progress in the economic sector, where the State of Brunei Darussalam is a producer of oil and gas in Southeast Asia and even globally, which supports the welfare of its people. A government system that continues to maintain security and stability by adhering to the MIB ideology, carrying out Islamic teachings very well, this can be seen from every policy and regulation delivered by the Sultanate.