Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Optimasi Penjadwalan Produksi untuk Meminimalkan Makespan dengan Pendekatan Particle Swarm Optimization dan Genetic Algorithm Dika Prasisti; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v2i2.134

Abstract

PT Adi Satria Abadi merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi sarung tangan golf. Permasalahan yang terjadi adalah tanggal 21 Maret terdapat produk work in process di bagian sewing sejumlah 1.205 unit sarung tangan golf, dari total keseluruhan order sebanyak 11.880 unit sarung tangan golf. Produk harus dikirimkan pada tanggal 22 Maret dan jumlah produk work in process melebihi target produksi harian. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil penjadwalan produksi dengan particle swarm optimization algorithm dan algoritma genetika untuk mendapatkan nilai makespan minimum. Perhitungan penjadwalan produksi dengan kedua metode tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur masing-masing metode menggunakan software Matlab R2020a. Hasil penjadwalan particle  swarm optimization mempunyai urutan job, yaitu J1, J3, J2, J4, J5, J6 dengan makespan sebesar 273 menit. Sedangkan hasil penjadwalan produksi dengan metode algoritma genetika diperlukan waktu proses total (makespan) untuk memproduksi job  dengan urutan J1, J4, J6, J5, J2, J3 sebesar 281 menit. Berdasarkan hasil makespan masing-masing metode menunjukkan bahwa hasil penjadwalan produksi dengan metode particle swarm optimization memiliki waktu lebih cepat 8 menit dibandingkan dengan metode genetic algorithm. Hal ini menyimpulkan bahwa metode particle swarm optimization merupakan metode yang paling optimal untuk penjadwalan produksi karena memiliki nilai makespan yang paling minimum.
ANALISIS KUALITAS LAYANAN MASKAPAI PENERBANGAN XYZ BERDASARKAN SENTIMEN ULASAN PELANGGAN L. Muh. Khaerunnizar; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 10: Juni 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i10.2580

Abstract

Maskapai XYZ merupakan maskapai penerbangan bertaraf rendah (low cost carrier) di Indonesia dengan pilihan rute penerbangan yang sangat beragam. Berdasarkan pada ulasan yang diberikan oleh pengguna, sebanyak 34,8% pengguna menganggap layanan yang diberikan oleh maskapai XYZ baik, 32,8% berpendapat netral dan 32,5% menganggap pelayanan yang diberikan buruk. Hasil klasifikasi dengan Naïve Bayes Clasifier menunjukkan bahwa dengan perbandingan data latih 60% dan data uji 40% mampu menghasilkan akurasi sebesar 84.7%. Pada kelas sentimen positif penumpang banyak memuji pelayanan yang baik, penerbangan yang nyaman, pramugari dan staf yang ramah dan profesional, harga yang ditawarkan terjangkau dan ekonomis dengan pilihan rute yang variatif. Sedangkan dalam kelas sentimen negatif, penumpang banyak mengeluhkan mengenai delay yang ekstrem tanpa ada kompensasi yang jelas, pelayanan dan sikap dari pramugari atau staf yang buruk, antrian check in dan boarding gate yang panjang, serta bagasi yang sering hilang dan rusak.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN KAIZEN (Study Kasus: PT XYZ) Taufik Alfin Ashari; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 10: Juni 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i10.2581

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri mebel, salah satu proses yang dilakukan yaitu pembuatan komponen awal yang di lakukan pada bagian Mill 1.Dalam proses pembuatan komponen awal PT. XYZ mengalami permasalahan yang ada pada Mill 1 yaitu tingginya defect.Berdasarkan actual Defect Per Unit (DPU) perusahaan pada bulan Januari sampai Desember 2021 yaitu komponen awal retak dan berlubang, perbedaan warna, mata kayu, dan kesalahan operator atau kesalahan ukuran.Adapun jumlah defect selama satu tahun sebanyak 66.352 unit dari total unit yang diproduksi sebanyak 1.282.380 unit dengan rincian yaitu cacat retak dan berlubang sebanyak 33.205 unit, cacat mata kayu sebanyak 16.602 unit, cacat warna sebanyak 15.166 unit, dan cacat kesalahan ukuran sebanyak 1.379 unit. hasil perhitungan DPU, DPMO dan iterpolasi konversi nilai sigma maka dapat dilihat bahwa produksi komponen awal pada proses Mill1 PT. XYZ memiliki rata-rata tingkat sigma sebesar 0,85 dengan hasil defect per million opportunities (DPMO) sebesar 12.928,97 dalam sejuta produksi dengan rata-rata tingkat sigma sebesar 3,72.
PENGURANGAN KECACATAN PRODUK JERSEY DI CV. ARTLAND SPORTWEAR MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Faris Duwi Parwanto; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 10: Juni 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i10.2585

