Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Persiapan Guru Dalam Menghadapi Tantangan Diera Society 5.0 Studi Kasus Para Guru Sekolah SMAN 1 Wawo Ahmadin Ahmadin; Nehru Nehru; Muh. Iqbal
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol2.Iss3.770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persiapan guru untuk menghadapi tantangan era 5.0 di SMAN 1 Wawo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, objek penelitian yaitu kualitas Pelayanan yang terkait dengan dimensi kualitas pelayanan dan faktor penghambat dan pendukung kualitas pelayanan. Sedangkan yang dijadikan sebagai subjek dalam penelitian ini adalah 10 Guru SMA Negeri 1 Wawo terletak di Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten  Bima. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancra dan kuesioner. Hasil penelitaian menunjukan bahwa guru di SMAN 1 Wawo sudah menerapkan sistem belajar di era 5.0 hanya saja perlu ditingkatkan dalam pelatihan pengembangan skill guru dan melakukan studi banding dan  kedisiplinan dan kesejahteraan guru dengan masing-masing point 65%. Persiapan yang harus dilakukan guru di era 5.0 adalah persiapan skill, persiapan kompetensi, dan persiapan lingkungan sekolah  dengan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kualitas guru  yaitu dengan melihat infrastrukutur, pengembangan SDM, yang paling berperan  menyinkronkan pendidikan dan Industri dan penggunaan teknologi sebagai alat kegiatan belajar mengajar. Tugas guru bukan hanya mentransfer ilmu namun juga mendidik generasi yang patuh terhadap bangsa  dan Negara.
Penyebab Tingginya Angka Perceraian Pada Masyarakat Studi Pengadilan Agama Bima Ahmadin, Ahmadin
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol 4, No 1 (2022): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jihad.v4i1.3599

Abstract

Perkawinan adalah suatu ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dan seorang wanita untuk membangun rumah tangga yang sakinah,mawaddah dan warahmah, dan setiap perkawinan tidak selamanya berjalan mulus, karena susahnya menyatukan perbedaan yang mengakibatkan terjadinya perceraian. Berdasarkan hal tersebut diatas, yang menjadi masalah pokok pada penelitian ini adalah, apa penyebab tingginya tingkat perceraian pada masyarakat wilayah hukum Pengadilan Agama Bima dan bagaimana cara mengatasi tingginya tingkat perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Bima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bila dilihat dari jenis dan sifat penelitiannya,  maka penelitian ini tergolong kepada metode penelitian empiris, yang sumber datanya berasal dari data primer dan data sekunder, dengan menggunakan alat  pengumpul data berupa Koesioner dan Wawancara, kepada responden yang bersifat deskriptif, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah Pihak Cerai  Gugat, Hakim, Panitera dan Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota maupun Kabupaten Bima. Penyebab tingginya tingkat perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama Bima dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya faktor ekonomi dengan persentase 38,9 %, adanya kekerasan dalam rumah tangga dengan persentase 11,11%. Penyebab lainnya adalah karena faktor perselingkuhan dengan persentase 22,22 % dan penyebab lainnya dengan persentase 27,7 % dikarenakan adanya campur tangan pihak ketiga. Cara mengatasi tingginya tingkat perceraian masyarakat di wilayah hukum Pengadilan Agama Bima diawali dengan peran majelis hakim untuk mendamaikan para pihak yang ingin bercerai melalui mediasi. Berikutnya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bima memberikan jalan keluar untuk mengatasi tingginya istri yang mengajukan gugatan cerai dengan membekali calon pengantin melalui bimbingan konseling sebelum menikah, memperkuat iman dan perbaikan akhlak agar terhindar dari perselingkuhan, dan meningkatkan peran BP4 sebagai badan yang salah satunya memberikan pertimbangan dan membantu menyelesaikan permasalahan rumah tangga sebelum diajukan ke Pengadilan Agama.
Legal Protection of The Providing Wages to Labor Workers by Companies Affected by Bankruptcy Ahmadin, Ahmadin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v13i2.1386

