Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANG VAKSIN MR (MEASLES RUBELLA) Pusparina, Iis; Rizani, Khairir
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v11i1.104

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi minat ibu untuk memberikan imunisasi kepada anaknya. Ibu dengan pengetahuan yang tinggi akan memenuhi kebutuhan imunisasi kepada anaknya dan memperhatikan pemberian imunisasi agar tepat waktu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua tentang vaksin MR (Measles Rubella) di wilayah kerja Puskesmas Guntung Payung Kota Banjarbaru Tahun 2022.  Metode: Rancangan penelitian bersifat deskriptif,  teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan sampel sebanyak 98 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup dengan jumlah 20 pertanyaan. Data yang didapat dianalisis dengan analisis univariat (analisis deskriptif). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan orang tua tentang vaksin MR (Measles Rubella)  dalam kategori baik sebanyak 65 responden (66,3 %), kategori sedang sebanyak 32 responden (32,7%) dan kategori kurang sebanyak 1 responden (1,0%). Kesimpulan: Mayoritas pengetahuan orang tua tentang vaksin MR adalah baik. Saran: Perlu dioptimalkan pendidikan kesehatan pada orang tua tentang manfaat vaksin dan dampaknya untuk mencegah kematian bayi dan anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PELAKSANAAN TOILET TRAINING PADA USIA PRA SEKOLAH Rahmi, Shofia; Pusparina, Iis
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v11i2.130

Abstract

Pendahuluan : Toilet training adalah salah satu tugas utama orang tua terutama ibu dalam peningkatan kemandirian tahap perkembangan pada anak usia 1-3 tahun Toilet training dapat diartikan sebagai latihan agar anak mampu mengontrol buang air besar (Bowel Control) dan mengontrol buang air kecil (Bladder Control). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang toilet training dengan pelaksanaan toilet training pada anak usia Pra Sekolah di TK Negeri Tanjung Rema Darat Martapura. Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik korelasional, dengan jumlah populasi berjumlah 100 orang dan sampel berjumlah 80 dengan teknik random sampling, instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner tentang pengetahuan ibu dan pelaksanaan toilet training, analisa data dengan uji spearmen rho. Hasil : Tingkat pengetahuan ibu tentang Toilet Training Anak mayoritas pengetahuan baik sebanyak 73 responden dan pelaksanaan Toilet Training mayoritas berhasil sebanyak 78 responden. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang toilet training dengan pelaksanaan toilet training dengan nilai r = 0,152 dan nilai korelasi sebesar – 0,072. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang toilet training dengan pelaksanaan toilet training. Saran : kepada ibu untuk mempertahankan tingkat pengetahuan dan pelaksanaan Toilet Training Anak.
Penguatan Efikasi Diri Menyusui Ibu Bekerja Melalui Edukasi Berbasis Media Informasi Irianti, Dewi; Pusparina, Iis; Ikasari, Filia Sofiani
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 01 (2024): January
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v4i01.235

Abstract

The lowest coverage of exclusive breastfeeding was in Kalimantan (37.5%). The target of exclusive breastfeeding in Banjar district was only 28.73% achieved. The results of research that has been conducted on the relationship between breastfeeding self-efficacy for working mothers and exclusive breastfeeding, the results state that psychological conditions are the factor most related to exclusive breastfeeding. The purpose of this community service activity is to strengthen the knowledge of mothers in Cahaya PAUD about “Strengthening Breastfeeding Self-Efficacy for Working Mothers”. The educational method used is the two way method, namely question and answer using leaflet media. This media makes it easier for mothers to discuss with the service team while education is given. This activity provides reinforcement to the mother that psychological conditions will be related to exclusive breastfeeding
Upaya Pencegahan Stunting Pada Remaja Melalui Edukasi Gizi Seimbang Menggunakan Video Animasi Ikasari, Filia Sofiani; Pusparina, Iis
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2024): May
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v2i02.272

