Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENJADWALAN PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ALGORITMA GENETIKA DI PT PERTANI (PERSERO) CABANG D.I. YOGYAKARTA Alex Alfandianto; Yohanes Anton Nugroho; Widya Setiafindari
Jurnal DISPROTEK Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v8i2.536

Abstract

ABSTRACT PT Pertani (Persero) has problems in fulfilling orders of subsidized rice seeds. This condition happen because production scheduling is not optimal, thus causing high makespan. This research tries to provide an alternative way to this company by way of job scheduling that is Genetic Algorithm. this approach is used in optimizing makespan, mean flow time and latency. Scheduling results with the Genetic Algorithm approach for December 2016 orders resulted in a reduction of makespan from 2.3 monthsbecome 2.1 months, maximum lateness from 43 days become 31 days, mean flow time from 42 days become 35 working days. Keywords: genetic algorithm, scheduling, makespan, mean flow time, lateness ABSTRAK PT Pertani (Persero) memiliki masalah dalam memenuhi pesanan bibit padi bersubsidi. Kondisi ini terjadi karena penjadwalan produksi tidak optimal, sehingga menyebabkan makespan tinggi. Penelitian ini mencoba memberikan alternatif kepada perusahaan dengan cara penjadwalan produksi yaitu Algoritma Genetika. Pendekatan ini digunakan dalam mengoptimalkan makespan, mean flow time dan latency. Hasil penjadwalan dengan pendekatan Algoritma Genetika untuk bulan Desember 2016 menghasilkan pengurangan makespan dari 2,3 bulan menjadi 2,1 bulan, keterlambatan maksimum dari 43 hari menjadi 31 hari, waktu alir rata-rata dari 42 hari menjadi 35 hari kerja. Kata kunci: algoritma genetika, penjadwalan, makespan, mean flow time, lateness
MINIMASI MAKESPAN PADA JOB SHOP SCHEDULING MENGGUNAKAN ALGORITMA ARTIFICIAL IMMUNE SYSTEM DI PT MITRA REKATAMA MANDIRI Yohanes Anton Nugroho; Suswanto Suswanto
Jurnal DISPROTEK Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v8i1.483

Abstract

ABSTRACT Scheduling in PT Mitra Rekatama Mandiri is using make to order approach, so they uses job shop manufacturing. Based on an initial analysis, obtained makespan 1964 minutes to order completion on March 2016. The study tries to minimaze makespan in job shop schedulingfor March 2016 in Machine Unit at PT Mitra Rekatama Mandiri. The results of the production scheduling with algorithm Artificial Immune System (AIS) produces a new sequence of jobs 2 ?? 3 ?? 4 ?? 1 and amount of makespan 1651 minute, so this method can reduce makespan 313 minutes. Keywords: scheduling, Artificial, Immune, System, Makespan ABSTRAK Penjadwalan (scheduling) di PT Mitra Rekatama Mandiri menggunakan pendekatan make to order, sehingga menggunakan strategi produksi job shop. Berdasarkan analisis awal, didapatkan kebutuhan makespan sebesar 1964 menit untuk penyelesaian order pada bulan Maret 2016. Penelitian ini mencoba melakukan minimasi makespan dengan menggunakan job shop scheduling untuk bulan Maret 2016 di Unit Permesinan PT Mitra Rekatama Mandiri. Hasil penjadwalan produksi dengan algoritma Artificial Immune System (AIS) menghasilkan urutan pekerjaan (sequence) job 2 ?? 3 ?? 4 ?? 1 dan makespan sebesar 1651 menit, sehingga didapatkan minimasi makespan sebesar 313 menit. Kata kunci: penjadwalan, Artificial, Immune, System, makespan
OPTIMASI SISTEM ANTRIAN PADA LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIMULASI Widya Setia Findari; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 1 (2019): page 01 - 93
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.671 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i1.41