Abstract

Kualitas produk merupakan jaminan penting yang harus diberikan dan dipenuhi oleh pelanggan, hal ini juga sebagai indikator penting bagi perusahaan untuk dapat bersaing di dunia industri. Artland Sportwear merupakan salah satu industri yang bergerak dalam bidang pembuatan jersey printing dengan kapasitas produksi 1 bulan mencapai 1.000-1.500 jersey printing. Dalam proses produksinya, Artland Sportwear masih terdapat produk cacat. Data pada bulan Januari-Maret tahun 2020 menunjukkan terdapat produk cacat sebesar 369 produk atau 12% dari total produksi. Penelitian ini mencoba mengkaji cara pengurangan jumlah produk cacat menggunakan metode Six Sigma. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengambilan data produk cacat dan dokumentasi, sedangkan data sekunder menggunakan data umum perusahaan. Tahapan analisis Six Sigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah define, measure, analyze, improve, dan control. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 jenis CTQ, yaitu cacat printing, cacat jahit, dan cacat sablon. Nilai rata-rata DPMO sebelum perbaikan 40473,840 dan nilai rata-rata sigma sebesar 3.25, sementara nilai rata-rata DPMO setelah perbaikan 30% adalah 28331,69 dan nilai sigma 3.40, sedangkan untuk perbaikan 50% adalah 20236,92 dengan nilai sigma 3.55. Semakin kecil nilai DPMO maka kualitas yang dihasilkan semakin baik, dan semakin besar nilai sigma mendekati 6 sigma maka semakin baik pengendalian kualitas yang dihasilkan.
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS THRIFT SHOP SUSECOND.ID DI MASA PANDEMI COVID 19 DENGAN MENGGUNAKAN METODE COST BENEFIT ANALYSIS Ilham Fadila Ananda; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 10: Juni 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i10.2592

Abstract

Dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis perlu diadakan suatu studi kelayakan yang bertujuan untuk meminimkan resiko yang akan didapat dalam menjalankan usaha bisnisnya. Studi kelayakan Finansial yaitu suatu pengkajian secara menyeluruh dan teliti terhadap rencana penanaman modal dan menilai apakah rencana investasi tersebut memenuhi syarat untuk dilaksanakan atau tidak. Cost benefit analysis (CBA) adalah alat untuk evaluasi efektivitas dari sebuah kegiataan apakah manfaat lebih besar dari biaya yang dikeluarkan atau sebaliknya. Hasil dari pengukuran kelayakan finansial pada UKM Susecond.id menggunakan metode Cost Benefit Analysis didapatkan hasil layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan nilai diskonto yang diperlihatkan oleh nilai NPV pada tahun 2020 dengan suku bunga sebesar 3% yaitu Rp 100,493,122,- dan nilai NPV pada tahun 2021 dengan suku bunga sebesar 6% didapatkan NPV sebesar Rp 80,216,276 dan Nilai IRR pada tahun 2020 yang dicapai adalah 18,4% dan IRR pada tahun 2021 adalah 22,6% sehingga dapat dikatakan usaha Thrift Shop layak dijalankan. Kelayakan usaha tersebut juga didukung dengan hasil perhitungan Benefit Cost Ratio pada tahun 2020 yaitu 1,08 dan Nilai BCR pada 2021 sebesar 1,15 maka dapat dinilai usaha tersebut memberikan keuntungan bersih yang cukup tinggi walaupun dalam masa pandemi Covid 19 usaha Thrift Shop Susecond.id milik Mas Daffa yang berada di desa Mandiraja Kulon, kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara Layak dikembangkan..
RANCANG BANGUN ALAT CETAK KUE NASTAR KERANJANG MENGGUNAKAN METODE VDI 2221 Arif Budi Setiawan; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 11: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i11.2853