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang akan menjadi dewasa dan melahirkan generasi penerus selanjutnya. Penting bagi remaja untuk memiliki pengetahuan dan sikap yang benar terutama dalam pemenuhan gizi mereka dalam rangka mencegah stunting di kemudian hari. Survei awal yang dilakukan pada remaja di SMP Negeri 3 Martapura mendapatkan hasil bahwa pengetahuan dan sikap remaja terkait gizi seimbang masih kurang. Video animasi merupakan suatu hal yang menarik perhatian remaja, sehingga pada pengabdian ini tim pengabdi perlu memberikan Pendidikan kesehatan tentang gizi seimbang menggunakan video animasi. Pengabdian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Martapura. Metode pengabdian yakni dengan penayangan media video animasi, kemudian diskusi dan tanya jawab. Hasil pengabdian ini, siswa mengatakan bahwa pengetahuannya bertambah tentang gizi seimbang dan berkomitmen untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada anak usia remaja, dapat menggunakan media video animasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang gizi seimbang.
Hubungan Peran Keluarga dengan Motivasi Pasien Diabetes Militus dalam Kontrol Kadar Gula Darah Fajrian Noor, Muhammad; Asmiati, Asmiati; Pusparina, Iis
Journal of Intan Nursing Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v1i1.54

Abstract

Pendahuluan : Peran keluarga diperlukan untuk memberi kenyamanan fisik dan psiologis seseorang saat mengalami sakit. Peran keluarga sangat penting bagi kelangsungan hidup penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan motivasi pasien dalam kontrol kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Metode : Jenis penelitian analitik korelasi dan mengunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 1.602 orang. Pengambilan sampel pada penelitian mengunakan metode purposive sampling yaitu 95 responden. Data kemudian ditabulasi dan disajikan dalam bentuk distribusi frekwensi kemudian di presentasikan. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa dari 95 responden, didapatkan bawah sebanyak 73 responden (76.8) memiliki peran yang tinggi. Ada hubungan antara peran keluarga dengan motivasi pasien dalam control kadar gula darah dengan nilai p-value = 0,000 (α < 0,005). Kesimpulan : Dukungan keluarga merupakan peran utama dalam pemeliharaan kesehatan dan membantu pasien dalam perawatan dan pengendalian diabetes melitus, disarankan bagi didang ilmu keperawatan untuk tetap meningkatkan pembelajarannya dalam bidang keperawatan keluarga dan program pengontrolan diabetes mellitus.
PENGUATAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN KADER MENGGUNAKAN MEDIA KALENDER EMAS DI DESA SUNGAI TUAN ULU Pusparina, Iis; Ikasari, Filia Sofiani
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Mei-Agustus 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i2.3231

Abstract

Stunting is still a health problem in Indonesia. Posyandu as an extension of the community health center has cadres who act as the main spearhead of stunting prevention in the community. One effort that can be made to prevent stunting is to empower cadres. Empowerment can start by increasing cadres' knowledge about stunting. Many media can be used to transfer knowledge. One effective media based on the results of the service's research is using the EMAS Calendar (Education on the Problems of Stunting Children). Therefore, the activities carried out in community service take the form of empowering cadres through providing stunting prevention education using the EMAS calendar media. This community service aims to prevent stunting by empowering posyandu cadres using the EMAS calendar. The service method was by providing education to posyandu cadres using the EMAS calendar, then discussions and questions and answers. The result of this service activity was that all cadres said that their knowledge had increased about how to prevent stunting
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SUNGAI TUAN ULU Pusparina, Iis; Ikasari, Filia Sofiani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36753

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan di Indonesia. Stunting berdampak pada menurunnya kualitas generasi penerus bangsa sehingga perlu kita cegah sedini mungkin. Pencegahan stunting bukan hanya tugas petugas kesehatan dan kader posyandu saja, ibu balita juga berperan penting karena ibu merupakan orang yang terdekat dengan anaknya dalam memberikan asah, asih, dan asuh. Pengetahuan dan sikap ibu tentang pencegahan stunting pada balita perlu diteliti agar memberikan gambaran bagi tenaga kesehatan yang berkepentingan dalam menyusun program pengentasan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan gambaran pengetahuan dan sikap ibu balita tentang pencegahan stunting di Desa Sungai Tuan Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Desa Sungai Tuan Ulu, tepatnya di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu pada bulan Mei 2024. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki balita di Desa Sungai Tuan Ulu, dengan jumlah sampel 30 orang responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu tentang pencegahan stunting pada balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa pengetahuan ibu balita berada pada kategori cukup sebesar 80% dan berada pada kategori baik sebesar 20%, sedangkan sikap ibu balita berada pada ketegori cukup sebesar 100%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan ibu balita tentang pencegahan stunting berada pada kategori cukup dan sikap ibu balita tentang pencegahan stunting di Desa Sungai Tuan Ulu seluruhnya berada pada kategori cukup.
Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Pencegahan ISPA pada Balita di Puskesmas Bramban Kabupaten Hulu Sungai Selatan: Description of Mothers' Knowledge about Prevention of ISPA in Toddlers at the Bramban Community Health Center, Hulu Sungai Selatan Regency Salihin, M. Fauzan; Ikasari, Filia Sofiani; Pusparina, Iis
Journal of Intan Nursing Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v3i2.210

