Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

LUMBUNG VILLAGE ASSETS MANAGEMENT SYNERGY Ihsan Rahman Fauji; Tatang Parjaman; Diwan Pramulya; Aditiyawarman; Candra Firmanto
JGSRD: Journal of Government Science and Rural Development Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Social And Political Science Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jgsrd.v3i2.2771

Abstract

Lumbung Village is one of the villages in Lumbung District, Ciamis Regency which has a fairly large area with various assets owned. However, asset management is still not optimally as it should be. By building synergies between existing parties, it is hoped that stakeholders can work together in managing village assets so that existing assets can be managed optimally to encourage village independence and progress as well as community welfare. The purpose of this study, namely to determine the synergy between the Village Government and BUMDes in managing village assets in Lumbung Village, Lumbung District, Ciamis Regency. The research method used is descriptive qualitative. The results of the research that the authors get are that there are still constraints in terms of budget and media and communication facilities in terms of managing village assets. Thus, the management of village assets by the Village Government and Village Owned Enterprises (BUMDEs) is still not running optimally.
TINJAUAN YURIDIS TENTANG PERSAMAAN DAN PERBEDAAN SISTEM PEMERINTAHAN DAERAH OTONOM DENGAN SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA BAGIAN Cecep Cahya Supena CahyaSupena; Diwan Pramulya
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 8 No 4 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.482 KB) | DOI: 10.25157/moderat.v8i4.2861

Abstract

Susunan negara di seluruh dunia secara umum dapat dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu Negara Unitaris (Kesatuan) dan Negara Federasi (Serikat). Negara Unitaris terdiri dari 2 (dua) sistem, yaitu Negara Unitaris yang menerapkan sistem Sentralisasi dan Negara Unitaris  yang menerapkan sistem Desentralisasi. Di Negara Unitaris yang menerapkan sistem sentralisasi,  pemerintah pusat adalah sebagai penyelenggara seluruh kegiatan pemerintahan dalam negara, sedangkan keberadaan pemerintah daerah hanya sebagai pelaksana kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat. Sedangkan untuk di Negara Unitaris yang menerapkan sistem desentralisasi, kepada setiap daerah diberi hak otonomi, yaitu hak / wewenang bagi pemerintah daerah untuk bisa  mengatur dan mengurus daerahnya sendiri menurut prakarsa/inisiatif sendiri. Sekalipun demikian pemerintah daerah tetap harus tunduk  dan patuh pada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Selanjutnya yang dimaksud dengan  Negara Federasi (Serikat)  ialah negara yang merupakan gabungan dari negara-negara bagian.  Negara-negara  bagian ini memiliki wewenang mengatur dan mengurus kepentingan negaranya masing-masing,  seperti  halnya wewenang yang diberikan kepada daerah otonom. Secara sepintas terlihat bahwa antara daerah otonom yang ada pada negara unitaris yang menerapkan sistem desentralisasi dengan negara bagian yang ada pada negara serikat, memiliki beberapa persamaan dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan disamping adanya beberapa perbedaan.
STRATEGI USAHA OLEH TENAGA KERJA MANDIRI PEMULA DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN Pramulya, Diwan; Supena, Cecep Cahya
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 1 (2025): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v12i1.18678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi usaha oleh tenaga kerja mandiri pemula dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku usaha pemula mencakup keterbatasan pengetahuan dalam perencanaan bisnis, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pelaku UMKM di Kecamatan Padaherang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hastrategi usaha oleh tenaga kerja mandiri pemula di Kecamatan Padaherang melibatkan pelatihan keterampilan teknis, pendampingan dalam perencanaan bisnis, dan penerapan pemasaran digital. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses modal, rendahnya literasi keuangan, dan kurangnya dukungan kelembagaan masih menjadi hambatan dalam pengembangan usaha mereka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun terdapat upaya yang signifikan dalam implementasi strategi usaha, diperlukan peningkatan akses terhadap modal, pelatihan literasi keuangan, dan dukungan kelembagaan untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM yang dikelola oleh tenaga kerja mandiri pemula di Kecamatan Padaherang. Kata kunci: Strategi usaha,Tenaga Kerja Mandiri Pemula, UMKM 
EFEKTIVITAS PENGAWASAN TAHAPAN KAMPANYE OLEH PANWASLU KECAMATAN CIAMIS PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Pramulya, Diwan; Supena, Cecep Cahya
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v11i3.5102