Abstract

UMKM Selera Purbalingga merupakan usaha yang bergerak pada pembuatan produk kue kering seperti contoh nastar cengkeh,nastar kranjang, kue kacang,kue salju, dll. Kondisi produksi saat ini Rp. 50.000.000 / bulan masih berada jauh dibawah target sekitar 50 % dari target omset yang diharapkan Rp. 100.000.000 / bulannya sehingga perlu dilakukan sebuah inovasi untuk dapat memaksimalkan jumlah produksinya. Perancangan bertujuan untuk menganalisa, menilai dan memperbaiki serta menyusun suatu sistem, baik untuk sistem fisik maupun nonfisik yang optimum untuk waktu yang akan datang dengan memanfaatkan informasi yang ada. Metode VDI 2221 merupakan salah satu metode dengan pendekatan sistematis untuk menyelesaikan permasalahan serta mengoptimalkan penggunaan material dan teknologi. hasil spesifikasi rancangan alat dengan material utama besi dengan lebar alat 200 mm,panjang alat 300 mm dan tinggi alat 400 mm serta kapasitas cetak 15 unit. Dan dapat memproduksi 724,313 unit nastar/hari dengan memerlukan waktu kerja 480 menit,waktu kelonggaraan 12,5%, waktu siklus rata-rata 492,33 detik/unit,waktu normal 521,87 detik/unit,waktu standar 596,42 detik/unit
OPTIMALISASI RUTE DISTRIBUSI MATRAS PADA PENYELESAIAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA Hester Patmawati; Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 11: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i11.2856

