Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EFISIENSI HUNIAN TEMPAT TIDUR DENGAN KEJADIAN HA’Is PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RSUD HARAPAN DOA KOTA BENGKULU Nofri Heltiani
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The efficiency of inpatient bed occupancy is something that must be considered in hospital quality. To determine the efficiency pf bed occupancy, a bed occupation rate indicator is needed, averate length of stay, turn over interval and bed turn over. The decline in the number of patient visits during the covid 19 pandemic period will affect the use of beds, hai’s and cost received by the hospital. Subjects and Method: The type of research used is analytic with a cross sectional approach. The sample in this study used a total population of 2.155 patients who were analyzed univariate. Results: Indicator value in the safa room obtained BOR 65,56%, AvLOS 2,81 days, TOI 12,68 days and BTO 39,11 times. Marwah room obtained BOR 51,01%,AvLOS 2,80 days,TOI 19,92 days,BTO 24,54 times and Mina room obtained BOR 90,15%,AvLOS 2,67 days,TOI 7,43 days and BTO 33,14 times. This indicates that the efficiency. Of Bed Occupancy in the there inpatient rooms is not efficient and is supported by a result 0% hai’s value. Conclusion:It is necessary to increase kwonledge about illness and disease that can be overcome by effective promotion of hospital public health.
PENTINGNYA PROSEDUR KERJA PENYUSUTAN BERKAS REKAM MEDIS GUNA MENJAGA KUALITAS PELAYANAN REKAM MEDIS DI RS.X KOTA BENGKULU Nofri Heltiani; Ismail Arifin; Anggia Budiarti; Nurwahyu Asroni; Rangga Prabu Pradana
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v1i3.55

Abstract

Kunjungan pasien di Rumah Sakit X Kota Bengkulu mengalami peningkatan setiap tahun sejak mulai beroperasional Januari 2014, yang diiringi dengan meningkatnya jumlah pasien tidak aktif berobat sehingga mengharuskan dilakukannya penyusutan. Penyusutan berkas rekam medis pertama kali dilakukan tahun 2019 dengan melihat tahun kunjungan terakhir tanpa melihat kelompok penyakit, kemudian rekam medis tersebut diikat, ditumpuk dan diletakkan di belakang rak filing. Hal ini dikarenakan belum adanya prosedur kerja penyusutan berkas rekam medis, sehingga ketika pasien inaktif berobat kembali maka akan dibuatkan rekam medis baru dengan nomor rekam medis yang baru. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah difusi ipteks yang digunakan dalam menyusun prosedur kerja penyusutan berkas rekam medis untuk membantu petugas melakukan kegiatan proses penyusutan di Rumah Sakit X Kota Bengkulu. Selanjutnya pelatihan juga dilaksanakan yang diawali dengan kegiatan penyuluhan dan dilanjutkan dengan pelatihan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar. Pada awalnya kegiatan penyusutan berkas rekam medis hanya melihat tahun kunjungan terakhir tanpa melihat kelompok penyakit kemudian diikat, ditumpuk dan diletakkan di belakang rak filing. Setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan, petugas akhirnya mengetahui bahwa kegiatan proses penyusutan berkas rekam medis tersebut berdasarkan kelompok penyakit dengan menggunakan tracer rekam medis atau out guide sebagai sarana pengganti dengan berpedoman pada jadwal retensi Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Medik No.HK 00.06.1.5.01160 Tahun 1995 guna menjaga kualitas pelayanan rekam medis.
PENTINGNYA TRACER REKAM MEDIS SEBAGAI SARANA PELACAK REKAM MEDIS YANG KELUAR DARI RAK FILING DI PUSKESMAS JALAN GEDANG KOTA BENGKULU Ismail Arifin; Nofri Heltiani; Frisya Anggita; Falin Athamila Putri; Abel Eka Prasetya
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v1i3.56

Abstract

Ketersediaan rekam medis secara cepat dan tepat pada saat dibutuhkan akan sangat membantu mutu pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien. Jika sistem penyimpanan rekam medis yang digunakan kurang baik, akan akan terjadi permasalahan yang dapat mengganggu penyediaan rekam medis ketika diperlukan. Dalam kegiatan penyimpanan dan pengambilan kembali rekam medis, petugas filing di Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu belum menggunakan tracer rekam medis sebagai sarana pengganti dan pelacak rekam medis yang keluar dari rak filing. Hal ini akan berdampak terjadinya misfile, hilangnya rekam medis dan terganggunya proses pelayanan dalam penyediaan rekam medis yang diperlukan. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah difusi ipteks yang digunakan dalam rangka mendesain dan menyusun prosedur penggunaan tracer rekam medis yang cocok untuk digunakan di Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu. Selanjutnya pelatihan ini diawali dengan kegiatan penyuluhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar. Pada awalnya tracer rekam medis belum digunakansebagai sarana pengganti rekam medis yang keluar dari rak filing. Setelah dilakuan penyuluhan dan pelatihan, petugas akhirnya mengetahui bahwa tracer rekam medis sangat penting digunakan.
EFISIENSI HUNIAN TEMPAT TIDUR DENGAN KEJADIAN HA’Is PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RSUD HARAPAN DOA KOTA BENGKULU Nofri Heltiani
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v7i2.2855