Abstract

Abstract : The purpose of this study is to optimize service time in a community health center. The average number of patients visiting is 100 to 300 per day. In certain units there is a heavy queue of patients which increases service waiting times, including registration units, inspection units, and pharmaceutical units. The initial observation data on the existing system shows the waiting time for patient services is 2,7 hours. This fact shows that the time of patient service on the existing system needs to be optimized so that the waiting time can be accelerated. This study offers a solution to optimize the service queue system using a simulation approach. The DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) Six Sigma method is used as a basis for analyzing the waiting time for services from an existing system. The results of the analysis are used in the simulation test to obtain improvement factors using several scenarios. The best simulation results are obtained with the scenario of adding operators in all units. Optimizing the waiting time of patient services using the best scenario simulation approach is shown by the decrease in waiting time of the queue system by 1,05 hours or 38,9% faster than the existing system.Keywords: System Optimizing; Public Health; Queue; Simulation; DMAIC Six SigmaAbstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan waktu tunggu pelayanan di sebuah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Rata-rata jumlah pasien yang berkunjung adalah 100 hingga 300 per hari. Pada beberapa unit tertentu terjadi antrian pasien yang padat sehingga meningkatkan waktu tunggu pelayanan, antara lain unit pendaftaran, unit pemeriksaan, dan unit farmasi. Data pengamatan awal pada sistem yang ada menunjukkan waktu tunggu pelayanan pasien adalah 2,7 jam. Fakta ini menunjukkan bahwa waktu pelayanan pasien pada sistem yang ada perlu dioptimalkan agar waktu tunggu dapat dipercepat. Penelitian ini menawarkan solusi optimalisasi sistem antrian pelayanan dengan menggunakan pendekatan simulasi. Metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) Six Sigma digunakan sebagai dasar analisis waktu tunggu pelayanan dari sistem yang sudah ada. Hasil analisis digunakan pada uji simulasi untuk mendapatkan faktor perbaikan dengan menggunakan beberapa skenario. Hasil simulasi terbaik diperoleh dengan skenario penambahan operator di semua unit. Optimasi waktu tunggu pelayanan pasien dengan menggunakan pendekatan simulasi skenario terbaik ditunjukkan oleh penurunan waktu tunggu sistem antrian sebesar 1,05 jam atau 38,9% lebih cepat dari sistem yang sudah ada.Kata kunci: Optimasi Sistem, Layanan Kesehatan, Antrian, Simulasi, DMAIC Six Sigma
PENATAAN LAYOUT GUDANG PENYIMPANAN CONSUMER GOODS MENGGUNAKAN METODE SHARED STORAGE Yohanes Anton Nugroho; Kiki Putra Aldi Pranata
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 4: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.879 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i4.843

Abstract

CV. X yang bergerak di bidang distribusi consumer goods di Batam, Kepulauan Riau. CV. Permasalahan yang dihadapi perusahaan yaitu layout gudang yang belum efisien akibat dari perpindahan lokasi gudang, sehingga ini menyebabkan peningkatan waktu pencarian barang sekitar 5 menit. Kondisi ini membuat perlu dilakukannya perencanaan dan penataan ulang gudang CV. X. Metode perancangan tata letak gudang dalam penelitian ini adalah metode Shared Storage. Berdasarkan hasil pengolahan data yang di dapatkan, didapatkan jarak material handling pada proses pengiriman awal dengan menggunakan layout awal ialah sebesar 176 meter dengan waktu material handling 528 detik sedangkan dengan menggunakan layout usulan didapat kan jarak material handling 126 meter dan waktu material handling 378 detik untuk proses pengiriman barang dengan produk yang sama
OPTIMASI DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN STERIL DAN NON STERIL MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIKS AND ALGORITMA CLARKE STUDI KASUS : PT MULTITAMA SARANA INDONESIA (MSI) Rohmad Dwi Kurniawan; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 6: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.397 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i6.1508

Abstract

PT Multitama Sarana Indonesia adalah distributor alat kesehatan steril dan non steril yang merupakan perusahaan distribusi alat kesehatan steril dan non steril. Dalam dunia bisnis, distribusi dan transportasi mempunyai peranan yang sangat vital. Saving matriks berkaitan dengan penentuan rute untuk permasalahan pendistribusian barang atau produk yang melibatkan lebih dari satu kendaraan dengan kapasitas tertentu untuk melayani sejumlah pelanggan dengan permintaannya masing-masing. Penelitian berlangsung pada bulan Maret 2021, dibulan tersebut tersebut terdapat 13 konsumen. Dalam penyelesaian ini menggunakan metode algoritma Clarke and Wright Savings dan Nearest Neighbor. Metode Algoritma Clarke and Wright Savings adalah sejauh 1.190,5 km. Hasil perhitungan jarak rute awal didapatkan biaya bahan bakar untuk rute kendaraan A sejumlah Rp582.930,- dan rute kendaraan B sejumlah Rp 24.225,- total keseluruhan biaya bahan bakar Rp 607.155,-. Sehingga total biaya distribusi setelah penambahan biaya tenaga kerja adalah Rp 797.155,-. Sedangkan menggunakan Algoritma Nearest Neighbor dapat memperpendek jarak tempuh dan mengurangi biaya distribusi yang sebelumnya berjarak 1.161,7 km dan setelah dilakukan pembentukan rute adalah 1.150,9 km, dengan demikian terdapat penghematan jarak sebanyak 10,8 km atau 5,3%. Total konsumsi bahan bakar pada rute awal dalam pengiriman adalah 77,44 liter setelah dilakukan perubahan maka bahan bakar dapat diminimalkan menjadi 76,72 liter. Sedangkan biaya bahan bakar sebelum dilakukan perhitungan dengan metode Algoritma Nearest Neighbor adalah Rp 592.416,-, setelah dilakukan perubahan rute maka total biaya bahan bakar adalah Rp 586.908,-, yang artinya biaya bahan bakar terdapat penghematan sejumlah Rp 5508,- atau 7% lebih hemat dari rute awal.
ANALISIS KETERLAMBATAN PENGIRIMAN PAKET MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI J&T EXPRESS DC SLEMAN BARAT YOGYAKARTA J.Alfani Yanto Sulistyo; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 6: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.821 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i6.1509

