Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Efikasi Diri Menyusui Ibu Bekerja Berperan Penting Dalam Pemberian Asi Eksklusif Irianti, Dewi; Pusparina, Iis; Sofiani Ikasari, Filia
Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2755

Abstract

Breastfeeding self-efficacy is a predictor of the duration of exclusive breastfeeding. Working mothers can influence the decision of mothers who give birth to exclusively breastfeed. The purpose of this study was to determine the relationship between breastfeeding self-efficacy of working mothers and exclusive breastfeeding. The study design was cross-sectional. One hundred working mothers in the Martapura I Health Center Work Area became the research sample, taken by consecutive sampling. Analysis using Chi Square test. There is a significant relationship between breastfeeding self-efficacy of working mothers and exclusive breastfeeding. Self-efficacy of breastfeeding working mothers needs to be improved so that exclusive breastfeeding also increases.
Peningkatan pengetahuan ibu tentang ISPA pada balita sebagai salah satu upaya mencegah stunting Ikasari, Filia Sofiani; Pusparina, Iis; Nugraha, Fir'ad Setya; Kirana, Cut Ika Anugrah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31597

Abstract

Abstrak Stunting merupakan permasalahan kesehatan serius yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor langsung yang berkontribusi terhadap kejadian stunting adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada balita. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai pencegahan dan penatalaksanaan ISPA dapat meningkatkan risiko infeksi berulang yang berdampak pada status gizi anak. Di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1, prevalensi stunting mengalami peningkatan yang signifikan, sementara masih ditemukan rendahnya keterlibatan ibu dalam upaya pencegahan ISPA pada balita. Berdasarkan hasil observasi awal, banyak ibu belum memahami gejala dini ISPA dan langkah-langkah penanganan awal di rumah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memberdayakan ibu melalui edukasi dan pendampingan agar mampu mencegah ISPA sebagai upaya menurunkan risiko stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang ISPA sebagai salah satu upaya mencegah stunting. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah edukasi kesehatan secara interaktif dengan pendekatan door-to-door kepada 16 ibu balita selama bulan Desember 2024. Materi edukasi mencakup pengertian, penyebab, gejala, pencegahan, dan penatalaksanaan ISPA, serta hubungannya dengan stunting. Evaluasi dilakukan melalui pre test dan post test yang dilakukan pada ibu balita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu setelah intervensi. Sebelum diberikan edukasi rerata pengetahuan ibu tentang ISPA 49,48%, setelah diberikan edukasi rerata pengetahuan ibu meningkat menjadi 87,6%. Edukasi kesehatan interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang ISPA sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting pada balita. Kata kunci: edukasi kesehatan; infeksi saluran pernapasan akut; ibu balita; pencegahan; stunting. Abstract Stunting is a serious public health problem with long-term impacts on children's growth and development. One of the direct contributing factors to stunting is acute respiratory infection (ARI), particularly in children under five. Mothers' lack of knowledge regarding ARI prevention and management can increase the risk of recurrent infections, which negatively affects children's nutritional status. In the working area of Martapura 1 Public Health Center, the prevalence of stunting has significantly increased, while maternal involvement in ARI prevention efforts remains low. Initial observations revealed that many mothers do not understand the early symptoms of ARI or appropriate home-based management strategies. Therefore, this community service activity aimed to empower mothers through education and assistance to prevent ARI as part of efforts to reduce stunting risk. The goal of this program was to improve maternal knowledge of ARI as a preventive measure against stunting. The method used was interactive health education delivered through a door-to-door approach to 16 mothers of toddlers during December 2024. The educational content included definitions, causes, symptoms, prevention, and home management of ARI, as well as its link to stunting. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test design. The results showed a significant increase in maternal knowledge after the intervention. Before education, mothers' average knowledge of ARI was 49.48%. After education, the average knowledge increased to 87.6%. Interactive health education is effective in increasing mothers' knowledge of ARI as part of efforts to prevent stunting in toddlers.Interactive health education was effective in increasing maternal knowledge about acute respiratory infections (ARI) as part of efforts to prevent stunting in toddlers. Thus, interactive health education proved effective in enhancing mothers’ knowledge of ARI as part of stunting prevention efforts in young children. Keywords: acute respiratory infection; health education; mother of under five children, prevention; stunting.
Pengaruh Rebusan Daun Sirsak Terhadap Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 1 Nugraha, Fir'ad Setya; Sukmawaty, Martini Nur; Pusparina, Iis; Raziansyah, Raziansyah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i2.918