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan atas dan bawah dan berlangsung sekitar 7-14 hari. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh yang lemah dan belum sepenuhnya terbentuk. Salah satu faktor yang memengaruhi ISPA adalah pengetahuan, kurangnya pengetahuan ibu tentang pencegahan ISPA pada balita dapat menyebabkan balita terserang penyakit ISPA. Saat ini belum terdapat data mengenai gambaran pengetahuan Ibu balita tentang pencegahan ISPA di Puskesmas Bamban. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan Ibu balita tentang pencegahan ISPA pada balita di Puskesmas Bamban Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2023. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan sampel sebanyak 82 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner tentang pencegahan ISPA yang terdiri dari 12 pertanyaan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu balita tentang pencegahan ISPA berada pada kategori kurang sebanyak 36,6%, kategori cukup sebanyak 54,9%, dan pada kategori baik sebanyak 8,5%. Kesimpulan: Sebagian besar ibu balita di Puskesmas Bamban memiliki pengetahuan yang cukup tentang pencegahan ISPA. Saran: Perlunya dilaksanakan pendidikan kesehatan tentang pencegahan ISPA kepada ibu balita di Puskesmas Bamban.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN ENAM LANGKAH PADA KELUARGA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RS TK. IV GUNTUNG PAYUNG TAHUN 2024 Tamara Maisah Nurjanah, Tamara; Lestiani, Ika; Pusparina, Iis
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.208

Abstract

Pendahuluan: Keluarga pasien memiliki peran penting terhadap peningkatan pengetahuan dalam perilaku cuci tangan yang baik. Penerapan perilaku cuci tangan enam langkah yang sesuai dengan World Health Organization (WHO) yaitu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir untuk mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci tangan pada keluarga pasien di Ruang Rawat Inap RS Tk. IV Guntung Payung. Metode: Studi ini menggunakan metode analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel yang diteliti yaitu tingkat pengetahuan keluarga pasien terhadap cuci tangan enam langkah. Data dianalisis menggunakan uji statistic Spearman Rho. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 69 sampel. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh p-value: 0,000 (<0,05) sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci tangan pada keluarga pasien di Ruang Rawat Inap RS Tk. IV Guntung Payung. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci tangan pada keluarga pasien di Ruang Rawat Inap RS Tk. IV Guntung Payung. Saran: Rumah sakit dapat berupaya meningkatkan pengetahuan keluarga pasien dengan cara melakukan edukasi rutin tentang cuci tangan enam langkah yang baik dan benar sesuai prosedur.
Tinjauan Kuantitatif Mutu Rekam Medis Pada Formulir Discharge Summary Rawat Inap Nur Afiqoh; Chairunnisa; Iis Pusparina
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5560

Abstract

Resume medis merupakan salah satu form yang wajib terlampir didalam rekam medis pada saat tenaga kesehatan seperti dokter dan dokter gigi memberikan pelayanan. Dalam kelancaran klaim JKN ditemukan masalah adanya ketidaklengkapan pengisian resume medis sehingaa terjadi adanya berkas pending atau berkas yang dikembalikan oleh verifikator BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan pengisian resume medis terhadap kelancaran klaim JKN di ruamg rawat inap RSD Idaman Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 3.226 berkas resume medis bulan September-November tahun 2023 teknik pengambilan sampel dengan random sampling dengan jumlah sampel 356 berkas resume medis. Hasil penelitian menunjukan angka berkas resume medis yang lengkap dan klaim lancar sebanyak 16 berkas, berkas tidak lengkap dan lancar sebanyak 321 berkas, berkas tidak lengkap dan tidak lancar sebanyak 19 berkas, yang kemudian dilakukan uji chi square dan diperoleh nilai p-value 1,000>0,05. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara kelengkapan resume medis terhadap kelancaran klaim JKN di RSD Idaman Banjarbaru. Walaupun tidak ada pengaruh antara kelengkapan pengisian resume medis terhadap kelancaran klaim, namun pengisian resume medis tetap diisi dengan selengkap-lengkapnya saesuai dengan peraturan yang ada, dan untuk meningkatkan kualitas resume medis serta kualitas pelayanan. Kata kunci: Resume medis, Rawat inap, Klaim JKN, Klaim BPJS