Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pemecahan Masalah Soal Invers Fungsi Berdasarkan Tahapan Polya Irsyadi, Mohamad Khafid; Anissa, Rhibka Odeta Zemora Rambu; Pramesti, Cicik
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika (JIPM) Vol. 4 No. 1 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Prodi Matematika STKIP PGRI Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/jipm.v4i1.366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah fungsi invers berdasarkan tahapan Polya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan 4 sampel. Berdasarkan kategori 1 siswa yang kemampuan tinggi, 2 siswa yang kemampuan sedang, dan 1 siswa yang kemampuan rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah berdasarkan tahapan Polya dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kemampuan berpikir kritis yang berbeda dimana (1) siswa yang memiliki kategori kemampuan tinggi berada pada tingkat kemampuan berpikir kritis tinggi karena memenuhi lima indikator berpikir kritis dalam pemecahan masalah berbasis Polya. tahapan; (2) siswa dengan kategori kemampuan sedang memiliki dua kemungkinan tingkat kemampuan berpikir kritis, yaitu kemampuan berpikir kritis sedang dan kemampuan berpikir kritis rendah karena memenuhi 2 sampai 4 indikator berpikir kritis dalam pemecahan masalah berdasarkan tahapan Polya; dan (3) siswa yang memiliki kategori kemampuan rendah berada pada tingkat kemampuan berpikir kritis sangat rendah karena tidak memenuhi indikator berpikir kritis dalam pemecahan masalah berbasis tahap Polya.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERTIDAKSAMAAN KHOIRIN NISA, SITTA; Yunaini, Fitria; Irsyadi, M. Khafid; Pramesti, Cicik
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu mata kuliah yang sangat penting dalam perkuliahan, karena akan menjadi bekal mahasiswa ketika sudah menjadi seorang pendidik baik di jenjang SD, SMP maupun SMA. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesalahan dan jenis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pertidaksamaan pada mata kuliah Aljabar Elementer. Instrumen penelitiannya adalah lembar tes dan lembar wawancara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kalitatif. Dalam mendeskripsikan kesalahan dan jenis kesalahan mahasiswa diambil subjek penelitian 6 mahasiswa dari kelas penelitian, selanjutnya dilakukan wawancara untuk menggali informasi lebih detail. Manfaat penelitian ini adalah setelah mengetahui kesalahan dan jenis kesalahan dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk mengatasi permasalahan tersebut dikemudian hari. Pengambilan subjek dalam penelitian ini berdasar pada keberagaman jenis kesalahan yang dilakukan mahasiswa dan soal tes berupa soal uraian sebanyak tiga soal. Analisis data yang dilakukan meliputi uji instrumen, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data kesalahan dari 6 subjek penelitian diperoleh hasil paling sering dilakukan tiap nomor terletak pada kesalahan keterampilan yaitu dilakukan oleh 5 subjek, dilanjutkan dengan kesalahan konsep yang dilakukan oleh 3 subjek dan yang jarang dilakukan adalah kesalahan pemecahan masalah yang dilakukan oleh 2 subjek. Berdasarkan tingkat kemampuan mahasiswa diperoleh untuk subjek dengan kemampuan tinggi melaukan kesalahan keterampilan, sedangkan subjek kemampuan sedang melakukan kesalahan keterampilan dan kesalahan konsep dan untuk subjek kemampuan rendah melakukan kesalahan keterampilan dan pemecahan masalah.
Kajian Miskonsepsi Kesebangunan dengan Three-Tier Test pada Peserta Didik SMP Mambaus Sholihin 2 Usniatul, Maulida; Irsyadi, M. Khafid; Sari, Ayu Silvi Lisvian
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v5i1.2518

Abstract

Inaccurate or flawed understanding of mathematical concepts remains a challenge in the learning process at the junior high school level. One topic particularly prone to misconceptions is similarity, as it involves spatial reasoning and abstract mathematical relations. This study aims to explore the forms and causes of misconceptions in similarity encountered by seventh-grade students at SMP Mambaus Sholihin 2 in the 2024/2025 academic year. Misconceptions are defined as conceptual understandings that deviate from scientific principles, which may hinder the achievement of comprehensive mathematical competence. The study employed a qualitative descriptive approach with the main instruments being a three-tier diagnostic test and interviews. The three-tier test consists of concept-based questions, the reasoning behind the chosen answers, and the students’ confidence levels in those answers, thereby enabling a more comprehensive identification of misconceptions. Among 36 students, several types of misconceptions were identified, including pure misconceptions, false positives, false negatives, as well as categories of partial understanding and non-understanding. The highest proportion was found in the non-understanding category (28.2%), followed by false positive misconceptions (10.4%) and false negative misconceptions (5.2%). These findings indicate that students’ understanding of similarity remains limited, particularly regarding the relationships between sides and angles in plane figures. Contributing factors to these misconceptions include misinterpretation of concepts, limited comprehension of geometric ratios, and a lack of variety in teachers’ instructional approaches. These results are expected to serve as a strategic reference in designing more adaptive and conceptual learning to minimize similar misconceptions in the future.
Pendampingan Pengembangan Modul  Ajar dan Asesmen Berbasis Literasi Numerasi melalui Workshop Kolaboratif di SMK Negeri 3 Kota Blitar Kristiani Kristiani; Cicik Pramesti; Sita Khoirin Nisa; Riki Suliana RS; Suryanti Suryanti; Ayu Silvi Lisvian Sari; M. Khafid Irsyadi
Keris: Journal of Community Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): KERIS: Journal of Community Engagement
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/keris.v6i1.3337

Abstract

Numeracy is not merely the ability to perform calculations, rather, it is the capacity to understand, interpret, and communicate mathematically rich information in real world contexts. Strengthening numeracy is not the sole responsibility of mathematics teachers. It requires collaboration across all subject areas. National and international assessments consistently indicate that the numeracy skills of Indonesian students have not improved significantly and, in some cases, have shown a declining trend. Preliminary observations revealed that, although SMK Negeri 3 Blitar had conducted activities to raise awareness of numeracy literacy, it lacked established best practices for developing numeracy-based teaching modules and assessments. Consequently, a collaborative workshop was organized at SMK Negeri 3 Blitar to provide guidance in the development of these materials. This initiative was carried out in collaboration with the Blitar Campus (PSDKU) of Universitas PGRI Adi Buana Surabaya and aimed to enhance teachers’ understanding of numeracy while supporting the production of numeracy based teaching modules and assessments. The program employed a collaborative workshop approach consisting of four stages: preparation, implementation, evaluation, and reporting. A total of forty four teachers from various subject areas participated in the two day event, which included presentations, sharing sessions, and group based practical activities focused on developing teaching modules and assessments. The evaluation indicated that 84% of participants achieved a high level of understanding of fundamental numeracy literacy concepts, and all groups successfully produced numeracy based teaching modules and assessments. Nevertheless, participants’ ability to design assessments still requires further improvement, as only 39% reached the high-proficiency category. Therefore, continued assistance through more intensive hands on training is recommended.