Abstract

J&T adalah jasa pengiriman barang atau kurir, menurut Badan Pusat Statistik (2018) aktivitas kurir ini adalah kelompok yang mencakup pelayanan pengiriman barang yang dilakukan oleh swasta selain kegiatan pengiriman barang yang dilakukan oleh pos universal, kegiatannya yaitu mencakup pengumpulan, pemrosesan, dan pengantaran baik domestik maupun internasional, kegiatan ini dapat dilakukan melalui satu atau lebih model transportasi baik dengan angkutan milik sendiri maupun angkutan umum. Dalam memberikan pelayanan kepada konsumen, keandalan menjadi salah satu fokus perusahaan untuk memuaskan konsumen. Keandalan yang diberikan oleh perusahaan yaitu berupa ketepatan waktu pengiriman. Untuk memenuhi keinginan pelanggan di bisnis logistik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menawarkan dan mengelola layanan pelanggan salah satunya yaitu layanan pengiriman, mengacu pada frekuensi pengiriman, lot pengiriman, penentuan waktu, penentuan lokasi pengiriman, dan lain-lain. Dilihat dari data J&T DC Sleman Barat pada bulan Agustus, terdapat paket masuk berjumlah 107759 paket yang salah alamat 371 dan komplain pelanggan 34 dan total kegagalan pengiriman paket berjumlah 405 paket. Dari uraian tersebut diatas menunjukkan bahwa kecacatan kualitas pelayanan perlu dianalisis dengan tujuan untuk memperbaiki pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggannya agar terciptanya kepuasan pelanggan. Salah satu cara untuk melakukan perbaikan atau peningkatan kualitas dalam suatu perusahaan adalah dengan menggunakan metode six sigma. Penerapan six sigma sendiri pada umumnya menggunakan konsep DMAIC untuk menyusun langkah-langkah guna mengimplementasikan metode six sigma yang dimulai dari tahap define, tahap measure, tahap analyze, tahap improve.
ANALISIS PERAWATAN MESIN SIZING MENGGUNAKAN METODE TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE PADA PT URW Muhammad Khoirul Ihsan; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 12: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i12.3078

Abstract

PT URW merupakan sebuah perusahaan manufaktur di Purworejo yang bergerak dibidang tekstil atau pembuatan kain. Berdiri pada bulan Desember 1976 berbentuk perseroan terbatas diamana keputusan tertinggi ada pada pemegang saham. Produk yang dihasilkan dari PT URW adalah kain setengah jadi. Jam kerja mesin Sizing adalah 24 jam sehingga dapat mengalami kerusakan. Pada bulan Mei mesin mengalami kerusakan selama 570 menit, bulan Juni 1200 menit, bulan Juli 1080 menit, bulan Agustus 1675 menit, dan bulan September 1668 menit. Berdasarkan hal tersebut maka ketika terjadinya kerusakan akan sangat berdampak pada proses produksi. Dari permasalahan tersebut diperlukan metode usulan untuk menngurangi kerusakan dan downtime pada mesin menggunakan metode Overal Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Equipment Effectiveness (ORE) sedangkan untuk mengidentifikasi mesin tersebut menggunakan metode Six Big Losses. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode OEE pada mesin Sizing yang memiliki nilai OEE pada bulan Mei sebesar 88.10%, bulan juni sebesar 78.26%, bulan juli sebesar 77.32%, bulan agustus sebesar 76.40%, dan bulan September sebesar 79.14%. Dari lima bulan tersebut hanya bulan Mei yang memenuhi standar OEE yaitu dengan nilai sebesar 88.10% lebih besar dari 85%. Sedangkan untuk nilai metode (ORE) yaitu pada bulan Mei sebesar 87.69%, bulan Juni sebesar 78.18%, bulan Juli sebesar 76.94%, bulan Agustus sebesar 76.32%, dan bulan September sebesar 77.06%. Dari kelima bulan tersebut yang memenuhi standar nilai ORE yaitu pada bulan Mei dengan nilai 87.68% lebih besar dari 85% sehingga dinyatakan memenuhi standar. Berdasarkan dua metode yang digunakan bahwa mesin sizing belum memenuhi standar OEE dan ORE yaitu 85%. Adapun faktor yang mempengaruhi yaitu mesin yang terlalu lama saat produksiyang diketahui dari tingginya nilai Reduce Speed Losess sebesar 25%, Idling and minor stoppages losses sebesar 57%, dan Breakdown losses sebesar 14%.
ANALISIS KINERJA MESIN BANDSAW MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) dan SIX BIG LOSSES PADA PT QUARTINDO SEJATI FURNITAMA Tatah Ahdiyat; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 1: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i1.3509