Abstract

The campaign stage is a crucial and significant phase in the General Elections in Indonesia, as stipulated in Law Number 7 of 2017 concerning Elections and further regulated in the General Elections Commission Regulation Number 15 of 2023 concerning Election Campaigns, as well as the Election Supervisory Body Regulation Number 11 of 2023 concerning Campaign Supervision. However, during the implementation of the campaign stage in the 2024 General Elections, alleged campaign violations that disrupt the integrity of the elections were still frequently found. This study aims to analyze the effectiveness of campaign stage supervision by the Ciamis District Panwaslu (Election Supervisory Committee) in the 2024 General Elections by examining the implementation of supervisory duties and authorities in accordance with applicable regulations. The research method uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through in-depth interviews, documentation, and observation of campaign supervision activities carried out by the District Panwaslu. The results of the study indicate that the Ciamis District Panwaslu has carried out its campaign monitoring functions in accordance with the provisions of the legislation. Supervision was conducted through monitoring patrols, the reception and handling of reports, and coordination with stakeholders. Nonetheless, its effectiveness is still hindered by limitations in human and logistical resources, as well as a low level of public participation. This study recommends enhancing the institutional capacity of Panwaslu and strengthening regulation-based participatory supervision.  
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM CURUG JAMI DI DESA SUKAMAJU Wardani, Ari Kusumah; Pramulya, Diwan; Azminur, Rismayanti; Azzahra, Zakia Fatimah; Meilasari , Sindy
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v11i3.5402

Abstract

Curug Jami is one of the natural attractions located in Kujang Kulon Hamlet, Sukamaju Village, Cihaurbeuti District, Ciamis Regency. Curug Jami is one of the areas at the foot of Sawal mountain under the management of the Natural Resources Conservation Center (BKSDA) which is included in the Wildlife Sanctuary area. The purpose of this observation is to analyze the development of Curug Jami natural attractions in order to increase tourist attractiveness and contribution to the local economy. This observation was conducted in the Sukamaju Village area with a descriptive qualitative approach with data collection techniques used through unstructured interviews. The results of the observation show that the development of this tourist attraction requires synergy between the government, the community, and the private sector. The main factors that influence development include inadequate infrastructure, limited promotion, and local community awareness of tourism potential. The proposed strategies include improving accessibility through road improvements, expanding supporting facilities such as parking areas, providing campsites, and optimizing digital promotions. Sustainable cooperation between related parties is expected to improve the quality of tourist attractions, attract more visitors, and have a positive impact on the welfare of the surrounding community.
PERAN FORUM KOORDINASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (FKPDAS) JABAR WILAYAH CIAMIS DALAM MENDORONG PENGELOLAAN MIKRO DAS BERBASIS DESA DI KABUPATEN CIAMIS Pramulya, Diwan; Rengganis, Rofiah; Rasyid, Dwinarto; Supena, Cecep Cahya; Mulyadi, Edi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3 (2025): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v12i3.22666

Abstract

Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) masih menghadapi tantangan serius akibat pendekatan sektoral, lemahnya koordinasi kelembagaan, dan minimnya pelibatan masyarakat di tingkat tapak. Mikro DAS yang berada di wilayah perdesaan memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran FKPDAS Jawa Barat Wilayah Ciamis dalam mendorong tata kelola mikro DAS berbasis desa serta mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan keterbatasan pendekatan yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Desa Golat, Sukajaya, dan Sukamaju. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan analisis dokumen kebijakan, yang dianalisis menggunakan analisis tematik dengan validasi melalui triangulasi sumber, metode, dan teoritik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FKPDAS berperan strategis sebagai bridging institution yang memfasilitasi kolaborasi lintas aktor dan mengintegrasikan isu konservasi DAS ke dalam perencanaan pembangunan desa. Namun demikian, implementasi pengelolaan mikro DAS berbasis desa masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kapasitas teknis aparatur desa, lemahnya daya ikat kelembagaan FKPDAS, serta belum sinkronnya perencanaan antara wilayah ekologis DAS dan batas administratif desa. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan kolaboratif dan integrasi kebijakan lintas sektor untuk mewujudkan tata kelola mikro DAS berbasis desa yang berkelanjutan.Kata Kunci : FKPDAS, Mikro DAS Berbasis Desa, Tata Kelola Lingkungan, Kolaborasi Lintas Actor, Pengelolaan Sumber Daya Alam.
ANALISIS YURIDIS PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU SEBAGAI INSTRUMEN PENEGAKKAN HUKUM PEMILU DI INDONESIA Diwan Pramulya; Cecep Cahya Supena
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v12i2.6160

