Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Cakupan K4 di Puskesmas Sedayu II Kabupaten Bantul Tahun 2017 Eniyati Eniyati; Lily Yulaikhah; Dian Puspitasari
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 5 (2019): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.223 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol5.iss1.41

Abstract

Kematian maternal dalam suatu negara merupakan ukuran yang dipergunakan untuk menilai baik buruknya pelayanan kebidanan. Indikator yang digunakan dalam kematian ibu adalah Angka Kematian Ibu (AKI). Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan ibu selama masa kehamilannya, Pelayanan antenatal lengkap jika frekuensi pelayanan minimal 4 kali. Data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantu, cakupan K1 sudah 100 %, sedangkan cakupan K4 masih di bawah target. Cakupan K 4 terendah di Puskesmas Sedayu II sebesar 72 %. Jika DO K1-K4 lebih dari 10 % maka perlu penelusuran dan intervensi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan cakupan K4 di Puskesmas Sedayu II Bantul. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sedayu II Kabupaten Bantul dengan rancangan deskriptif korelasi pendekatan cross sectional bersifat retrospektif menggunakan studi dokumen. Populasi seluruh ibu hamil yang melahirkan pada tahun 2017 di wilayah Puskesmas Sedayu II Kabupaten Bantul. Hasil Penelitian ini yaitu Tidak ada hubungan antara umur dengan K4, nilai ρ value 0.476. Ada hubungan paritas dengan K4, nilai ρ value 0.001. Tidak ada hubungan antara K1 dengan K4, nilai ρ value 0.628. Tidak ada hubungan antara kasus abortus dengan K4, nilai ρ value 0.496. Tidak ada hubungan antara umur, K1, dan kasus abortus dengan K4. Ada hubungan antara Paritas dengan K4.
Faktor–faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Tempat Persalinan di Desa Siaga Wilayah Puskesmas Kaliangkrik Kabupaten Magelang Dian Puspitasari
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 5 (2019): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.337 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol5.iss1.44

Abstract

Program Desa Siaga adalah bentuk pendekatan pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat agar dapat hidup mandiri di bidang kesehatan, melalui Desa Siaga diharapkan dapat meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (nakes) di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor predisposisi, pendukung dan kebutuhan terhadap pemilihan tempat persalinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan potong lintang dengan 130 responden. Data yang terkumpul dianalisis secara bivariabel dan multivariabel menggunakan uji chi-Square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan dari 130 ibu yang bersalin dengan bidan desa, 70 ibu memilih tempat persalinan di rumah. Variabel yang memiliki hubungan dengan pemilihan tempat persalinan adalah karakteristik predisposisi usia (p=0,036), pendidikan (p=0,001), paritas (p=0,001), budaya (p<0,001), sedangkan tingkat pengetahuan tidak berhubungan (p=0,796). Karakteristik pendukung penghasilan keluarga (p<0,001) memiliki hubungan, sedangkan jarak (p=0,329), manfaat askes (p=0,288) dan persepsi tentang Desa Siaga (p=0,234) tidak ada hubungan. Karakteristik kebutuhan pengambil keputusan (p<0,001) dan kunjungan ANC (p<0,001) terdapat hubungan, sedangkan riwayat komplikasi hamil tidak ada hubungan (p=0,972). Hasil analisis multivariabel menunjukkan karakteristik predisposisi (pendidikan, paritas, dan budaya), pendukung (penghasilan keluarga) serta kebutuhan (pengambil keputusan dan jumlah kunjungan ANC) berhubungan secara simultan terhadap pemilihan tempat persalinan di Desa Siaga. Jumlah kunjungan ANC merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemilihan tempat persalinan. Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara karakteristik predisposisi, pendukung dan kebutuhan terhadap pemilihan tempat persalinan dan ketiga faktor tersebut secara simultan berhubungan terhadap pemilihan tempat persalinan di Desa Siaga Wilayah Puskesmas Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Puskesmas diharapkan memperhatikan hal tersebut sehingga dapat meningkatkan pemanfaatan PKD.
PERSEPSI KADER POSYANDU TENTANG POSYANDU DAN SISTEM INFORMASI POSYANDU DI DESA SUKOHARJO; STUDI KUALITATIF Tyas Ning Yuni Astuti Anggraini; Ekawati; Kharisma; Dian Puspitasari
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 11 No 1 (2022): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v11i1.740

Abstract

Background: In the 2020 RPJMN, main focus the government is promotive and preventive. Promotive and preventive efforts can be built from the Posyandu level. The Posyandu monitors the health conditions of mothers and children on a monthly basis. Monitoring is carried out by health cadres.Objective: To find out the perception of health cadres related to Posyandu and Posyandu information systems in Sukoharjo Village.Methods: The type of research that will be used in this research is qualitative research. The research subject is the selection of some of the Posyandu cadres in Sukoharjo Village as respondents to evaluate the quality of information between before and after system development. Sampling was done by purposive sampling. Content analysis is used to analyze qualitative data derived from the results of in-depth interviews and observations related to the development of information systems.Results: Shows that most of them are in the young category (31-47 years) by 8 people (62%), the majority of education is high school education/equivalent as many as 8 people (62%), and with work most of them are housewives as many as 9 people (69%) . Perception consists of 5 dimensions, 4 dimensions related to Posyandu as a whole, namely related to the duties of Health cadres, Posyandu implementation techniques, barriers to Posyandu implementation, and coordination of Health workers with cadres. Meanwhile, in another dimension related to the posyandu information system, the focus is on the views of cadres related to the expected posyandu information system.Conclusion: In the perception of cadres related to posyandu and posyandu information systems, there are 5 main dimensions.