Abstract

This research aims to determine the extent to which wages are provided to workers by companies that have gone bankrupt. Companies pay wages to laborers, whether intentionally or not, every laborer always complains that they are not given wages. The Constitution of the Republic of Indonesia states that one of the main objectives is to create a just and prosperous national, state life in order to realize social justice by fulfilling the rights of every citizen to obtain work and a decent living for all Indonesian people. Apart from that, article 28 of the Constitution of the Republic of Indonesia states that every person has the right to recognition, guarantees, protection and fair legal certainty as well as equal treatment before the law. The type of research used is Normative-Empirical research. This means that researchers implement normative legal provisions (Laws) in their actions in every specific legal event that occurs in a society. This research was conducted at a company that had gone bankrupt as the sources were the company's workers. Then the results of his research showed that employment is an inseparable part of national development based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. By guaranteeing the basic rights of workers while still paying attention to developments in the national and international business world. In accordance with Article 95 paragraph (4) of Law Number 13 of 2003 concerning Employment, if a company is declared bankrupt or liquidated based on applicable laws and regulations, wages and other rights of workers/laborers are debts whose payment takes priority. So, there is a guarantee that employee rights to wages/severance pay can be fulfilled. Then the author's conclusion is that he believes that the company does not have good intentions in providing wages to workers on the grounds that the company has experienced a financial deficit.
Peningkatan Kreatifitas dan Hasil Belajar Mahasiswa Dengan Menggunakan Pembelajaran Heuristik Pada Matakuliah Basic Reading Waliyudin, Waliyudin; Ahmadin, Ahmadin; Annisah, Annisah; Sagaf, Umar
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i4.2500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan hasil belajar mahasiswa semester II program studi pendidikan bahasa Inggris di STKIP Taman Siswa Bima tahun ajaran 2020/2021 pada mata kuliah basic reading dengan menggunakan strategi Heuristik. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan menggunakan one group pretest-posttest. Peneliti sebelumnya memberikan pre-test kepada kelompok yang akan diberikan perlakuan. Kemudian peneliti melakukan perlakuan atau treatment. Setelah selesai perlakuan, peneliti memberikan post-test. Penelitian ini dilakukan di STKIP Taman Siswa Bima, dan yang menjadi sampel adalah mahasiswa Program studi pendidikan Bahasa Inggris semester II yang berjumlah 22 orang mahasiswa yang terdiri dari satu kelas. Pada penelitian ini mahasiswa diberikan pre-test untuk mengetahui pengetahuan, kemampuan awal pada skil basic reading, dan tingkat kreatifitas yang dimiliki oleh mahasiswa. Lalu diberikan treatment berupa pengajaran dengan menggunakan strategi heuristik, setelah itu dilakukan post-test untuk mengetahui peningkatan kreatifitas dan hasil belajar mahasiswa. Adapun hasil penelitian ini menggambarkan bahwa terdapat peningkatan kreatifitas dan hasil belajar mahasiswa setelah melakukan tretmen dengan menggunakan strategi pembelajaran heuristik. Hal ini terlihat dari skor minimum yang didapat oleh mahasiswa dari hasil post-test yaitu 73, sedangkan nilai maksimum 96, sehingga nilai rata-rata yang diperoleh mahasiswa adalah 81,09.
Legal Protection of The Providing Wages to Labor Workers by Companies Affected by Bankruptcy Ahmadin, Ahmadin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 13 No. 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v13i2.1386

Abstract

This research aims to determine the extent to which wages are provided to workers by companies that have gone bankrupt. Companies pay wages to laborers, whether intentionally or not, every laborer always complains that they are not given wages. The Constitution of the Republic of Indonesia states that one of the main objectives is to create a just and prosperous national, state life in order to realize social justice by fulfilling the rights of every citizen to obtain work and a decent living for all Indonesian people. Apart from that, article 28 of the Constitution of the Republic of Indonesia states that every person has the right to recognition, guarantees, protection and fair legal certainty as well as equal treatment before the law. The type of research used is Normative-Empirical research. This means that researchers implement normative legal provisions (Laws) in their actions in every specific legal event that occurs in a society. This research was conducted at a company that had gone bankrupt as the sources were the company's workers. Then the results of his research showed that employment is an inseparable part of national development based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. By guaranteeing the basic rights of workers while still paying attention to developments in the national and international business world. In accordance with Article 95 paragraph (4) of Law Number 13 of 2003 concerning Employment, if a company is declared bankrupt or liquidated based on applicable laws and regulations, wages and other rights of workers/laborers are debts whose payment takes priority. So, there is a guarantee that employee rights to wages/severance pay can be fulfilled. Then the author's conclusion is that he believes that the company does not have good intentions in providing wages to workers on the grounds that the company has experienced a financial deficit.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PADA PERJANJIAN JUAL BELI SEPEDA MOTOR STUDI KASUS DI BIMA Ahmadin, Ahmadin
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i1.1694

