Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Strategi Pemsaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Produk Makanan Olahan Sacha Inchi Roni Marsiana Suhendi; Mujaddid Faruk; Ibnu Rusydi; Kasman Kasman; Dede Abdul Rozak
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i1.22644

Abstract

Produk olahan sacha inchi merupakan inovasi pangan berbasis tanaman yang masih relatif baru di Indonesia sehingga menghadapi tantangan pemasaran yang signifikan. Rendahnya tingkat pengetahuan konsumen mengenai manfaat produk menyebabkan permintaan dan volume penjualan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis implementasi strategi pemasaran produk olahan sacha inchi; (2) mengintegrasikan strategi pemasaran digital dan non-digital dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi; dan (3) mengeksplorasi segmen pasar potensial berdasarkan indikator ekonomi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain Grounded Theory tipe konstruktivistik. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kuesioner pada pelaku usaha, pedagang, dan konsumen di empat lokasi pasar olahan pangan di Kabupaten Ciamis. Temuan menunjukkan bahwa strategi pemasaran harus mengacu pada bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi) dengan penekanan pada edukasi nutrisi, branding premium, diversifikasi produk, pemanfaatan platform digital, dan distribusi hybrid. Segmen pasar ideal adalah kelompok menengah ke atas dengan gaya hidup sehat. Penelitian ini menghasilkan model integrasi strategi pemasaran digital dan non-digital untuk meningkatkan awareness, penetrasi pasar, dan volume penjualan produk olahan sacha inchi.
Pelatihan Public Speaking dengan Metode Ekstemporan dalam Biantara Sunda Untuk Peningkatan Kapasitas Komunikasi Perangkat Desa di Desa Sadananya, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis Ari Kusumah Wardani; Sirojul Munir; Diwan Pramulya; Ibnu Rusydi; Neti Sunarti
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23242

Abstract

Aparatur desa berperan sebagai penghubung komunikasi utama antara pemerintah dan warga, namun efektivitasnya sering kali terhambat oleh kecemasan psikologis serta keterbatasan teknis dalam berpidato. Program pengabdian ini dirancang untuk menguatkan kecakapan komunikasi publik perangkat desa melalui penerapan metode ekstemporan yang diselaraskan dengan kearifan lokal biantara Sunda. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif guna mengeksplorasi perubahan perilaku komunikasi para peserta. Prosedur pelaksanaan mengacu pada metode Participatory Learning and Action (PLA) yang mencakup fase diagnostik, lokakarya teknis, praktik klinis berbasis umpan balik video, serta pendampingan. Hasil evaluasi mengindikasikan lonjakan kompetensi yang signifikan, terlihat dari kenaikan rata-rata skor performa dari 64,5 menjadi 87,8. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa teknik ekstemporan efektif mereduksi beban kognitif pembicara dengan mengganti pembacaan naskah utuh menjadi kerangka tematis ringkas, sehingga tercipta interaksi yang lebih natural. Di samping itu, pelatihan ini berhasil menghidupkan kembali filosofi budaya Galuh seperti someah, hade basa, dan wijaksana dalam praktik komunikasi birokrasi. Secara kolektif, 93,3% peserta mencapai tingkat kompetensi tinggi. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan retorika berbasis nilai lokal mampu meningkatkan marwah dan profesionalisme aparatur desa, serta menyarankan agar metode ini diintegrasikan secara formal dalam protokol rapat desa.
PELUANG PEMUDA SEBAGAI PENGGERAK UTAMA DALAM ADVOKASI BIDANG PERTANIAN Enju Juanda; Ibnu Rusydi; Doni Cakra Gumilar
Jurnal Ilmiah Galuh Justisi Vol 14, No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Galuh Justisi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/justisi.v14i2.24350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang pemuda sebagai penggerak utama dalam advokasi bidang pertanian, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keterlibatan pemuda, serta mengkaji strategi penguatan peran pemuda dalam meningkatkan efektivitas advokasi guna mendukung perlindungan dan pemberdayaan petani di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, rendahnya regenerasi petani, serta berbagai persoalan pertanian seperti alih fungsi lahan, lemahnya perlindungan petani, dan ketimpangan akses terhadap teknologi serta kebijakan pertanian. Dalam kondisi tersebut, pemuda dipandang memiliki posisi strategis sebagai agent of change yang mampu mendorong transformasi pembangunan pertanian melalui kegiatan advokasi sosial, hukum, dan kebijakan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) berdasarkan teori Peter Mahmud Marzuki. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik analisis data dilakukan secara yuridis kualitatif melalui inventarisasi, klasifikasi, interpretasi, dan sistematisasi bahan hukum yang kemudian dianalisis secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak utama advokasi di bidang pertanian karena didukung oleh perkembangan teknologi digital, kemampuan inovasi, kreativitas, serta adanya dasar hukum yang memberikan ruang partisipasi masyarakat dalam perlindungan dan pemberdayaan petani. Namun demikian, keterlibatan pemuda masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, stigma negatif terhadap profesi petani, keterbatasan akses modal dan teknologi, minimnya pendidikan advokasi, serta kurangnya ruang partisipasi dalam pengambilan kebijakan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan peran pemuda melalui peningkatan pendidikan dan literasi advokasi pertanian, penguatan organisasi kepemudaan, pemanfaatan teknologi digital, dukungan kebijakan pemerintah yang inklusif, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan pemuda dalam advokasi bidang pertanian merupakan bagian penting dalam mendukung perlindungan dan pemberdayaan petani serta mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Pemuda diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih modern, produktif, dan berpihak kepada kepentingan petani serta ketahanan pangan nasional