Abstract

Background: The efficiency of inpatient bed occupancy is something that must be considered in hospital quality. To determine the efficiency pf bed occupancy, a bed occupation rate indicator is needed, averate length of stay, turn over interval and bed turn over. The decline in the number of patient visits during the covid 19 pandemic period will affect the use of beds, hai’s and cost received by the hospital. Subjects and Method: The type of research used is analytic with a cross sectional approach. The sample in this study used a total population of 2.155 patients who were analyzed univariate. Results: Indicator value in the safa room obtained BOR 65,56%, AvLOS 2,81 days, TOI 12,68 days and BTO 39,11 times. Marwah room obtained BOR 51,01%,AvLOS 2,80 days,TOI 19,92 days,BTO 24,54 times and Mina room obtained BOR 90,15%,AvLOS 2,67 days,TOI 7,43 days and BTO 33,14 times. This indicates that the efficiency. Of Bed Occupancy in the there inpatient rooms is not efficient and is supported by a result 0% hai’s value. Conclusion:It is necessary to increase kwonledge about illness and disease that can be overcome by effective promotion of hospital public health.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI e-RETENSI DI RUMAH SAKIT X KOTA BENGKULU Ismail Arifin; Reski Noviana; Nofri Heltiani; Parwito Parwito
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i1.638

Abstract

Pengelolaan retensi berkas rekam medis di Rumah Sakit X Kota Bengkulu masih dilakukan secara konvensional sehingga tidak efektif dan efisien serta informasi yang tersimpan tidak lengkap sehingga berdampak pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Oleh itu, telah dikembangkan aplikasi e-retensi oleh tim pengabdi melalui penelitian dan hasil penelitian tersebut telah disosilisasikan kepada pihak Rumah Sakit serta petugas filing telah diberikan edukasi oleh tim pengabdi sebagai upaya mendukung implementasi aplikasi e-retensi. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada petugas filing. Jenis kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan melalui tahapan persiapan, pelaksaan dan evaluasi. Target akhir dari kegiatan ini adalah pihak mitra mampu mengadopsi aplikasi e-retensi. Hasil kegiatan 10 orang perekam medis mengikuti kegiatan pelatihan di Unit Rekam Medis Rumah Sakit. Hasil menunjukkan peserta pelatihan memberikan tanggapan bahwa aplikasi e-retensi mudah dipahami dan digunakan serta menimbulkan minat yang tinggi bagi peserta untuk mengadopsi.
Impelementasi Perancangan Aplikasi APM Berbasis Smartphone di RS Bhayangkara Bengkulu Reka Dwi Syaputra; Nofri Heltiani; Agusianita Agusianita
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2026): MEI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/s2ecpc77

Abstract

Pendafataran pasien di RS Bhayangkara Bengkulu masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan keterlambatan pelayanan pada pasien, antrean panjang sering terjadi karena keterbatasan loket pendaftaran, lama waktu penginputan data dan  ketidaksesuaian jadwal dokter dengan jumlah pasien yang berobat. Untuk itu telah dilakukan perancangan aplikasi Anjungan Pasien Mandiri (APM) berbasis smartphone melalui penelitian, namun hasil penelitian tersebut belum disosialisasikan kepada pihak klinik sehingga aplikasi tersebut belum dimanfaatkan oleh rumah sakit. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada PMIK di bagian Tempat Pendaftaran Pasien. Jenis Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah sosialisasi dan pelatihan melalui tahapan persiapan, pelakasanaan serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan 10 orang peserta mengikuti pelatihan di aula rumah sakit. Hasil menunjukkan peserta pelatihan memberikan tanggapan bahwa aplikasi APM berbasis smartphone mudah untuk dipahami dan digunakan sehingga menimbulkan minat yang tinggi bagi peserta untuk mengimplementasikannya.
Edukasi Petugas Terkait Kejadian Readmission Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu Anggia Budiarti; Nofri Heltiani
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2026): MEI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/11kgtf53

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit yang sering mengalami pending klaim yang disebabkan pasien readmission. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarkat ini bertujuan memberikan edukasi terkait kejadian readmission diabetes mellitus kepada petugas di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu. Metode yang digunakan adalah sosialisasi/ceramah dan diskusi interaktif dengan sasaran Kepala Casemix dan 6 orang petugas casemix. Hasil evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman dan skill spesifik petugas casemix sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi sebesar 58% dengan rerata pretest 57 dan posttest menjadi 90. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan skill spesifik petugas casemix tentang kejadian readmission yang akan berpengaruh pada pending klaim.
Sosialisasi Kelengkapan Informasi Medis Gastroenteritis dalam Mendukung Diagnosa di RS.X Bengkulu Agusianita Agusianita; Lolly Nababan; Nofri Heltiani
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2026): MEI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/xq057c86

Abstract

Gastroenteritis merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pending klaim yang disebabkan ketidaklengkapan informasi medis yang terekam pada rekam medis pasien, sehingga proses kodefikasi diagnosa gastroenteritis menjadi tidak akurat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarkat ini bertujuan memberikan gambaran kepada petugas casemix tentang pengaruh ketidaklengkapan informasi medis gastroenteritis terhadap kode diagnosa di RS.X Bengkulu. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan diskusi interaktif dengan sasaran Kepala Casemix dan 9 orang petugas casemix. Hasil evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman petugas casemix sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi sebesar  61% dengan rerata pretest 56.00 dan posttest menjadi 90.00. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran, pemahaman dan pengetahun petugas casemix tentang pentingnya kelengkapan informasi medis dalam penegakkan diagnosa berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 02.02 / Menkes / 514 /2015 dan menentukan kode diagnosa gastroenteritis  berdasarkan ICD-10 dan INA-CBG’s.