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases often referred to as a “silent killer”. In women of reproductive age, it is commonly caused by unhealthy lifestyle behaviors and hormonal imbalances. Hypertension can be managed through non-pharmacological therapies. One such therapy is consuming a decoction of soursop leaves. The intervention provided was an adjunct therapy to pharmacological treatment. This study aimed to investigate the effect of soursop leaf decoction on blood pressure among women of reproductive age with hypertension in the working area of Martapura 1 Health Center. A quantitative quasi-experimental method was used with a pre-test and post-test repeated measures design. The study involved 40 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant effect of soursop leaf decoction on both systolic and diastolic blood pressure, with a p-value of 0.000 (p < 0.005). These findings suggest that soursop leaf decoction effectively lowers blood pressure in hypertension women of reproductive age in the working area of Martapura 1 Health Center. This therapy is expected to serve as a potential alternative treatment for managing blood pressure in women of reproductive age with hypertension.
PENGARUH STIMULASI PERMAINAN ULAR TANGGA STUNTING TERHADAP PENINGKATAN PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH DI SDN SUNGAI TUAN ULU Pusparina, Iis; Ikasari, Filia Sofiani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37805

Abstract

Stunting masih perlu menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Stunting berdampak pada tidak optimalnya kemampuan kognitif anak yang akan berpengaruh pada masa depan anak tersebut. Stunting juga berpengaruh pada personal sosial anak yang berhubungan dengan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan masyarakat dan lingkungan. Pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini pada anak usia sekolah yang di masa depan akan menjadi orang tua. Permainan ular tangga stunting merupakan jenis permainan yang menarik dan dapat menstimulasi perkembangan kognitif dan perkembangan sosial anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stimulasi permainan ular tangga stunting terhadap perkembangan kognitif dan perkembangan psikososial anak usia sekolah di SDN Sungai Tuan Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sungai Tuan Ulu dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh stimulasi permainan ular tangga stunting pada perkembangan kognitif dan perkembangan psikososial responden dengan p value = 0,000 (p value < 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini terdapat pengaruh stimulasi permainan ular tangga stunting terhadap perkembangan kognitif dan perkembangan psikososial anak usia sekolah di SDN Sungai Tuan Ulu.
Efikasi Diri Menyusui Ibu Bekerja Berperan Penting Dalam Pemberian Asi Eksklusif Irianti, Dewi; Pusparina, Iis; Sofiani Ikasari, Filia
Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2755

Abstract

Breastfeeding self-efficacy is a predictor of the duration of exclusive breastfeeding. Working mothers can influence the decision of mothers who give birth to exclusively breastfeed. The purpose of this study was to determine the relationship between breastfeeding self-efficacy of working mothers and exclusive breastfeeding. The study design was cross-sectional. One hundred working mothers in the Martapura I Health Center Work Area became the research sample, taken by consecutive sampling. Analysis using Chi Square test. There is a significant relationship between breastfeeding self-efficacy of working mothers and exclusive breastfeeding. Self-efficacy of breastfeeding working mothers needs to be improved so that exclusive breastfeeding also increases.
Pengalaman Ibu Merawat Balita dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut: Studi Fenomenologi Filia Sofiani Ikasari; Iis Pusparina
An Idea Health Journal Vol 4 No 02 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i02.256