Abstract

General elections constitute the primary mechanism for exercising popular sovereignty in a democratic state governed by the rule of law, as mandated by the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. In practice, however, the electoral process is frequently accompanied by various electoral disputes that may undermine the legitimacy of election outcomes, legal certainty, and public trust in democratic institutions. This study aims to examine electoral dispute resolution as an instrument of electoral law enforcement and to evaluate the effectiveness of the existing dispute resolution mechanisms in promoting legal certainty, justice, and electoral integrity in Indonesia. This research employs a normative legal research method using statutory, conceptual, and case approaches. The data were collected through library research, including legislation, judicial decisions, official reports, and relevant scholarly literature. The findings indicate that Indonesia's electoral dispute resolution system distributes authority among the General Election Supervisory Agency (Bawaslu), the Honorary Council of Election Organizers (DKPP), the State Administrative Court, the Supreme Court, and the Constitutional Court. Nevertheless, its implementation continues to face significant challenges, including regulatory inconsistencies, overlapping institutional jurisdictions, and insufficient inter-agency coordination, which collectively hinder the effectiveness of electoral law enforcement. The novelty of this research lies in proposing the Integrated Electoral Dispute Resolution System (IEDRS) as a conceptual framework for harmonizing electoral dispute resolution through regulatory integration, institutional coordination, and effective implementation of judicial decisions to strengthen legal certainty, enhance electoral law enforcement, and improve the quality of democracy in Indonesia.  
Pelatihan Public Speaking dengan Metode Ekstemporan dalam Biantara Sunda Untuk Peningkatan Kapasitas Komunikasi Perangkat Desa di Desa Sadananya, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis Ari Kusumah Wardani; Sirojul Munir; Diwan Pramulya; Ibnu Rusydi; Neti Sunarti
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23242

Abstract

Aparatur desa berperan sebagai penghubung komunikasi utama antara pemerintah dan warga, namun efektivitasnya sering kali terhambat oleh kecemasan psikologis serta keterbatasan teknis dalam berpidato. Program pengabdian ini dirancang untuk menguatkan kecakapan komunikasi publik perangkat desa melalui penerapan metode ekstemporan yang diselaraskan dengan kearifan lokal biantara Sunda. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif guna mengeksplorasi perubahan perilaku komunikasi para peserta. Prosedur pelaksanaan mengacu pada metode Participatory Learning and Action (PLA) yang mencakup fase diagnostik, lokakarya teknis, praktik klinis berbasis umpan balik video, serta pendampingan. Hasil evaluasi mengindikasikan lonjakan kompetensi yang signifikan, terlihat dari kenaikan rata-rata skor performa dari 64,5 menjadi 87,8. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa teknik ekstemporan efektif mereduksi beban kognitif pembicara dengan mengganti pembacaan naskah utuh menjadi kerangka tematis ringkas, sehingga tercipta interaksi yang lebih natural. Di samping itu, pelatihan ini berhasil menghidupkan kembali filosofi budaya Galuh seperti someah, hade basa, dan wijaksana dalam praktik komunikasi birokrasi. Secara kolektif, 93,3% peserta mencapai tingkat kompetensi tinggi. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan retorika berbasis nilai lokal mampu meningkatkan marwah dan profesionalisme aparatur desa, serta menyarankan agar metode ini diintegrasikan secara formal dalam protokol rapat desa.
Kolaborasi Perangkat Desa Dan Kelompok Wanita Tani Dalam Penguatan Kewirausahaan Sosial Di Desa Bendasari Sahadi; Ginanjar Wira Saputra; Dede Syahril Sidik; Diwan Pramulya; Sinta Puspa Rahayu; Kurniawati
Inspira: Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspira Brighter You Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Bendasari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis bertujuan untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan sosial melalui kolaborasi perangkat desa dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan teknis dan manajerial KWT dalam mengolah potensi lokal, serta belum terintegrasinya sinergi kelembagaan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan dan pendampingan interaktif dengan pendekatan collaborative governance. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terkait manajemen pertanian dan home industry skala mikro. Sinergi lintas aktor ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi, mengoptimalkan sumber daya lokal, dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat desa.