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah agar dapat mengetahui bagaimana masyarakat yang tidak mampu atau memaksakan diri untuk membeli sepeda motor secara tunai, yang biasanya menggunakan jasa perusahaan pembiayaan dan perusahaan pembiayaan dalam menyelenggarakan pembiayaan sepeda motor dengan menggunakan model perjanjian baku, yaitu perjanjian yang bentuk maupun isinya telah ditetapkan secara sepihak oleh pihak yang ekonomis atau psikologis lebih kuat. Dan bagi para pengusaha penggunaan perjanjian baku ini mungkin merupakan cara mencapai tujuan ekonomis yang efisien dan praktis karena perjanjian tersebut digunakan atau di berlakukan pada setiap calon konsumen.Desain penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis empiris. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengkaji dan mengolah data-data yang diperoleh dilapangan yang merupakan data primer atau yang disebut juga penelitian lapangan dengan bertitik tolak aspek hukum (yuridis). Untuk mendukung dan melengkapi data primer juga dilakukan penelitian kepustakaan guna memperoleh data sekunder tentang permasalahan yang diteliti. Dengan demikian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis. Deskriptif artinya karena hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran sistematis, terperinci dan menyeluruh mengenai pelaksanaan perjanjian jual beli angsuran sepeda motor di Bima. Analitis artinya karena untuk selanjutnya akan digunakan untuk menjawab permasalahan yang kedua yakni perlindungan hukum terhadap konsumen pada perjanjian jual beli sepeda motor.Hasil penelitiannya adalah Dalam hal leavering atau penyerahan, KUHPerdata megandung sistem causal yaitu suatu sistem yang menggantungkan sahnya leavering itu pada dua syarat. a.) sahnya titel yang menjadi dasar dilakukannya leavering; dan b.) leavering tersebut dilakukan oleh orang yang berhak berbuat bebas (beschikingsbevoegd) terhadap barang yang dileaver itu. Disini titel yang menjadi dasar leavering itu, yakni jual beli, tukar menukar, hibah (tiga perjanjian ini merupakan titel-titel untuk memindahkan hak milik). adapun orang yang berhak berbuat bebas adalah pemilik barang sendiri atau orang yang dikuasakan olehnya. Selama ini pemahaman yang ada dimasyarakat mengenai jual beli angsuran, sewa beli dan leasing adalah sama yakni pembayarannya yang dilakukan secara berkala. Namun, pengertian antara jual beli angsuran, sewa beli dan leasing berbeda.
ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA METAFORA DALAM NOVEL TENUN BIRU KARYA UGI AGUSTONO: KAJIAN STILISTIKA Desy Ningsih Komalasari; Zulkifli Zulkifli; Ahmadin Ahmadin; Didit Haryadi
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v9i1.1004

Abstract

Problem in this research is on a metaphor in a novel Tenun Biru work Ugi Agustono: a stylistic study. Problem of this research are focused on investigating the form, function and meaning of metaphors found in a novel Tenun Biru. There are two benefits of this research namely theoretical and practical benefits and this research use a qualitative method as well as descriptive method. This research using the theory of stylistic pertaining to style of language (figure) to get better results in analyzing form, function and meaning metaphor, as of theory of stylistic considered relevant to inspect figure of a metaphor in a novel. Thus this research get the result of a metaphor comprising a antropormorfic metaphor, sinestic metaphor, abstract into concrete metaphor, dead metaphor, and the life metaphor. This study aims to examine the function and meaning of metaphors in the novel Tenun Biru. Consequently, this research provides both theoretical and practical benefits by employing a qualitative research method with a descriptive approach. The study utilizes stylistic theory, which relates to language style (figurative language), to achieve better results in analyzing the forms, functions, and meanings of metaphors. Stylistic theory is considered relevant for studying metaphors in the novel. Furthermore, the functions and meanings of metaphors include informational, expressive, directive, and phatic functions and meanings. Thus, this research identifies the functions and meanings of metaphors used by the author in crafting a literary work in the form of a novel, as metaphors are employed as comparisons to analogize events that serve as the focus of this study.