Abstract

Pendistribusian merupakan salah satu proses penting pada proses bisnis yang menjadi bagian dari Supply Chain Management. Dalam proses pendistribusian sendiri sering terjadi berbagai macam kendala yang dapat mempengaruhi biaya pendistribusian. Kendala distribusi yang dialami oleh PT SMI dalam melakukan distribusi matras yang diproduksi kepada konsumen adalah kapasitas armada atau kendaraan yang belum memadai. Dengan pendistribusian kepada konsumen yang berada di seluruh Jawa tengah dan Yogyakarta, bahkan sudah merambah ke Jawa Barat. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh PT SMI, dapat dikategorikan sebagai kendala kapasitas dalan penentuan rute pengiriman atau CVRP memiliki banyak penyelesaian yang dapat diterapkan guna mendapat rute perjalanan yang lebih optimal. Metode Algoritma Genetik merupakan salah satu metode perhitungan metaheuristic dimana metode ini memiliki suatu mekanisme pencarian yang terinspirasi oleh proses evolusi biologis makhluk hidup. Dalam beberapa kasus dengan jenis VRP yang berbeda-beda dengan jaral dan waktu yang efisien yang dapat membangun distribusi dengan efektifitas dan efisiensi yang baik. Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan dapat dilihat perbandingan hasil keseluruhan jarak tempuh pendistribusian matras spring bed. Dimana terdapat berbedaan jarak tempuh sebesar 1,65% atau 39,43 Km. Hal ini disebabkan pada kondisi awal pendristribusian dalam sekali pengiriman perusahaan menggunakan 6 kendaraan dengan kapasitas kurang dari 140 matras, sehingga 1 kendaraan bisa melakukan distribusi dua kali. Sedangkan pada rute usulan didapatkan skenario rute dengan memaksimalkan kapasitas dalam 1 kali pengiriman sehingga pendistribusian matras spring bed dapat dilakukan dengan lebih efisien dari rute sebelumnya.
Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Produksi Nugget Tempe KWT Rahayu Bangunharjo Improvement of Capacity and Quality of Nugget Tempe Production in KWT Rahayu Bangunharjo Ari Zaqi Al Faritsy; Yohanes Anton Nugroho; Ari Sugiharto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini akan menyampaikan bagaimana peningkatan kapasitas dan kualitas produksi melalui ProgramKemitraan Masyarakat yang bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani Rahayu Desa Bangunharjo,Kabupaten Bantul. Dalam program ini telah berhasil diimplementasikan suatu mesin untuk menggiling tempe,sehingga tempe siap diolah menjadi nugget tempe. Penggunaan mesin telah mampu meningkatkan kapasitasproduksi secara signifikan, dari 1 kg/jam menjadi 3 kg/jam. Melalui tulisan ini penulis mencoba menunjukkanhasil perancangan dan implementasi mesin pengolah nugget tempe tersebut. Melalui mesin penggiling bahannugget tempe, pembuatan nugget tempe menjadi lebih cepat dan lebih efektif. Selain implementasi mesin, telahdilakukan upaya pendampingan dalam penyusunun standart operating procedure dalam melakukan produksinugget tempe, sehingga kualitas produk yang dihasilkan dapat seragam dan lebih baik.Kata kunci: nugget tempe, mesin penggiling, kuantitas produksi, kualitas produk
Optimasi Waktu Antrian Pada Layanan Kesehatan Menggunakan Discrete Event Simulation Widya Setia Findari; Yohanes Anton Nugroho; Sarif Hasan
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas Banguntapan merupakan salah satu Fasilitas Umum yang melayani warga di wilayah kecamatan Banguntapan dan sekitarnya. Rata-rata jumlah pasien yang berkunjung adalah sekitar 100 hingga 300 pasien per hari. Pada beberapa bagian terjadi penumpukan jumlah pasien yang meningkatkan waktu tunggu layanan. Berdasarkan pengamatan awal, didapatkan jumlah antrian yang terjadi pada masing-masing proses sekitar 3-15 orang, berdasarkan kondisi ini maka diperlukan rancangan perbaikan sistem agar jumlah antrian dapat diturunkan. Perbaikan sistem dilakukan dengan menelusuri faktor yang menyebabkan naiknya waktu tunggu, serta menggali strategi-strategi untuk memperpendek waktu tunggu layanan. Berdasarkan hasil ujicoba menggunakan Discrete Event Simulation untuk 2 skenario pelayanan pada bagian pemeriksaan 2 dan unit pengambilan obat, dengan menambahkan 1 orang untuk setiap bagian. Hasil simulasi menunjukkan pengurangan waktu tunggu pemeriksaan 2  dari  48,50 menit menjadi 28,56 menit atau mengalami percepatan waktu sebsar 41,11%, sementara bagian pengambilan obat berubah dari 48,63 menit menjadi 6,92 menit atau mengalami percepatan waktu sebesar 85,77%.Kata kunci: Puskesmas, Antrian, Simulasi Komputer, Discrete Event Simulation
Re-Layout Tata Letak Bagian Percetakan Menggunakan Calullar Manufacturing System Yohanes Anton Nugroho
Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik Vol. 1 No. 4 (2022): November : Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1595.868 KB) | DOI: 10.55606/juprit.v1i4.613

Abstract

Material handling in the production division of publisher X encountered several obstacles, including the transfer of material between production processes having cross-movement flows. This condition occurs as a result of an irregular engine layout. The impact of the conditions in the transfer of material in the production process is the distance of the transfer to be 968.6 m/day. This condition causes some machines to be repositioned, so that material transfer can run faster and more efficiently. One of the efforts to reduce material transfer is to re-plan the placement of production facilities by adopting the concept of a cellular manufacturing system or cellular manufacturing system that is feasible to be applied to the production process of publisher X. The cellular manufacturing system was chosen because it is in accordance with the number of characteristics of the publishing industry that requires the ability to anticipate changes. This rapid demand suits a particular market. This article describes how the results of rearranging and minimizing the distance of moving raw materials in the production section of publisher X by adopting the concept of a cellular manufacturing system and rearranging the layout of production facilities by using sorting using Sorting Algorithms. The selection of the Sorting Algorithms is based on consideration of the order of the output which is not coherent, so it needs to be sorted. Efficient sorting is needed to determine the part-machine incidence matrix which is then used in the development of cellular manufacturing systems. Program development on Visual Studio 2012 software shows the results of facility layout planning by grouping 20 machines and 11 products with this layout change, the total material handling distance is reduced by 371.8 m or by 61.61%