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is an infectious disease that is the main cause of mortality and morbidity in children under five years of age (toddlers). Mothers play an important role in determining the decisions and actions needed in caring for toddlers with ARI at home. Even though the ARI treatment given to toddlers from health service facilities is successful, if it is not treated further at home, the toddler will be at risk of experiencing ARI again, so mothers play an important role in caring for toddlers with ARI. This research is qualitative research with a phenomenological design. The participants who participated in this research were 5 mothers who had toddlers with a history of ARI. The sampling technique used was snowball sampling. Data collection used the in-depth interview method to explore mothers' experiences in caring for toddlers with ARI. The data analysis used is Colaizzi data analysis. The results of this study identified 4 themes, namely actions taken by mothers to overcome the symptoms of ISPA, difficulties faced by mothers in caring for toddlers with ARI, children's responses when receiving treatment at home, and actions taken by mothers to prevent ARI. The conclusion obtained from this research is that 4 themes were obtained from mothers' experiences in caring for toddlers with ARI
Media Video Animasi Meningkatkan Sikap Remaja tentang Gizi Seimbang dalam Rangka Mencegah Stunting: Animated Video Media Improves Adolescents’ Attitudes about Balanced Nutrition in Order to Prevent Stunting Filia Sofiani Ikasari; Iis Pusparina; Dewi Irianti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4407

Abstract

Latar belakang: Remaja sangat rentan terhadap masalah kekurangan gizi. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan fisik remaja yang cepat selama masa pubertas, sehingga meningkatkan kebutuhan gizi mereka. Remaja yang kekurangan nutrisi berisiko mengalami kerusakan pada periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pada remaja, video animasi merupakan sesuatu hal yang menarik perhatian, yang mana video animasi berisikan konten-konten yang mudah dipahami dan diperagakan oleh animasi. Saat ini belum banyak penelitian yang meneliti tentang pengaruh video animasi terhadap sikap remaja tentang gizi seimbang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh media video animasi terhadap pengetahuan, sikap dan praktik remaja tentang gizi seimbang dalam rangka mencegah stunting di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan pre post control group. Sampel sebanyak 52 responden pada kelompok intervensi dan 64 responden pada kelompok kontrol. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa media video animasi berpengaruh terhadap sikap remaja (p value = 0,002), dan tidak berpengaruh terhadap pengetahuan (p value = 0,366) dan praktik remaja (p value = 0,231). Kesimpulan: Kesimpulan yang diperoleh adalah media video animasi berpengaruh terhadap sikap remaja tentang gizi seimbang
ANALISIS PERILAKU PENGGUNAAN KARTU KEMBANG ANAK (KKA) TERHADAP PEMANTAUAN PERKEMBANGAN BALITA Iis Pusparina; Filia Sofiani Ikasari; Mutiara Rahmi
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.414

Abstract

Pendahuluan:  Masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita yang tidak diatasi dengan baik akan berdampak pada siklus pertumbuhan dan perkembangan anak di usia selanjutnya. Pemantauan perkembangan balita masih merupakan tantangan utama dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak. Tenaga kesehatan masih menghadapi kendala dalam melakukan edukasi kepada orangtua mengenai pentingnya pemantauan perkembangan anak secara rutin. Hal ini menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan cakupan pemantauan perkembangan anak yang lebih komprehensif. Tujuan: penelitian ini untuk menganalisis perilaku penggunaan Kartu Kembang Anak yang meliputi pengetahuan, sikap, tindakan ibu terhadap pemantauan  perkembangan balita di Desa Sungai Tuan Ulu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi dan sampel penelitian berjumlah 39 responden menggunakan teknik total sampling, analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemantauan perkembangan balita adalah pengetahuan, sikap dan tindakan dengan nilai p < 0,05 dengan uji Chi square, Kesimpulan: Seluruh ibu berpengetahuan baik tentang penggunaan Kartu Kembang Anak, sikap dan tindakan juga berhubungan pemantauan perkembangan balita. Saran: Ibu hendaknya terus menerus menggunakan Kartu Kembang Anak agar perkembangan anak terus dapat dipantau sesuai dengan umurnya.