Abstract

PT Quartindo Sejati Furnitama adalah industri manufaktur penghasil furniture, salah satu mesin yang digunakan dalam proses produksi PT Quartindo Sejati Furnitama adalah mesin bandsaw, ditemukan kendala sering terjadinya kerusakan pada mesin tersebut. Berdasarkan data yang didapat pada periode Mei 2021 hingga April 2022 diketahui bahwa waktu delay mesin bandsaw adalah sebesar 23679 menit/ 394,65 jam, hal ini dapat memperlambaat proses produksi, maka dari itu permasalahan ini fokus terhadap mesin bandsaw PT Quartindo Sejati Furnitama. Oleh karena itu untuk menganalisa keefektifan mesin bandsaw digunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Berdasarkan hasil penelitian pada PT Quartindo Sejati Furnitama dengan metode six big losses didapat enam kerugian diantaranya yaitu breakdown losses, setup and adjusment losses, idling and minor stoppage, reduce speed losses, defect losses, yield/scrap losses. dan fault tree analysis (FTA) adalah metode yang digunakan untuk menganalisis resiko yang menjadi penyebab suatu kegagalan. Didapat hasil pengolahan data diperoleh rata-rata nilai Overall Equipment Effectiveness selama 1 tahun pada periode Mei 2021 hingga April 2022 didapat nilai sebesar 77,7%, nilai tersebut belum mencapai standart Japan Institute of Plant Maintenance. Faktor yang memiliki presentase terbesar dari faktor Six Big Losses pada mesin bandsaw adalah reduce speed losses dengan nilai sebesar 12,7%. yang menyebabkan penurunan efektifitas mesin hal tersebut dikarenakan mesin/peralatan dan manusia belum menerapkan konsep Total Productive Maintenance (TPM).
Identifikasi Pengembangan Digital Supply Chain pada Industri Pengolahan Sampah Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.392 KB) | DOI: 10.55606/jtmei.v1i4.671

Abstract

Technology developments in the era of the industrial revolution 4.0 provide many opportunities to improve supply chain performance and performance. The existence of the waste processing industry as a business has prospects for development, given the large amount of waste generated by the community and the need for several processed products. PT A reduced the amount of garbage that accumulates in the final disposal site (TPA) by reprocessing the waste produced by the community. The existence of waste banks, government agencies, hotels, zoos, and Islamic boarding schools is one of the sources of waste that is processed for waste products. This paper seeks to develop the concept of a digital supply chain by adopting the supply chain model run by PT A. The initial identification presented in this paper can result in several technology identifications that need to be prioritized in implementing relevant technologies in the industry. The expected impact of this implementation is an increase in supply chain performance
PENGUKURAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA PROSES PEMOTONGAN INDUSTRI FURNITURE Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol 3 No 1 (2023): Maret, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juritek.v3i1.1221

Abstract

The sawmill machine is one of the machines highly used in the cutting process n furniture production at PT X. The sawmill machine used at PT X experiences various problems, including damage and damage repair time in more than 15% of the total production time. The event of machine failures also causes several impacts, such as low target achievement and non-uniform quality. The Overall Equipment Effectiveness (OEE) gets an average OEE value for the period January 2021 - June 2021 of 46.79%, which is still far from the ideal standard value of Overall Equipment Effectiveness, which is 85%. Factors that greatly influence the low value of OEE based on. The sixth significant losses analysis is rework losses of 17.48%, followed by breakdown losses and reduced speed losses, which both have a percentage of 16.12%. Meanwhile, for Set up and Adjustment Loss, Idling Minor Stoppage, and Scrap or Yield Loss, the portions are relatively small, less than 5%.